
Kira kira tengah malam,Akira membangunkan Kazuto yang sedang tertidur di kursi.
“Kazuto! Kazuto!”,bisikannya agak keras.
“Ada apa?..”,saat Kazuto terbangun,Akira menutup mulutnya.
“Ssst..”
Kemudian,ia memperlihatkan Nina yang menangis dalam tidurnya.Tak lama berselang,ia mengigau.
“Tidak! Jangan!”,menggeliat.
Kazuto pun menghampirinya.Saat didekati,tiba-tiba dada Nina mengeluarkan cahaya yang menerangis seisi kamar.Akira dan Kazuto terkejut melihatnya.
“Apa dia bermimpi?”,tanya Kazuto.
Akira tidak tau apa apa.
Kemudian,Kazuto menggenggam kedua tangan Nina.Entah bagaimana,mendadak Nina menjadi tenang.Tangisannya terhenti dan cahayanya menghilang.
“Kemarilah..”,ajaknya kepada Akira.
Untuk menghindari hal seperti tadi,Kazuto dan Akira terus memeluknya sampai mereka tertidur.Kasur yang sempit seolah olah menjadi luas karena mereka yang sedang memeluk Nina.
Pagi hari pun tiba.Nina terkejut mendapati dirinya dipeluk oleh Kazuto dan Akira.Kehangatan menyelimuti tubuhnya itu.Nina tidak ingin pelukan itu dilepas oleh mereka.
Hingga akhirnya,Kazuto terbangun.Ia menoleh kepada Nina yang terus menatapnya dari tadi.Begitu Kazuto menoleh,Nina langsung memalingkan pandangan dengan perasaan malu.
Di sisi sebelahnya,Nina melihat Akira yang masih tertidur pulas.Ia terus memandangi wajahnya yang lucu itu.Namun,tiba-tiba Kazuto menjepit hidungnya yang membuatnya terbangun seketika.
“Ahaha..dia bangun”,ucap Kazuto.
Akira langsung menepis tangannya dan membalas perbuatannya itu dengan tamparan di pipinya.
“Dasar pengganggu!”
“Kalian lucu..Awalnya,kukira kalian berdua adalah sepasang suami istri..Tapi,apakah ada rencana tertentu?”,ujar Nina memisahkan mereka.
“Hhm..benar juga.Aku ingin cepat cepat menikah-”,jawaban Kazuto dipotong oleh Akira.
“Dasar mesum! Kau hanya ingin melakukan 'itu' kan?!”,tegurnya.
“Te-tentu saja tidak! Aku hanya ingin mencoba lebih romantis!”,balas Kazuto.
“Romantis katamu!? Menyuapi ku saja belum pernah!”
Nina hanya bisa tertawa geli melihat kelakuan mereka berdua.Walaupun belum sampai setahun,Akira dan Kazuto sudah sangat dekat layaknya adik kakak.
Berawal dari Kazuto yang menyelamatkan Akira,hingga Akira yang selalu memenuhi hari hari Kazuto sampai saat ini.Sekarang,bertambah lagi keluarga mereka walaupun hanya berupa teman.
Di saat seperti itu,Yuuta mengetuk pintu kamar.
“Kakak! Seharusnya kau sudah bangun!”,pintu pun dibukanya.
Setelah pintu terbuka,Yuuta disambut oleh Akira dan Kazuto yang saling tarik menarik pakaian serta Nina yang berusaha memisahkan mereka sembari tertawa.
“Apa ini..”,Yuuta kembali menutup pintu dengan wajah malu.
“Begitulah..”,Kazuto mengambil piring yang ada di meja makan.
“Kalian dekat sekali ya”,Amato duduk.
Akira terlihat kesal karena perkataan Kazuto tadi.Tetapi,hampir setiap hari ia seperti itu.Seolah olah,perkelahian bukanlah masalah serius,hanya sekedar lelucon.
Setelah sarapan,mereka bertiga pergi ke sekolah.Sementara,Akira dan Nina membereskan setiap penjuru ruangan.
–Guncangan
“Haah..aku bosan sekali..”,Kazuto memainkan pulpen.
“Sudah 5x kau mengatakan itu,Kazuto..”,ujar Hami yang sedang membaca buku di depannya.
“Kazuto!”,panggil salah seorang teman sekelasnya di dekat pintu.
Kazuto dan Hami pun menoleh ke arahnya.
“Seseorang mencarimu!”
“Siapa?!”,Kazuto bergegas menghampirinya.
Ternyata,orang yang sedang mencarinya itu adalah Akira.Ia berlarian di lorong sambil terus memanggil Kazuto dan mengecek setiap kelas.
“Akira?! Ada apa?!”,Kazuto panik.
“Kazuto! Kazuto!”,memeluknya sebentar lalu memegang kedua lengannya.
Karena hal itu,hampir semua murid keluar dari kelasnya dan berkumpul di lorong untuk melihat apa yang sedang terjadi.
“Tenanglah..”
“Nina! Dia..dia..dia..”,Akira terlihat panik sambil terus menarik narik tangannya.
“Apa yang..”
Tanpa pikir panjang,Kazuto bergegas pulang ke rumah untuk memastikan keadaan.Dari raut wajah Akira,sepertinya sedang terjadi sesuatu pada Nina,sehingga ia datang ke sekolah Kazuto.
“Kazuto!”,Amato keluar dari ruangan OSIS.
Kazuto tidak meresponnya.Ia terus berlari bersama Akira.
Setelah terus menerus berlari,akhirnya mereka sampai di rumah.Dari luar,terdengar suara keributan yang berasal dari kamar Kazuto.
“Nina!”,Kazuto menendang pintu kamar.
Di dalam kamar,didapati Nina yang sedang dicekik oleh seorang pria tinggi besar.Nina berusaha melepaskan diri dengan terus menendangnya.
“Lepaskan dia!”,dengan berani,Kazuto menendang kakinya.
Hal itu membuat si pria merasa sedikit terusik.Ia menoleh kepada Kazuto lalu melepaskan cekikannya.Melihat Nina yang terjatuh lemas,Akira langsung menghampirinya.
“Apakah..kau..pemiliknya?”,tanya si pria itu dengan suara yang menyeramkan.
Dilihat lebih dekat,si pria itu hanya memiliki satu mata,karena terdapat sebuah luka sayatan di mata sebelahnya.Dan juga ia memiliki tanduk kecil di dahinya.
“Aku tidak tau apa maksudmu! Pergilah dari sini!”
“Payah!”,ucapnya sambil menendang Kazuto.
“Kazuto!”,teriak Akira yang hanya bisa menyaksikannya.
Kemudian,ia mengeluarkan pedang dari tangannya.Ia terus tertawa sembari menghampiri Kazuto yang terduduk kesakitan.
“Kau hanya bocah tak berguna!”,si pria mengacungkan pedangnya.
Tanpa sepengetahuan Akira,Nina sudah tidak bersamanya.Ia membentangkan kedua tangannya untuk melindungi Kazuto.
“Nina?!”
“Hm?”,si pria itu terhenti.
“Kumohon..”,pinta Nina sembari menangis.
“Cih..tidak berguna!”,pria itu pun lenyap dari pandangannya.
Kazuto pun langsung memeluk Nina yang ada di depannya,kemudian disusul oleh Akira.
Setelah beberapa saat,Nina akhirnya tenang.Walaupun ia terlihat trauma akan kejadian tadi.Ia hanya duduk melamun di kasur ditemani Akira.Sementara Kazuto terlihat sedang berpikir.
“Kita harus bergegas ke dunia itu!”,ajak Kazuto.
“Kenapa?”
“Kita tidak bisa membiarkan hal itu terus terjadi padamu,Nina…Dan juga,sepertinya para iblis itu mempunyai suatu urusan denganku”
Saat itu,Kazuto tidak kembali lagi ke sekolah.Meskipun terbilang masih pagi,tetapi ia memilih di rumah untuk menjaga Nina dari hal yang tidak diinginkan seperti tadi.
Sore hari,Amato dan Yuuta pun tiba di rumah.Mereka langsung ke kamar Kazuto untuk mengecek keadaan Nina.
“Kazuto! Bagaimana kondisinya!?”,menyimpan tasnya di pintu kamar.
“Tenang saja.Dia hanya berhalusinasi karena mimpi buruk semalam..”
Kazuto sadar kalau dirinya telah berkata bohong.Ia merasa harus mengatakan yang sebenarnya kepada Amato dan Akira.
Akhirnya,Kazuto menceritakan semuanya kepada mereka setelah selesai makan malam.
“Seperti itulah..Jadi,kumohon!”,Kazuto menempelkan kepalanya ke meja makan.
Amato dan Akira terlihat sedikit kebingungan.Tapi,mereka tau apa yang harus dilakukannya,yaitu berpura pura tidak tau apa apa.Jika teman Kazuto bertanya,maka jawabannya adalah dia sedang merawat sepupunya yang sakit.
“Mungkin aku butuh waktu lama untuk menyelesaikannya..”
“Tenang saja,Kazuto.Tidak mungkin sebuah petualangan berakhir dalam waktu sehari”,ujar Amato.
Setelah itu,Kazuto,Akira dan Nina pun bersiap siap untuk pindah ke dunia Parallel,sebuah dunia atau dimensi yang hanya bisa dimasuki oleh jiwa seseorang saja.
Nina membuat sebuah lingkaran sihir di dalam kamar Kazuto.Kemudian,mereka bertiga berdiri di atas lingkaran itu.Amato dan Yuuta hanya bisa melihatnya dari pintu kamar.
“Kalian siap?”,tanya Nina yang langsung dijawab dengan anggukan.
__ADS_1
“Another Dimension : Parallel!”
Cahaya pun muncul dari lingkaran itu yang menerangi ruangan.Dalam sekejap,jiwa mereka sudah berpindah.Sementara tubuh mereka tergeletak tak berdaya.Amato dan Yuuta memindahkan tubuh mereka ke kasur dan menyelimutinya.
“Kami akan menjaga kalian..”,ucap Yuuta mengelus wajah Kazuto.
—Untuk kedua kalinya
Mereka berpindah ke tempat yang dikhususkan bagi para pendatang.
“Baiklah..langsung saja”
Mereka mulai berjalan untuk mencari sebuah kastil yang sebelumnya pernah dikunjungi oleh mereka tempo waktu.
Saat di perjalanan menuju ke kota kecil dekat kastil,Kazuto melihat hal aneh di kejauhan.Bayangan hitam merambat dengan cepat menutupi padang rumput yang hijau.
Bayangan itu disertai oleh awan petir di atasnya.Sejauh mata memandang,Kazuto melihat ujung utara telah ditutupi oleh bayangan itu.
“Apa itu?”,Kazuto terhenti.
“Ada apa,Kazuto?”,Akira berhenti lalu menoleh kepadanya.
“Lihat itu..”,tangannya menunjuk.
Begitu Akira dan Nina melihatnya,mereka terkejut.
“Itukan..”,ucap Nina yang sepertinya mengetahui sesuatu.
“Kemarilah!!”,teriak Kazuto sambil mendekap mereka berdua.
Diawali oleh angin yang berhembus kencang,lalu diikuti oleh bayangan yang menutupi medan yang dilaluinya.
Begitu bayangan itu dipijaknya,tidak ada yang terjadi pada mereka.Tetapi,semuanya menjadi gelap dan suram.Petir menyambar kemana mana.
“Apa ini?!”,Kazuto melihat sana sini yang sudah menjadi hitam.
Tak lama kemudian,mereka bertiga mendadak terjatuh ke bawah.Tanah yang mereka pijak berubah menjadi sebuah lubang yang besar.
Walaupun tidak terlalu dalam,Kazuto rasa mustahil untuk kembali ke atas.
“Kalian tidak apa apa?”,membangunkan mereka berdua.
“Ya..”
Tiba-tiba,dari sekeliling mereka bermunculan tengkorak yang membawa senjata.Semua tengkorak itu langsung menyergap mereka bertiga.
“Wind Pusher!”,Nina membacakan sebuah mantra sihir.
Hembusan angin kencang melemparkan semua tengkorak itu.
“Sial..Padahal kita belum memiliki senjata!”,decap Kazuto.
“Ka-kazuto..”,Akira memanggilnya.
“Apa-!?”
Kedua tangan Akira mengeluarkan cahaya berwarna ungu.Ia terlihat panik akan hal itu.
“A-apa yang terjadi padaku!?”,memberikan tangannya pada Kazuto.
“Itu adalah..Kekuatan potensimu”,sahut Nina yang sedang mempersiapkan sihir.
“Kekuatan potensi?..”
Dalam dunia Parallel ini,ada yang dinamakan Kekuatan Potensi,yaitu kekuatan yang didasarkan pada jiwa seorang pendatang yang dimana ia sudah memiliki serpihan atau cikal bakalnya dalam tubuh manusianya.
Selain itu,ada juga Kekuatan Kutukan.Yaitu kekuatan yang diberikan oleh iblis manapun,baik itu terikat kontrak atau hanya sekedar pemberian tak sengaja.Tapi,kebanyakannya adalah yang terikat kontrak.Dimana,jiwa yang diberinya kekuatan harus menuruti keinginan iblis pemberinya.
Saat ini,Akira mendapatkan kekuatan potensi dari dalam dirinya yaitu berupa sihir manipulasi yang bisa mengendalikan apapun.Sedangkan Nina,memiliki kekuatan kutukan dari sang pimpinan Entitas Iblis yang berupa sihir yang sangat kuat dan beragam.
“Lakukan sesuatu!”,Kazuto menendang beberapa tengkorak yang mendekatinya.
Lalu,dari dalam kegelapan,muncul sesosok makhluk yang melayang dengan membawa sabit besar.Wajahnya berupa tengkorak.
“The Reaper!”,Nina panik.
Makhluk itu melesat kepada Kazuto.Melihatnya,Akira berniat untuk melindunginya.Tetapi,beberapa tengkorak terus menghalanginya.Nina pun kesulitan menghadapi mereka yang berjumlah puluhan.
“Kazuto!”
“Sial!”,menghindar.
Reaper itu terus menyerangnya.Sementara Kazuto tidak bisa melawannya sama sekali.Ia terus melompat kesana kemari untuk menghindari serangannya.
Hingga,pijakan Kazuto berubah.Kaki kanannya tertancap di dalam tanah.Karena pijakan yang awalnya keras berubah menjadi seperti lumpur.
Melihat kesempatan emas,Reaper itu mengarahkan sabitnya ke kaki Kazuto yang tertancap itu.
“Tidak!”,teriak Akira yang melihatnya.
Kaki kanan Kazuto terputus karena sabitnya.Lalu,Kazuto terjatuh tak sadarkan diri.Di saat seperti itu,pikirannya mendadak kosong.
“Nak!”
Kazuto terbangun di sebuah ruangan putih.Ia melihat seseorang berdiri di depannya.Penampilannya berwarna putih menyala di seluruh tubuhnya.
“Kau!?..”,Kazuto mengingat sesuatu.
Ingatannya kembali menjelajah beberapa peristiwa yang telah berlalu.Salah satunya adalah berpetualang di dunia kedua,dunia game.
“Benar! Aku Uni”
“Aku..aku..aku..tidak mengerti!!”,Kazuto bertekuk lutut kebingungan.
“Benar juga.Kau tidak akan langsung mengerti semua ini”,jelas Uni.
“Tapi…”,lanjutnya.
Seluruh tubuh Uni berubah menjadi hitam pekat dengan mata yang putih menyala.
“Izinkan aku,Sang Pesuruh Dewa,Evil,membantumu”
“Hah?!”,Kazuto terkejut melihatnya seperti itu.
Sementara Akira dan Nina menghadapi Reaper beserta pasukan tengkorak itu,Kazuto tergeletak tak berdaya dengan kakinya sebelah terputus.
Namun,di alam sadarnya,Kazuto bertemu dengan Uni yang kemudian berubah menjadi sosok hitam Sang Pesuruh Dewa,Evil.
Menurut penjelasan singkatnya,Evil adalah sosok yang sifatnya berkebalikan dengan Uni.Dimana,Uni selalu bersifat santai dan tenang kepada Kazuto,Evil memiliki sifat energik.Meskipun secara tidak langsung ia disuruh oleh Uni untuk membantunya.
“Bagaimana? Ha?!”,Evil memutari Kazuto.
“Untuk sekarang,sebaiknya kau bantu aku! Aku kehilangan satu kakiku dan aku tidak memiliki senjata untuk bertarung!”,pinta Kazuto.
“Begitu ya..Bagaimana kalau..Penopang Neraka?”
“A-apa itu?!”
“Kau mengkhawatirkan mereka kan?”
Dalam kondisi seperti itu,Kazuto mengkhawatirkan Akira dan Nina yang sedang bertarung di luar sana.Ia tidak punya alasan untuk menolak bantuan apapun dari Evil.
“Baiklah! Cepat lakukan!”
Mendengar jawaban itu,Evil terlihat gembira.
Kemudian,terjadilah sesuatu pada tubuh Kazuto.Kakinya meregenerasi,namun berwarna hitam pekat.Mereka berdua terkejut dan merasa aneh melihat itu.
Tak berselang lama,kaki itu mengeluarkan api yang menyelimutinya hingga lutut.Lalu,disusul oleh Kazuto yang siuman.
“Apa yang- Woaahh!!!”,Kazuto kaget bukan main melihat kakinya terbakar.
“Kazuto! Kau tidak apa apa?!”,Akira menghampirinya.
“(Aneh.Aku tidak merasakan apapun.Walaupun kakiku berapi,aku tidak merasakan panas) Hmm ya”,pikir Kazuto sembari terus melihat kakinya.
“Kalian? Bisakah kalian membantuku?”,Nina sudah mulai kehabisan tenaganya bukan sihirnya.
“Baiklah! Aku akan menggunakan kakiku!”,Kazuto bersemangat melihat kakinya mempunyai kekuatan api.
Kazuto pun melawan semua tengkorak itu dengan kakinya sendirian.Ia dengan mudahnya menghancurkan mereka hanya sekali tendang.Hal itu membuat sang Reaper diam tak berkutik.
“Kena kau!”,mengarahkan kakinya kepada Reaper.
Sebelum mengenainya,Reaper menghilang begitu saja.Ia lenyap tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.Tempat itu yang awalnya hitam,kembali menjadi seperti semula.
“Dia pergi?”
“Sepertinya begitu..”,Nina menghampiri Kazuto.
Tiba-tiba,api di kaki Kazuto padam dan menghilang.Ia mendadak jatuh sambil meringis kesakitan.
“Kakiku!!”
“Kazuto! Kau tidak apa apa?”
“Aku..tidak bisa..berdiri”,balas Kazuto.
__ADS_1
Mereka segera naik ke atas menggunakan sihir teleportasi milik Nina.Kazuto pun dibopong oleh mereka berdua menuju ke kota kecil yang terlihat di kejauhan.
Sesampainya di sana,Akira membeli tongkat untuk Kazuto.
“Pakailah..”,memberinya kepada Kazuto.
“Maaf..”
Kazuto bisa berjalan dibantu oleh tongkat itu.Mereka menuju ke kastil yang ada di dekat sana.Di dekat gerbang,terlihat seorang penjaga yang pernah mereka temui.
“Selamat datang lagi..”,sambutnya.
Ia terlihat keheranan melihat Kazuto yang berdiri dengan tongkat di kanannya.
“Apa yang terjadi?”
“Ahh..aku..lumpuh”,Kazuto mencoba menyembunyikan hal yang dialaminya tadi.
“Untuk sekarang,kalian berdua masuk saja”,mendorong Akira dan Kazuto.
“Sampah tidak boleh masuk”,gumamnya kepada Nina.
Nina pun hanya bisa terdiam disitu.Sepertinya terjadi sesuatu antara Nina dan si penjaga itu.
Di dalam,mereka dipersilahkan duduk oleh pelayan yang ada di dalam.Telah dipersiapkan sebuah meja panjang untuk rapat dan mereka berdua duduk di ujungnya.
“Namaku Albert.Aku memegang kepemimpinan sebagai panglima pasukan di kastil ini”
“Uhm halo..namaku-”,tangan Albert menutupi mulutnya.
“Nanti saja..Dan kebetulan sekali,Tuan Putri akan datang ke sini sore nanti.Kalian tunggu saja di sini.Jika menginginkan sesuatu,bilang saja kepada pelayan yang ada di belakangmu”,ucapnya sambil meninggalkan ruangan.
Di sisi lain,di kediaman Kazuto.Yuuta dan Amato hanya bisa menatapi mereka bertiga yang terbaring tak bernyawa.
“Kau benar.Dia takkan kembali dalam beberapa jam”,ujar Yuuta.
Sore hari pun tiba.Meja rapat itu mulai dipenuhi orang beberapa petinggi di kota itu.Mereka terlihat berbisik bisik mengenai orang asing,yaitu Kazuto dan Akira.
“Semuanya! Beri hormat kepada Tuan Putri!”,teriak Albert di pintu masuk.
Tak kunjung lama,seorang putri cantik memasuki ruangan rapat itu.Semua orang yang ada di ruangan memberi hormat kepadanya dengan berdiri dan menundukkan kepala.
Kebetulan,kursi duduk putri itu berada di dekat Kazuto.Saat dia melihat Kazuto,Kazuto langsung menundukkan kepalanya.
“Baiklah semuanya..kita mulai saja rapatnya!”,ucap putri itu.
Topiknya adalah mengenai beberapa hal seperti perkonomian,keamanan,ekspansi dan lainnya di kota tersebut.Walaupun terbilang kecil,kota itu adalah aset penting milik kerajaan yang harus dijaga dan dikembangkan.
“Dan yang terakhir..”,putri itu melirik Kazuto.
“Mereka pendatang baru dan rasnya adalah Human Soul (Jiwa manusia)”,ucap Albert yang berada di samping sang putri.
“Siapa namamu?”,tanya nya.
“Na-namaku Kazuto dan ini Akira”,ucapnya sambil berdiri.
Dalam posisi berdiri,Kazuto menahan rasa sakit dari kakinya.Ia sengaja tidak memakai tongkatnya karena malu akan ditertawakan oleh semua yang ada di situ,termasuk Tuan Putri.
Tidak kuat menahannya,Kazuto kehilangan keseimbangan.Tetapi,tepat sebelum ia terjatuh,sang Tuan Putri memeganginya dan hal itu membuat seisi ruangan gempar.
“Tuan Putri!”,ucap salah seorang petinggi.
Kazuto pun malu akan hal itu.
“Aku akan menjadikan mereka sebagai Personal Bodyguard ku!”,ucap putri itu sambil mendekati Akira.
Sontak saja para petinggi itu terkejut.Karena,tidak sembarang orang bisa menjadi Personal Bodyguard atau Pengawal Pribadi Tuan Putri.Ntah apa yang ada di benaknya.Mungkinkan dia tertarik kepada Kazuto? Atau ada maksud lain?
“Tu-tuan Putri! Kau yakin?”,tanya Albert yang juga terkejut.
“Tentu saja..Antarkan mereka malam ini ke kastilku”,balasnya.
Karena telah membahas semua hal,rapat pun ditutup.Tuan Putri segera kembali ke tempatnya dengan diantar oleh sekelompok pasukan berkuda.
Sementara yang lainnya berpesta,Kazuto dan Akira sedang mendengarkan penjelasan Albert mengenai tugas yang harus dilakukan untuk memusnahkan Entitas Iblis.
“Tugasmu hanya seperti itu..”
“Kedengarannya mudah”
“Benar.Walaupun mudah,kalian tidak boleh lengah!”,tegas Albert.
“Baiklah!”,Kazuto dan Akira serentak.
“Itu saja..Untuk saat ini,kalian tunggu di sini sampai persiapan selesai”,jelasnya sambil keluar ruangan.
Albert dibantu oleh beberapa penjaga lain mempersiapkan untuk keberangkatan ke kerajaan.
“Apa rumah Nina berada di dekat sini?”,tanya Akira melihat kesana kemari.
“Benar juga.Kenapa dia tidak ikut masuk?”,Kazuto bertanya balik.
Beberapa saat kemudian,persiapan pun selesai.Kazuto dan Akira segera menaiki kereta kuda yang dikawal oleh Albert dan enam penjaga lainnya.
Menurut penjelasan Albert,Culmorian Kingdom adalah kerajaan terbesar dan terkuat di benua ini.Karena mampu mengalahkan pasukan serikat dari beberapa kerajaan yang ingin merebut sumberdaya kerajaan ini.
Setelah cukup lama,akhirnya Kazuto sampai di depan kastilnya.Albert hanya mengantarnya sampai depan gerbang.
“Aku hanya bisa mengantarmu sampai ini”
“Terima kasih banyak..”
“Dan juga..jaga sikapmu di depan Tuan Putri”
Di dekat pintu masuk,terlihat dua orang penjaga membukakan pintu ke dalam kastil.Di lobi kastil,terdapat dua orang pelayan yang menyambut kedatangannya Kazuto dan Akira.
Mereka diantarnya menuju ruangan dimana Tuan Putri berada.Sesampainya di sana,mereka disuruh duduk di kursi meja makan pribadi sambil menunggu kedatangannya.
“Silahkan..”,mereka berdua menyuguhkan makanan.
Tanpa rasa malu,Akira langsung menyantap makanan itu.Sedangkan Kazuto masih melamun kebingungan memikirkan semua yang telah dialaminya hari ini.
“Kazuto?”,tanya Akira.
Beberapa saat kemudian,Tuan Putri pun memasuki ruangan.Penampilannya sangatlah menawan yang membuat Kazuto terpesona akan dirinya.
“Maafkan aku..Butuh waktu bagiku untuk mempersiapkan diriku..”,ucapnya sambil duduk.
Setelah duduk rapi di hadapan mereka berdua,Tuan Putri terus menatap Kazuto yang tidak menyentuh makanan yang disuguhkan.Berbeda dengan Akira yang terlihat kelaparan.
Karenanya,Kazuto tertunduk malu.Tidak seperti biasanya,ia merasa canggung di hadapan wanita yang belum ia kenal.
“Ada apa? Kau sakit?”
“Ti-tidak!”,jawab Kazuto menggelengkan kepalanya.
Ia pun mengambil sepotong kue yang kemudian disodorkan ke mulut Kazuto.
“Ayolah..segigit saja”,pinta Tuan Putri.
Begitu Kazuto menatap wajahnya,ia merasakan hal tak biasa merasuki pikirannya.Dalam hatinya,ia merasa terpukau akan wajahnya yang sangat cantik.
“(Perasaan apa ini?!)”,membuka sedikit mulutnya.
Rasa cinta memenuhi hati Kazuto saat itu.Hasrat seksual mulai menutupi pikirannya.Ia tidak bisa memalingkan pandangannya dari wajahnya yang cantik itu.
Akira yang tidak mengetahui apa apa hanya bisa melihat Kazuto disuapi oleh sang Tuan Putri.
“(Ini aneh..Setahuku,Kazuto tidak akan tertarik oleh wanita begitu saja)”,pikirnya sambil terus memperhatikannya.
“(Percuma! Aku..aku harus menidurinya!)”
Perlahan lahan Kazuto beranjak dari duduknya.Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Tuan Putri yang duduk di hadapannya.
“(Hei!)”,Evil tiba-tiba muncul di pikirannya.
Kazuto pun langsung tersadar.Ia terhenti dalam posisi hampir mencium sang Tuan Putri.Begitu menyadari posisinya,Kazuto langsung melompat ke belakang karena terkejut.
“Waaaa!!!”
Melihat kejadian itu,Tuan Putri menutupi tawa kecilnya dengan tangannya.
“Kazuto?”,Akira beranjak.
“(Hahah..Kau terlalu cepat,bodoh!)”
“(Suara ini?! Evil!)”,jelmaan pikiran Kazuto menghampiri Evil yang berada dalam pikirannya.
“Ada apa? Apa yang terjadi!?”,tanya Kazuto.
“Jika kau terjerumus oleh godaan wanita itu,tamatlah sudah..”,wajah Evil yang awalanya riang berubah menjadi serius.
“A-apa maksudmu?”
“Dia memiliki aura penggoda yang besar..Yah meskipun hanya perkiraanku saja.Tapi dia mungkin memiliki rasa haus akan \*\*\*\* yang didasari oleh kekuatan iblis”
__ADS_1
Kazuto pun terkejut mendengar itu.