
June dan Ezra balik ke meja mereka. Dengan kesal June duduk di kursinya dan menyenggol meja. Membuat seorang gadis yang sedari tadi menunggu mereka kaget.
"Kaget ****! Ngapa sih dateng dateng marah begitu?" Tanya Lisa, gadis itu.
"Tau nih abang lu di mana mana ribut mulu". Jawab Ezra.
Lisa ini adiknya June. Gak mirip sih, tapi mereka lahir dari rahim yang sama.
June lahir 20 menit lebih cepat dari Lisa. Jadi dengan kata lain mereka sebenernya anak kembar, meski gak ada identik identiknya sama sekali.
Ada deh satu, dua duanya sama sama bacot. Ngoceeeeeeeh mulu.
"Cabut yo lah unmood gue". June bangkit dan meraih kunci mobilnya.
"Apasih gue belum selesai makan!" Protes Lisa sembari menyeret June untuk duduk lagi.
"makan dirumah aja, gue ga nafsu lagi makan disini" jawab June.
"Ga nafsu apaan piring lu udah kosong duluan ya dasar!" Omel Lisa lagi.
"baru piring pertama, gue jadi ga nafsu buat piring kedua"
"Dih bodoh!"
"Ayo cabut ah!"
"Gamau gue belum selesai makan"
"Yaudah take away ajalah"
"Gamau, ga nikmat kalo makan dirumah nanti digangguin bapak"
"Bapak kasih aja tulang mudanya"
"Gamau, gue cinta tulang muda"
"Ayo ah!!"
"Gaaak!!!"
Ezra cuma bisa geleng kepala ngeliat calon pacar dan calon kakak ipar sekaligus sahabatnya ini bertengkar.
Udah pusing dia tuh sama dua orang ini. Kalo berantem gatau tempat.
✨✨✨
Anais udah balik kerumah Sandara dan Azriel. Tapi begitu sampai disana Anais merasa rumah itu begitu ramai.
Apa ada tamu?
Tapikan semua orang disana pergi, cuma ada mang Ucup.
Anais menatap Dara dan Azriel yang justru malah tersenyum mendengar suara berisik dari dalam rumahnya itu.
Dengan semangat Azriel masuk duluan, baru kemudian disusul Dara dan Anais.
"Eh udah pada pulang!!" Teriak seorang gadis yang kira kira seumuran Anais.
Dia Jennie, keponakan Azriel. Satu lagi kakaknya Jennie, Mino.
Melihat keberadaan Anais, Jennie langsung berbinar. Begitupun Anais yang tak kalah antusias.
"Jennie!!!"
"Anais!!"
Keduanya berpelukan. Jennie bahkan mencium pipi Anais beberapa kali. Menyalurkan kerinduan pada teman masa kecilnya ini.
Jadi dulu waktu mereka masih kecil, Anais pernah tinggal disini selama liburan sekolah. Jennie dan Mino adalah satu satunya teman Anais disini.
__ADS_1
"Abang Mino!!" Anais beralih kedalam pelukan Mino.
"Anais!!! Udah gede yah hehe".
Jennie menarik Anais menjauh. "Jangan lama lama kalo pelukan sama dia yis". Jennie melirik Mino tajam.
"Zico apa kabar yis?" Tanya Mino.
"Huh gue aja belum ditanyain kabarnya, malah abang gue duluan.. dating ya lo berdua??" Ledek Anais.
Zico dan Mino memang udah CS bangettt.
"Gak gituuuu!! Guekan basa basi aja. Cemburu ya??" Goda Mino.
Anais hanya mendecih.
"Udah pada makan belum kalian?" Tanya Azriel pada Jennie dan Mino.
"Ud-"
"Om gak bawa makanan, Tante kalian juga gak masak.. pesen pizza aja ya??"
"IYA OM!!" Jawab kedua kakak beradik itu antusias.
Padahal tadinya Mino mau jawab udah makan.
✨✨✨
"Jadi gimana?" Tanya Jennie pada Anais.
Kini Anais, Jennie dan Mino sedang duduk di balkon lantai 2. Ngegibah sambil makan pizza.
Nikmat bet dah.
"Ya gue Jambak lah rambutnya! Kalo gak digituin nanti ngelawan".
"Anj*r ya kalo aja gue ada disitu udah gue robek mulut tuh cewek! Sembarangan aja anak cantik gini dikata simpenan om om" Jennie berapi mendengar cerita Anais.
"Huh sayang banget padahal rencana lo kedengarannya bagus".
Mino cuma bisa diam. dia merinding sendiri mendengar kedua gadis ini bercerita.
"Psycho ya lo berdua?" komen Mino dan mendapat anggukan polos dari Jennie dan Anais. "Ngeri ****!!" Mino mundur dan menutup dadanya. Membuat kedua gadis itu ngakak.
"Bercanda elah hahaha gue gak segila itu bang. Udah ah dari pada ngomongin itu, mending cari topik lain aja" ucap Anais.
"Yaudah. Kata om Azriel lo mau sekolah di sekolahan guekan?" Tanya Jennie.
"Iya"
"Mau gue ceritain gak sekolahnya kaya gimana?". Anais mengangguk antusias. "Disekolah kita tuh ada wakil ketua OSIS, dia ganteeeeng bang—"
"Halah lu mah bukan nyeritain sekolahnya.. malah si bocah DID itu". Mino memotong cerita Jennie yang begitu antusias. Sampai buat Jennie cemberut.
"Hah DID? Dissociative Identity Disorder? Kepribadian ganda gitu??" Tanya Anais kaget.
"Gak bukan. Jangan dengerin Mino dia becanda doang". Koreksi Jennie.
"Iya becanda doang elah yis, serius amat wkwk. Tapi kalo dipikir dia emang rada DID sih"
"Jangan ngaco ege kak!" Protes Jennie lagi.
"Bener kok, nanti kalo lu udah ketemu dia lu bakal tau sendiri yis" ucap Mino.
"Tapi, ko abang bisa tau deh? Bukannya abang udah lulus?" Tanya Anais.
"Ya soalnya dia temen gue juga sih hahaha"
"Hem, siapa namanya?"
__ADS_1
"Hem? Mau tau namanya?" Tanya Jennie.
"Iya, buat jaga jaga aja kalo nanti ketemu dia gue seenggaknya tau kalau dia wakil ketos, jadi gue bisa pura pura alim hehe".
"Dasar bocah badung hahaha... Pertahankan!". Mino nge-tos Anais.
"Cih!!" Jennie mendecih. "Namanya, Hanan Binantara, tapi orang orang manggilnya Hanbin".
"Hanbin, okay bakal gue inget inget nama itu"
"Anais! Turun dulu sebentar sayang. Ada pak RT mau ngedata"
Panggil Sandara dari bawah.
"Coming aunt!!"
Mereka bertiga pun turun menemui Om Tante mereka dan pak RT.
"Hai pak RT saeyang!" Sapa Jennie.
"Jeen" tegur Dara.
"Hehe maaf, becanda".
Adimas, pak RT yang paling shining, shimmering and splendid di muka bumi ini pun hanya tersenyum manis pada anak anak ini.
"Ko kalian ada disini?" Tanya pak rt.
"Iya pak, lagi ngungsi. Soalnya mami belum pulang". jawab Mino.
"Oooh".
"Jinan mana pak? Gak ngikut?" Tanya Mino.
"Jinan lagi ikut kajian sama kakaknya". Jawab pak rt sembari mulai mendata Anais.
"Ooh, Emang ya Jinan sama bang Jinu mah alim. Gak kaya yang satu ini nih" jennie melirik Mino.
"Apa?! Gue juga suka ikut kajian tuh!"
"Iya kalo ada guest starnya doang" jawab Jennie.
"Emang ada artis yang suka dateng ke kajian?" Tanya Dara.
"Ada tan. Nisa Sabyan, tuh idolanya kakak".
Anais gak bisa nahan ngakaknya. Gak nyangka aja, Mino yang dari kecil suka dengerin lagu killing me inside dan jajarannya bisa banting stir gini.
"Ngomong ngomong Anais mau sekolah di SMKN WAIJI juga ya?" Tanya pak rt tiba tiba.
"Iya pak hehe".
"Oh, lanjut kelas berapa?"
"Kelas 2 pak"
"Wah jadi adik kelasnya Jennie dong"
"Iyah hehe".
Jennie emang 1 tahun lebih tua dari Anais.
"Anak saya si Jinan juga sekolah disana, sekelas tuh sama Jennie". Anais cuma manggut manggut aja. Bingung mau jawab apa. "Kapan mulai masuk?"
"Senin depan pak"
"Oh, kalo gitu nanti berangkat bareng Jinan aja. Gimana? Nanti saya suru dia jemput kesini".
"Heh? Bareng Jinan?"
__ADS_1
"iya bareng Jinan"
kenal aja enggak anjay. —anais.