The Trouble Maker

The Trouble Maker
17. Memulai masa hukuman


__ADS_3

Hari senin pun tiba , hari dimana semua orang memulai rutinitas mereka seperti biasa .


Begitu juga dengan Rara hari ini dia akan memulai kembali kewajiban nya sebagai pelajar .


Berbeda dengan sebelumnya , hari ini Rara bangun sangat pagi .


Dia harus bersiap untuk memulai masa hukuman yg telah ia sepakati dengan sang kakek .


"Semangat Rara !!"


teriak rara menyemangati dirinya sendiri .


Rara pun mulai bersiap-siap , setelah selesai dia pun keluar dari kamarnya .


"Kek.."


"Nek Rara pamit ya.."


"Loh Ra kamu tumben jam segini udah siap .


Kamu gak salah lihat jam kan ?


Gak biasa nya kamu udah bangun padahal kakek sama nenek belum gedor-gedor pintu kamar kamu " goda nenek sambil cekikikan .


"Apa sih nek ,


Aku bangun kesiangan nenek ngomel-ngomel , aku bangun kapagian nenek malah protes trus aku mesti gimana coba" .


"aduh cucu nenek kalo ngambek gini jadi tambah gemesin , iya kan kek ?"


Kakek yg mendengar hanya tertawa sambil menggeleng kan kepalanya heran.


"udah-udah jangan dengerin nenek kamu . mending sekarang kamu berangkat ke rumah pak Rudi. lakukan tanggung jawab yg harus kamu penuhi , dan jangan buat masalah lagi " ucap kakek Seolah memberi peringatan .


"siap komandan !!"


Rara melangkah untuk berpamitan dan mencium tangan nenek serta kakeknya .


Setelah berpamitan Rara bergegas mengayuh sepeda nya menuju ke rumah pak Rudi .


Kini Rara sudah sampai di depan rumah pak Rudi. Rara bergegas menuju sumur yg ada di samping rumah pak Rudi untuk mengambil air.


"Mesti cepet nih , jangan sampe ketemu kak Iskandar . belum siap buat ketemu kak Iskandar , malu yg kemaren ajah belum ilang" .


Rara dengan cepat menyiram pohon jambu itu , setelah selesai dia langsung bergegas berangkat ke sekolah .

__ADS_1


Pak rudi yg tidak mengetahui kedatangan Rara bergegas menuju ke arah pohon jambu itu. dia ingin memastikan apa Rara menepati janjinya kemarin .


Kemana ini anak kenapa belom dateng juga "grutu pak rudi" .


sesampainya di kebun belakang rumah pak Rudi kaget karena melihat tanah di sekitar pohon jambu yg sudah basah seperti habis di siram .


"ternyata anak itu tanggung jawab juga" gumam pak Rudi .


Kini Rara sudah sampai di sekolah , dia bergegas menuju kelasnya .


"lah kok masih kosong , apa gw kepagian ya " dengan cepat Rara melihat jam tangan nya .


"pantes aja sepi masih jam segini .dari pada mubazir nih waktu mending tidur dulu , kan lumayan" lirih Rara sambil tersenyum .


Kini Rara bergegas duduk di bangkunya .


ia mulai memilih posisi yg ternyaman untuk tidur .


"nah begini udah pas" tidak perlu waktu lama Rara langsung tertidur pulas .


jam menunjukan pukul 06.45 .kelas yg mulanya kosong kini sudah mulai terisi dengan para penghuninya .


Dodi yg baru saja datang langsung menuju ke arah Rara sambil tersenyum usil .


"Si cewek jadi-jadian asik banget , godain ah " kini Dodi memasang wajah isengnya.


"gak sabar liat nih cewek jadi-jadian ngamuk" , gumam Dodi sambil menjauh agar Rara tidak curiga dengan aksi jahilnya.


Tak lama berselang Safa dan Dira pun datang .mereka bergegas menghampiri Rara yg sedang tertidur .


ra...


bangun ...


bentar lagi bel bunyi nih ..


panggil Safa sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rara .


Dira yg melihat Rara masih tak bergerak hanya tertawa .dia merasa heran dengan teman nya yg satu ini .


"nih bocah kebo banget ya fa , bisa-bisanya tidur dimana aja" ucap Dira sambil menggeleng-gelengkan kepalanya .


"iya aku juga bingung , ni anak kalo dirumahnya gak pernah tidur kali ya "balas Safa .


Ra..

__ADS_1


bangun sih..


bentar lagi bel nih..


kini giliran Dira yg mencoba membangun kan Rara .


Akhirnya Rara pun bangun. dia menggeliat mencoba merentangkan tubuhnya yg pegal karena tidur sambil duduk .


hoammm...


kalian udah dateng , emang udah siang ya "ucap Rara polos" .


Bentar lagi udah mau bel Ra , cepetan kamu cuci muka sana . nih pake sabun cuci muka aku "ucap Dira sambil memberikan sabun cuci mukanya" .


Rara pun bangkit dari duduknya untuk pergi ke toilet . namun saat hendak melangkah Rara langsung terjatuh karena sepatunya terikat pada kaki meja.


Brukkkk...


awww..


jerit Rara merasakan sakit pada kakinya .


Safa dan Dira yg mendengar rintihan Rara langsung kaget dan mencoba membantunya untuk bangun .


"Lo kenapa Ra kok bisa jatuh gini sih" tanya Dira sambil mencoba membangunkan Rara .


"gak tau dir pas mau bangun malah kaya kesangkut gitu kaki nya" , saut rara berusaha untuk bangun .


Seketika ketiganya langsung memeriksa kaki Rara .mereka penasaran kenapa Rara merasa kaki nya tersangkut .


"gimana gak nyangkut Ra sepatu lo itu di tali sama kaki meja , nih liat" tunjuk Dira ke arah sepatu Rara .


Loh kok bisa ? gak mungkin dong gw iket kaki gw sendiri .lagian pas tadi gw berangkat di kelas tuh kosong gak ada orang .


siapa coba yg ngiket sepatu gw .


Dodi yg mendengar ucapan Rara dengan cepat menjawab nya " setan kali" .


Rara , Safa dan Dira yg mendengar ucapan Dodi langsung menoleh untuk menatap Dodi .


"iya Lo setan nya " saut rara dengan juteknya.


Dodi yg melihat ekspresi Rara langsung tertawa terbahak-bahak .


maap kalo ngebosenin ,

__ADS_1


waktu nulis otak nya lagi buntu 😊


__ADS_2