
-Berikutnya
Griy pun menunjukkan jalan menuju ke kastilnya.Akira dan Alma pun mengikutinya.Sesampainya di sana,seorang anak perempuan berlari ke arah Kazuto.Anak itu langsung memeluknya.
“Ayah!”
Akira dan Alma terkejut.
“A-apa?!”
Lalu,dari dalam kastil,sang ratu menghampirinya.
“Namanya Luxyus,dia berusia 9 tahun”
Akhirnya,orang yang telah terpisah selama 10 tahun,bertemu kembali.Roxy memeluk erat Kazuto beserta buah hatinya.
“Kazuto,kau…”,Akira keheranan.
“Ahh maaf..sebenarnya-”
“Diam! aku tidak mau dengar!”,Akira cemberut dikarenakan cemburu.
“Ohya..Kazuto,kemarin ada seseorang ingin bertemu denganmu”,ucap Roxy.
“Hm? Siapa?”
Tiba-tiba,terdengar teriakan dari kejauhan,
“Hey!”
Ternyata itu adalah Anna.Ia menunggangi kuda dari kota menuju kastil pinggiran di sini.
Kazuto pun terkejut melihatnya,
“A-anna? Ka-kau..”
“Aku tidak pernah lupa akan janjimu”,ucapnya turun dari kuda.
“Janji?”
“Ayolah! Ibuku telah merestuiku sejak saat itu”,Anna menarik tangan Kazuto.
Tidak mau kalah,Akira pun menarik tangan satunya lagi,
“Aku dulu!”
“Tidak! Aku berhak lebih dulu!”
Luxyus dan Roxy tertawa melihat mereka.
“Baiklah..ayo masuk”
Mereka pun masuk ke dalam kastil untuk beristirahat.
“Silakan duduk”,ucap Roxy.
Akira dan Anna duduk di sebelah Kazuto.Mereka bersaing untuk mendapatkannya.Sedangkan,Kazuto terlihat pasrah sambil mendekap anaknya.
“Kau hebat,Kazuto”,Roxy duduk di depan Kazuto.
“A-ahh ini..”
“Baiklah..langsung saja”
“Hm?”,Kazuto keheranan.
Tiba-tiba,muncul Uni di sebelah Roxy.Kazuto pun terkejut.
“Lama tidak berjumpa,nak”
“Kenapa kau…”
“Sudah kuduga kau akan terkejut”,mengangkat kakinya ke atas meja.
“Apa yang terjadi?!”
“Kau telah menyelesaikan level awal.Sekarang kau harus ke level berikutnya”,jelas Uni.
Kazuto terdiam mendengar itu.Akira dan Anna terlihat kebingungan.
“Level..berikutnya?”,Kazuto mengepalkan tangannya.
“Ayah?”,Luxyus memegang pipinya.
“Aku sudah berjuang habis habisan..tapi itu semua hanyalah level awal? Jangan bercanda!”
Kazuto mengeluarkan air mata.Suasana pun menjadi sunyi.Semua yang ada di ruangan itu tertunduk,termasuk Roxy.
“Kau punya waktu 2 tahun 10 bulan lagi..Baiklah,kau akan berangkat minggu depan”,Uni beranjak dari sofa lalu menghilang.
“Bisa tinggalkan kami berdua?”
“Baiklah..”,Anna dan Alma segera meninggalkan ruangan.
“Akira,tolong bawa Luxyus berkeliling”
“Tentu saja.Luxyus,kemarilah”
Dalam ruangan,tersisa Griy,Kazuto dan Roxy.Griy kemudian menghampiri Kazuto dengan maksud menghiburnya.
“Aku tidak apa apa,Griy.Tenang saja”
Roxy pun meminta Griy keluar ruangan.Griy menurutinya.Lalu,Roxy duduk di samping Kazuto.
“Aku paham betul perasaanmu,Kazuto”,mengelus punggungnya.
“Ntah kenapa..setelah bertemu denganmu..aku tidak punya tujuan apapun..”
“Tidak tidak.Tujuanmu yang sebenarnya adalah menyelamatkan duniamu,Bumi”
“Ya..tapi,sekarang,aku merasa tidak bisa melakukannya..Mengingat banyak hal yang telah ku lalui”
Roxy memegang kedua pipinya.
“Kau tidak boleh mengatakan itu.Tujuan awalmu adalah mutlak,tidak akan tergantikan oleh tujuan lain…Bertemu denganku tidak lain hanyalah kenangan”
Seketika,sesuatu terlintas di pikiran Kazuto.Ia merasa ada seseorang yang pernah mengatakan itu kepadanya dulu.Pikirannya terasa kacau.Ia melihat kejadian yang samar samar.
“Roxy!”,Kazuto mengangkat wajahnya.
“Hm?”
Kazuto mencium pipinya.Roxy terlihat terkejut hingga wajahnya memerah.
“E-eh!?”
“Terima kasih!”
Kazuto segera beranjak untuk menemui teman temannya.Tiba-tiba,Roxy menarik tangannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Kazuto.
“Kau boleh 'mengambil' mereka berdua”
“Mereka ber- ehh?!..i-itu itu-”
“Tidak apa apa.Aku senang jika kau bersatu dengan mereka”,Roxy tersenyum.
“Hmm..baiklah..terima kasih”
Malam hari pun tiba.Kazuto duduk di atas kastil sembari melihat langit yang penuh bintang.Kemudian,muncul Akira dari jendela kamar.
“Apa yang kau lakukan?”
“Ntahlah..aku hanya sedang duduk saja”,menarik tangannya.
Akira pun duduk di sebelahnya untuk menemaninya.
“Aku tau..kau pasti kesusahan melewatinya”,ucap Akira.
“Hm..begitulah..Padahal aku ingin segera hidup tenang di rumahku,menonton televisi,membaca buku sambil menikmati makanan kesukaanku,menjahili adikku,dan-”
“Cukup!”
Kazuto menoleh ke arahnya.
“Kau akan segera merasakan hidup tenangmu itu”,Akira berbaring.
“Hm..ya..Aku akan berjuang semaksimal mungkin”,ia ikut berbaring.
Malam sudah larut.Bulan tepat berada di atas dengan ukuran yang berbeda seperti biasanya.Cahayanya menerangi seluruh kastil saat itu.
“Baiklah..aku harus tidur”,Kazuto segera beranjak.
“Tidurlah denganku!”
“A-ah..tapi malam ini aku akan bersama Roxy”
“Hm..dasar pelit”,Akira cemberut.
Kazuto pun segera masuk ke kamar Roxy.Terlihat,ia sedang membacakan dongeng untuk Luxyus.Tak berselang lama,ia sudah tertidur pulas.Kazuto segera menghampiri Roxy.
“Aku tidak menyangka akan mempunyai anak perempuan yang kelak menjadi pemimpin di masa depan”,Kazuto berbaring.
“Tentu.Dia akan menjadi penerusku”
“Benar.Aku harus segera menyelesaikan tugasku”
Keesokan harinya,Kazuto memperhatikan Griy yang sedang melatih beberapa prajurit.Lalu,muncul Anna yang kemudian memegang tangan Kazuto.Tak berselang lama,Akira pun muncul dan melakukan hal yang sama.
“Lepaskan tanganmu!”,ucap Anna.
“Tidak akan!”,Akira membalasnya.
Kemudian,Kazuto merangkul mereka berdua,
“Kalian adalah milikku”
Mereka berdua pun terlihat senang.
“Aku dulu yang akan bersenang senang”,Akira dengan sombongnya.
“Tidak boleh.Aku dulu!”
Tiba-tiba,di saat seperti itu,Akira memegang perutnya dan bersandar ke tembok.Kemudian,ia menutupi mulutnya untuk menahan muntah.
“Akira?!”,Kazuto terlihat kaget.
Akira segera berlari ke kamar mandi.
“Jangan jangan kau pernah melakukannya..”,ucap Anna.
“Ntahlah..aku tidak ingat..”
Akira muntah di toilet.
“Apa yang terjadi?!”,memegang kepalanya.
Lalu,Kazuto kembali ke kamarnya dan mencari sesuatu.Beberapa saat kemudian,Roxy keluar dari kamar mandi.
“Apa yang kau lakukan?”
“Mencari sesuatu”,jawabnya.
Roxy menghampiri meja rias dan membuka lacinya.Ia mengambil sebuah kantung dari dalam laci.
“Kau mencari ini?”,memberikan kantung tersebut.
“Ini kan!?”
Ternyata isinya adalah 5 butir Guchala.
Setelah mendapatkannya,Kazuto segera berlari.Namun,Roxy menarik bajunya.
__ADS_1
“Apa yang akan kau lakukan?”
“Maafkan aku…”
Kemudian,Roxy merangkulnya dan mengelus-elus wajah Kazuto.
“Kau tidak harus kembali ke bumi,Kazuto”
Kazuto tertunduk lemas.Ia tampak putus asa untuk menaklukan planet berikutnya.Karena itu,ia membutuhkan seorang teman untuk membantu perjuangannya.
Setelah mendengar bujukan Roxy,ia pun mengurungkan niatnya itu.
“Ayo”,Roxy menariknya ke ranjang.
Kazuto pun terduduk di ranjang.Sedangkan Roxy sudah berbaring.
“Omong omong,dimana Luxyus?”
“Aku meminta Alma untuk menemaninya”
“Begitu ya..”,Kazuto ikut berbaring.
“Aku ingin kau 'melakukannya' lagi sekarang”,ucap Roxy.
“Hm baiklah”,Kazuto menutup gorden.
—Momen yang sempurna
Malam hari pun tiba.Kazuto,Roxy dan Griy segera mempersiapkan untuk makan malam.Sedangkan Anna dan Alma sedang bermain bersama Luxyus.
Kazuto merasa janggal.Akhir akhir ini dia belum bertemu dengan Akira lagi.
“Dimana Akira?”
“Aku melihat dia sedang duduk di depan”,jawab Alma.
Kazuto pun segera keluar untuk menemuinya.Terlihat,dia sedang duduk di samping gerbang kastil.Kazuto menghampirinya perlahan-lahan.
“Apa yang kau lakukan di sini?”
Akira tidak menjawab.Ia terlihat duduk memeluk lutut dengan mata sayup.Kazuto pun duduk di sebelahnya.
“Makanan sudah menunggu di meja”
“Aku hamil”,dengan suara pelan.
“Ya?!”
Akira memegang tangannya.
“(Dikonfirmasi hamil)”,suara di kepala Kazuto.
“K-kau?! A-ah syukurlah kalau begitu”
“Kau tidak mengerti”
“Apa maksudmu?”
“Aku terlalu berlebihan.Padahal aku masih 15 tahun.Aku belum siap!”,Akira mengeluarkan air mata.
Kazuto pun merangkulnya untuk menenangkannya.
“Sudahlah.Tidak ada yang harus disalahkan…Ohya,Roxy pun mendapatkannya di umur 15 tahun”
Mendengar itu,Akira mengangkat wajahnya.Tangisannya terhenti.
Makan malam pun dimulai.Semuanya terlihat bahagia menyantap makanan buatan Alma dan Anna.
Tersisa 4 hari sebelum perjalanan Kazuto di level berikutnya.Uni sudah memberitahukan bagaimana keadaan level kedua kepada Kazuto.
Sesulit apapun,mau tidak mau,Kazuto harus menyelesaikan tugasnya yaitu menyelamatkan dunia.Ia sudah menghabiskan waktu 3 bulan di dunia ini.
Yang ia cari cari adalah dalang di balik semua ini.Sosok yang menciptakan segala kekacauan dan bahkan mengancam kehidupan di planet Bumi.
Waktu berjalan begitu cepat.Sekarang adalah hari terakhir sebelum keberangkatan.Anna terlihat sangat sedih.Ia berusaha membujuk Kazuto untuk menghabiskan momen momen terakhirnya.
“Haha..aku hebat kan?!”
“Bisa saja kau”,Roxy menepuk tangannya.
Kazuto melihat Anna sedang duduk di sofa lobi.Ia berpura pura tidak melihatnya.Namun,Roxy menarik tangannya.
“Tidak apa apa.Lakukan apapun agar dia senang”,ucap Roxy.
Kazuto pun menghampirinya dan duduk di sampingnya.
“Begini,Anna..”
“Kau lebih menyayangi Roxy daripada yang lainnya”
“I-itu tidak benar! Aku sangat menyayangi kalian semua.Kalian adalah keluargaku”,jelas Kazuto.
“Lalu,kenapa kau tidak mau sekalipun mendekatiku!?”,Anna menangis.
“Ehh?! Tu-tunggu dulu! Aku-
“Pergi sana!”
Kazuto langsung memeluknya untuk menenangkannya.Anna terkejut dengan itu,karena merupakan pertama kalinya ia dipeluk Kazuto walaupun ia sudah pernah tidur bersamanya.
Tangisannya semakin menjadi.Kazuto mengelus-elus kepalanya.
“Baiklah..Aku akan memberimu hadiah”
Seketika,tangisannya terhenti.
Keesokan harinya,Kazuto segera bersiap menuju portal.Hanya Kazuto sendirian yang harus ke level berikutnya.Teman temannya menetap di sini menunggunya kembali nanti.
“Berjuanglah!”,Roxy memeluk Kazuto.
“Ya tentu..”,mengelus kepala Luxyus.
Setelah berpamitan dengan semuanya,Kazuto segera masuk ke portal yang telah disiapkan Uni.
Tiba-tiba muncul suara,
“(Selamat datang di level 2.Tantangan pertama adalah mencari sebuah gubuk yang kumuh)”
“Apa?!”,Kazuto terkejut.
Kemudian,muncul statistik di depannya.Di sana tertera bahwa Kazuto masih level 1 dengan HP dan MP yang sedikit.Di bawahnya terdapat sebuah skill bawaan,yaitu sihir api.
Tak mau buang buang waktu,ia langsung mencari gubuk yang dituju.
Beberapa jam berlalu,padang rumput belum terlihat ujungnya.Kazuto mulai kelelahan dan kelaparan.Namun,ia tidak mau menyerah begitu saja.
Sore hari,ia melihat seekor domba di kejauhan.Ia segera menghampirinya.
“Bagaimana caraku membunuhnya?”
Tak sengaja,ia menyentuh sebuah batu di kakinya.Batu itu pun diambilnya dan hendak dijadikan alat untuk membunuh domba tersebut.
Domba telah selesai dibunuh.Kazuto segera menyeretnya ke bawah sebuah pohon di sana.
Di sana ia kebingungan,
“Bagaimana caraku memakannya?”
Hari pun mulai gelap.Matahari akan segera terbenam.Sementara itu,Kazuto belum siap untuk menghadapi malam hari.
“(Bertahan hidup dicapai! Skill bonus didapatkan.Tahan lapar level 1, Kaki baja level 1)”
“Woah..apa itu?!”
Karena terkejut,Kazuto langsung melihat sekeliling.Namun,ia tidak mendapati siapapun di sana.
“Hmm..apakah itu suara pemandu?”
“(Pemberitahuan.Skill spesial,Pengendali Api,dapat digunakan tanpa menguras MP)”
Setelah selesai memakannya,ia bersandar di pohon tersebut.
“Perjalananku masih panjang..”
Disaat seperti itu,muncul sebuah portal di depan Kazuto.Portal itu menariknya masuk.Kazuto pun berpegangan kepada pohon itu.
“Sial! Apa ini!?”
Karena tarikannya yang sangat kuat,ia pun tidak bisa menahannya lagi dan tersedot kedalamnya.
Kazuto dimunculkan di depan rumahnya di bumi.Namun,betapa terkejutnya ia melihat sekelilingnya luluh lantah tak bersisa.Hanya rumahnya saja yang tersisa.
Kemudian,muncul Kazuto yang lain dari dalam rumah diikuti oleh Yuuta.
“Itu aku?”,ucapnya bersembunyi di balik tembok.
Lalu,Kazuto terpindahkan lagi ke tempat yang tak dikenal.Tidak ada siapapun disana.
Tiba-tiba,muncul Uni di belakangnya.
“Uni! Waktuku 2 tahun 9 bulan lagi kan? Aku masih sempat untuk menyelesaikan semua level kan?”
Uni tidak menjawab.
“Hey..masih banyak yang harus kuselesaikan kan?”
Uni tidak menjawabnya pula.Kemudian,ia mengampiri Kazuto.
“Maafkan aku..tapi,selama ini..usahamu sia sia”
Setelah Uni mengatakan itu,Kazuto telah berada di tempat semula,di bawah pohon.Ia terkejut akan kejadian itu.
“Hah!? Aku cuma melamun kan?!”
Tak berselang lama,ia pun tertidur.
Pagi hari,setelah Kazuto membuka matanya,ia mendapati seorang wanita di dekatnya.Sontak,ia kaget.
“Siapa kau?!”
“Akhirnya bangun juga kau..”
“…”
“Bisa bisanya kau tidur di tempat terbuka seperti ini”
“Memangnya kenapa?”
Tiba-tiba,terdengar suara alarm yang sangat keras.Suara itu ntah muncul dari mana,tetapi begitu memekakan telinga.
“Ayo cepat!”
Wanita itu menarik tangan Kazuto dan membawanya lari.
“Apa yang terjadi?!”
Di kejauhan terlihat seseorang melambaikan tangannya.Kami berdua pyn bergegas menghampirinya.
“Cepat masuk!”
Pria itu membuka sebuah pintu menuju ke bawah tanah.Tanpa pikir panjang,kami berdua langsung memasukinya.
“Apa..yang..sebenarnya..terjadi..??”,Kazuto terlihat kelelahan.
Kemudian,pria itu menyalakan lampu.
“Woahh!”
Ruangan bawah tanah itu ternyata markas rahasia yang sangat besar.
“Kapten Niki,pembimbing divisi ke 11 Anti-Robot Army”
__ADS_1
“Uh-uhm..Kazuto”
“Zia”
“Ikuti aku”
Untuk saat ini,Kazuto belum memahami konflik di level kedua ini.Banyak sekali pertanyaan di benaknya,termasuk keadaan bumi di ingatannya tadi.
“Masuklah”,ucap kapten itu membukakan pintu.
Di dalam ruangan itu,terlihat 18 orang remaja seumuran Kazuto.Mereka yang awalnya bercakap cakap,menjadi terdiam setelah kedatangan Kazuto dan Zia.
Di saat seperti itu,tiba-tiba muncul seseorang di sebelah Kazuto.
“Oke! Berarti sudah pas 20 ya!”
Kazuto pun terkejut dan bergegas mencari tempat duduk yang kosong.
“Baiklah,langsung saja! Tujuan dibentuknya organisasi Anti-Robot Army adalah untuk melawan robot robot yang telah menguasai planet ini”
“Uh-hmm..apakah semua orang disini adalah reinkarnasi?”,Kazuto mengacungkan tangannya.
“Aku tidak tau detailnya,tapi sebagian besar disini adalah reinkarnasi”
Setelah itu,semua orang di ruangan itu meninggalkan ruangan,kecuali Kazuto dan Zia.Kazuto terlihat kebingungan.
“Yahh..aku juga belum paham sih!”,Zia mencoba menghiburnya.
“Apa kau bereinkarnasi?”,tanya Kazuto.
“Uhm..ya..Aku mati karena menantang pimpinan geng motor.Waktu itu,leherku diputar 180°,setelah itu,aku tidak tau apa yang terjadi dengan tubuhku”
“Ada ada saja..”
“Aku sangat beruntung bereinkarnasi menjadi wanita lagi.Kau?”
“Ahh aku-”
“Mari kutunjukkan kamar kalian”,Kapten mendadak muncul.
Kebetulan,Kazuto dan Zia ditempatkan dalam kamar yang sama.Di dalamnya disediakan kasur dua tingkat.Dengan sigap,Kazuto memilih di atas.
“Curang!”
“Siapa yang lebih dulu..”
Kamar itu agak sempit.Bahkan,tidak disediakan WC,hanya ada sebuah wastafel untuk cuci muka.
“Kenapa aku merasa ini seperti penjara”,Kazuto turun dari kasurnya.
“Hey hey..Apa kau punya orang yang berharga bagimu?”,tanya Zia.
“Hm tentu saja ada”
“Apa kau selalu mengingatnya setiap saat?”
“Tidak.Aku tidak bisa untuk selalu mengingatnya”,Kazuto duduk di kasur Zia.
“Hm begitu..”
“Tetapi,walaupun begitu,aku tidak boleh melupakannya!”,Kazuto berbaring.
“Hey..ini kasurku”
-Musuh baru
Keesokan harinya,20 peserta tersebut dikumpulkan di tanah terbuka di permukaan.
“Pada waktu ini,tidak akan ada robot yang berpatroli.Jika robot robot itu muncul,aku ingin kalian menghancurkannya!”,ujar Kapten.
“Siap!”,semuanya serentak.
“Sekarang,kalian akan tes sihir.Siapa saja yang kupanggil namanya,langsung maju ke depan dan tunjukkan sihirmu!”
“Siap!”
Berikut adalah daftar semua peserta dan kekuatannya ; (1)Kurokawa Shigumi,sihir angin. (2)Michael Joe,manipulasi atom. (3)Angela Dee,telekinesis. (4)Siwon Han,tinju besi. (5)Choy Lu,kloning. (6)Lisa Rose,sihir bayangan. (7)Reynald,sihir tanah. (8)Cline Noell,sihir air. (9)Shuna Rin,pengendali pikiran. (10)Akabe Nota,kecepatan kilat. (11)Ramines Shou,menciptakan senjata. (12)Blendyouta,portal. (13)Tetsouji,nuklir. (14)Veyron Cress,mata kematian. (15)Florette Eve,sihir ilusi. (16)Hagawa Nai,pedang nova. (17)Yuki Mato,sihir suci. (18)Issabel,master strategi. (19)Zia Niya,destruktif. (20)Kazuto,sihir api.
“Baiklah..carilah pasangan latihan yang sesuai!”,ucap Kapten meninggalkan mereka.
Zia langsung menarik tangan Kazuto.
“Kau harus denganku”
Kazuto dibawa ke tempat yang penuh dengan bebatuan besar.Tempat itu jauh dari lokasi semula mereka berkumpul.
“Bisa kau jelaskan kekuatanmu itu?”,tanya Kazuto.
“Ntahlah..aku tidak tau lebih jelasnya.Tetapi,ini adalah kekuatan berbahaya menurutku..”
Zia kemudian menggenggam sebuah batu.Tak kunjung lama,batu itu hancur berkeping keping.
“Woah itu hebat!”,Kazuto terkesimak.
“Tidak.Kekuatanmu lebih hebat”
Kazuto melakukan hal yang sama,yaitu menggenggam sebuah batu.Setelah digenggamnya,batu itu meletup karena kekuatan api Kazuto.
Zia terkejut melihat itu.
“Kau..melelehkan..batu?”
Tiba-tiba,terdengar suara alarm yang sangat keras.
“Suara ini!?”
Mereka bergegas sembunyi di balik batu besar.Lalu,terlihat dua orang robot melewat ke depan mereka berdua.
Robot robot itu kebanyakan berbentuk humanoid.Bahkan terlihat sangat mirip manusia biasa.Yang membedakannya hanyalah tanda di leher robot humanoid itu.
Dua robot itu terhenti di dekat Zia.Karenanya,ia ketakutan.
“Diamlah sebentar!”,bisik Kazuto.
Kemudian,Kazuto mengintip robot itu dari tempat Zia.Betapa terkejutnya ia,tidak ada robot di depannya.
“Kazuto! Awas!”
Ternyata,mereka sudah berada di belakang Kazuto.Ia langsung mendekap Zia dan melompat ke samping.
Tepat setelah Kazuto menghindar,batu besar tempat bersembunyinya terbelah menjadi dua.
“Kau bisa menghadapinya?”,tanya Kazuto.
“Ntahlah..”,Zia sedikit ketakutan.
Kazuto menjauh dari sana.Kemudian,menembaki kaki salah satu robot dengan bola api miliknya.Robot itu menghampiri Kazuto dengan tangannya yang sudah menjadi gergaji.
Sementara itu,Zia bergulat dengan robot yang hanya tangan kosong.Zia memegang tangan robot itu.Ia memakai kekuatan destruktif untuk mengancurkan tangan robot itu.
Kazuto terpojok oleh robot lawannya.Ia selalu mengarahkan gergajinya ke wajah Kazuto.Satu momen,Kazuto menendang robot itu.Dia terhempas oleh tendangannya.
Saat robot itu sedikit menjauh,Kazuto mengeluarkan laser api dari tangannya dan langsung melubangi kepala robot itu.
Zia sudah menghancurkan robot lawannya.Ia segera membantu Kazuto.
“Kau tidak apa apa?”,memegang tangan Kazuto.
“Ya-”
Kazuto terkejut melihat robot itu belum mati.Ia mencoba menyerang Zia dengan gergajinya.
“Zia!”,Kazuto menariknya.
Kemudian Kazuto menghabisi tubuh bagian atas robot itu dengan api nya.Robot itu terjatuh,lalu terbakar.
“Huhh..dasar..”
“Baiklah..ayo pulang”
“Semuanya! Berkumpul!”,teriak Kapten di aula bawah tanah.
Semua peserta berkumpul di sana,kecuali Zia dan Kazuto.
“Adakah dari kalian yang melihat mereka berdua?”
“Tidak!”
Tak kunjung lama,mereka berdua muncul.
“Maafkan kami,Kapten!”,Kazuto meminta maaf.
“Tidak apa.Asalkan kalian selamat”
Kazuto dan Zia segera ikut berkumpul dengan yang lainnya.
“Bagaimana kencannya?”,bisik Issabel.
“Diamlah”,wajah Zia memerah.
“Baiklah semuanya! Besok kalian akan memulai pengintaian ke markas mereka.Akan ku bagi kalian menjadi 5 tim.Malam ini,rekan se tim harus berada dalam satu kamar! Sekian”
“Dimengerti!”
Setelah selesai,Kazuto langsung kembali ke kamarnya.Ia mencoba mencari informasi dari serangan kejutan yang dialaminya tadi.
Ia mondar mandir kesana kemari.
“Sial!”
Tiba-tiba,Uni muncul di hadapannya.
“Nak..”
“Uni! Bagaimana keluargaku!?”
“Sebelum itu,aku harus memberitahumu.Waktumu hanya tinggal 3 bulan lagi”
“Tapi..bukannya aku tiba disini 2 hari yang lalu?!”,Kazuto terkejut.
“Tidak..waktu di sana dan di sini sangatlah berbeda..”
Kazuto terdiam mendengarnya.Kemudian,Uni menundukkan kepalanya.
“Ada kabar baik dan buruk soal keluargamu..”
“Apa itu?!”,memegang pundak Uni.
“Pertama,kabar baik..Akira dan Anna telah memiliki anak,keduanya adalah laki laki.. ”
Mendengar itu,Kazuto senang dan terharu.
“Syukurlah!”
“Kabar buruknya…”
“Hm?”,kesenangan Kazuto terhenti.
“Satu bulan lalu…Luxyus..meninggal”
Hati Kazuto layaknya tertancap oleh pedang.Saking terkejutnya,ia tidak bernafas beberapa saat.
“Ia ditemukan tergeletak di taman..Roxy dan yang lain sempat membawanya ke rumah penyembuhan..Tapi,saat diperjalan,ia mengatakan sesuatu,lalu kehidupannya terhenti”
“Apa yang..dia katakan?..”
“Aku akan selalu hidup sampai kapan pun”
Kazuto terduduk lemas sambil menangis.
“Jika kau ingin menyelesaikan ini dengan cepat,kau harus membunuh seseorang bernama Diva”
Setelah mengatakan itu,Uni menghilang.
__ADS_1