The Un : Countless

The Un : Countless
Mengubah masa lalu


__ADS_3

-Mengulang


“(Dimana ini?)”



Kazuto mengambang di sebuah ruangan gelap.



“(Apa yang terjadi?)”



“(Akira…)”



Tiba-tiba,terdengar suara olehnya


“Pertanyaan.Apa kau ingin mengulang kembali?”



“(Hah? Apa maksudnya?)”



Kemudian,muncul sebuah pilihan Ya atau Tidak di hadapannya.



Lalu,Uni muncul secara mendadak


“Bagaimana?”



“Kau bisa memulai petualangan barumu di dimensi yang berbeda”



“Apa maksudnya?”,tanya Kazuto.



“Jika kau menekan Ya,kau akan muncul di sebuah tempat baru.Dan jika kau menekan Tidak,kau akan benar benar mati”,jelas Uni.



“Apakah ada syaratnya?”



“Semua ingatanmu akan hilang.Kecuali nama dan usiamu”,menepuk pundak Kazuto.



Kazuto pun terkejut.Jika ia dihidupkan kembali,semua ingatannya akan dihapus.Namun,jika ia menolak untuk dihidupkan,ia tidak bisa kembali ke bumi atau benar benar mati.



“Baiklah,lakukan!”



Ia pun menekan tombol Ya.



“Pejamkan matamu,nak”



Ia pun memejamkan matanya.Tubuhnya mengeluarkan cahaya.Ia menempuh perjalanan dimensi selama beberapa menit.



Dimensi nya pun telah ditentukan.Kazuto berada di sebuah ruangan kumuh.Ia terlihat dikelilingi oleh beberapa penyihir.



“Apakah berhasil?”,bisik salah satu dari mereka.



Kazuto pun membuka matanya dan langsung terbangun.



“Dia bangun”



Kazuto melihat sekeliling dan para penyihir itu.Mereka terlihat senang akan kehadiran Kazuto.



“Syukurlah!”



“Siapa kalian?”,tanya Kazuto.



“Kami adalah pemanggil”



Setelah itu,mereka memberi Kazuto makanan dan air minum.Kemudian,mereka pun bercerita kepadanya.



“Menurut legenda,takdir bisa diubah oleh manusia panggilan.Dikatakan,ia dapat mengendalikan sebuah negara dengan mudah”,jelas salah satu dari mereka.



“Lalu,apa tujuan kalian memanggilku?”,Kazuto langsung paham akan penjelasannya.



“Kami merasa tertindas.Penyihir pemanggil merupakan pahlawan dari rakyat yang kesusahan”



“Hm..begitu.Siapa penguasa di negeri ini?”



“Ratu Roxy.Bagi kami,ia adalah penguasa kejam yang membuang orang tak berguna.Namun,menurut masyarakat kerajaan,ia bagaikan seorang dewi yang baik hati.Karena mereka mendapat perlakuan baik darinya…Sungguh tidak adil!”,jelasnya.



“(Jadi,tugasku hanya menyingkirkannya ya..Menarik) Ada berapa negeri di dekat sini?”



“Yang ku ketahui hanya lima,Kekaisaran Ertain di dekat perbatasan utara,Kerajaan Sully di barat,Kerajaan Yo Mah di utara,Teokrasi Revide di timur,dan musuh bebuyutan kerajaan ini,yaitu Kerajaan Luvill di dekat perbatasan Kerajaan Yo Mah”



“Apa kau tahu latar belakang setiap kerajaan itu?”



“Maaf.Para pengintai menghilang begitu saja.Hingga saat ini,kabar mereka tidak diketahui”



“Baiklah,aku mengerti! Serahkan saja padaku!”,Kazuto dengan penuh percaya diri.



Di sisi lain,Amato tinggal di sebuah desa kecil di pinggir danau.Ia sudah bisa beradaptasi hanya dalam 2 hari.



Disana,ia membantu para petani,peternak bahkan pedagang bekerja.Walaupun ia hanya diberi sebuah gubuk kecil untuk ditinggali,tapi itu cukup baginya untuk beristirahat.



“Paman,apakah ada kerajaan terdekat dari sini?”,tanya nya.



“Di balik pegunungan itu ada Kekaisaran Ertain.Desa ini merupakan ujung wilayah selatannya”,ucap seorang peternak.



“Apakah aku bisa kesana?”



“Ntahlah..Walaupun kaisar di sana jarang berperang,tapi keamanannya sangat ketat.Jika kau ingin bekerja di sana,kau hanya bisa menjadi seorang penambang.Itu pun bayarannya tidak seberapa”,peternak itu melanjutkan pekerjaannya.



“(Kekaisaran Ertain,ya?)”



“Akira,kau yakin tidak apa-apa?”,tanya Alma.



“Aku..tidak apa-apa”,Akira membawa kepala Kazuto sambil menahan tangis.



“Tapi,kenapa kita harus membawanya?”,ucap Alma yang menggendong tubuh Kazuto.



“Kita harus menyimpannya! Dia pasti akan kembali! Pasti!”



Sementara itu,Uni memperhatikan mereka dari kejauhan


“Hm..sungguh naif”



“(Baiklah..apa yang harus ku lakukan?)”,Kazuto berpikir.



“Apakah ada pekerjaan di sini yang siapapun bisa mendaftarkan diri?”



“Pekerjaan…Mungkin pengangkut sampah atau penambang”



“Tidak tidak.Itu terlalu membosankan”



“Ohh..mungkin kau bisa menjadi petualang”



“Petualang?”



“Benar.Kau pergi saja ke sebuah bar di dekat gerbang”



Kazuto pun pergi untuk memastikannya.



Dari kejauhan,kerajaan itu terlihat sangat luas.Kastilnya besar dan mencolok.Namun,tidak semua rakyatnya hidup sejahtera.



Kazuto pun sampai di depan gerbang.Terlihat,seorang penjaga menghampirinya


“Kau tersesat,nak?”



“Aku ingin menjadi petualang”,jawabnya.



“Ohh kau pendatang,ya? Itu tempatnya”,menunjuk ke sebuah bangunan.



Kazuto pun memasukinya.Di dalamnya ada banyak orang yang sedang minum.Kazuto langsung menghampiri meja si pemilik.



“Permisi,nyonya.Aku ingin-”



“Menjadi petualang?”,ucapnya.



“Ahh i-iya”



“Sebelum kau resmi menjadi anggota,ada sebuah ujian khusus untukmu”,ia mengeluarkan sebuah pedang dari bawah meja.



“Pedang?”



Muncul dari belakangnya seorang wanita yang juga membawa pedang.



“Kau harus mengalahkan putriku terlebih dahulu”



“Maksudmu untuk menguji tekhnik bertarungku?”,Kazuto pun mengambil pedang yang tergeletak di atas meja.



“Anna,pergilah”



Wanita itu melirik Kazuto dari kaki hingga kepala.



“Ikuti aku!”



Kazuto pun dibawa ke sebuah ruangan tertutup.Setelah masuk,pintu dikunci olehnya.



“Siapa namamu?”,tanya nya.



“A-ahh..namaku Kazuto”,ia terlihat gugup.



“Kenapa kau ingin menjadi petualang?”



“A-aku ingin..membantu ayahku.Keluargaku tinggal di daerah pinggiran”



“Ohh begitu..Asal kau tau,jika kau tidak bisa mengalahkanku atau bertahan dariku,kau tidak akan menjadi petualang”,ia mengacungkan pedangnya.



“Y-ya..aku tau”,Kazuto pun melakukan hal yang sama.



“Tenang saja,ada beberapa ramuan penyembuh di sana”,wanita itu menunjuk sebuah meja di pojokan.



Saat Kazuto melihat mejanya,wanita itu menyerangnya.



Beruntung Kazuto bisa menghindarinya.Namun,pipinya tergores.



“(Dia cepat)”



“Ohh..aku terkejut”,wanita itu bersiap untuk menyerang.



Ia pun menyerangnya berkali kali.Untungnya,Kazuto bisa menahannya.Kemudian,ia menendangnya.Wanita itu pun menjauh.



“Baiklah.Aku akan memakai skill ku”



“(Skill?)”



Pedangnya menyala.



“Terima ini!”,ia melesat.



Kazuto menahan serangannya.Tapi,jarinya tersayat.Ia terlihat kesakitan.



“Bagaimana? (Nikmatilah skilll ku,Kazuto)”



Kazuto tiba-tiba terkejut melihat seorang wanita yang sangat cantik dihadapannya.Wanita itu menggoda Kazuto.



“(Sial! Apa ini?)”



Wanita yang dihadapannya menghilang.Tangan Kazuto tiba-tiba tergores.



Ia pun menoleh ke belakang.Dan wanita cantik itu ada di sana melambaikan tangan kepada Kazuto.



“(Ini tipuan! Bagaimana caraku melawannya?!)”



Pedang berhasil menggores kaki Kazuto.



“(Sial! Apakah aku punya skill untuk melawannya?)”



Tiba-tiba,suara misterius muncul di kepalanya


“Skill pasif,Memperlambat,diaktifkan”



“(Apa?)”



Setelah suara itu menghilang,Kazuto melihat wanita yang ia lihat di awal berada di belakang wanita cantik tersebut.



“(Ternyata benar.Ini tipuan)”



Gerakan wanita itu terlihat lambat.Terlihat ia mencoba menyerang bagian leher Kazuto.Karena pergerakannya yang lambat,ia bisa menghindarinya.



Kemudian Kazuto memegang kedua tangannya.Lalu menjatuhkannya ke lantai dalam posisi tengkurap.



Wanita cantik yang dilihat Kazuto pun menghilang.Ia menguncinya dengan memegang kedua tangannya dan menindih tubuhnya.



“Aku sudah tau trikmu,wanita licik”



“Sialan kau,pria mesum”



“Baiklah,aku menang kan?”



“Tentu saja.Sekarang,menyingkirlah dari situ”



Kazuto pun duduk di sebelahnya.



“Kau boleh memanggilku Anna”



“Baiklah,Anna.Sekarang aku sudah resmi menjadi petualang?”



“Belum...Ulurkan tanganmu”



Kazuto mengulurkan tangannya.Wanita itu pun memegang pergelangan tangannya.



“A-aw..sakit”



“Lemah”



Terlihat,di pergelangan tangannya,ada sebuah tanda bulat hitam.Tanda itu merupakan ciri bagi seorang petualang.



“Kau sudah resmi.Selamat!”,ia pun menjabat tangannya.


__ADS_1


Setelah itu,Kazuto langsung mendapati misi pertamanya.



“Apa?! Bunglon?”,ia terkejut.



“Benar.Bunglon raksasa itu sering memakan hewan hewan ternak milik warga”,ucap si nyonya.



“Tenang saja.Aku akan menemanimu”,Anna menepuk pundak Kazuto.



Setelah beberapa lama,mereka sampai di tempat yang dituju.Di sana,ada banyak sekali bebatuan besar.



“Asal kau tau ya..bunglon itu memiliki air liur yang menghasilkan-”



Tiba-tiba,dari arah depan,bunglon itu menggunakan lidahnya untuk membelit Anna dan melahapnya.



Hewan bunglon bisa berkamuflase dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.Terlihat,ia menyatu dengan bebatuan.



“Sial! Anna!”,Kazuto pun mengeluarkan pedangnya.



Bunglon itu menjulurkan lidahnya lagi.Karena sedikit lambat,Kazuto bisa menghindarinya.



“Bukankah ini terlalu mudah?”,ucapnya sambil terus menghindar.



“(Baiklah..aku akan memakai skill ku)”



Suara misterius muncul lagi di kepalanya


“(Memperlambat,diaktifkan)”



Sambaran lidah bunglon itu menjadi sangat lambat.Kazuto pun memotongnya.Bunglon itu terlihat kesakitan.Dan ternyata,Anna masih berada di mulut bunglon itu.



Kazuto pun membutakan bunglon itu dan segera mengeluarkan Anna dari dalam mulutnya.



Setelah berhasil mengeluarkannya,ia pun membelah bunglon itu menjadi dua.Hingga ia sudah tak bernyawa lagi.



Suara di kepalanya muncul lagi


“(Skill bonus didapatkan,Kamuflase,membuat penggunanya bisa berkamuflase dengan lingkungan sekitarnya selama 10 menit)”



“Woah..aku dapat skill darinya”



Anna pun terbangun


“Ehmm..”



“Ada apa?”



Wajahnya terlihat memerah.Ternyata,ia mengompol di celananya.



“Air liurnya menghasilkan geli yang luar biasa”



“Dasar”,Kazuto geleng geleng.



Kami pun kembali ke bar petualang.



“Kau boleh tinggal disini”,Anna membuka sebuah kamar kosong.



“Ehm..baiklah,terima kasih”



Kazuto pun berbaring di sana.



“(Sekarang aku punya dua skill,ya? Memperlambat dan Kamuflase.Dengan itu,aku…)”



Kazuto terpikirkan sesuatu dan langsung duduk.



“(Tunggu..Jika aku bisa berkamuflase dan memperlambat,aku bisa menyelinap ke istana sekarang juga)”



“(Haah..andai aku punya skill hipnotis..Mungkin aku bisa-)”



Tiba-tiba,seseorang mengetuk pintu kamarnya.Ia pun segera membuka pintunya.



“Anna?”



“Ada sebuah misi darurat untukmu”,secara rinci,Anna menjelaskan misinya.



“Apa? Jamur bingung?”



“Cepatlah waktunya tidak banyak”



Kazuto pun bergegas menuju tempat yang dituju.



Misinya adalah menghalau Jamur Bingung yang akan menyerang penduduk.Disebut demikian,karena jamur ini mengeluarkan asap yang dapat membuat seseorang menjadi kebingungan atau linglung.



“(Kebetulan sekali,ya)”



Setelah beberapa saat,ia pun melihat jamurnya.Terlihat beberapa jamur berusaha mendekati penduduk.



Ternyata,di sana sudah ada beberapa petualang yang sedang melawannya.Namun,mereka hanya menebas udara bahkan ada yang lari kesana kemari.



“Ternyata benar..asapnya berbahaya”



Kazuto pun naik ke sebuah pohon lalu pindah ke pohon lain untuk menyerang titik butanya,yaitu bagian atasnya.



Ia mendarat di atas sebuah jamur lalu menusuknya dengan pedang.Jamur itu berusaha melawannya.Ia mengeluarkan akar dari tubuhnya dan melempar Kazuto yang berada di atasnya.



Kazuto terlempar cukup jauh.



“Sial!”



Kemudian,ia mengaktifkan skill nya


“(Kamuflase,diakifkan.Memperlambat,diaktifkan)”



Ia pun terlihat seperti rumput yang diinjaknya.Lalu,Kazuto menghampiri jamur itu dan menebas tubuhnya.



Jamur jamur itu pun tumbang.Sedangkan,jamur yang lainnya kembali ke dalam hutan untuk menyelamatkan diri.



“(Skill pertahanan diri,Asap Bingung,didapatkan)”



“Skill pertahanan diri?”



“(Penjelasan..Skill pertahanan diri bisa diaktifkan ketika pengguna telah menerima serangan dari musuh)”



“Ohh begitu,ya”



Para penduduk di dekat sana terlihat melambaikan tangan kepada Kazuto.Ia pun melambaikan tangannya juga.



Hari menjelang malam.Kazuto pun kembali ke kamarnya.



“(Baiklah..aku bisa menyelinap ke istana sekarang)”,duduk di atas kasur.



“Kazuto!”,Anna dari depan pintu.



“Sekarang apa lagi..”,ia membuka pintu.



“Ini bayaranmu”,ia memberikan sekantung koin kepada Kazuto.



“Woah..aku dapat bayaran!”




“(Baiklah..aku akan berangkat tengah malam)”



Setelah itu,Kazuto pun beristirahat.


—Misi yang mulia


Tepat di tengah malam,Kazuto terbangun.Ia ingat akan rencanannya untuk menyusup ke istana ratu.



Ia memakai mantel kerudung untuk menyembunyikan identitasnya.Di dalam bar,terlihat beberapa orang sudah tertidur.Namun,ada juga beberapa yang masih bermain kartu.



Dari luar bar,Kazuto menuju ke sebuah gang di dekat gerbang masuk. Terdapat beberapa penjaga sedang berjaga di sana.



Kazuto pun melempar sebuah kaleng ke tempat gelap.Benar saja,para penjaga itu menghampiri sumber suara kaleng itu.



Dengan skill Memperlambatnya,Kazuto masuk melewati gerbang itu.



Di kawasan dalam,sudah tidak ada lagi penduduk yang di luar rumah.Semua bangunan di sana sudah tertutup rapat.



Di kejauhan,terlihat beberapa penjaga menuju ke arahnya.Kazuto pun segera menempel ke sebuah tembok kemudian mengaktifkan skill Kamuflase.



Ia pun menyatu dengan tembok itu.Para penjaga tersebut tidak mengetahui keberadaannya dan lewat begitu saja.



Setelah menyelinap melewati beberapa gang dan mengelabui penjaga,Kazuto sampai di depan istana.



“(Baiklah..aku harus masuk lewat mana)”,melihat sekitar.



Ia melihat sebuah pintu yang terbuka dan bergegas menghampirinya.



“(Gudang?)”



Terdengar dari kejauhan,beberapa orang menuju ke gudang itu.Kazuto pun segera masuk dan bersembunyi di balik kotak besar.



“Nanti akan menjadi hari yang spesial,bukan? ”,ucap salah satu dari mereka.



“Benar sekali..Pestanya pasti meriah”



“(Pesta?)”



“Tidak terasa.Sang Ratu telah menginjak usia 15 tahun”



“(A-apa?! 15 tahun?!)”



“Benar benar wanita yang hebat,bukan”



Mereka tertawa sambil membawa beberapa kotak kemudian meninggalkan gudang.



Tak disengaja,kaki Kazuto membukakan sebuah pintu menuju ruangan bawah tanah.



“(Sebuah jalan?)”



Ia pun turun ke bawah dan menelusurinya.Tempat itu merupakan saluran pembuangan istana.Meskipun terlihat kotor dan bau,mau tidak mau Kazuto harus melewatinya.



Beberapa saat kemudian,ia menemukan sebuah pintu ke atas.Kazuto pun segera membukanya.



“(Dapur?)”



Kazuto muncul dari lantai dapur.Lalu,ia melihat situasi di sana.Ia menyusuri setiap ruangan.



“(Dimana ruangan ratu berada?)”



Dengan perkiraannya,ia diam dan berkamuflase di dekat sebuah pintu kamar.Tak lama kemudian,muncul seorang wanita berbalut handuk masuk ke ruangan di dekat Kazuto.



Selagi pintu terbuka lebar,Kazuto menggunakan skill Melambatnya dan masuk ke dalam.



Wanita itu terlihat masuk ke kamar mandi.Kazuto pun bersembunyi di dekat ranjang yang besar.



“(Itukah ratu?! Kelihatannya ia lebih muda dariku)”



Suara misterius muncul di kepalanya


“(Skill bonus,Senyap,didapatkan)”



“(Mengagetkan saja..Apa kegunaanya?)”



“(Penjelasan…Pengguna dapat menciptakan area senyap yang membuat suara di dalamnya tidak terdengar ke luar area)”



“(Hoo..menarik..Baiklah aku akan mencobanya)”



“(Skill bonus,Senyap,diaktifkan)”



Ruangan itu terlihat seperti dilapisi oleh sihir tak terlihat.



Beberapa saat kemudian,wanita itu pun keluar


“Haah..aku akan sangat sibuk nanti”,duduk di depan meja rias.



Karena bosan,Kazuto menampakkan dirinya.Wanita itu pun terkejut.



“Kyaaa..siapa kau?!”



Wanita itu melihat tanda di pergelangan tangan Kazuto


“Bagaimana petualang rendahan bisa ada di kamarku?!”,ia mengambil vas bunga lalu dilemparkan kepada Kazuto.



Dengan mudahnya,Kazuto menangkap vas itu.Kemudian,ia menghampirinya.



“Jangan mendekat!”



Kazuto memberikan vas bunga kepadanya.Ia pun terkejut.



“Apa benar kau seorang ratu?”,tanya Kazuto mendekatkan wajahnya.



Wanita itu pun menampar Kazuto.Hingga ia terdiam.



“Lelaki yang tidak sopan.Begini begini,aku seorang ratu,loh”



Lalu,Kazuto menampar balik hingga pipinya merah


“Mengapa wanita seperti ini menjadi ratu?”



Dengan kesal,ia menampar balik Kazuto


“Sudah kubilang aku-”



Tanpa pikir panjang,Kazuto mencekiknya.Lalu mengangkatnya tinggi tinggi.



“Apakah seorang wanita yang mengabaikan penderitaan orang lain layak disebut ratu?!”



Wanita itu berusaha melepaskan cekikan Kazuto.



“Apa peduliku..orang orang...tak berguna itu..”



Mendengar itu,Kazuto memperkuat cekikannya.Wanita itu terlihat hampir kehabisan nafas.



Melakukan perlawanan,ia menendang waja Kazuto hingga cekikannya terlepas.Sambil memegang lehernya,ia berlari ke arah pintu.Tetapi,Kazuto menghadangnya.


__ADS_1


Ia pun berteriak


“Tolong!! Ada penyusup!!”



“Percuma saja”,ucap Kazuto.



Wanita itu pun pasrah dan terduduk di hadapan Kazuto.


“Kau boleh memperlakukanku..sesukamu..”,ia terlihat melepaskan handuknya.



“A-apa?!”,Kazuto terlihat terkejut dan kesal.



Kemudian,ia mencekiknya lagi lalu melemparnya ke ranjang.



“Aku hanya ingin kau meminta maaf kepada semua rakyatmu!”,Kazuto mengunci tangan dan kakinya.



“Heh..hal yang tidak berguna”,ia tetap keras kepala.



Kazuto pun menamparnya lagi hingga wajahnya terluka dan hidungnya berdarah.



“Kenapa..kau..bersikeras..untuk mengubahku..”,wanita itu terlihat kesakitan dan kelelahan.



“Karena..aku pernah merasakannya..Hidup menderita sewaktu kecil..ibuku dibunuh secara kejam..keluargaku dikucilkan..”,Kazuto mencoba menipunya.



Wanita itu pun terdiam.



Lalu,suara muncul


“(Terdeteksi dua orang penjaga sedang menuju ke sini)”



“(Gawat!)”,Kazuto segera beranjak dari ranjang.



Tiba-tiba,wanita itu menariknya


“Tunggu dulu”



Terdengar suara ketukan pintu


“Yang mulia!”



Kazuto terlihat panik


“Sial..apa yang harus-”



Wanita itu menutup gorden ranjang,lalu meniduri Kazuto.Di saat yang bersamaan,dua orang penjaga itu masuk ke dalam kamar.



“Yang mulia?”



Untuk mengelabui mereka,wanita itu membuat suara desahan palsu


“Ada..apa?”



Yang mereka lihat di balik gorden adalah sang ratu dengan bermain dengan seseorang.



“Ma-maafkan kami,yang mulia!”,dengan rasa malu mereka meninggalkan ruangan.



Wajah Kazuto memerah.



“Loh..ada apa? Tadi kau terlihat baik baik saja?”,wanita itu mengelus wajah Kazuto.



“Berisik! Menyingkirlah dariku!”



Wanita itu pun menutupi tubuhnya dengan selimut.



“Baiklah..apa maumu?”,tanya Kazuto.



“Aku ingin kau meruntuhkan negeri negeri sekitar”



“Apa kau gila?! Mana mungkin aku-”,ia menutup mulut Kazuto.



“Aku akan membantumu sepenuhnya..Tenang saja,keberadaanmu akan ku rahasiakan dari publik”,jelasnya.



“Baiklah..aku mengerti..Lalu,jika aku sudah meruntuhkan semua negeri?”



“Kau akan menjadi seorang penguasa..Penguasa benua..penguasa seluruh negeri”



“(Kedengarannya menarik) itu artinya,aku harus menjadi lebih kuat”



“Tentu saja..Dan jika kau berhasil,aku akan melakukan apapun yang kau suruh”,wanita itu membuka gorden dan beranjak dari ranjang.



Kemudian,ia menggeser sebuah meja.Terlihat,di bawah meja itu ada sebuah pintu menuju ke bawah.



“Jika kau menyusurinya,kau akan sampai ke sebuah sungai dekat gerbang masuk”,ia membuka pintunya.



Kazuto pun memasukinya.Wanita itu memberinya sebuah obor


“Jangan salah paham! Bukan berarti aku bersekutu denganmu.Melainkan kau menjadi budakku”



“Baiklah..yang mulia”



Kazuto pun menyusuri jalan bawah tanah itu.Jalan itu terhubung ke saluran pembuangan istana itu.Saluran pembuangan itu berseberangan dengan sebuah sungai yang mana sumber mata airnya berasal dari bawah tanah.



Setelah beberapa lama menyusuri,ia melihat cahaya di ujung pandangnya.



“Akhirnya..”



Kazuto keluar dari sungai itu.Melihat keadaan langit,diperkirakan sudah jam 3 dini hari.Ia bergegas kembali ke kamarnya.



Di depan pintu kamar,Anna sudah menunggunya


“Kazuto..aku mencarimu kemana mana..Dari mana kau?!”



“Ahh itu..aku sudah..berkeliling malam”



“Kau bodoh ya..Tidak ada seorang petualang yang berkeliling malam hari..Dan juga,kenapa pipimu merah?”,Anna mengusap pipi Kazuto.



“Ahh..ini-”



Anna menamparnya.



“Cepat masuk ke kamarmu!”



“I-iya..tentu”,Kazuto bergegas masuk kamar.



“(Haah..sulit sekali berada di dua sisi)”,bersandar di pintu.


—Tidak dapat dimengerti


Pagi hari pun tiba.Kazuto segera mencari misi yang agak sulit.



“Bagaimana dengan ini?”,Anna memberikan selembar kertas.



“Pasukan zombi? Dan juga tempatnya jauh dari sini”



“Hehe…serahkan padaku”



“Apa kau sudah gila!!”



Anna membawaku menggunakan kereta kuda.Itu ia dapatkan dengan mencurinya dari salah seorang penjaga kerajaan.Terlihat beberapa penjaga berusaha mengejarnya.



“Ini sangat mudah!!”



Beberapa menit berlalu,kami pun sampai ke sebuah kota tak berpenghuni.Dikabarkan,semua penduduknya telah diubah menjadi zombi yang mengenakan zirah lengkap oleh seseorang.



“Ini agak menyeramkan”,Anna mengeluarkan pedangnya.



Tiba-tiba,langit di sana menjadi gelap.



“(Aura jahat terdeteksi)”



“Ya..aku tau”



Terdengar suara langkah kaki layaknya sebuah pasukan dari kejauhan.



“Mereka datang!”,Kazuto mengeluarkan pedang.



“(Seorang pengguna sihir berkekuatan besar terdeteksi)”



Awan hitam di langit terlihat mengeluarkan cahaya putih.



“Anna! Menghindar!”



Tepat setelah kami menghindar,petir menyambar.Beruntung kami tidak terkena sambarannya.Di atas sebuah gedung,terlihat seseorang membawa tongkat.



“(Mungkin itu penyihirnya)”



“Kazuto,kau bisa mengurusnya? Aku akan mengurus para zombi ini”



“Tapi kau-”



Anna menciptakan beberapa kloning atau salinan dirinya.Yang merupakan salah satu skill spesial milik Anna.



“Woah..hebat”



Kazuto pun menuju ke gedung itu.Penyihir tersebut menunggunya di atas.Sesampainya di atas,Kazuto dikejutkan dengan petir yang hampir menyambarnya.



Pernyihir itu tidak bisa berbicara dengan jelas.Ia terus menerus menyerang Kazuto dengan sihirnya.



Salah satu serangannya mengenai Kazuto.Ia terpental cukup jauh


“Sial!”



“(Skill bonus,Memperkuat,didapatkan)”



“(Syukurlah)”



Kazuto mencoba berdiri.Penyihir itu menyerangnya lagi.Tetapi,Kazuto menahan petirnya dengan pedang.Sehingga,petir itu terserap oleh pedangnya.



Penyihir itu terkejut.Kemudian,Kazuto memunculkan Asap Bingung dari sepatunya yang membuat penglihatan si penyihir terhalangi.



Di saat seperti itu,Kazuto mendekatinya lalu memukulnya.Ia melemparkan pedangnya kemudian mengaktifkan skill di tangan kanannya.



“(Memperkuat,diaktifkan)”



Kazuto pun berputar di udara.Ia melayangkan pukulan tepat ke wajah si penyihir.Kepalanya pun terputus.Tubuhnya jatuh ke bawah.



Di saat yang bersamaan,Anna berhasil menghabisi separuh dari pasukan zombi itu.Tiba-tiba,tercipta sebuah lubang besar di sana.Para zombi yang masih hidup pun masuk ke dalamnya dan lubang itu menghilang.



“Kau baik baik saja?”,Kazuto menghampiri Anna.



“Ya..”



Setelah itu,kami pun kembali.



“Hahh..lelahnya..”,Kazuto langsung berbaring di kasur.



“Kazuto!”,Anna dari depan pintu.



“Ayolah..apa lagi!”,membuka pintu.



Terlihat,Anna membawa sebuah bantal dengan ekspresi malu.



“Ehh?!”



“Bolehkah aku tidur bersamamu?”



Malam hari,setelah menerima bayaran,Kazuto membeli makanan.



“Nih..makanlah”,memberi Anna.



Ia tidak merespon.Dari tadi,Anna hanya memeluk lutut dan sesekali melihatku.



“Sebenarnya..ada masalah apa?”,tanya ku.



“Sudah sejak lama..ibuku mencarikan pasangan untukku.Namun,sebagian besarnya ku tolak karena aku tidak menyukainya..Suatu hari,ada seorang pendatang ke sini..dia sangat baik hingga aku mulai menyukainya.Kemudian,ia menjalankan sebuah misi yang sulit dan kabarnya belum diketahui hingga saat ini”,jelasnya.



“Lalu,kenapa kau mau sekamar denganku?”,Kazuto sambil memakan roti.



“Aku tertarik kepadamu”



Mendengar itu,Kazuto terkejut hingga ia tersedak


“A-apa?!”



“Karena itu aku ingin mencoba tidur bersamamu”,Anna tersenyum.



“(Gawat.Padahal aku harus menemui ratu malam ini)”



Setelah makan,kami pun tidur bersama.Anna memelukku dengan erat.Namun,karena perjanjian dengan ratu,Kazuto harus meninggalkannya semalaman.



Sebelum pergi,ia menyelimuti Anna.Kemudian,ia menuju ke sungai yang merupakan jalan pintas ke istana.



Sesampainya di sana,ia mengetuk pintu yang menuju ke kamar ratu.



“Tunggu!”



Ia pun membuka pintunya.



“Bagaimana? Kau dapat informasi?”, tanya Kazuto.



“Burung pengintai telah melintasi semua negeri terdekat.Terlihat Kekaisaran Ertain sedang melatih pasukan barunya”



“Benarkah?”



“Ya..Jika Kaisar menggerakkan pasukannya,berarti ada sesuatu yang dianggap membahayakan negerinya”,jelasnya.



“Apakah ada monster berbahaya di sekitar sini?”



“Sebagian besar sudah dibasmi oleh para petualang”



Di saat seperti itu,seseorang mengetuk pintu.



“Yang mulia! Cepatlah berlindung!”,berteriak dari depan pintu.



“Apa yang terjadi?!”,menghampiri pintu.



“Ada pe-”,suaranya terpotong.

__ADS_1



Kemudian,seseorang menghancurkan pintu.Sang Ratu pun menjauh dari sana.Setelah asap menghilang,pelaku pun terlihat.Sang Ratu sangat terkejut melihatnya,karena wujudnya sama persis seperti Kazuto.


__ADS_2