The Trouble Maker

The Trouble Maker
chapter 9


__ADS_3

Anais duduk canggung diantara June dan Ezra, dia kejebak suasana. rasanya mau pergi dari tempat ini, gak nyaman banget. dari tadi kedua cowok itu cuma sibuk main game sambil jongkok di pojokan toilet, di tambah asap rokoknya June yang kenceng banget. sumpah Anais gak tahan!


dalam hatinya, Anais terus terusan maki maki Ezra yang tadi ngajak dia buat gabung dengan alasan June pengen kenalan sama dia. tapi nyatanya Anais malah di anggurin gini.


"BANGKE!". teriak June pada layar HP-nya entah yang ke berapa kalinya.


"yang bener kenapa Jun!". omel Ezra yang kebetulan satu tim sama June di game tembak tembakan itu.


"keypad gue gembel gabisa dipencet!". oceh June asal.


keypad lah di salahin. (?)


Anais duduk makin gusar, rasanya dia udah lama banget nongkrong disini kaya orang ****. tapi kenapa bel masuk belum bunyi juga?!


dia narik nafas, nyoba ngumpulin keberanian buat bersuara supaya dua manusia ini menyadari keberadaannya.


"ekm!". akhirnya keluar juga, walau cuma sebuah dehem-an pelan.


seketika Ezra langsung natap Anais. "astaga lupa ada lo disini hahaha". ucapnya sambil tertawa riang seakan gak ada dosa.


pengen colok aja rasanya biji mata Ezra. tapi gak mungkin, Anais gamau cari gara gara di hari pertamanya. belum lagi disini ada June, gatau kenapa ya Anais rasanya kaya ciut didepan June.


"gue haus, gue cabut duluan ya". ucap Anais mencari alasan untuk pergi.


"oh? yaudah deh gih". ucap Ezra.


kali ini June memalingkan tatapan dari layar hp, memandang Anais datar. seketika Anais merinding disko.


sumpah, June serem banget.


"gue titip es teh manis anget". ucapnya acuh kemudian kembali ke dunianya lagi.


tanpa terkontrol, Anais nganga denger ucapan June. apa katanya? es teh manis anget? gila ya!?


"gimana gimana?". tanya Anais lagi.


"budek banget sih, Za kasih tau". ucap June ketus sambil tak melirik sedikitpun dari HP-nya.


"teh manis, bawahnya air anget atasnya pake es". ucap Ezra santai.


"apa sih!? mana bisa!? nyampe sini udah gak anget lagi kali". protes Anais.


"ya lu buru buru balik kesini sebelum tehnya jadi dingin". jawab June.


Anais mendengus kesal. "ngaco! mana bisa! ogah ah gue mau ke kelas aja". ia berdiri dan bersiap pergi, tapi berhenti karena June yang juga tiba tiba berdiri dihadapan Anais.


badannya yang jauh lebih tinggi juga proporsinya yang tegap bikin Anais ciut seketika. "beliin gue es teh manis anget di kantin, okay?". ucap June dengan nada suara yang tegas dan tatapan menusuk.


akhirnya Anais cuma bisa manggut-manggut takut.


"oiya, sekalian ambilin pesenan gue di Bobby.. nih orangnya, bilang aja lu disuruh gue". ucap June seraya menunjuk foto Bobby di HP-nya.


oh? temenan juga toh?. —Anais


"o..okay". Anais akhirnya pergi menuju kantin.


jantungnya gak berhenti berdebar.


bukan jatuh cinta!


tapi Anais ketakutan sama tatapan June tadi. seumur umur baru kali ini Anais dibuat kaya kucing kecebur gini. dengan langkah sangat terpaksa Anais kembali memasuki kantin.


suasananya udah gak se-rame tadi, cuma ada beberapa anak yang masih makan dan nongkrong nongkrong.


Anais pun langsung ke warung es dan beli pesenannya June, setelah dapat es teh manis angetnya Anais lanjut cariin Bobby. tapi untungnya gak butuh waktu lama Anais langsung ketemu Bobby yang lagi asik ngobrol bareng Yohan dan Jinan. masih di meja yang tadi.


Anais akhirnya mendekat.

__ADS_1


"B-Bobby". panggilnya pelan.


Bobby yang terpanggil langsung nengok, begitu juga Jinan dan Yohan yang kaget ngeliat Anais disini.. dan manggil Bobby pula.


seketika Bobby langsung nyengir lebar dan duduk berbalik menghadap Anais. "apa sayang? ko nyari nyari abang?".


huh mau muntah rasanya!.—Anais


"gue disuruh ngambil pesenannya June". ucap Anais cuek.


Bobby langsung natap Anais bingung. "hah? kok lu yang ambil? makhluknya mana? Lo di babuin dia? dibully? sini bilang sama abang!! biar abang hajar!"


Duh banyak bacot banget sih!. —Anais


"gak, dia cuma nitip aja. udah mana sini titipannya?". ucap Anais lagi, mau buru buru cabut rasanya. takut tehnya keburu dingin semua, bisa habis dia sama June nanti.


"Hem yaudah deh, langsung masukin kantong ya". perintah Bobby seraya merogoh isi tasnya.


Anais sedikit bingung, ngapain juga Bobby nyuruh dia langsung masukin 'barang' yang entah apa itu ke dalam kantong?


tapi kebingungan Anais langsung terjawab ketika Bobby mengeluarkan dua batang rokok dari dalam tasnya. ia memberikannya pada Anais.


gadis itu kaget banget! June ini gila kali ya?! masa anaka cewek disuruh ambil rokok? kalo kepergok guru gimana?!


"nih cepet ambil masukin kantong keburu ada yang liat". Anais mengerjap kumudian meraih rokok itu dan segera disembunyikannya di kantong seragam. "bilang Junet, lain kali suruh ambil sendiri atau suru Ezra aja. Lo jangan mau disuruh suruh buat ambil ginian, oke?"


"iya Yis, jangan mau di suruh suruh si Junedi". ucap Yohan.


"iya, yaudah gue cabut". Anais kemudian pergi meninggalkan kantin dan bergegas kembali ke tempat June dan Ezra. dia sempet ketemu mata sama Jinan, tapi Jinan seakan gak perduli aja gitu.


cowok itu bener bener gak negor Anais sama sekali. tapi baguslah, lagian Anais kurang suka juga sama sikap Jinan yang menurutnya sok akrab itu.


beberapa langkah lagi sampe di tempat June dan Ezra, tapi langkah Anais terhenti karna ada satu murid lain disana. dia memunggungi Anais, jadi dia gak tau siapa itu.


tapi Anais langsung melotot seketika saat melihat ban lengan berwarna kuning di seragam cowok itu, yang bertuliskan OSIS.


Anais udah siap siap putar balik mau kabur, tapi sumpah sial banget June malah teriak manggil dia.


"ANAIS!"


FAK!


Anais menoleh hati hati dan mendapati ketiga cowok disana itu lagi mandang dia semua. Anais cuma bisa diam kaku. bingung, takut, deg degan, mau menghilang aja jadi debu rasanya.


ayolah, ini hari pertama! masa udah mau diciduk aja?


"Anais ya, sini coba sebentar". panggil si OSIS.


dengan berat Anais melangkah mendekati mereka. dia gemetar, seumur umur baru kali ini Anais gemetaran didepan OSIS.


"bawa apa?" tanya si OSIS.


Anais lirik nametag cowok itu.


HANAN BINANTARA.


oh? ini si Hanbin Hanbin itu ya? temennya bang Mino yang waktu itu juga kan?. —Anais


"anu, es titipannya June". ucap Anais lagi sambil mengacungkan segelas teh yang dibawanya.


"oh? anak baru ya?". tanya Hanbin sambil menelurusi muka Anais. merasa gak asing dengan wajah ini.


"iya".


"Hem, lu mainnya sama June Ezra?" Tanya Hanbin, Anais agak ragu tapi kemudian mengangguk. "tau nih bocah ngerokok di area sekolah?". Anais ngangguk lagi. "kok gak dibilangin?". tanya Hanbin, tiba tiba aja tatapan cowok ini jadi tajam banget. bikin Anais bungkam.


"a-anu itu gue baru hari ini main sama mereka". ucap Anais pelan menjelaskan.

__ADS_1


"iya bin, tadi gue yang ajak dia main bareng disini". ucap Ezra membantu Anais.


gadis itu sedikit bernafas lega.


"Lo juga, bukan dibilangin temen lo kalo mau ngerokok lepas dulu seragamnya terus ngerokoknya di luar area sekolah! capek gue tuh nyatet nama lo terus". gerutu Hanbin sambil natap June sebel.


"yaelah, seragam gue gak ada logo apa apanya ini sih! repot amat". ucap June cuek seraya merebut es di genggaman Anais.


"yaudah kenapa lo gak cabut aja?!". Ucap Hanbin sewot.


Anais tertegun, kayaknya bakal ada perkelahian di sini.


"ribet lo, baru wakil OSIS aja sok sokan ngatur gue! bokap gue aja gak repot!". kesal June.


"justru gue disini bantuin bokap lo ya buat ngatur bocah badung kaya lo! gak malu apa lo keluar masuk BK mulu?!". omel Hanbin.


"cot!". June Ignore Hanbin kemudian ganti natap Anais, buat gadis itu seketika kaget dan mematung. "mana titipan gue?"


June gila beneran ya!? ini ada Hanbin woy!. —Anais


"hah? eh ummmm". Anais bingung, sekarang Hanbin natap dia. sedangkan Ezra ikutan panik sendiri, gila emang June ini gak ada takut takutnya.


"ah em ah em! mana?". pinta June lagi.


"eh? t-titipan apa??" tanya Anais pura pura bodoh.


"CK! udahlah keluarin aja, atau mau gue nih yang ambil?". ucap June sambil ngelirik kantong seragam Anais. Anais melotot seketika.


"g-gak ada!". elaknya. bodo amatlah June bakal ngamuk nantinya, yang penting selamat dulu dari OSIS.


"lama nih". June mengulurkan tangannya, mencoba meraih kantong seragam Anais, tapi ditahan sama Hanbin yang dorong dia pelan. June natap Hanbin sebel.


"coba keluarin". ucap Hanbin sambil natap Anais.


Anais gak berhenti ngutuk June dalam hati. habislah harapannya hidup tenang di sekolah ini.


hari pertamanya yang damai, sudah hancur.


Anais mengeluarkan dua batang rokok itu dari kantongnya. kemudian dengan kasar di raih oleh June.


"Anais, June ikut gue ke BK yuk". ucap Hanbin pelan.


mampus.


"duluan, sebatang lagi nanti gue nyusul".


Hanbin natap June kesal, tapi kemudian mencoba mengabaikan. "Za balik kelas sana, Anais yuk ikutin gue".


Anais pun berjalan mengikuti Hanbin. menuju ruangan yang bahkan namanya sama sekali gak mau dia fikirkan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Extra foto Ezra x June

__ADS_1



__ADS_2