The Un : Countless

The Un : Countless
Akhir konflik


__ADS_3

-Terpendam


Dari sekian juta planet yang ada di galaksi yang berbeda beda,Bumi adalah planet terakhir yang menampung kehidupan di dalamnya.



Planet planet kehidupan lainnya telah dimusnahkan seluruh kehidupan di dalamnya oleh Sang Kejahatan.



Hal tersebut juga akan berlaku terhadap Bumi.Ia akan turun tangan langsung untuk melakukan pembasmian.



Seluruh kehidupan akan dimusnahkan dan digantikan oleh kehidupan baru yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya.



Sementara itu,Sang Pencipta Kedamaian menghilang entah kemana.Namun,Uni mengatakan bahwa ia sedang beristirahat dan akan muncul suatu saat nanti.



Kemungkinan besar,sebagian atau bahkan seluruh populasi di Bumi akan musnah.Sebab itu Uni menyuruh Kazuto untuk mempersiapkan keturunan jikalau bumi bernasib demikian.



“Aku tak tau kapan 'dia' akan muncul..”,ucap Uni.



“Hm..tapi bukan berarti kita akan menunggunya”,Kazuto mondar mandir.



Kazuto tiba-tiba mengingat adiknya,Yuuta,yang sedang sendirian di rumahnya.



“Uni! Aku harus menemui adikku!”,pinta Kazuto.



“Kau yakin tidak akan pamit kepada keluargamu?”



“Tenang saja.Zia akan menceritakan semuanya”



Uni memunculkan sebuah portal di kamar itu.



“Saat kau berada di bumi,aku tidak bisa membantu banyak..”



“Serahkan padaku!”,Kazuto memasuki portal itu.



Portal itu hanyalah jalan pintas untuk menuju ke Bumi.



Keluar dari portal,ia berada di depan rumahnya.Keadaan sekitar terlihat damai yang membuat Kazuto bernafas lega.



Ia kemudian mengetuk pintu sebanyak tiga kali.Pintu pun dibuka.Yuuta langsung melompat kepada Kazuto sembari menangis.



“Yuuta!”,Kazuto terharu akannya.



“Kemana saja kau?”,Yuuta memberi segelas air kepada Kazuto yang sedang duduk.



“Aku ada urusan penting..tidak..sangat penting di luar sana”,Kazuto menerima gelas itu dan meminumnya.



“Maaf Yuuta..aku kesini hanya untuk memastikan”,menaruh gelas di atas meja.



“Eh?”



“Aku harus segera-”



Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari luar.Kazuto berlari ke arah jendela untuk melihatnya.



“Tidak..”



Terlihat,beberapa meteor besar sedang menuju ke bumi.Meteor meteor tersebut berasal dari beberapa planet.



“Yuuta! Berlindung!”



Kazuto segera melindungi rumahnya dengan sihir pemberian Uni.



Ledakan tak terhindarkan.Seluruh kota luluh lantah karenanya.Hanya rumah Kazuto yang masih berdiri kokoh.



“Apa yang terjadi?”,Yuuta terlihat ketakutan.



Kazuto bergegas menuju keluar.Kemudian,ia berhenti di depan rumah.



“Maaf Yuuta…aku harus pergi..”



“Kakak…”



Portal muncul di depannya.Ia pun masuk ke dalam portal itu.



Di dalam portal,ia bertemu dengan Uni.



“Kau harus mengalahkannya..Aku..masih jauh dari kata sempurna untuk bisa mengalahkannya”



Uni menaruh harapan besar pada Kazuto untuk membasmi kejahatan sejati.Potensi Uni tidak cukup untuk dapat mengalahkannya,berbeda dengan Kazuto yang memiliki potensi yang luar biasa.



Kazuto dimunculkan di sebuah planet antah berantah.Planet itu adalah planet yang dimusnahkan olehnya sebelumnya.



“Hahaha..”,suara tawa bergema dari langit.



“Tunjukkan wujudmu!”,Kazuto menantangnya.



Awan hitam pembawa petir berkumpul di satu titik disertai dengan angin yang berhembus kencang.



“(Inikah iblis sejati?!)”



Dari keributan itu,muncul sesosok makhluk hitam dengan mata merah menyala.



“Kau tau..ini adalah wujudku yang paling kecil.. Biasanya,aku melihat planet planet seperti debu yang bertebaran.Namun,sekarang aku berada di dalamnya-”



“Beraninya kau!”



Sosok hitam itu terdiam.



“Ha?”



Gelang muncul secara tiba-tiba di pergelangan tangan kiri Kazuto.Benda itu merupakan awal dari petualangan Kazuto.



Kazuto menembakkan bola api kepadanya dengan kecepatan layaknya peluru.



Tetapi,dia menghindarinya dengan sangat mudah.



Setelah itu,Kazuto mendadak mengeluarkan darah dari mulutnya.



“Apa yang..!”,ia terkejut.



“Aku baru saja memukulmu,loh”,ucap sosok itu dengan sombongnya.



Kazuto mengeluarkan pedang andalannya untuk meluncurkan serangan langsung kepadanya.



Namun,tak satu pun serangannya mengenai sosok itu.Ia bergerak layaknya cahaya yang gerakannya tidak bisa dilihat.



“Apa kau..Sang Pencipta Kejahatan?”,tanya Kazuto sembari terus menyerangnya.



“Jika iya?”,jawabnya.



“Keterlaluan!”



“Kau punya adik,kan?”



Kazuto langsung menghentikan serangannya.



“Bagaimana jika aku membunuhnya saat ini juga?”



“Ti-tidak!”



Kazuto mendadak dipindahkan ke depan rumahnya.Ia bergegas masuk ke dalam rumahnya.



“Yuuta! Yuuta!”



Ia mendapati Yuuta yang sudah tergeletak di dapur dengan darah mengalir dari dadanya.Kazuto menggendongnya dan menutup darahnya itu.



“Tidak! Yuuta…!”,air mata keluar dari kedua matanya.



Meskipun dengan luka yang sangat berat,tangan Yuuta merayap ke wajah Kazuto.



“Ka…kak”,dengan mata terbuka sedikit.



“Yuuta! Bertahanlah!”,Kazuto terus menutupi darah yang mengalir deras.



“A..ku..takut..”,ucap Yuuta dengan suara lirih.



“Yuuta!..”,tangisan Kazuto semakin menjadi sembari mencoba mengobati lukanya dengan sihir.



“Baha..gia..lah”



Setelah mengatakan itu,tangan Yuuta terjatuh lemas dan cahaya matanya menghilang.



“Yuuta! Tidak!”



Tangisannya terhenti.Ia membaringkan Yuuta di kasurnya.Kemudian,menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.



Aura Kazuto menjadi suram dipenuhi kebencian dan kesedihan.Amato yang tidak diketahui keberadaanya dan Yuuta yang sudah tidak ada.Sementara,kedua orang tuanya menghilang entah kemana.



Separuh tubuhnya diselimuti aura hitam.Hal itu disebabkan emosi Kazuto yang sudah melebihi batas.



Ia kembali kepada sosok hitam tadi.


—Keajaiban


“Tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkanku! Aku adalah Dewa yang sesungguhnya!”,sambaran petir menyertai perkataannya itu.



“Dewa katamu?”,Kazuto berjalan menghampirinya.



“Dewa adalah pemilik kekuatan terbesar!”



“Dewa sepertimu..hanya memiliki emosi..”



Waktu mendadak terhenti.Tetapi,Kazuto bisa bergerak dengan normal.Ia melancarkan serangan langsung kepadanya yang membuatnya terpental.



“Kau tidak memiliki hati!”,teriak Kazuto.



Sekelebat,sosok itu sudah berada tepat di depan Kazuto.Ia menyentuh perut Kazuto dengan lima jarinya.



“Asal kau tau.. Aku bisa menghancurkan semua organ dalam mu dalam satu menit”



Untuk kedua kalinya,Kazuto muntah darah.Ia merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya.



“Walaupun..begitu..”



Dewa hitam itu menjauh menjaga jarak.



“Aku bisa..mengimbangimu!”



Kazuto melancarkan beberapa serangan langsung dengan kecepatan yang tak bisa dilihat oleh mata.



Walaupun serangannya dapat dihindari dengan mudah,lama kelamaan mampu menggores tubuh dan wajahnya.



“(Aku harus mencoba serangan berskala besar)”

__ADS_1



Tubuh Kazuto mengeluarkan cahaya,kemudian meledak.Meski begitu,Kazuto tetap utuh.



“(Ini?! Tetsouji!?)”



“Wah wah..kau hebat juga”



Mulut dan hidung Kazuto terus menerus mengeluarkan darah.Pandangannya mulai kabur dan nafasnya terasa sesak.



“Waktumu tidak lama lagi..”



Di kondisi seperti itu,Dewa hitam melancarkan serangan kepada Kazuto yang membuatnya terpental.



Kazuto sudah sangat lemah.Bahkan ia tidak sanggup untuk berdiri.



“Aku akan mempermudah kematianmu”,tangan Dewa hitam itu berubah bentuk menjadi pedang hitam.



Kemudian,ia memotong kedua tangan Kazuto.



“Aaargh!”



“Yahh..walaupun dibiarkan,kau akan mati dengan sendirinya”,memotong kedua kakinya.



“Siaal!”



Pandangan Kazuto memudar.Kedua pupil matanya perlahan lahan menghilang.Organ pernafasnya sudah hancur total.



Darah mengalir deras dari kedua kaki dan tangannya.Di kondisinya yang seperti itu,ia tidak bisa melakukan apapun.Ia hanya bisa pasrah menuju kematiannya.



Tiba-tiba,terbesit di benak Kazuto,Roxy dan yang lainnya.



“(Apakah mereka baik baik saja?)”



“Selesai sudah”,Dewa hitam meninggalkannya.



Mendadak,Uni muncul menghadangnya.



“Wah..ternyata kau,utusan”



“Lama tak berjumpa,Sang Kejahatan”



“Mana temanmu-”



N muncul dari belakang Uni dan langsung melancarkan serangan.Dengan begitu,menjadi pertarungan dua lawan satu.



Kazuto membuka kedua matanya dan mendapati dirinya berada di sebuah rumah di depan ladang.Ia sedang duduk di sebuah kursi ditemani secangkir teh di atas meja.



“Inilah..yang kuinginkan”,ia bernafas lega.



Pemandangan alam,angin yang mengelus elus,hawa kedamaian,duduk santai di depan rumah.Sejak dulu,Kazuto menginginkan kehidupan yang tenang.Namun,semua terhalang karena kelebihan yang dimilikinya.



Ia begitu tenang berada di tempat yang jauh dari peperangan dan keributan.



Tiba-tiba,secercah cahaya muncul di depan rumah.



“Cahaya apa itu?”



“(Perjuanganmu belum berakhir)”



“Ehh?!”,Kazuto terkejut.



“(Masih ada urusan yang harus kau selesaikan)”



Kazuto meminum tehnya.



“Kau salah.Perjuanganku sudah usai.Sekarang aku hanya akan duduk di sini selamanya..”



“(Roxy..)”



Mendengar itu,hati menggetarkan seluruh tubuh Kazuto.



“(Akira, Anna, Zia, Griyanus, Alma, Amato, Kanshi, Kato.. Bukankah mereka adalah milikmu yang paling berharga?)”



Kazuto tidak mengedipkan matanya sama sekali.Ia teringat berbagai kenangan indah bersama mereka.



“(Dan Yuuta..)”



Kazuto tertunduk sedih mendengarnya.



“Yuuta sudah..tiada”,ucapnya.



“(Dari mana kau mengambil kesimpulan itu?)”,cahaya itu menghampiri Kazuto.



“Eh? Apa maksudmu?..”,wajahnya terangkat.



“(Berjuanglah sekali lagi untuk yang terakhir kalinya! Buat mereka bahagia!)”



Cahaya itu semakin terang sehingga menutupi semua penglihatan Kazuto.



“Haah!?”,Kazuto terbangun di medan pertempuran tadi.



Kedua tangan dan kakinya terputus.Semua organ dalamnya meleleh,bahkan tidak ada detakan jantung sekalipun.Tetapi,Kazuto terbangun dalam kondisi seperti itu tanpa merasakan sakit.



“Tanganku..”,melihat tangannya.




Dewa hitam yang sedang bertarung dengan Uni dan N,terkejut melihatnya dari kejauhan.



“Bagaimana bisa?!”,ia menghempaskan Uni dan N.



Mereka berdua segera mendekati Kazuto.



“Kau bertemu dengan'nya'?”,tanya Uni.



“Hm? Siapa yang kau maksud?”



“Hahaha… kekuatan apapun tidak bisa mengalahkan seorang dewa!”,aura kekuatan Dewa hitam semakin membesar.



“Kalian berdua..lindungilah bumi! Aku akan menghadapinya”,pinta Kazuto.



Uni dan N menghilang.Mereka ditugaskan untuk melindungi bumi dari berbagai serangan.



“(Pinjamkan aku tubuhmu)”,suara terngiang di kepala Kazuto.



“Ini?! Suara tadi!?”



Mulai dari situ,kesadaran Kazuto menghilang.Ia merasa seperti tertidur lelap.



Seluruh tubuh Kazuto menjadi berwarna hitam dengan mata putih menyala dan rambut depannya berwarna merah.Senyuman lebar yang menyeramkan menghias wajahnya itu.



“Kita bertemu lagi,jahat!”



“Kau! Mustahil! Padahal waktu itu kau sudah ku bunuh!”



Sekali ia melangkah,Dewa jahat menerima serangan yang tidak diketahui arah datangnya.



“Siaal!”,Dewa hitam melesat ke arahnya.



Mereka berdua beradu satu sama lain layaknya cahaya.Pergerakannya sangat cepat.Setiap kali mereka beradu,tercipta ledakan besar di tempat itu.



Mereka terus mengitari planet itu hingga menghancurkannya.Dengan kekuatannya,mereka pindah ke planet lain dan melakukan hal yang sama.



Dari planet yang ditinggali Roxy dan lainnya,terlihat bercak bercak ledakan di langit yang disebabkan mereka berdua.



Karena sedikit lengah,Dewa hitam menerima serangan yang cukup fatal.Ia dijadikan alat untuk melubangi planet.



“(Kenapa teleportasiku tidak bekerja?!)”



Kazuto yang kerasukan semakin membrutal.Serangan berskala besar terus diluncurkannya hingga membuat Dewa hitam marah.



“Cukup!”,ia berteleportasi ke jarak yang agak jauh darinya.



“Kenapa berhenti?”



Dewa hitam memunculkan sebuah black hole yang sangat masif ukurannya.Daya tariknya luar biasa kuat.Sehingga menarik planet planet yang jauh sekalipun.



“(Kalau begini,planet mereka bisa terhisap)”



Mengetahui resiko itu,Kazuto berpura pura terhisap ke dalamnya.



Sekejap mata,black hole menghilang.



“Apa?!”,Dewa hitam terkejut.



Kazuto telah berada di belakang Dewa hitam.



“Kurang ajar!”



Ia mendapati tangan Kazuto yang telah menembus perutnya.



“Kau tidak akan bisa membunuhku!”



“Aku tidak berniat membunuhmu..”,Kazuto membiarkan tangannya itu tertancap,sementara ia menjauh.



Dari tangannya itu,muncul rantai yang langsung membelit Dewa hitam.Dengan itu,ia tidak bisa bergerak.



Kemudian,Kazuto memunculkan sebuah kubus yang sangat besar untuk mengurungnya.



“Dengan kekuatan keadilan,kau tidak akan bisa melepaskan rantai itu dan keluar dari kubus”,ucap Kazuto.



Ia terdiam dalam kubus itu.



“…”



“Kau pikir begitu?”



Seluruh tubuh Kazuto bergetar mendengarnya.



“Jangan jangan?!”



“Kau tau? Kekuatanmu dan kekuatanku..sama sama tak terhitung”



Sebuah bintik hitam keluar dari kepalanya.



“Apa arti 'tak terhitung' menurutmu?”,tanya nya.



Dengan penglihatan dewa nya,Kazuto mencari bumi dan planet Roxy.


__ADS_1


“Menurutku..tak terhitung artinya..SATU!”



Bintik hitam itu memerah dan terus bertambah terang.Kazuto telah menemukan kedua planet itu.Ia langsung memindahkannya ke dimensi lain.



“Awal dari ciptaan! Big Bang!”



Bintik hitam itu meledak dengan sangat dahsyat.Planet planet tersapu olehnya.Bahkan,ledakannya terus membesar hingga menghancurkan galaksi dan terus merambat ke galaksi galaksi lain.



Sesuai dengan namanya,Big Bang,adalah ledakan maha dahsyat yang merupakan asal usul terciptanya alam semesta.



Karena ledakan itu,semua ruang hitam tertutupi olehnya.Itu merupakan akhir dari segalanya.



“Kazuto!.. Kazuto!..”,suara samar menggema di kepalanya.



“(Diamlah.Biarkan aku beristirahat..)”



Kazuto merasakan tubuhnya seperti diotak atik oleh seseorang.



“(Aku ingin..hidup normal)”



Lalu,ia merasakan seperti konslet di bagian otaknya.Merasa terganggu,ia pun membuka matanya perlahan lahan.



Ia melihat seorang anak kecil di sebelahnya.Melihat Kazuto terbangun,anak itu berlari sembari berteriak "Ibu!".



Beberapa saat kemudian,datanglah Akira.Ia langsung memegang tangan Kazuto dan mengelusnya.



“Siapa..kau?”,tanya Kazuto.



Akira terkejut mendengar itu.Ia mengeluskan tangan Kazuto itu ke pipinya dengan air mata yang berjatuhan.



“Janjimu telah terpenuhi,Kazuto.Selamat!”,ucapnya dengan senyuman manis.



Kazuto merasakan sesuatu terjadi pada otaknya.Ia tiba-tiba teringat sesuatu.



“Jan..ji?”



Kazuto teringat akan kenangannya bersama keluarganya.Ia tersenyum haru.



“Aki..ra,aku..pulang!”



Akira menangis lalu memeluk Kazuto.Anak kecil tadi yang merupakan anaknya,ikut memeluknya.



“Sebaiknya kau istirahat dulu..”,Akira meninggal ruangan.



Tak lama kemudian,muncul seorang dokter.Wajahnya tak terlihat karena masker dan rambut panjangnya.Ia menuju ke meja untuk menaruh obat.



“Sepertinya,kau tidak butuh ini..”,gumamnya.



“Hm?”



Kemudian,ia menghampiri Kazuto sambil membuka masker dan sarung tangannya.



“Lama tak bertemu,nak”



Dari ucapannya itu,Kazuto mengingat seseorang,yaitu Uni.



“Kau!?”,Kazuto terkejut lalu duduk.



“Benar.Uni.. Sudah 2 tahun kau tak sadarkan diri.. Setelah pertempuran waktu itu,kau terkena ledakan besar itu sebelum masuk portal.Walaupun 'dia' melindungimu,tetap saja tubuhmu tidak kuat”,jelasnya.



“Lalu,bagaimana kau menemukanku?”



“Roxy yang menemukanmu..”



Dari penjelasan Uni itu,sebelum Kazuto berpindah dimensi,ia sempat menerima efek Big Bang dari Dewa hitam.Serangannya langsung mengenai tubuh asli Kazuto,tidak berefek ke sosok yang mengendalikannya.Hal terakhir yang ia lakukan adalah memindahkan Kazuto.Setelah itu,ia menghilang dari tubuhnya.



Portal itu menuju ke sekitar istana Roxy.Ia terkapar dengan kondisi yang sangat parah.Seluruh tubuhnya terbakar,perutnya sobek dan organ dalamnya hancur.Sudah tidak ada harapan untuk disembuhkan.



Dari istana,Roxy melihatnya.Ia langsung berlari menghampirinya sambil menangis.Walaupun dalam kondisi yang seperti itu,ia tetap mendekap Kazuto di pangkuannya sambil mengelus elus wajahnya.



Setelah menyelesaikan tugasnya melindungi bumi,Uni dan N menuju ke tempat itu.Mereka mendapati Roxy menangis tak henti henti.



Melihat kedatangannya,Roxy sempat ketakutan.Tapi,setelah mereka menjelaskan tujuannya,Roxy akhirnya mempercayainya.



“Dia sudah…”,Uni memeriksanya.



“Tidak mungkin..”,Roxy tertunduk putus asa.



“Uni,gunakanlah energi kehidupanku”,N menepuk pundak Uni.



“Kau yakin?”



“Hmm..setidaknya aku bisa berguna baginya”



“Maaf,N.Walaupun dengan kekuatanku,aku tidak bisa menyembuhkan kerusakannya..”,Uni tertunduk.



“Terima kasih,Uni.Sampaikan pesanku kepada pencipta kita jika kau bertemu dengannya”



N mengubah tubuhnya menjadi sebuah bola cahaya.Lalu,ia masuk ke dalam dada Kazuto.



“Akan ku sampaikan,temanku”



Berselang beberapa saat,jari Kazuto bergerak.Walaupun hanya jarinya yang bergerak,Uni merasakan potensi akan kehidupan Kazuto.Ia kemudian membawanya ke istana untuk diobati.



Satu tahun berlalu.Kazuto belum kunjung bangun.Namun,Uni sudah merasakan detak jantung dan urat nadinya.Dua tahun kemudian,ia sudah pulih sepenuhnya.Meskipun tubuhnya masih sangat lemah.



Dalam waktu dua tahun itu,telah terjadi banyak perubahan di planet Roxy maupun di bumi.Di planet Roxy,telah berdiri beberapa bangunan modern,teknologinya sudah maju.Begitu juga di bumi,bekas bekas serangan meteor sudah diperbaiki.



“Meskipun dengan energi kehidupan milik N,regenerasinya sangat lambat.Itu karena efek serangannya..”



“Omong omong,kenapa kau berpenampilan seperti itu?”



“Kau tau,orang orang di sini ketakutan melihat sosok putih berkeliaran”



“Ehm..Uni.Biarkan aku pulang”



Ditemani Akira,Kazuto pulang dari rumah sakit menuju istana Roxy.Dengan kondisinya yang masih lemah,ia dibopong oleh Akira.



Sesampainya di istana,ia melihat beberapa anak kecil di taman sedang bermain oleh seorang pengasuh.



“Ehh.. Apa hanya perasaanku saja? Di sini terasa agak ramai”,tanya Kazuto menunjuk ke taman.



“Ohya..anggota keluarga baru,anak perempuan Zia,dan kembar tiga dari Alma”



“Ehh?!”,Kazuto terkejut dan hampir terjatuh.



“Dua tahun lalu,tidak,mungkin lebih.. Seminggu setelah kau pergi,Zia hamil.Dan sebulan setelahnya,Griy dan Alma menikah dan dikaruniai kembar tiga”,jelas Akira.



“(Pantas saja..)”



“Uhmm.. Aku ingin sekali memiliki banyak anak”,pinta Akira.



(Menelan ludah)



Dari kejauhan,mereka semua menyambut kepulangan Kazuto.Dengan wajah wajah bahagia.Roxy langsung berlari dan melompat ke arah Kazuto sehingga membuatnya terjatuh.



“A-ahh..Roxy”,Kazuto mendekapnya.



Malam hari,Kazuto bermain bersama anak anaknya.Sementara Roxy,Akira,Anna dan Zia bercakap cakap sembari memperhatikannya.



Uni melihat itu dari luar jendela.Merasa dipanggil,Kazuto segera keluar.



“Ma-maaf aku harus keluar”



“Mungkin di sini kau sudah bahagia.. Tapi..,masih ada satu lagi”,ucap Uni dengan wujud asalnya.



“Apa yang-.. Jangan jangan!”



“Aku juga tidak tau bagaimana ia bisa hidup lagi.. Tapi,itu pasti pemberian'nya'”



Uni memunculkan portal menuju ke bumi.Mereka berada di depan rumah Kazuto.Ia segera berlari untuk mengetuk pintunya.



Pintu pun terbuka.



“Silahkan ma-”,Yuuta terkejut melihat Kazuto.



“Yuuta!”,Kazuto langsung memeluknya sambil menangis.



Yuuta juga memeluknya erat erat.



“Bagaimana bisa?”,tanya Kazuto memeluk bantal sofa.



“Waktu itu,aku melihat pria berambut panjang menggendongku dan membawaku ke rumah sakit.Setelah itu,kesadaranku hilang sepenuhnya.Lalu,aku seperti bermimpi.Aku melihat secercah cahaya.Dia mengatakan bahwa aku harus tetap hidup sebagai orang yang berharga”,jelas Yuuta.



“(Jadi,'dia' yang Uni maksud)”



“Selain itu,Kakak..”,ia terlihat malu malu.



“Ada apa?”,Kazuto menaruh bantalnya.



“Hari ini..ulang tahunku yang ke-20”



“Woaah aku sampai lupa.Selamat ulang tahun! Maaf aku tidak bisa memberimu hadiah”,peluk Kazuto.



“Dipeluk Kakak merupakan hadiah bagiku..”



“Tapi,aku bisa memberimu kejutan”



Kazuto membawanya keluar.Lalu,portal muncul di hadapan mereka.Wajar saja jika Yuuta terkejut.Karena pertama kalinya melihat yang seperti itu.



Mereka sampai di depan istana.



“Ya-yang benar saja!?”



Kazuto membawanya masuk.Melihat seseorang tak dikenal,Akira dan yang lain segera menghampirinya.Dikelilingi oleh mereka membuat Yuuta ketakutan.



“Ahh maaf.Aku belum bilang pada kalian..Ini adikku,Yuuta.Aku harap kalian bisa akrab”,mengelus kepalanya.



Mereka semua terlihat senang.



“Kak,siapa mereka?”,bisik Yuuta.



“Mereka semua adalah kakak iparmu”,balas Kazuto dengan berbisik juga.



“Heeeh!!?”,teriakannya membuat semuanya terdiam.



“N-nah..malam ini,kita akan mengadakan pesta untuk perayaan ulang tahun adikku!”


__ADS_1


Akira dan yang lain terlihat bersemangat.


__ADS_2