
Emang ya, mangga yang dipetik langsung dari pohonnya itu nikmat banget. Apalagi kalo hasil metik sendiri.
Anais sampe kalap udah ngabisin 3 buah mangga sendirian.
"Mang udah ah kenyang". Anais menolak ketika mang Ucup mengisi kembali piring kosongnya dengan irisan mangga.
"Oh yaudah, saya taro di kulkas ya non mangganya".
Anais hanya mengangguk. Kemudian mang Ucup pergi ke dapur.
Anais ngeluarin hpnya. Dia buka galeri, nge scrolling sampe ujung. Dia buka setiap album foto.
Nihil. Gak ada Chandra disana.
Sumpah Anais penasaran, emang bener mereka saling kenal? Tapi kenapa Anais gak inget. Kenapa cuma Chandra yang inget?
Anais ganti buka FBnya yang mungkin kalo barang itu udah debuan. Gak pernah di buka soalnya.
Anais buka album fotonya. Lagi lagi gak ada foto Chandra.
Sumpah bisa gila Anais kalo gini caranya.
Kalo emang Anais dan Chandra saling kenal dan pernah main bareng, harusnya paling enggak ada 1 aja foto Chandra di album foto 'kenangan'nya. minimal di ingatannya.
Tapi ini gak ada sama sekali. Yang Anais temuin cuma foto kecilnya, Zico, Jennie dan Mino.
Gaada anak lain.
Anais nyerah, dia buang hpnya ke sofa. daripada nyari tau sendiri begini Anais memilih nunggu Dara pulang aja dan tanya siapa itu Chandra.
Anais melirik jam dinding yang udah menunjukkan jam 2 siang. harusnya ini udah jam pulang sekolahkan?
Anais meraih ponselnya lagi, berencana menelpon Jennie. kalo aja anak itu udah pulang sekolah.
"halo yis kenapa?" tanya Jennie dari sebrang sana.
"Jen udah balik belum? gue gabut nih dirumah sendirian"
"udah sih, tapi gue masih disekolah nih mau kelas tambahan"
"yaampun Jennie wkwkwkwk!! rajin banget jir ikut kelas tambahan segala haha"
"ye bodoh! namanya juga anak kelas 3, persiapan UN cuy"
"hahaha iya deh iya"
"lu kalo gabut kesekolahan aja sini gapapa, gue masih ada istirahat sampe jam 3"
"gila lo, ogah ah ngapain banget gue kesana"
"ya liat liat calon sekolah baru lu lah!! sini aja gapapa kok!! parkir gratis kok"
"malu gue Jen, disana pasti rame. nanti gue dilihat gak pake seragam"
"santai sih, jam segini mah banyak yang udah lepas seragam kali.. jadi gak bakal keliatan kalau lo orang luar"
Anais mikir sebentar, daripada dia gak jelas uring-uringan gini, mending cabut aja yakan.
"yaudah, sharelok!"
✨✨✨
__ADS_1
jadilah Anais sekarang lagi berjalan di koridor, mencoba mencari kelas Jennie.
Anais melihat sekeliling sekolah, bagus juga fikirnya. dibandingkan sekolah lamanya, sekolah ini entah kenapa terasa lebih adem aja gitu. banyak pohon dan tanaman hiasnya.
ia melewati sebuah ruangan yang dia yakin banget adalah kantor guru. Anais ngintip sedikit kedalam. masih ramai. kemudian ia kembali berjalan.
sampai Anais berhenti ketika tiba tiba ada murid yang baru saja keluar dari kantor guru itu. mereka hampir aja tabrakan.
pria itu menatap Anais. memperhatikannya seperti orang asing.
ya emang Anais orang asing sih.
"apa?". tanya Anais ketus.
"gue Jinan, Lo nyari kelas Jennie ya?"
Jinan? Oh! anak pak RT!!. —Anais.
"lah tau dari mana?" tanya Anais bingung.
Jinan gak jawab dan malah tersenyum. "follow me". Jinan berjalan mendahului Anais, dan gadis itupun menurut dan mengekor Jinan.
sampailah mereka di sebuah kelas yang bertuliskan 3-4 Akuntansi.
"masuk aja gapapa, Jennie ada di dalem". habis ngomong itu Jinan pergi gitu aja.
tapi namanya juga Anais, jadi dia bodo amat aja gitu dan berjalan ke mulut pintu. sebelumnya Anais mengintip dijendela, memeriksa apa ini beneran kelasnya Jennie atau bukan. kali aja si Jinan tadi ngerjain dia.
"Anais!!".
okay Jinan gak bohong.
✨✨✨
dari tadi orang orang menatap Anais.
meski udah biasa ditatap aneh sama orang, tapi kali ini Anais bener bener gak nyaman. karna dia masih asing disini.
"belajar mulu pecah nanti pala lu"
"daripada ngomong mulu kaya lu doer nanti bibir"
"kaya kenal". Anais menoleh kebelakang karna mendengar suara seseorang yang kayanya pernah dia denger. "Holly'shit"
dua orang pria asing yang sudah tak asing lagi bagi Anais, berjalan memasuki kantin. mereka June dan Ezra. cowok yang baru aja ketemu sama Anais kemarin.
"anying!!! kenapa ketemu disini sih su!". Anais bicara pada dirinya sendiri. sekarang ia menyesal, sangat menyesal datang ke sekolah ini.
June dan Ezra duduk tiga meja didepan Anais. gadis itu menunduk, mencoba menutupi diri pake botol minumannya. tapi tetep aja keliatan lah dongo.
tapi untungnya June duduk ngebelakangin Anais, jadi ia agak aman. gatau lagi nih gimana kalo June sampe liat Anais.
Maluuuu banget Anais sama June gara gara kejadian di toilet kemarin.
"psstt! eh June, nengok belakang deh. kaya kenal gak si ama cewe itu?". Ezra menyadari keberadaan Anais mencoba memberi tau June.
tapi June emang dasarnya anak mageran jadi cuma he'eh he'eh aja. "iya, kaya kenal" jawabnya tanpa melirik sedikit pun ke arah yang ditunjuk Ezra.
"CK!" Ezra yang kesel dicuekin akhirnya milih nyari tau sendiri. dia berdiri dan berjalan mendekati Anais. membuat gadis itu kini kelabakan.
"knock knock". Ezra mengetuk meja Anais. membuat Anais yang lagi menunduk menghindari pandangan lelaki itu kini terpaksa harus mengangkat kepala.
__ADS_1
"i-iya?"
Ezra malah senyum lebar dan duduk di hadapan Anais.
"tuhkan bener, yang kemarin kan?"
Anais cuma bisa nyengir canggung.
mampus gue mampus. —Anais.
"kenalan dong, gue Ezra". Ezra mengulurkan tangannya.
dengan ragu Anais mulai ikut mengulurkan tangan.
"gue, Anais".
"lo sekolah disini? ko gue gak pernah liat ya".
sumpah, ini Ezra emang anaknya suka senyum ya? dari tadi senyum mulu.
gak baik nih buat kesehatan Anais, bisa bisa dia kena diabet.
"um, belum"
"belum?"
"gue murid pindahan, tapi belum pindah".
"oh gitu. kelas berapa?"
"kelas 2"
"oh! sama dong. gue sama June juga kelas 2".
"ohehe"
"eh ngomong-ngomong mau kenalan sama June? dia cowok yang banyak bacot kemarin".
oh namanya June. —Anais.
"gue panggil ya?"
"jangan!"
Ezra kaget Anais ngomong dengan suara keras, dan bikin Jennie sadar dan ngedeketin Anais.
"heh godain anak orang aja lu". omelnya pada Ezra kemudian duduk disebelah Anais.
"eh, lu kenal dia?" tanya Ezra yang kaget ketika liat Jennie begitu santainya duduk disebelah Anais.
"dia sepupu jauh gue Za" saut Jennie. Ezra cuma oh doang.
"geser dong". ucap seseorang pada Ezra.
dia Jisu, teman sekelas Jennie. Ezra geser dan mempersilahkan Jisu duduk disebelahnya.
"Ezra mana ***** ko gak balik balik". June celingukan nyariin Ezra. sampai kupingnya nangkap suara Ezra.
June nengok kebelakang, tempat dimana Ezra sedang ngerumpi sama ciwi ciwi. June menajamkan pengelihatannya, mencoba menebak siapa aja yang ada disana.
__ADS_1
"Jisu, Jennie... lah?"
matanya berhenti di Anais.