
—Kekuatan
“Tenanglah,nak.Aku akan memberimu kekuatan”
"(Suara ini…ya..aku tahu)"
“Sekarang sudah waktunya bangun,nak.Ada seseorang yang ingin mengajakmu bersenang-senang”
Suara itu menghilang dan aku pun terbangun.
“Hhm dimana..ini??”,Kazuto terlihat kelelahan.
Akira langsung memelukku.
“Syukurlah! Syukurlah kau tidak apa-apa!”
“Aku tadi melihat makhluk yang sangat besar.Tapi,aku tidak ingat dimana itu”
“Tidak apa-apa,yang penting kau baik-baik saja”
Wajah Akira memerah dan menggenggam tanganku.
“Akira? Kau..kenapa?”
“Ano..senpai..”,Akira terlihat malu.
“S-senpai?!”
“A-aku mau-”
Aku pun menggenggam erat tangannya.
“Maafkan aku,Akira.Tapi,belum waktunya melakukan 'itu'.Setelah aku berhasil menyelamatkan dunia,aku berjanji akan membahagiakanmu.Aku berjanji!”
Akira terlihat sangat senang.
“Terima kasih,Kazuto.”
Kami pun tertidur bersama.
Pagi hari pun tiba.Aku membuka gorden dan jendela.Aku melihat beberapa player sedang berlatih sembari menunggu misi.
Aku pergi ke lobi untuk membeli makanan.Namun,sesampainya di sana,aku bertemu dengan player yang pernah bertarung denganku.
“Ka-kau?!”
“Yo.Mari kita berbincang”,ucapnya.
Aku pun duduk dengannya.
“Sepertinya aku belum memperkenalkan diri.Aku Schwartez,asal Jerman.Jika kau kesulitan,kau boleh memanggilku Tezi”
“A-aku Kazuto,asal Jepang.(Wahh ternyata dia lemah lembut)”
“Maafkan aku soal kemarin.Aku hanya ingin tau seberapa kuat dirimu.Tetapi,kau jauh lebih kuat dariku.Aku melihatnya dengan mata kepala sendiri.Kau membunuh monster yang sangat besar hanya dengan pedang”
“A-ah iya.Aku pun sempat kelelahan”
“Ini supnya,kak”,seseorang ikut duduk dengan kami.
“Siapa dia?”,tanyaku.
“Oh perkenalkan,dia adikku,Lenny”
“Yo,salam kenal,kak…”
“Kazuto”
“Senang bertemu denganmu,kak Kazuto!”
Setelah lama berbincang,Akira menghampiriku.
“Kau ini! Seenaknya menghilang dari dalam selimut!”,Akira memarahiku.
“Se-selimut?!”,Tezi terlihat terkejut.
“Ti-tidak! Bukan apa-apa! Oh ya perkenalkan,dia Akira.Dia-”
“Calon istri?”,Lenny memotong pembicaraan.
“Bu-bukan!”,aku melihat wajah Akira yang terlihat kesal.
“M-maksudku..iya”
Mereka berdua pun tertawa.
Setelah saling berbagi pengalaman satu sama lain.Kami pun mendapat panggilan misi.Masing-masing dari kami pun bersiap.
Saat sedang bersiap,'dia' berbicara kepadaku.
(Tenang,nak.Kekuatanmu ada di tanganmu)
Aku pun terdiam.Lalu,mengepalkan kedua tangan.
“(Apapun akan ku lakukan demi duniaku!)”
Persiapan telah selesai.Kami berempat pun berkumpul.Dan melihat misi.
“Sepertinya ini akan sulit”,menunjuk peta.
“Ya,tentu.Tujuan kita adalah arah timur laut,sejauh 4km dari sini”
Setelah perencanaan,kami pun berangkat ke hutan besar yang ada di timur laut.Menurut laporan,ada beberapa harta dengan nilai tinggi ada di sana.Kami ditugaskan untuk mengambil harta tersebut.
“Wahh kita jadi seperti pemburu harta saja,ya”,ucap Tezi.
“Ntahlah..aku ragu dengan misinya”
“Apa maksudmu,Kazuto?”
“Misi ini mungkin terlihat mudah.Tetapi,apa benar kita hanya mengambil harta?”
“Ya,mungkin kita akan menghadapi beberapa musuh yang berlevel tinggi”
Masing-masing level kami adalah Tezi lv.16,Lenny lv.14,Kazuto lv.34,dan Akira lv.25.Jika bekerja sama,mungkin kami berempat bisa mengalahkan musuh lv.80 hingga 100.
Sesampainya di sana,kami melihat hutan yang sangat besar dan menakutkan.Hawa kejahatan ada dimana-mana.Saat memasuki hutan,seolah-olah ada yang mengawasi kami dari kejauhan.
“Akira,aktifkan penghalang!”
Akira mengaktifkan penghalang berupa dinding transparan yang melindungi kami berempat.
Tiba-tiba,muncul seseorang dari semak-semak.
“Wah wah..kalian sangat pemberani”
Orang tersebut berpakaian sangat rapi.Mengenakan seragam jas layaknya seorang pelayan.
“Siapa kau?! Raja iblis?!”,teriakku.
“Tidak,bukan.Kekuatanku sangat jauh berbeda dibanding tuanku.Perkenalkan,aku Firsu,penjaga hutan besar ini”,ucapnya dengan sopan.
“Apa maumu?!”
“Seharusnya aku yang bertanya begitu.Jika ada seseorang yang mengambil apapun dari hutan ini,maka ia harus berurusan denganku”
Kami semua terkejut.Melihat dia yang awalnya sopan,menjadi menakutkan.
"(Sial.Levelnya jauh dariku)
Firsu berlevel 150,sedangkan Kazuto hanya 34.
“Baiklah,nak.Kau terlihat seperti seorang pemberani”,ucapnya.
“Aku?”,ucap Kazuto.
“Benar! Aku melihat potensi dari dalam dirimu.Tidak seperti 3 sampah yang bersamamu”
Merasa tersinggung,Tezi dan Lenny menyerangnya.
“Jangan meremehkanku!!”,Tezi menyambarnya dengan pedang.
“Kami adalah top player di Jerman!”,sementara itu,Lenny menyerangnya dari bawah tanah dengan memunculkan akar,sehingga Firsu tidak bisa bergerak.
Serangan kombinasi itu terlihat sangat ampuh untuk melawan satu orang.Tapi,itu tidak bekerja terhadap Firsu
“Hahaha!! Hahahah!!”,ia tertawa dibalik asap tebal.
“A-apa?!”,Tezi terlihat terkejut.
“Cih,pengganggu”
Firsu mengeluarkan listrik dari jarinya dan menyambar Tezi.
“Aaaa!!!”
Tezi pun tak sadarkan diri.
“Selanjutnya kau.Tenang saja aku tidak akan menyakitimu”,Firsu menghampiri Lenny.
“A-apa maumu?!”
Sekejap mata,Firsu berada di belakang Lenny dan menepuk pundaknya.Ia pun pingsan.
“Baiklah,tinggal satu lagi”,Firsu menunjuk Akira.
“Jangan sentuh dia!”,aku menghadangnya.
“Wah wah..kau baik sekali.Memang sewajarnya wanitamu itu…harus-”
“Dilindungi!!”
Firsu melesat ke hadapanku dan melayangkan pukulan ke perutku.
“A-apa itu?!”
Aku pun terpental cukup jauh.
“Kazuto!!”
Firsu memegang tangan Akira.
“Jika kau melangkah,listrik 1000volt akan menyambarmu”
Akira pun terdiam ketakutan.
Kazuto berusaha bangkit dengan menahan rasa sakit.
“Wah wah..kau kuat ju-”
Mengeluarkan pedangnya,Kazuto lalu melesat ke arah Firsu.Tebasan pun tak terhindarkan.Namun,tebasan itu hanya sedikit menggores tangan kanannya.
“Kau cepat.Tapi,menyerangku itu mustahil”
"(A-apa?! Kecepatan apa itu?! Padahal aku yakin,tebasanku mengarah ke lehernya..)
Firsu pun menembakkan listrik ke Kazuto.Ia berusaha untuk menghindarinya.Namun,selalu mengenainya.
Kazuto terlihat kelelahan dan kesakitan.
“Lepaskan dia!!”,teriaknya.
“Kau harus mengalahkanku dulu”,ucapnya sembari mengelus-elus leher Akira.
“Siaal!!”
Dengan telepati,Akira berbicara kepadaku.
“(Kazuto,kau bisa mendengarku.Aku akan menggunakan bola air untuk menjebak Firsu.Lalu,kau menembaknya dengan listrik)”
Aku pun memberikan isyarat dengan maksud,aku siap melakukannya.
Akira menendang lutut Firsu.Sehingga,genggamannya terlepas.Lalu,Akira pun menebakkan bola air yang cukup besar ke arah Firsu.
Seketika,Firsu pun terjebak dalam bola air itu.
Di sisi lain,mata Kazuto berwarna putih menyala.
“Akira,menjauhlah!!”
“A-apa yang kau lakukan?!”,Firsu terlihat terkejut.
Kazuto pun menebakkan listrik kepada Firsu yang ada dalam bola air.
“100.000 volt!!!”
Firsu tersambar dalam bola air itu dan tidak bisa bergerak.
“Aarrhggg!!!!”
Firsu pun jatuh tak berdaya.Setelah itu,kami melihat ada beberapa cahaya di sekitar kami.
Aku pun menghampiri salah satunya.
“Woahh harta ini..”
“Benar! Misi kita mengumpulkan ini”
Aku dan Akira pun mengumpulkannya.
Setelah mengumpulkan semuanya,tiba-tiba kepalaku pusing.
“Kazuto! Kau tidak apa-apa?!”
“Aku…”
Aku pun jatuh pingsan karena kehabisan mana dan energi.
Melihatku jatuh pingsan,Akira meminta bantuan dengan mengirim pesan ke anggota kamp.Beberapa menit kemudian,bantuan datang berupa sebuah helikopter.
“Sebuah helikopter?”,ucap Akira.
Helikopter tersebut mendarat di tanah terbuka.Tezi,Lenny dan Kazuto pun dibawa ke kamp beserta harta yang didapatkan.
Malam hari,Kazuto pun siuman.
“Hhm..Akira? Akira?!”
Kazuto melihat Akira tertidur pulas di sebelahnya.
“Syukurlah..”
Kazuto pergi membuka jendela dan melihat langit malam yang indah.
“Hei,kau..apa yang dilakukan kakakku dan adikku saat ini?”
__ADS_1
“(Mereka terdiam)”,suara sosok itu terdengar sangat jelas.
Aku pun terdiam sejenak.
“Ter-terdiam? Apa maksudmu?!”
“(Aku menghentikan waktu di bumi sampai diantara kalian menaklukkan planet ini)”,jelas ‘nya’.
“Begitu ya..kau melakukan itu..agar mereka semua tidak menyadari bahwa kehidupan mereka terancam..”
“(Ya begitulah..Asal kau tahu,aku berpihak padamu)”,suaranya pun hilang.
Aku pun tersenyum.Lalu menutup jendela dan kembali tidur.
—Puncak
Keseharianku hanyalah menjalankan misi,mengumpulkan harta,pulang ke kamp dan beristirahat.Semua itu kujalani untuk menaikkan level.Semakin tinggi levelku,maka semakin susah lawanku.Saat ini aku sudah mencapai level 61.Karena Akira selalu membantuku,ia mencapai level 55.
Misi yang kami lakukan hanyalah mengekplorasi wilayah yang belum dikenal.Walaupun cukup berbahaya karena setiap wilayah pasti memiliki habitat monster tertentu.
Terkadang,imbalannya pun berbeda.Semakin sulit lawannya,maka semakin besar imbalannya.Namun,jika misinya sulit,maka beresiko kehilangan nyawa.
Akira memiliki skill pasif healing,artinya dia dapat mengobati dirinya atau orang lain tanpa menguras mana sedikit pun.Skill ini memang sangat berguna,hanya saja penyembuhannya agak lambat.
“Akira,apa kau bisa meningkatkan skill pasifmu?”,tanyaku.
“Ntahlah..mungkin skill pasif mengikuti level si pemiliknya”
“Benar juga ya”
Tiba-tiba,terdengar suara ledakan dari kejauhan.Kami pun bergegas keluar.Terlihat,banyak player yang memandangi sebuah gunung.
“Apa yang terjadi?!”
Terlihat sebuah letusan magma dari dalam tanah.Letusan tersebut menembakkan beberapa bola api yang sangat besar.
“Apa maksudnya ini?”
“(Mereka mulai bergerak)”,ucap ‘nya’.
“Kau! Apa kau tahu sesuatu?!”
“(Dua makhluk yang sama sepertiku..mulai bergerak)”
“Sama...sepertimu?”
“(Akan ku jelaskan nanti)”
Bola api tersebut meluncur ke langit.Dan ternyata,bola api tersebut mengarah langsung ke bumi.
“Apa kau bisa lakukan sesuatu?!”
“(Tidak ada yang bisa ku lakukan untuk saat ini)”
Kazuto terdiam,lalu mengepalkan tangannya.
“Sial!”
“(Temui aku malam ini di tempat ini)”
Player yang ada di sini hanya bisa menunggu kehancuran.Bola api layaknya meteor yang sangat besar mengarah ke bumi dan tidak bisa dihentikan.Sementara itu,di bumi,tidak satu pun manusia yang bergerak.Semuanya terdiam layaknya patung.
Dengan rasa kesalnya,Kazuto kembali masuk ke kamp
“Akira,ayo masuk”
Sesampainya di kamar,Kazuto memukul tembok dengan kerasnya.Akira terlihat ketakutan.
“SIAAL!!”
Terlihat tangan Kazuto mengeluarkan darah.Akira kemudian mengambil perban untuk menutupinya.
“Akira,maafkan aku”,emosi Kazuto menghilang.
“Tidak apa-apa.Aku tahu perasaanmu,kok”,ucapnya sembari membalutkan perban.
“Hari sudah gelap.Sebaiknya kau mandi duluan”,melihat jendela.
“Baiklah.Setelah mandi,aku akan mempersiapkan makan malam”
“Oh ya..Terima kasih.Aku harus menenangkan diriku sejenak”,terduduk di atas kasur.
Selesai makan malam.Kami pun tidur.
Tengah malam,aku terbangun karena bisikan‘nya’.Dia bilang sudah menunggu di luar.Karena cuaca yang dingin,aku memakai jaket.
Sebelum pergi meninggalkan kamar,aku mencium kening Akira.Lalu menyelimuti tubuhnya.
“Aku pergi dulu,ya”,bisikku.
Sesampainya di luar,ada seorang pria misterius menungguku.
“Ikut aku!”,ucapnya.
Pria itu mengajakku ke hutan yang amat gelap.Sampai di sana,dia terdiam.
“Ada apa?”,tanyaku.
Pria itu kemudian memunculkan lingkaran sihir tepat di bawah kita.Lingkaran itu menyala.
“Teleport!”,ucap pria itu.
Seketika,kami telah berada di depan gerbang yang sangat besar dan terlihat menakutkan.
“Dimana ini?!”
“Tempat para petinggi di planet ini”,pria misterius tadi telah berganti menjadi sosok putih.
“Kau?!”
“Sudahlah..ayo masuk”
Kami pun memasuki tempat tersebut.Di dalam,aku melihat tengkorak manusia dimana-mana.Aura kejahatan terasa sangat jelas olehku.
Si putih menghampiri seorang penjaga yang ada di sana dan menanyainya.
“Mari lewat sini”,ucap penjaga itu.
“Tuan,ada yang ingin bertemu denganmu”,ucap penjaga itu di depan sebuah pintu.
“Biarkan mereka masuk”,seseorang dari dalam ruangan.
Masuk ke dalam ruangan tersebut,aku melihat seseorang sedang duduk di atas sofa.
“Ohh ternyata Uni.Lama tidak berjumpa”,ucapnya.
“Dan kau tidak berubah sama sekali,N”,jawab si putih.
“(Uni? N? Apakah itu nama mereka?)”
“Ada perlu apa berkunjung kesini? Dan siapa anak itu?”
“Dia wadah Un”
N terlihat kaget.
“Tidak tidak.Aku serius.Bahkan jika dia telah memiliki Un,mungkin kau akan lari ketakutan seperti anak kecil”
“Jangan bercanda! Kau pasti salah memilih-”
“Loh? Kau terlihat ketakutan? Padahal kekuatanmu jauh lebih kuat daripada Un”
“Tunggu sebentar!”,teriakku.
Mereka berdua pun terdiam dan melihatku.
“Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan”
“Oh maafkan kami,nak.Habisnya,sudah lama kami-”
“Apa maksudmu wadah Un? Kenapa aku yang menjadi wadahnya?”
N pun mengajak kami duduk.
“Baiklah,nak.Un adalah kekuatan dasarku.Kau sudah tau kan? Menghentikan waktu,memanipulasi atom,dan lainnya”,jelas Uni.
“Kenapa harus aku yang menjadi wadah?”
“Aku melihat potensi yang amat besar dari dirimu.Tubuhmu kebal terhadap sihir tertentu.Dan juga,tujuanmu membuatku tertarik”
Aku pun terdiam.
“Jadi,kau mengawasiku selama ini?”
Dia mengangguk.
“Apa kau bisa melihat masa lalu dan masa depanku?”
“Tentu saja.Jauh sebelum manusia diciptakan,kami ditugaskan untuk mencari wadah kekuatan.Karena masing-masing dari kami memiliki kekuatan yang berbeda ”
“Nah..lalu kenapa kalian berniat merusak bumiku,merusak kehidupanku,merusak keluargaku!!”,Kazuto marah dengan mengeluarkan air mata.
“Sebenarnya..bola api itu hanya ilusi.Yang terjadi sebelumnya hanyalah letusan magma gunung berapi”,ucap N.
Kazuto menghampiri N dengan maksud untuk memukulnya.
“Kau mempermainkanku? SIALAAN!!”
Uni menghentikanku.
“N melakukan hal itu bukan karena keinginannya.Tapi karena suruhan pemimpin kami”
Seketika,aku pun terdiam.
“Jika kami tidak mengancurkan bumi,maka,ia akan mengancurkannya secara langsung.Tapi,kami tidak ingin melakukan hal itu.Kami tidak ingin membunuh orang tak bersalah”,jelas N.
“Dan juga,yang menciptakan planet game ini…adalah aku”,ucap Uni.
“Jadi,tidak ada gunanya aku kesini,kan!?”
“Tentu saja ada.Di planet ini,ada sebuah portal menuju ke planet game lainnya.Mungkin pemimpin kami ada disana.Jika kau mengalahkannya,maka tidak akan ada kehancuran”
Kazuto terdiam.Mengepalkan kedua tangan di atas lututnya.
“Kenapa!! Kenapa ini harus terjadi!?”
“Baiklah,nak.Hanya itu yang ingin kusampaikan padamu.Sekarang kau boleh kembali”,ucap Uni.
Lingkaran sihir pun terbentuk dan menyala.Aku mendekatinya.
“Tenang saja,nak.Kami berdua akan selalu mengawasimu”,wujud N yang awalnya pria biasa,berubah menjadi sosok putih dengan mata kanan berwarna hitam.
Aku pun sedikit terhibur.Kemudian berdiri di atas lingkaran tersebut.Seketika,aku telah berada di depan kamp.
Memasuki kamar,aku melihat Akira sedang menatapi langit malam.Dia terlihat cemas.
“Akira,aku pulang”,ucapku menutup pintu kamar.
Akira pun bergegas menghampiriku dan langsung memelukku.
“Kazuto..selamat datang!”,Akira terlihat menangis di pelukanku.
“Mari tidur bersama”,ajakku.
Akira pun mengangguk.
—Penyerangan
Di kemudian hari,kami mendapatkan misi yang cukup sulit,yaitu menelusuri kota bawah tanah yang sudah terbengkalai.Kami ditugaskan untuk mencari artefak bernama Guchala yang sangat berharga.
Kami pun berangkat ke tempat tujuan yang berjarak 7km ke arah utara.Karena tidak ingin menghambur-hamburkan mana,kami pun berjalan kaki.Memang bukan jarak yang bisa ditempuh dengan waktu singkat.
Selama perjalanan,kami melewati hutan,padang rumput,bahkan jurang.Setelah cukup lama,Akira terlihat kelelahan.Aku pun mengajaknya beristirahat di tepi sungai yang tenang.
“Kau tidak perlu memaksakan diri,Akira”
“Tidak,kok”
Matahari tepat berada di atas,menunjukkan sudah tengah hari.Kami berdua beristirahat di bawah sebuah pohon
“Haah..aku ingin tidur sejenak”,Akira bersandar di pohon tersebut.
Sedangkan Kazuto mengawasi sekitar.
Tanpa Kazuto sadari,hasrat mengendalikan tubuhnya.Ia menghampiri Akira,dan memegang pakaiannya.
Seketika,Kazuto tersadar kembali.Sontak,ia sangat terkejut dengan apa yang akan dilakukannya sebelumnya.Ia pun menampar pipinya sendiri.
“Sial.Apa yang kulakukan?!”
Ia pun ikut bersandar di pohon itu kemudian tertidur.
Beberapa saat kemudian,Akira membangunkannya.
“Kazuto..bangun..”
“Hm? Ada apa? Biarkan aku tidur..”,ia tertidur kembali.
Akira pun menggelitiki perut Kazuto.
“Ahahaha..hentikan..hentikan”
Kemudian,ia menampar pipinya.Seketika,Kazuto pun terdiam.
“Kau ini..kenapa tidak lakukan ‘itu’ di kamar saja”,tanya Akira.
“Itu? T-tunggu dulu..bukan itu yang kumaksud-”
“Melakukan ‘itu’ di tempat terbuka tidak sopan,tau”
Kazuto pun tertunduk malu.
“Hah…sudahlah,ayo kita lanjutkan perjalanan”
Kami pun melanjutkan perjalanan memasuki hutan.Diperkirakan,kami baru menempuh jarak sejauh 3km.Itu artinya,tinggal setengah perjalanan lagi untuk sampai di tujuan.
__ADS_1
Dikarenakan sudah mulai gelap,kami pun mendirikan sebuah tenda beserta api unggun di tengah hutan.
“Akira,kau tidur saja duluan.Aku akan mengawasi sekitar”,ucapku mengeluarkan perbekalan.
“Eheheh..jika kau mau melakukannya,lakukan saja”,Akira membentangkan kedua tangannya.
“Ti-tidak! Aku tidak akan melakukannya hingga tujuanku tercapai”
“Oh benar juga..setelah semuanya tercapai,kita bisa bermain-”
“Sudahlah hentikan..Aku akan mencari kayu lagi”,terlihat kayu tinggal tersisa sedikit.
Di sisi lain,Uni dan N sedang mengawasiku.
“Kau beruntung kesini saat ‘dia’ tidak ada di sini”,ucap N.
“Benar juga.Jika tidak,mungkin nasib anak itu akan seperti tengkorak yang ada di lobi.Kau tahu ‘dia’ berada dimana?”
“Tidak.Aku tidak bisa melacaknya”,N menggelengkan kepala.
“Jika anak itu bertemu dengan‘nya’,ntah apa yang akan terjadi”
Setelah makan malam,kami pun tidur di dalam tenda.Terlihat,Akira memelukku dengan erat.Sementara aku masih membayangkan,bahwa ada planet lain yang seperti ini.Pikirku,mungkin akan sangat sulit untuk menaklukkan planet game satu persatu.
Pagi hari pun tiba.Kami segera berkemas.Saat membereskan tenda,aku melihat sebuah kertas.Aku lalu mengambilnya dan menyembunyikannya dari Akira.
“Kazuto,aku kebelet”
“Oh pergilah..berhati-hatilah!”
Akira berlari ke semak untuk buang air.Di saat itu,aku mengeluarkan kertas itu.Di situ,tertuliskan "Berhati-hatilah,nak.Ada yang mengawasimu"
“Ini pasti Uni”
Tiba-tiba,Akira memanggilku.
“Kazuto! Kemarilah!”
Aku pun menghampirinya.
“Lihat! Sebuah kota”,tunjuk Akira.
Kami pun menghampiri kota tersebut karena kebetulan,perbekalan kami hampir habis.
Kota itu terlihat ramai dan juga banyak pedagang di sana.Kami pun menghampiri seorang pandai besi.
“Apa kau bisa membuatkanku pedang?”
Dia terlihat sedang menerpa besi.Kemudian melihat lalu menghampiriku.
“Sebuah pedang sihir?”,tanya nya.
“Tidak.Pedang biasa saja”
“Omong-omong,kau bukan dari sini ya?”
“Benar.Kami berdua adalah petualang.Kami mendapat misi untuk mencari Guchala yang-”
“Apa kau bilang?!”,dia terlihat kaget.
“Apa kau tahu sesuatu?”
Pandai besi itu kemudian mengajakku ke ruangannya.
“Ikuti aku”
Di dalam ruangan,dia menunjukkan sebuah pedang.
“Lihat pedang ini”
“Pedang? Aku hanya melihat pegangannya saja”,aku bahkan tidak melihat sesuatu yang tajam.
“Pedang ini hanya bisa diaktifkan oleh pemilik aslinya saja”,jelasnya.
“Lalu,kenapa aku?”
“10 tahun lalu,ada 2 orang petualang membeli busur di sini.Mereka mendapat tugas untuk mencari Guchala.Tiba-tiba,muncul seorang utusan dari temanku,yang juga seorang pandai besi,memberikan pedang ini.Aku pun menjelaskannya lalu menawarkannya pada mereka,namun mereka menolak”
“Lalu apa yang terjadi pada mereka?”
“Ntahlah..hingga saat ini,aku belum mendengar kabar mereka”
“Apa kau tahu sesuatu tentang Guchala?”
“Ya,tentu.Dikabarkan,Guchala adalah sebuah artefak yang sangat berharga.Banyak petualang mencari artefak itu,tapi,tidak satupun berhasil.Artefak itu dijaga oleh sesosok iblis.Konon,iblis itu hanya bisa dibunuh menggunakan pedang ini”
“Apa kau tahu pemilik pedang ini?”
“Aku tidak tahu.Sejak masih remaja,aku melihat pedang ini di temanku.Temanku kemudian menunjukkan pedang itu kepada ahli sejarah dan dia mengatakan kalau itu adalah pedang takdir”
Aku pun terdiam.
“Baiklah..aku ambil”
Pandai besi itu pun memberikan pedang tersebut kepadaku.
Selesai membeli perbekalan,kami pun melanjutkan perjalanan.
Setelah lebih dari 1 jam,kami melihat sebuah gua.Kami mendekati gua tersebut.
“Hati-hati”
Kami pun mulai memasuki gua itu.Tiba-tiba,pijakan kami bergerak dan terbelah.Kami pun terjatuh ke dasar.
“Akira,kau baik-baik saja?”,ucapku mengeluarkan obor.
“Ya,aku tidak apa-apa”
Cahaya obor menyinari tempat itu.Ternyata,kami telah sampai di tempat tujuan,yaitu kota bawah tanah.
“Akhirnya..”
Di situ,Kazuto merasakan hawa keberadaan seseorang seperti sedang mengawasinya.
“Kazuto? Ada apa?”,tanya Akira.
“Ahh tidak kok.Ayo”
Kota itu sangat luas.Terlihat banyak bangunan megah yang telah dipenuhi tumbuhan rambat.
Setelah cukup lama menelusuri,akhirnya kami menemukan sebuah petunjuk.
“Hm? Arah panah? Mengarah ke mana ini?”,Akira memutar papan tersebut.
Air liur menetes ke pakaianku.Aku pun melihat ke atas.
“Akira,awas!”,aku mendorong Akira.
Terlihat,seekor laba-laba raksasa berada di hadapan kami.Di saat yang bersamaan,tengkorak hidup bermunculan dari dalam bangunan.
“Akira!”
“Baiklah!”,Akira memberikanku perisai sihir.
“Akira! Gunakanlah sihir serangan tunggal dan bidik kepala mereka! Aku akan mengurus laba-laba ini!”
Akira pun mengangguk.
Aku menghadapi laba-laba tersebut dengan pedang besi.Terlihat,Akira sedang berusaha menghabisi puluhan tengkorak.
“Rasakan ini!!”,aku berhasil menebas salah satu kakinya.
Laba-laba itu mulai menembakkan jaring dan hampir mengenaiku.Karena aku tidak melihat pijakan,kakiku terjerat.Kemudian,laba-laba menembakkan jaringnya sehingga aku tidak bisa bergerak lagi.
Di sisi lain,Akira kewalahan menghadapi tengkorak yang terus bermunculan.Hingga salah satu tengkorak melukai tangannya.
“AKIRA!!”,teriakku.
Akira pun berlari mencari tempat yang aman.Tiba-tiba,muncul kepala tengkorak dari dalam tanah.Akira pun tersandung dan terjatuh.Ia berusaha mundur,namun sudah tidak ada jalan lagi.
“SIAAAL!!”,laba-laba yang ada di depanku,terus mendekatiku dan menunjukkan gigi-gigi tajamnya.
Terlihat,Akira sudah terkepung.Ia memegangi tangannya yang terluka sembari mencoba melawan dengan menendang tengkorak yang mendekatinya.
Salah satu tengkorak memegang kakinya.Akira pun terkejut.Lalu,beberapa tengkorak
memegang tangan dan kakinya kemudian dibentangkan.
Akira terlihat kesakitan.
“Aaaaa!! Tidak! Hentikan!”
Di sisi lain,tubuh Kazuto menyala.Seketika,ia terlepas dari jeratan laba-laba tersebut.Makhluk itu kemudian melompat ke arahnya.
Sekejap mata,Kazuto sudah berada di belakang laba-laba.Tubuhnya pun terbelah dua.
Kemudian,ia melesat ke arah gerombolan tengkorak yang mengepung Akira.Ledakan pun terjadi.Lalu,Kazuto menghabisi semua tengkorak yang ada di situ hingga tak tersisa satu pun.
Kazuto pun menggendong Akira.Ia terlihat lemas.
“Ka..zu..to”,mengelus pipi Kazuto.
Tiba-tiba,muncul sesorang dari kegelapan.
“Hahaha..boleh juga kau,wadah”
Kazuto pun meletakkan Akira di tempat yang aman,kemudian mengobatinya dengan sihir.Akira terlihat tak sadarkan diri.
“Biasanya,para player akan mati karena laba-laba dan tengkorak.Tapi kau tidak”,dia memberi tepuk tangan.
Kazuto pun berbalik.
“Siapa kau?!”
“Ntahlah..tak ku sangka mereka berdua bersekutu denganmu”
Dia pun menunjukkan wujudnya.
Dia berwajah putih,memakai jubah,bermata merah dan memiliki tanduk.
“Perkenalkan..aku bawahan raja iblis yang paling setia,Vil”
“Bawahan raja iblis?”
Tanpa pikir panjang,Kazuto langsung melesat ke arahnya sembari mengayunkan pedang.
Namun,serangnya ditahan.
“Orang sepertimu takkan bisa melukaiku sedikitpun”
Kazuto dilempar olehnya.Kemudian,dia mengeluarkan senjatanya,sabit besar.
“Mari bersenang-senang!”
Dia melesat ke arah Kazuto.Kazuto tak bisa menghindarinya.Sehingga,dia terkena tendangannya.Vil terus melakukan itu hingga Kazuto kelelahan.
“Baiklah.Aku akan menggunakan senjataku”,dia mengacungkan sabitnya lalu melesat ke arah Kazuto.
Tepat sebelum sabit mengenai leher Kazuto,waktu terhenti.Ia pun pindah ke belakang Vil.Setelah itu,waktu kembali berjalan.
“A-apa?! Mustahil!”,Vil terkejut.
“Ayo!”,Kazuto menghilang dari pandangannya.
Vil mendadak tersungkur karena tendangan Kazuto.
“Beraninya kau?!”
Kemudian,Kazuto menyerangnya dari segala arah.Vil tak bisa berkutik sedikitpun.
Lalu,Kazuto mengeluarkan pedang pemberian tadi.Dan benar saja,pedang itu muncul mengeluarkan cahaya biru.
Ia pun mengarahkan pedang itu ke leher Vil.Namun,dalam sekejap,Vil menghilang dari pandangannya.
“Kemana dia?!”
“Wah wah kau hebat juga”,Vil sudah berada di dekat Akira.
“Jangan sentuh dia!!”
Kazuto pun melesat dan mengayunkan pedang ke arahnya.Tanpa dia sadari,dia telah memenggal Akira.
Kazuto terdiam melihat kepala Akira jatuh ke tanah.Kazuto menatapnya dengan tatapan kosong.
Lalu terdengar Uni berbicara padaku.
“Kazuto! Sadarlah!”
“SIALAAN!!!”
Kazuto terus mengejar Vil.Namun,setiap kali menebasnya,selalu menjadi Akira.
“Kazuto!! Sadar!!”
Kazuto pun terjatuh sembari menangis.
“Sial!”,memukul tanah.
Kemudian,Kazuto menutup matanya.
“(Ah tenang sekali)”
“(Aku menyukai ketenangan)”
“(Ketenangan dibarengi kesenangan)”
Ia melihat teman-teman SMA nya menyapanya.Dan dia melihat Akira.Kazuto pun terbangun.
“Kazuto,kau tidak apa-apa?!”,aku berada di pangkuan Akira.
“Akira?!”
Kazuto terkejut melihat Akira baik-baik saja.Dia melihat sekitar dan terdapat banyak player yang lain.
“Bagaimana dengan Vil?!”
“Vil? Siapa itu? Setahuku,setelah kau menyelamatkanku,kau terjatuh di sebelahku,aku pun menggenggam erat tanganmu”,ucapnya tersenyum.
Kazuto pun melamun.
“Ada apa?”
“Ah tidak kok”
__ADS_1
Terlihat,salah satu player menemukan artefaknya.Mereka pun membawa kami pulang dan artefak itu ke kamp.