
-Baru
Akira dan Alma terjatuh ke sebuah ruangan gelap.Dilihat dari penampilannya,ruangan itu seperti penjara bawah tanah.
Lalu,dari kegelapan,muncul segerombolan monster.
“Kau bisa bertarung?”,tanya Alma.
“Tentu saja!”
Mereka mengeluarkan senjatanya masing-masing.Alma menyalakan lasernya,sedangkan Akira mengeluarkan belati sihir dari gelangnya.
Sementara itu,pertarungan Kazuto melawan sosok berjubah masih sengit.Kekuatan mereka sama besar dan kuatnya.
Di dalam kastil itu terlihat berantakan karena pertarungan mereka yang menimbulkan kerusakan dimana-mana.
“Boleh juga kau”
“Ini belum seberapa!”
Sementara itu,di sisi lain,Amato menelusuri sepanjang jalanan kota.Ia tak henti-henti mencari adiknya,Kazuto.
Hingga ia pun kelelahan dan pulang ke rumah.Ia masuk ke kamar Kazuto dan berbaring.
“Aku akan istirahat sebentar”
Secara tidak sengaja,kakinya menyentuh kotak hitam yang ada di bawah ranjang.Kotak itu merupakan kotak untuk menyimpan kaset yang digunakan Kazuto.
Ia pun penasaran dan mengambil kotak itu.Setelah membukanya,ternyata tidak ada isinya.
Namun tiba-tiba,kepala Amato berdengung.Ia memegang kepalanya.
Setelah dengungannya hilang,ia menoleh ke arah langit dari jendela
“A-apa itu?!”
Betapa terkejutnya Amato.Melihat benda bulat besar melayang di atas langit
“Sebuah planet? Atau satelit?”
Ia pun beranjak dan bergegas menuju kamar adiknya,Yuuta.
“Yuuta! Yuuta!”,mengetuk pintu kamarnya.
Pintu terbuka.Terlihat,Yuuta sedang memegang sebuah buku
“Ada apa?”
Amato menariknya dan membawanya ke jendela yang ada di kamarnya.
“Lihat itu!”,menunjuk langit.
“Hm?”,Yuuta menurutinya.
“Hanya ada sekawanan burung”,ucap Yuuta.
“Kau tidak melihatnya? Sebuah benda bulat raksasa?”
“Hah? Apa maksudmu?”
“Tidak mungkin”
Yuuta mengambil sebotol air lalu memberikannya kepada Amato.Kemudian,ia mendorongnya keluar kamar.
“Sudahlah.Tenangkan pikiranmu,kak”,pintu tertutup.
“Tidak…”,Amato terduduk di depan pintu.
Setelah beberapa lama,Kazuto mulai kelelahan dengan luka di sekujur tubuhnya.Namun,sosok berjubah sepertinya tidak terluka sedikitpun.
Ia melempar kedua pisaunya,lalu, mengepalkan tangannya.
“Aku tidak merasakan sedikitpun aura kekuatan darimu”,menghampiri Kazuto.
Kazuto hanya bisa terdiam menahan sakit.
Kemudian,Kazuto menunjuk ruangan transparan yang merupakan tempat dimana N dikurung.
Sosok itu menoleh.Ia terkejut karena N tidak ada di dalamnya.Hanya ada rantai yang tergeletak.
Lalu,Kazuto menunjukkan gelangnya yang mengeluarkan cahaya.Matanya kanannya menjadi hitam pekat dengan bola mata merah menyala.
“Masih…belum…”
Tanpa basa-basi,sosok itu melesat dan memukul perut Kazuto.Hingga ia terpental ke luar kastil.
“Cih..omong kosong”,ia melihatnya dari atas.
Di tempat lain,seorang ksatria sedang menuju ke pegunungan kastil raja iblis.
Kazuto tergeletak tak sadarkan diri.Tiba-tiba,ia mendapat bisikan Uni
“(Bawa dia ke udara)”
Sosok itu pun terjun dan menginjak Kazuto
“Matilah”,kepalan tangannya bercahaya.
Di saat seperti itu,mata Kazuto terbuka.Mata kanannya berwarna hitam dengan bola mata merah,sedangkan mata kirinya berwarna putih menyala.
Sosok itu pun terkejut
“Apa ini?”
Kazuto menendangnya hingga terlempar ke udara.Tak hanya itu,ia melesat ke udara dan mendekapnya hingga ia tidak bisa bergerak.
“A-apa ini?! Aku tidak bisa melepaskannya”
“Selamat tinggal”
Dari arah utara,laser yang sangat besar menyambar mereka berdua
“Aaarrggh!”,sosok itu tak bisa berkutik.
Setelah laser itu menghilang,mereka berdua terjatuh.Kazuto terlihat hangus,begitu juga sosok berjubah itu.
Di waktu yang bersamaan,Akira dan Alma berhasil keluar dari penjara.Mereka berdua pun keluar kastil dan mencari Kazuto.
“Kazuto!!”,teriak Akira.
“Lihat itu!”,Alma menunjuk Kazuto yang tergeletak.
Akira pun berlari menghampirinya
“Tidak! Kazuto!”
Ia mencoba membangunkannya namun tidak berhasil.
“Kenapa tubuhnya bisa hangus?”
Akira menangis sembari menggoyang-goyangkan tubuh Kazuto.
Tiba-tiba,muncul seseorang
“Itu ulahku”
Ternyata ia merupakan ksatria yang pernah mereka temui sewaktu di Dataran beku.
“Aku akan mengembalikannya”,ia menyentuh kepala Kazuto.
Namun,Akira menepis tangannya
“Hentikan! Jangan sentuh dia!”
Alma pun turun tangan dan menahan Akira.
“Sudah kubilang,aku akan mengembalikannya”
Ia pun menyentuh kepala Kazuto.Seketika,tubuh Kazuto hancur lebur menjadi debu.
Kemudian,ia mengeluarkan sekantung pasir kemudian ditaburkan ke tanah.
Sebuah keajaiban.Pasir tersebut menyatu dengan debu dan membentuk tubuh Kazuto secara utuh.
Ia kemudian mengusap dahinya.
Kazuto pun membuka matanya
“Hah!!…”
“Kazuto!”,Akira langsung memeluknya sembari menangis.
“Maaf..apakah kau bisa menunjukkan wajahmu?”,tanya Alma.
Ia bertanya demikian karena ksatria itu sangat tertutup.Bahkan tak sedikitpun kulitnya terlihat.
“Maaf..aku tidak…memiliki wajah”
Mereka terkejut
“Apa?!”
“Oh iya..aku belum memperkenalkan diriku…aku-”
“Griy Sang Bintang”,Kazuto menjawab.
“Haha..benar sekali”
“Bagaimana..kau bisa..mengenalinya?”,tanya Alma.
“Ntahlah..aku pun tidak tahu kenapa..”
“Terima kas-”
Griy Sang Bintang menghilang.Ternyata benar,keberadaannya seperti hantu yang hanya terlihat sebentar saja.
Tiba-tiba,muncul sosok N di dekat Kazuto.Kemudian ia berlutut kepadanya.
“Terima kasih telah membebaskanku,nak”
“Tidak apa.Itu masalah kecil.Yang terpenting sekarang adalah ingatanmu”
Kazuto menyentuh dahi N
“(Undo)”
Seketika,semua ingatannya kembali.Ia pun menceritakan kejadiannya kepada mereka bertiga.
Di kejauhan,sosok berjubah yang telah hangus,bangkit kembali
“Aku…belum…kalah!”
Tubuhnya meregenerasi secara perlahan.
“Gawat! Dia-”
Mendadak,muncul Uni di belakangnya
“Sudahlah”
Sekejap mata,Uni menghabisinya hingga tak tersisa.
—Petunjuk yang jelas
Setelah itu,Uni menghampiri Kazuto
“Kerja bagus,nak”
Ia kemudian memberikan sesuatu kepadanya.
“2 buah serpihan Guchala?!”,Kazuto terkejut.
“Mungkin dengan ini kau bisa membuat portal ke duniamu”,ucap Uni.
“Baiklah”
Kazuto pun melemparkan 2 buah serpihan ditambah 3 lagi yang ia bawa ke tanah.
Seketika,terbentuk sebuah portal di atas serpihan tersebut.
“Kazuto,aku lupa memberitahumu.Ada sebuah kartu dalam kotak bekas kasetmu.Kartu itu mungkin bisa membawamu ke planet berikutnya”
“Bagaimana dengan musuh di planet ini?”
“Hm..serahkan saja padaku!”,Alma mengepalkan tangannya.
“Hm baiklah…Akira,kau tunggu sebentar”
Aku pun memasuki portal itu.Beberapa saat di dalamnya,aku sudah ada di kamarku.Portal itu menuju ke sini.
Aku pun mencari kotak hitam tersebut
“Kalau tidak salah…di bawah ka-”
Betapa terkejutnya Kazuto.Melihat kotaknya tidak ada di sana
“Kemana?! Kemana kotak itu?!”
“Kakak?”,Yuuta dari luar kamar.
“(Gawat!)”
__ADS_1
Kazuto pun kembali masuk ke dalam portal.
“Kak?”,membuka pintu.
“Hm? Aku seperti mendengar suaranya”,ia kembali menutup pintu.
Sesampainya di tempat awal,Kazuto memberitahu mereka
“Kotaknya…tidak ada”
“Apa?!”,mereka semua terkejut.
“Ba-bagaimana bisa?”,tanya Akira.
“Hm begitu ya…kotak itu…”,ucap Uni.
Di lain tempat,ternyata kotaknya dibawa oleh Amato.Ia terlihat sedang duduk di pinggir sungai sambil menatapi planet di langit
“Kazuto..kau ada di sana,kan?”
“Itu berarti..aku tidak bisa ke planet berikutnya?”,tanya Kazuto.
“Tidak.Masih ada cara lain”,jawab Uni.
“Dengan mengalahkan makhluk terkuat di planet ini,yaitu Raja iblis”,ucap N dari belakang.
“Bukannya dia-”
“Bukan.Yang kubunuh tadi hanyalah keroco tak berguna.Dia cuma utusan”
“Lalu,bagaimana aku menemukannya?”
“Hanya ada satu orang yang mengetahuinya”
Kami bertiga pun pergi dari tempat itu.Sedangkan,Uni dan N kembali ke dalam kastil.
Perjalanan kami adalah untuk menemukan kota atau apapun yang menyediakan tempat untuk makan dan beristirahat.Karena,butuh waktu beberapa hari untuk kembali ke guild ataupun kamp.
Di tengah perjalanan,Akira terlihat sangat kelelahan,begitu juga Alma
“Ohh aku baru menyadarinya”
“Ada apa,Alma?”
“Kau tidak kelelahan karena kau baru saja dibangkitkan”
“Kazuto,aku-”
Akira terjatuh ke tanah.
“Akira!”
“Kau ini bodoh,ya?”,ucap Alma.
“Apa maksudmu?”
“Kenapa kau tidak memberinya energi?”
“Perbekalanku sudah habis.Aku bahkan tidak memiliki obat-”
“Tidak.Bukan itu.Gunakan sihirmu untuk memberinya energi”
Kazuto pun menurutinya.Ia menyinari tangan Akira dengan menggunakan sihir penyembuh.
Tiba-tiba,Alma mencubit tanganku
“Sejak kapan manusia makan melalui kulit?”
“Hah? Itu artinya aku harus-”
“Benar.Tenang saja.Aku tidak akan mengganggu”,Alma duduk di samping Akira.
“E-eh kau yakin dengan ini?”
Aku agak ragu.Karena,sihir pemberi energi hanya bisa disalurkan melalui mulut.
“Ba-baiklah..”
Gelangku menyala,kemudian,mulutku juga mengeluarkan cahaya.Dengan perlahan,aku mencium Akira,dengan maksud,menyalurkan energi untuk memulihkannya.
“Hoo..aku jadi iri”,ucap Alma.
Beberapa saat,Akira pun membuka matanya.Ia terkejut melihatku sedang menciumnya.
Bukannya marah,Akira malah menarik kepalaku untuk memperlama
“Hhmm..mmm”,aku hampir kehabisan nafas.
Setelah Akira pulih,kami pun melanjutkan perjalanan.
Beberapa lama,kami melihat sebuah kota kecil.Kami pun mengampirinya
“Kita bisa beristirahat di sana”
Kami melihat sebuah penginapan di sana
“Baiklah,kalian duluan saja.Aku akan berkeliling”,Alma meninggalkan kami.
“Satu malam,pak”
“Satu koin emas”,ucap pemilik penginapan.
Aku meraba saku
“(Gawat.Aku tidak membawa uang)”
Di saat seperti itu,sebuah koin emas menggelinding ke kakiku.Aku pun mengambilnya dan memberikannya kepada pemilik penginapan itu.
Dia pun memberiku kunci kamar.
Setelah memasuki kamar,kami pun beristirahat.
Beberapa lama,Alma pun kembali
“Aku membawa makanan!”
“Woah..terima kasih”
Di sisi lain,Amato kembali ke kamar Kazuto.Kemudian duduk di atas kasurnya
“Benar juga.Aku belum membuka kotak ini lagi..siapa tahu-”
Amato terkejut.Kotak yang awalnya kosong,sekarang terdapat sebuah kartu di dalamnya.
“Sebuah..kartu?”
“Kartu apa ini?”
Tiba-tiba,kartu itu mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata.Kemudian,Amato tersedot ke dalam kartu tersebut.
“Kazuto,kenapa kau melamun?”,tanya Akira.
“Tenang saja.Jika kau kekurangan koin,aku punya banyak”,ucap Alma.
“A-ahh tidak kok”
“(Ia pasti sedang memikirkan keluarganya.Begitu juga dengaku)”,Akira terlihat khawatir.
Amato terpindahkan ke sebuah hutan.Ia terkejut dengan kejadian yang dialaminya.
“Hutan?”
Kemudian,ia mendengar auman singa dari kejauhan.Ia pun segera bersembunyi di semak.Tak selang lama,terlihat beberapa singa dikejar-kejar oleh sekelompok orang yang membawa pedang.
“(Apa itu?)”
Namun,terlihat ada satu orang wanita yang tertinggal.Ia terlihat kelelahan.Tak disengaja,wanita itu berhenti tepat di depan Amato.
Penampilannya,sebagian wajahnya tertutup topeng.Dan membawa sebuah panah.
Lalu,muncul sebuah kereta kuda datang menjemputnya
“Naiklah!”,ucap si penunggang.
Wanita itu pun naik.
Dirasa cukup aman,Amato pun keluar dari semak dan mencari area terbuka.
Betapa terkejutnya ia ketika memandang langit.Ia melihat beberapa planet yang pernah ia lihat sebelumnya
“Di-dimana ini?”
—Mengunci target
“Kazuto,kau punya rencana?”,tanya Alma.
“Hm..”
“Baiklah..apa rencanamu?”
“Kita akan menuju utara,tepatnya kastil Mah Joxy,tempat Griy Sang Bintang berada.Kita akan menanyakan semua hal tentang Raja Iblis”
Keesokan harinya,kami bertiga pun memulai perjalanan menuju utara.Tapi,sebelum itu,kami memutuskan untuk membeli perlengkapan.
“Aku tertarik dengan ini..”,Akira mengambil sebuah busur.
“Ambil saja”,ucapku.
“Kazuto,bukankah kau bisa teleportasi langsung ke sana?”,tanya Alma.
“Tidak.Aku harus melihat tempatnya dulu secara langsung.Saat ini,aku bisa teleport ke guildmu dan ke kamp ku”
“Cukup merepotkan juga,ya”
Sementara itu,di sisi lain,seseorang mengetuk pintu rumah Kazuto.Yuuta pun keluar dari kamarnya.
Setelah pintu dibuka,ia tidak melihat siapapun di luar rumah.Tetapi,ia melihat sebuah amplop di kakinya.Ia pun mengambilnya.
Di dalam amplop tersebut,terdapat sebuah surat dan sebuah gelang.Surat itu berisikan :\[Aku selalu bersamamu. -Shi\]
“Shi? Siapa dia?”,ucap Yuuta.
Sore hari,kami berada di sebuah hutan.Ntah berapa jauh lagi jarak menuju kastilnya.
“Kazuto..aku lelah..”,Akira terduduk.
“Baiklah.Kita akan bermalam di sini”
“Tapi,kita bahkan tidak membawa tenda”
Kazuto mendekati sebuah pohon dan menyentuhnya
“Tenang saja”
“Apa yang akan kau lakukan?”
Kazuto mengubah mode gelangnya menjadi pendukung
“(Create!)”
Seketika,ranting-ranting pohon itu berjatuhan menancap ke tanah dan membentuk pondasi.
Perlahan-lahan,kulit batangnya terkelupas dan menutupi pondasi tadi.Diakhiri dengan daun-daunnya yang menutupi pinggiran pondasi.Dan jadilah tempat menyerupai tenda.
“K-kau bercanda?”,Alma terkejut.
Kami pun beristirahat di dalamnya.
Alma dan Akira segera masuk untuk mempersiapkan tempat untuk tidur.Namun,sesaat sebelum aku masuk ke dalam,mereka berdua terdiam tak bergerak.
“Apa yang…Akira!”,aku mencoba memanggilnya,namun ia tidak bergerak,begitu juga Alma.
“Kita bertemu lagi,nak”,seseorang muncul dari kegelapan.
“Siapa kau!?”
Ternyata ia adalah Griy Sang Bintang.
“Aku dengar kalian berencana mengunjungi kastilku,benar?”
“Bagaimana kau- (Tunggu.Mungkin rumor itu benar.Ia seperti hantu,ada dimana-mana)”
“Apa maumu,Griy?”
“Asal kau tahu,aku telah lama membunuh Raja iblis.Kalau tidak salah 10 tahun lalu”
“A-apa?! Makhluk apa kau sebenarnya?!”
“Ntahlah.Beberapa menyebutku sebagai roh,ada yang menganggapku malaikat”
“Lalu,bagaimana aku bisa menuju ke planet berikutnya jika tidak membunuh Raja iblis?”
“Kau bisa ke sana dengan memunculkan roh terkutuk”
“Roh terkutuk? (Mungkin maksudnya summon,ya)”
“Benar.Tapi kau membutuhkan tumbal 20 jiwa untuk memanggilnya”
__ADS_1
“Apa katamu?! Tumbal?!”
“Dia tidak akan bekerja jika tidak diberi makan.Percayalah,nak.Hanya itu satu satunya cara untuk melanjutkan perjalananmu”
Kazuto pun terdiam setelah mendengarnya.
“Lakukanlah,nak.Selagi kekuatanku aktif”
“Aku tidak ingin..siapapun menjadi korban karena keegoisanku”
Griy pun menghampiri Kazuto
“Kalau begitu,bertarung denganku”
“Apa kau bilang?!”
“Jika kau tidak bisa mencari tumbal,maka hadapilah yang menginginkan tumbal tersebut”
Aku sempat kebingungan dengan perkataannya.
Tiba-tiba,semua zirahnya terlepas.Pakaiannya pun berganti menjadi jubah,tanduk muncul di dahinya dan matanya merah bercahaya.
“K-kau?! Vil!”
“Ntahlah..aku bukan siapa siapa”
“(Apa yang sebenarnya terjadi? Berarti,jika aku membunuh 20 orang,maka ia-)”
“Ada apa? Kau tidak ingin menghadapiku lagi?”,ia mengeluarkan tombaknya.
Kazuto pun mengepalkan tangan dan memasang kuda-kuda
“(Beruntung aku bisa bela diri tangan kosong.Heh,ternyata itu berguna juga ya)”
...
...
–Masa SMP Kazuto
Sejak awal masuk ke SMP,Kazuto sering diajukan untuk mengikuti lomba.Tapi,ia tidak yakin bisa melakukannya.
“Kazuto,besok kau ada lomba lari”,Hami menghampiriku.
“Benar.Tapi aku tidak-”
“Ahaha..kau selalu saja begitu.Tenang saja,kau hanya tinggal berlari secepat mungkin.Ohh..atau mungkin,ini pertama kalinya bagimu?”
“Tidak.Sejak kecil,aku pernah diajak untuk lari mengelilingi lapangan bola oleh kakak dan teman-temanku”
“Lalu? Kau menang?”
“Tidak.Aku..aku”,memegang kepala.
Keesokan harinya,lomba lari pun segera dimulai.Para peserta sudah bersiap di tempatnya masing-masing.
“Ibu mengandalkanmu,Kanshi!”,wali kelasku terlihat menyemangatiku.
“(Hanya berlari.Mungkin kau kira ini mudah)”
“Bersiap!”
“(Pasti akan terjadi sesuatu pada diriku nanti)”
“1! 2! 3!”
Semua pelari pun mulai berlari.Jaraknya adalah 500 meter satu putaran.
Sebelum berlari,kakiku terasa panas.Karena tidak langsung berlari,aku berada di posisi akhir.
Saat mulai berlari,semua yang ada di sekitarku menjadi sangat lambat.Bahkan,untuk menyusul peserta yang ada di posisi pertama,aku hanya perlu berjalan.
Namun,tiba-tiba,muncul suara aneh di dalam kepalaku
“(Mengapa kau sangat tidak ingin memakainya?)”
“(Argh..suara menyebalkan ini)”
Suara dan kekuatan misterius selalu menghantui Kazuto selama 10 tahun terakhir.Ia takut tidak bisa mengendalikan kekuatannya.
Apakah ini berkah? Atau kutukan? Itu yang selalu ada di benaknya.Namun,ia mencoba untuk hidup berdampingan dengan kedua unsur misterius itu.
Sekejap mata,Kazuto telah berada di belakang garis finish.Saat semua kembali normal,semua orang yang menyaksikan lomba lari itu terkejut.
“Bagaimana kau bisa secepat itu?”,ucap si wasit.
Setelah pertandingan berakhir,kedua kakinya terasa sangat sakit.Tak berselang lama,ia pun jatuh pingsan.
Temannya,yaitu Hami,membawanya ke dalam kelas.
“(Kau harus membiasakan dirimu,nak)”
Beberapa saat kemudian,Kazuto terbangun.
“A-apa yang terjadi?”
“Kau menang lomba lari dan mendadak pingsan”,ucap Hami.
“Ahh..benarkah?..”
Beberapa bulan kemudian,Kazuto direkomendasikan untuk semua lomba.Hingga karena prestasinya yang luar biasa,membuat salah satu kakak kelasnya iri kepadanya.
Ia pun mencegat Kazuto di sebuah gang sepi
“Apa yang kau lakukan?!”
“Ti-tidak.Aku tidak-”
“Berisik! Kau pasti menggunakan sihir,kan?!”,ia menendang perut Kazuto.
Kazuto pun terkapar.
“Aku tidak memiliki kekuatan apapun!”,Kazuto mencoba menjelaskan.
“Kau juga berani merebut posisiku sebagai murid terbaik!”,kemudian ia menginjak kaki Kazuto yang terkapar tak berdaya.
“Hentikan!”,Kazuto terlihat kesakitan.
“Kau tidak tahu bagaimana perjuanganku selama 2 tahun!”
Di saat seperti itu,suara misterius muncul di kepalanya
“Gunakan kedua tangan dan kakimu untuk melawannya,nak”
Kazuto pun terbangun.
“Hah?! Mau melawanku?”
Ia pun mengepalkan tangannya dan memasang kuda-kuda.
“Enyahlah!”,ia mengarahkan pukulan ke arah Kazuto.
Kazuto menghindari pukulannya kemudian memegang tangannya.
“Tidak mungkin!”
Dengan tangan kirinya,Kazuto memukul tepat di sikutnya.
“Aargh!”
Lalu,kaki kiri Kazuto menendang lututnya.Hingga ia pun terjatuh.Ia terlihat merintih kesakitan.
“Ka-kau monster!”
Tanpa perasaan apapun,Kazuto meninggalkannya di gang sepi itu.
—Petarungan yang menentukan
Griy mengarahkan tombaknya ke arah Kazuto
“Majulah!”
Kazuto melesat ke arahnya kemudian melayangkan pukulan.Namun,ia bisa menghindarinya.
Layaknya kilat,Kazuto terus menerus mencoba memukulnya.Griy pun menggerakkan tombaknya.
Kazuto mundur untuk menjaga jarak.Kemudian,ia membalikkan badannya dan menggerakkan kaki kanannya ke belakang.
“Hm?”
Kakinya menyala.Ia kemudian melompat dan berputar di udara.
“Gerakan yang indah…”
Ia mengarahkan kaki kanannya ke wajah Griy.Namun,Griy menahannya dengan tombaknya.
Di saat saat itu,Kazuto meluncurkan kaki kirinya.Griy pun terseret ke belakang.
“Kau lumayan hebat juga”,Griy menancapkan tombaknya ke tanah.
Dari jubah hitamnya,muncul sebuah cahaya putih.Cahaya itu perlahan-lahan membesar.
“(Jangan jangan itu..)”
“Kau pernah merasakannya kan? Bagaimana rasanya terbakar? Bagaimana rasanya mati? Cepat beritahu aku!”
“Hentikan! Kau bisa melukai mereka berdua!”
“Aku tidak peduli temanmu terluka atau mati.Karena,tujuanku adalah untuk membunuh makhluk yang telah bertindak seenaknya,yaitu kau!”
“A-apa?”
Cahaya itu membesar dan membentuk sebuah bola raksasa.Kemudian,bola itu ditembakkan kepada Kazuto.
Dengan sigap,Kazuto memberi pelindung pada tenda yang di dalamnya ada Alma dan Akira.
Ledakan yang sangat besar pun terjadi.Wilayah di sekitar ikut terhempas.Diperkirakan,dampak dari ledakan itu adalah 1km.
Ledakan pun berakhir.Hutan di sekitarnya terbakar habis.Tempat dimana Kazuto berada,menjadi layaknya sebuah danau yang mengering.
Dengan kekuatannya,Kazuto berhasil melindungi tendanya.Namun,ia terluka sangat parah.
“Beraninya kau..”
“Hahaha..aku terkesan!”,Griy muncul di hadapannya.
“Kenapa kau melakukan ini?”
“Aku mempunyai dendam kepadamu.Bagaimana kau memperlakukan kerajaanku,aku masih ingat semuanya!”,ia menghunuskan tombaknya ke leher Kazuto.
“Apa yang kau bicarakan?”,Kazuto tidak sanggup bergerak karena hampir seluruh tubuhnya melepuh.
“Kau! Memperlakukan sang Ratu layaknya mainan! Bagaimana aku tidak membencimu! Dan kau juga yang telah membuatku menjadi seperti ini..”,ia mulai mengayunkan tombaknya.
“Tu-tunggu!”
Sebuah ayunan tombak yang penuh dengan rasa dendam berhasil memenggal Kazuto.
Kemudian,Griy memegang kepalanya.
“Tapi,kau berhasil membuat negeriku sejahtera.Terima kasih,rajaku”
Kepala Kazuto pun diletakkan di atas tubuhnya.
Setelah insiden itu berakhir,Alma dan Akira pun bergerak kembali.
“Eh? Apa yang terjadi?”,Alma melihat keluar.
Lalu,ia sangat terkejut melihat Kazuto dalam kondisi terpenggal.
“Alma,kau melihat Kazuto?”,Akira menanyainya.
Alma hanya terdiam tak menjawabnya.Lalu,Akira pun melihat keluar.
“Tidak..tidak!!”
Melihat Kazuto,ia pun berlari ke arahnya.
“Apa yang telah terjadi?!”,ia memegang kepala Kazuto dan mengelus-elus nya.
Kesedihan telah mencapai puncaknya.Akira pun menangis di sebelah tubuh Kazuto.
Alma hanya bisa melihatnya.Karena ia sadar bahwa orang yang bisa menenangkannya hanya Kazuto seorang.
Dengan rasa sedih,mereka membawa Kazuto kembali ke guild.Akira mendekap kepalanya,sedangkan Alma menggendong tubuhnya.
Griy melihat mereka dari kejauhan
“Semoga kau bisa memperbaiki masa lalumu,Kazuto”,ucapnya.
Di sisi lain,Amato menemukan sebuah desa kecil
“Akhirnya!”
__ADS_1