The Trouble Maker

The Trouble Maker
Akur


__ADS_3

Semenjak kejadian kemaren semua siswa lelaki yg ada di kelas jadi terlihat lebih ramah pada Rara. Dulu sebelum kejadian itu mereka begitu enggan untuk dekat dengan Rara .Mereka merasa jika Rara tak seperti gadis pada umumnya. Rara berani melawan siapa saja yg ingin menindasnya. Rara selalu memasang ekspresi galak di wajah nya ketika ia merasa tak suka pada sesuatu atau seseorang .ia bahkan tak segan untuk menyerang jika ia merasa terintimidasi . Hanya ada satu orang yg bisa membuat Rara menangis , siapa lagi kalo bukan Dodi Munawar . seolah mengerti kelemahan Rara , Dodi selalu berhasil membuat Rara merasa terintimidasi . Hanya Dodi yg berani secara terang-terangan memancing emosi Rara . meskipun Dodi sangat paham perangai Rara saat ia marah . Namun bagi dodi kemarahan Rara adalah kesenangan tersendiri baginya .


Hari ini kelas terasa begitu damai karena untuk saat ini Rara dan Dodi terlihat berdamai walau entah akan bertahan berapa lama .


Mereka bahkan duduk bersebelahan . saat ini Dodi sedang bermain gitar yg diiringi oleh lagu yg di nyanyikan Rara .


Semua mata yg melihatnya pun merasa sangat begitu aneh dengan pemandangan yg mereka lihat saat ini .


Hal itu pun di rasakan juga oleh dan juga Safa .


"dir .. aku gak lagi salah lihat kan , tanya Safa yg saat ini sedang memandang Dodi dan Rara yg tampak begitu akrab " .


"kayak nya sih nggak salah ..


itu emang Rara dan Dodi , tapi kok tumben ya mereka akur ucap Dira yg merasa tak percaya" .

__ADS_1


Mereka yg merasa tak percaya masih terus memandang heran ke arah keduanya .


mereka menatap Rara dan Dodi secara bergantian . keduanya merasa ini smua tak masuk akal , karena biasanya Rara dan Dodi hanya akan saling memaki bahkan memukul saat bertemu . tapi hari ini sungguh sangat berbanding terbalik dari biasanya . Kali ini mereka tampak begitu bahagia , tak ada raut wajah marah diantara mereka berdua . Mereka melihat jelas Dodi yg sedang bermain gitar mengiring lagu yg Rara nyanyikan . tak jarang Dodi akan mencubit pipi Rara saat Rara salah dalam mengucapkan lirik lagunya .Namun yg lebih tak masuk akal adalah Rara yg justru tertawa begutu lebar saat Dodi melakukan itu .


Bukan hanya Dira dan Safa yg merasa sangat aneh dengan itu semua , bahkan semua penghuni kelas itu sedang menggunjing kan mereka berdua .


" eh liat itu si biang masalah ..


tumben amat bisa akur Ama dodi . biasanya kan mereka bakalan ribut kalo ketemu , ucap seorang siswi sambil menunjuk ke arah Rara dan Dodi .


aneh juga ya ..


biasanya kita cuma bakal liat mereka berdua ribut gak karuan . tapi sekarang kalian liat sendiri mereka Deket banget , timpal murid lain nya .


" Halah itu mah paling cuma sementara ..

__ADS_1


ntar kalo si Rara udah tau kalo si Dodi yg naro tuh ulet bulu kemaren juga pasti gak bakal ada tuh adegan kaya gitu. Yg ada di Rara pasti langsung ngelempar sepatu atau bahkan sapu , balas siswa lain yg membuat mereka tertawa terbahak-bahak.


" iya Lo bener !!


makanya mumpung mereka akur ayo foto , biar ntar pas mereka balik lagi kaya bisa kita bisa ledekin ,. usul salah satu siswa yg duduk di meja paling belakang.


Dira dan Safa yg Mendengar ucapan para siswa itu langsung merubah ekspresi mereka saat ini . dari yg awal nya kagum dan bingung , kini malah jadi marah dan kesal.


" dasar si Dodi kurang ajar !!


awas aja dia , ucap Safa yg merasa geram. ia merasa Dodi sedang mempermainkan Rara.


bersambung ..


ayo tebak ntar Safa mau ngapain Dodi ??

__ADS_1


__ADS_2