The Trouble Maker

The Trouble Maker
cie -cie ..


__ADS_3

Kini semua mata tertuju ke arah Rara .


memandang penampilan Rara yg terlihat begitu aneh dan juga mengundang tawa. banyak dari mereka yg berbisik-bisik entah apa yg mereka fikiran saat ini .


namun hal itu tampaknya tak mengganggu Rara sama sekali. ia masih terus berjalan maju menuju tempat dimana semua anak-anak berkumpul dengan wajah tersenyum cerah .


" Ra sini ..


teriak Safa sambil melambaikan tangan nya untuk memanggil sahabatnya itu " .


Rara yg melihat Safa melambaikan tangan pun bergegas berjalan ke arahnya .Rara terus saja tersenyum cerah sambil menyanyikan lagu-lagu kesukaannya saat mengampiri kedua sahabatnya itu. ia seolah tak peduli saat kedua sahabatnya itu masih terus memandangi nya dengan tatapan aneh .


saat Rara sudah berdiri di hadapan nya , Dira yg merasa tak mampu lagi menahan tawanya karena melihat wajah Rara sontak langsung tertawa terbahak-bahak .


"bwahahahaha ..


Ra Lo ngaca gak sih tadi pas mau berangkat , tanya Dira sambil mencoba mencari sesuatu dalam tas ranselnya ".


" udah !!


dan gw ngerasa udah cantik banget kok sama penampilan gw hari ini .


emang kenapa sih , tanya polos Rara sambil menerima kaca yg di sodorkan oleh Dira.

__ADS_1


Dengan cepat Rara melihat wajahnya yg tampak dari pantulan kaca tersebut .


" tuh kan apa gw bilang . gw itu mau di pakein apa aja tetep aja cantik dan gemesin , celetuk Rara sambil tersenyum lebar .


safa dan Dira yg melihat tingkah sahabat nya itu hanya geleng-geleng kepala . mereka hanya mengiyakan setiap ucapan yg Rara lontarkan agar sahabat nya itu merasa senang . tanpa mereka bertiga sadari di belakang mereka ada Iskandar dan Rendi yg masih terus menatap ketiganya dengan senyum menahan rasa geli .


" noh is Lo liat !!


emang dasar si Rara ya , ada aja ulahnya tau gak sih . pantes aja si Wulan selalu manggil dia trouble maker , ucap Rendi sambil menyikut Iskandar yg saat ini masih senyum-senyum sendiri sambil menatap Rara tanpa berkedip.


Rendi yg melihat ekspresi sahabat nya itu hanya geleng-geleng kepala.


ia merasa bingung dengan perubahan sikap Iskandar ini . ia merasa Iskandar yg dulu selalu jadi pusat perhatian semua gadis , kini justru dia yg perhatian pada seorang gadis . bahkan gadis itu adalah gadis yg menurut nya sangat aneh .


Merasa diabaikan Rendi pun terpaksa menarik Iskandar untuk pergi dari tempat mereka sekarang berdiri .


sekarang ayo kita balik ke kumpul sama anak-anak . bentar lagi kita udah harus nyiapin buat acara ntar malem .


Kini keduanya pergi menjauh , meskipun sejujurnya Iskandar ingin sekali menghampiri dan menyapa Rara namun semua itu iya tahan karena ada kewajiban yg harus dia penuhi saat ini. namun sebelum benar-benar menjauh Iskandar menyempatkan diri untuk memanggil Rara .


"Ra ..


teriak Iskandar dari jarak yg agak jauh .

__ADS_1


Rara yg merasa nama nya di panggil pun langsung menoleh ke arah suara tersebut .


Rara tersenyum saat mendapati Iskandar sedang tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahnya .


" iya kak , jawab Rara sambil membalas lambaian tangan Iskandar.


" Ra .. ntar malem aku punya sesuatu buat kamu . ntar malem kamu harus ikut ke acara api unggun ya , teriak Iskandar sambil berlalu pergi begitu saja tanpa menunggu jawaban Rara.


Rara yg mendengar ucapan Iskandar hanya tersenyum malu sambil menganggukan kepalanya .


tanpa ia sadari kedua pipinya sudah menjadi sangat merah .


" cie ..


goda dira dan Safa bersamaan .


" cie apa ??


jawab Rara ketus ..


" itu ...


tunjuk Dira dan Safa bersamaan lagi.

__ADS_1


Rara hanya tersenyum malu saat Safa dan Dira menggoda nya ..


ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya untuk menyembunyikan wajahnya yg tampak memerah .


__ADS_2