
Hari senin pun tiba , hari dimana semua orang memulai rutinitas mereka seperti biasa .
Begitu juga dengan Rara hari ini dia akan memulai kembali kewajiban nya sebagai pelajar .
Berbeda dengan sebelumnya , hari ini Rara bangun sangat pagi .
Dia harus bersiap untuk memulai masa hukuman yg telah ia sepakati dengan sang kakek .
"Semangat Rara !!"
teriak rara menyemangati dirinya sendiri .
Rara pun mulai bersiap-siap , setelah selesai dia pun keluar dari kamarnya .
"Kek.."
"Nek Rara pamit ya.."
"Loh Ra kamu tumben jam segini udah siap .
Kamu gak salah lihat jam kan ?
Gak biasa nya kamu udah bangun padahal kakek sama nenek belum gedor-gedor pintu kamar kamu " goda nenek sambil cekikikan .
"Apa sih nek ,
Aku bangun kesiangan nenek ngomel-ngomel , aku bangun kapagian nenek malah protes trus aku mesti gimana coba" .
"aduh cucu nenek kalo ngambek gini jadi tambah gemesin , iya kan kek ?"
Kakek yg mendengar hanya tertawa sambil menggeleng kan kepalanya heran.
"udah-udah jangan dengerin nenek kamu . mending sekarang kamu berangkat ke rumah pak Rudi. lakukan tanggung jawab yg harus kamu penuhi , dan jangan buat masalah lagi " ucap kakek Seolah memberi peringatan .
"siap komandan !!"
Rara melangkah untuk berpamitan dan mencium tangan nenek serta kakeknya .
Setelah berpamitan Rara bergegas mengayuh sepeda nya menuju ke rumah pak Rudi .
Kini Rara sudah sampai di depan rumah pak Rudi. Rara bergegas menuju sumur yg ada di samping rumah pak Rudi untuk mengambil air.
"Mesti cepet nih , jangan sampe ketemu kak Iskandar . belum siap buat ketemu kak Iskandar , malu yg kemaren ajah belum ilang" .
Rara dengan cepat menyiram pohon jambu itu , setelah selesai dia langsung bergegas berangkat ke sekolah .
__ADS_1
Pak rudi yg tidak mengetahui kedatangan Rara bergegas menuju ke arah pohon jambu itu. dia ingin memastikan apa Rara menepati janjinya kemarin .
Kemana ini anak kenapa belom dateng juga "grutu pak rudi" .
sesampainya di kebun belakang rumah pak Rudi kaget karena melihat tanah di sekitar pohon jambu yg sudah basah seperti habis di siram .
"ternyata anak itu tanggung jawab juga" gumam pak Rudi .
Kini Rara sudah sampai di sekolah , dia bergegas menuju kelasnya .
"lah kok masih kosong , apa gw kepagian ya " dengan cepat Rara melihat jam tangan nya .
"pantes aja sepi masih jam segini .dari pada mubazir nih waktu mending tidur dulu , kan lumayan" lirih Rara sambil tersenyum .
Kini Rara bergegas duduk di bangkunya .
ia mulai memilih posisi yg ternyaman untuk tidur .
"nah begini udah pas" tidak perlu waktu lama Rara langsung tertidur pulas .
jam menunjukan pukul 06.45 .kelas yg mulanya kosong kini sudah mulai terisi dengan para penghuninya .
Dodi yg baru saja datang langsung menuju ke arah Rara sambil tersenyum usil .
"Si cewek jadi-jadian asik banget , godain ah " kini Dodi memasang wajah isengnya.
"gak sabar liat nih cewek jadi-jadian ngamuk" , gumam Dodi sambil menjauh agar Rara tidak curiga dengan aksi jahilnya.
Tak lama berselang Safa dan Dira pun datang .mereka bergegas menghampiri Rara yg sedang tertidur .
ra...
bangun ...
bentar lagi bel bunyi nih ..
panggil Safa sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rara .
Dira yg melihat Rara masih tak bergerak hanya tertawa .dia merasa heran dengan teman nya yg satu ini .
"nih bocah kebo banget ya fa , bisa-bisanya tidur dimana aja" ucap Dira sambil menggeleng-gelengkan kepalanya .
"iya aku juga bingung , ni anak kalo dirumahnya gak pernah tidur kali ya "balas Safa .
Ra..
__ADS_1
bangun sih..
bentar lagi bel nih..
kini giliran Dira yg mencoba membangun kan Rara .
Akhirnya Rara pun bangun. dia menggeliat mencoba merentangkan tubuhnya yg pegal karena tidur sambil duduk .
hoammm...
kalian udah dateng , emang udah siang ya "ucap Rara polos" .
Bentar lagi udah mau bel Ra , cepetan kamu cuci muka sana . nih pake sabun cuci muka aku "ucap Dira sambil memberikan sabun cuci mukanya" .
Rara pun bangkit dari duduknya untuk pergi ke toilet . namun saat hendak melangkah Rara langsung terjatuh karena sepatunya terikat pada kaki meja.
Brukkkk...
awww..
jerit Rara merasakan sakit pada kakinya .
Safa dan Dira yg mendengar rintihan Rara langsung kaget dan mencoba membantunya untuk bangun .
"Lo kenapa Ra kok bisa jatuh gini sih" tanya Dira sambil mencoba membangunkan Rara .
"gak tau dir pas mau bangun malah kaya kesangkut gitu kaki nya" , saut rara berusaha untuk bangun .
Seketika ketiganya langsung memeriksa kaki Rara .mereka penasaran kenapa Rara merasa kaki nya tersangkut .
"gimana gak nyangkut Ra sepatu lo itu di tali sama kaki meja , nih liat" tunjuk Dira ke arah sepatu Rara .
Loh kok bisa ? gak mungkin dong gw iket kaki gw sendiri .lagian pas tadi gw berangkat di kelas tuh kosong gak ada orang .
siapa coba yg ngiket sepatu gw .
Dodi yg mendengar ucapan Rara dengan cepat menjawab nya " setan kali" .
Rara , Safa dan Dira yg mendengar ucapan Dodi langsung menoleh untuk menatap Dodi .
"iya Lo setan nya " saut rara dengan juteknya.
Dodi yg melihat ekspresi Rara langsung tertawa terbahak-bahak .
maap kalo ngebosenin ,
__ADS_1
waktu nulis otak nya lagi buntu 😊