The Trouble Maker

The Trouble Maker
chapter 7


__ADS_3

malan ini Anais ada janji sama Mino. katanya mau di ajak ke pasar malam. mau kulineran.


duh, berasa mau ke syurgah haha. —Anais.


Jennie gak bisa ikut karna ada karena dia ada les.


Mino memarkirkan motor ninjanya. kemudian turun dan meraih tangan Anais, menggenggamnya. "yuk".


Anais jalan sambil tak berhenti melihat sekelilingnya. disini sangat ramai, banyak pedagang banyak juga pengunjung. dan disini berisik.


Anais paling gak suka tempat berisik, tapi entah kenapa disini jadi pengecualian.


gadis itu suka berada disini. rasanya udah lama banget Anais gak ke tempat kaya gini.


biasanya dia hangout cuma ke mall, itu pun kadang karna mau nonton doang.


"pentol mercon! pentol mercon!"


"boci!! boci!!"


dari tadi Anais denger pedagang pedagang itu neriakin makanan yang jarang banget dia denger.


"yis mau makan apa?" tanya Mino.


"mau nyobain pentol mercon bang!!"


jadikan sekarang Anais dan Mino lagi makan pentol mercon. si penyuka pedes ini gak bisa berhenti makan, Mino aja udah gak kuat makan saking pedesnya.


"yis udah ah jangan nanti sakit perut" larang Mino yang liat Anais menyeruput kuah pentolnya. tapi Anais malah geleng dan lanjut makan.


"bang gue aus".


"yaudah, tunggu sini gue cari minum dulu".


Mino pun pergi meninggalkan Anais.


"bang pentolnya 10 ribu"


lagi lagi Anais denger suara seseorang yang dia kenal. tapi lupa siapa.


"Anais?"


kan bener. orang ini kenal Anais.


Anais pun mendongak memandang orang itu. dia Jinan.


tapi Anais langsung terheran. dari mana Jinan tau namanya?


"lu kenal gue?" tanya Anais.


"judes banget ya". Jinan malah terkekeh.

__ADS_1


"apasih, gue tanya lo kenal gue?"


"kenal".


Anais menatap Jinan aneh. "masa? tapi gue gak kenal lo tuh".


"tapi kitakan udah saling tau nama".


"gak tuh, gue gak tau siapa lo, lo yang tiba-tiba sok akrab nyebutin nama lo. dan sekarang lo nyebut nama gue. emang lo tau gue?". sifat Anais mulai keluar, padahal dia udah nahan dirinya buat gak emosian.


"Lo, keponakan om Azriel"


"ya terus lo tau gue darimana?!"


"nebak aja sih".


"apasih sinting".


seketika senyum diwajah cowok imut ini hilang, dan dia natap Anais dalam dalam. membuat gadis itu bergidik ngeri.



"a-apa?!".


detik kemudian Jinan malah tertawa.


"hahahaha gak ko, bercanda. sorry ya kayaknya lo ngerasa keganggu ya? gue cuma mau akrab aja sama lo". ucap Jinan.


"iya, Lo so akrab. dan gue gak suka itu". ucap Anais tanpa memperdulikan apa ucapannya bakal nyakitin Jinan atau enggak.


"sakit tuh orang". gumamnya sambil kemudian melanjutkan makannya.


✨✨✨


gak kerasa sudah hampir semua makanan disini Anais udah cobain. jadinya sekarang dia begah dan gak bisa ngapa ngapain.


"abang mau pulang" rengek Anais.


"oke oke ayo balik, udah malam juga".


Mino menggandeng Anais lagi, menuntunnya menuju parkiran. sesampainya diparkiran, tiba tiba Mino lepas tangan Anais.


"yis tunggu sini bentar ya, gue mau nyamperin temen dulu disana". ucap Mino sambil melihat kearah lain parkiran, tempat dimana ada beberapa anak laki laki yang sedang duduk diatas jok motor sambil merokok.


"jangan lama lama~"


"iya bentar doang kok". kemudian Mino meninggalkan Anais dan menghampiri teman temannya itu.


Anais melirik sekilas ke arah teman teman Mino berada. dan matanya menangkap beberapa wajah yang sudah sangat tidak asing lagi.


ada Jinan dan Chandra disana.

__ADS_1


jadi mereka temenan?. — tanya Anais pada dirinya sendiri.


kalo gitu berarti Chandra adalah teman Mino.


Anais jadi teringat niatnya untuk menanyakan Chandra pada Dara. tapi sekarang Anais rasa dia cukup bertanya pada Mino.


ada satu anak yang Anais rasa sedang menatapnya. Anais gak tau dia siapa, yang jelas dia risih dengan tatapan itu.


setelah selesai dengan urusannya, Mino pun kembali menghampiri Anais.


"nanti telpon gue aja Bin!". teriak Mino pada salah satu temannya. Hanbin.


✨✨✨


"bang Mino". Anais menghampiri Mino yang sedang nonton tv di ruang tamu Azriel.


"Hem?"


"mau nanya dong".


"apa?"


"si Chandra itu, temen Abang?". Mino mengangguk atas ucapan Anais. "dari kecil?". Mino mengangguk lagi.


"kenapa?" tanya Mino balik.


"itu, tadi siang gue ketemu dia. mamanya bilang dulu gue suka main sama dia, tapi gue gak inget dia sama sekali"


Mino langsung natap Anais kaget. "serius lo gak inget dia?". Anais mengangguk, "sama sekali?".


"iya, emang waktu kecil kita suka main sama dia ya?".


"Lo inget gak anak yang waktu itu jatoh dari pohon rambutan?".


Anais mikir sebentar, kejadian itukan udah belasan tahun lalu. mana dia inget.


"inget gak?" tanya Mino lagi. dan Anais cuma menggeleng. "ituloh yang songong ituuu! masa lo lupa sih yis! Lo kan dulu gedek banget sama dia!! itu dia si Chandra".


sumpah ini mah Anais gak inget sama sekali Chandra. bahkan tragedi pohon rambutan itu pun Anais lupa.


"masa lupa sih yis!! padahal dulu yang bikin dia jatoh dari pohon kan elo"


"hah?! gue?!". tanya Anais kaget.


"Iyah, sampe berdarah darah gitu anaknya.. Tante Dara sampe kewalahan, bingung gimana bilang sama bundanya si Chandra"


"aduh bang sumpah gue gak inget sama sekali masaaa!!!"


"cih, yaudahlah lagian itu jaman masih kecil juga gausah diinget lagi"


"duh kalo gue ketemu dia harus gimana nih? gue gak enak banget sumpah"

__ADS_1


"udah sih yis santai aja yaelah, Chandranya juga udah lupa kali"


itulah masalahnya, si Chandra itu masih inget!!! kalo dia dendam sama gue gimana?!!!!. —Anais bermonolog.


__ADS_2