The Un : Countless

The Un : Countless
Mendekati akhir?


__ADS_3

-Dunia yang terhubung


Setiap hari, Amato selalu mengunjungi kamarku.Dengan harapan,menemuiku secara langsung.Karena,ia melihatku hanya dalam mimpi.



“Kazuto..”,membuka pintu kamar.



“Bagimana,kak?”,tanya Yuuta.



Amato menggelengkan kepala.



Mereka berdua terlihat kehilangan.Diriku yang hilang tiba-tiba,membuat mereka seperti kehilangan segalanya.



“Ka-kazuto! Seenaknya kau membuka celanaku!”



“Jika tidak diganti,kau akan gatal-gatal”



“Emm..itu..”



“Sudahlah,jangan bicara yang tidak-tidak”



Jauh di depan,kami melihat pegunungan.Mungkin,kamp ada di balik pegunungan itu.


“Lihat itu!”,tunjukku.



“Rintangan terakhir?”



“Ya”



Tetapi,sebelum pegunungan itu,yang harus kami lewati adalah padang rumput,hutan bambu dan dataran tinggi.



Beberapa jam berlalu,kami pun sampai di kaki pegunungan. Kami diharuskan mendaki pegunungan tersebut.Namun,kami memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.



“Untung saja aku membeli makanan tadi”,ucap Akira mengeluarkan makanan dari ransel.



“Nah,kau makan saja dulu”,aku meninggalkannya.



Aku pergi ke sebuah sungai di dekat sana.



“Uni,bagaimana?”



“(Ya.Bahaya menantimu di depan sana)”,wajahnya muncul dari dalam air.



“Apa kau bisa melihat mereka?”



“(Sayang sekali.Kemampuanku tidak sehebat itu)”



“Lalu,apa yang harus aku lakukan?”



“(Tenang saja,nak.Kau hanya perlu menggunakan kekuatan Un.Dengan begitu,kau tak terkalahkan)”,ia pun menghilang.



Aku pun mencuci muka di sana lalu kembali ke Akira.



“Baiklah.Kita akan memanfaatkan siang!”



“Baik!”



Siang hari, kami mulai mendaki pegunungan itu.Banyak batuan besar di lerengnya.



Beberapa saat kemudian,kami melihat sebuah gubuk.Kami pun menghampirinya.


“Syukurlah..kita bisa beristirahat di sini”



“Hm..tentu”



Di saat kami duduk bersamaan,tiba-tiba tanah bergetar lalu terbelah tepat di bawah kaki.Kami pun terjatuh ke dasar.



Di bawah,aku tersangkut di sebuah ranting pohon.Sedangkan,Akira terpisah dariku.



“Akira!”,aku menyalakan obor.



Ntah apa yang ku pijak sekarang.Yang jelas,kami berdua terjatuh ke dalam tanah.Namun,aku mendarat di sebuah pohon.Pasti ada sesuatu di bawah sini.



Yang bisa kulihat di sana hanyalah pepohonan.Karena gelap,jarak pandangku terbatas dan hanya bisa mengandalkan obor.



Kemudian,aku melihat Akira tergeletak di tanah.


“Akira!”,aku menghampirinya.



Ia terlihat tak sadarkan diri.



“Akira!”,aku berusaha membangunkannya.



Ia pun membuka matanya.


“Kazu..to”



“Akira,kau tidak apa-apa?!”



“Y-ya”



Saat mencoba membangunkannya,ia merintih kesakitan sambil memegang paha kirinya.Dan luka panah di kaki kanannya terbuka lagi.



“Kazuto…aku..tidak sanggup berjalan lagi..”



“Aku akan membantumu!”,aku membalut kakinya yang terluka.



“Sepertinya..aku tidak akan sampai ke tempat tujuan”



“Diamlah! Aku akan mengobatimu!”



Aku mencoba mengobati kakinya yang patah dengan mantra sihir penyembuh.Namun,tidak ada yang terjadi.



“(Percuma saja,nak.Di tempat itu,kau tidak akan bisa mengobati luka apapun)”,Uni berbicara dalam kepalaku.



Aku pun terdiam kaget.



“(Tempat yang kau pijak sekarang adalah…tempat terkutuk!)”



“Kazuto?”



“Aku akan berusaha!”



Meski begitu,aku berusaha untuk mengobati kakinya.Ntah itu berefek atau tidak,aku tetap akan melakukannya.



Beberapa saat kemudian,Kazuto mulai kelelahan.



“Kazuto,wajahmu terlihat pucat”



“Aku tidak apa-apa..tenang..saja”



Di saat seperti itu,tiba-tiba cahaya dimana-mana.Tempat itu seketika menjadi terang.



“Apa yang terjadi?!”



Tanah yang kami pijak kemudian mengembang seperti ingin meledak.Udara seketika terasa sesak.Tidak ada oksigen di tempat itu.



Tekanan magma yang kuat di dasar pegunungan itu menjadi sebabnya.Beberapa saat kemudian,Akira kehabisan nafas lalu pingsan.



Aku pun memeluknya.Setelah itu,ledakan magma tak terhindarkan.Tempat yang kami temukan itu,hancur tak bersisa.Seluruh pegunungan itu meledak mengeluarkan batu magma kemana-mana dan asap vulkanik menjulang tinggi ke atmosfer.



Letusan itu merupakan akhir dari segalanya.Kamp selatan yang berada 2km dari situ pun kena imbasnya.Misi kami berdua hanya sampai di situ.



“Ahh…hanya segini kemampuanku”



Aku terbangun di sebuah padang rumput yang luas.



“Ya..aku tidak punya tujuan lagi..”



Lalu,seekor nyamuk hinggap di pipiku.Aku pun menamparnya.Nyamuk itu menghindar dan pindah ke pipi sebelah.Aku terus menamparnya.



“Kazuto!”,Akira menepuk pipiku.



Aku terbangun di pangkuannya.



“Akira..apa yang terjadi?”



“Kau terjatuh dari pohon dan tak sadarkan diri”



“Kaki…bagaimana dengan kakimu?!”,aku terbangun terkejut.



“Ka-kaki? Ah kakiku tidak apa-apa kok.Cuma bekas luka terbuka lagi”



Aku pun bernafas lega.



“(Lagi-lagi,hal aneh menimpa diriku,ya)”



Karena terlihat kesulitan berjalan,aku pun menggendong Akira.



“E-eh..apa yang-”



“Sudahlah..kita harus mencari jalan keluar”



Mengikuti sebuah jalan,kami menemukan hutan tropis.Di hutan yang seperti itu,terkadang ada beberapa binatang buas yang siap menyerang kapan saja.



Benar saja,seekor harimau muncul dari semak dan melompat ke arah kami.



Aku menghindarinya.Namun,harimau itu terus mencoba untuk menerkam.Hingga akhirnya,aku menendang kepalanya.Ia pun terlihat kesakitan lalu pergi meninggalkan kami.



“Apa benar ini masih di dalam gunung?”



Beberapa lama kemudian,kami melihat gua yang bercahaya.Kami pun memasuki gua itu.Ternyata,itu merupakan jalan keluar dari dalam pegunungan.



Dari sini,sudah terlihat kamp tujuan kami.



Kami tiba di kamp tepat pada matahari terbenam.Terlihat seseorang menyambut kami.


“Selamat datang! Saya operator di sini”



Dia menunjukkan kamar untuk kami.



“Hahh..lelahnya…”,Akira terjun ke kasur.



“Ya..setelah beberapa hari perjalanan”,aku menurunkan ransel.



“Aku ngantuk..tapi juga lapar”



“Kau makan dulu sana.Aku mandi dulu”



Tiba-tiba Akira memegang tanganku.Dia terlihat menggerakkan kedua alisnya dan tersenyum lebar.



“E-ehh?!”,aku terkejut.



“Kazuto,ayo!”



“A-ahh..ba-baiklah,setelah aku selesai mandi”



Setelah mandi,aku sempat merasa gugup.Karena ini pertama kalinya bagiku ada wanita yang mengajakku.



Terlihat Akira sudah berada di atas ranjang di dalam selimut.Dia memanggilku


“Kazuto~”,mengedipkan sebelah matanya.



“(Sial! Apa yang harus ku lakukan?)”



Akira mengeluarkan kakinya dari selimut dan menyentuh diriku yang sedang terduduk gugup di sebelahnya.



“(Sial! Aku pengecut!)”



Sesaat sebelum aku masuk ke dalam selimut,seseorang mengetuk pintu


“Permisi! Tuan Kazuto!”



Aku pun menghampirinya dan membuka pintu


“Ada apa?”



“Ada surat untukmu dari kamp awal”,ia menyerahkan sebuah surat,lalu pergi.



“Sebuah surat?”,menutup pintu dan duduk di kursi.


__ADS_1


“Kazuto? Ada apa?”,tanya Akira.



“Tunggu sebentar”



Aku membaca surat tersebut.


“\[Ini merupakan surat terakhir sebelum kehancuran kamp ini.Di kejauhan,aku melihat sesosok moster yang telah melegenda,Sang Badai.Melihat sosok itu,kehancuran sudah dipastikan. -operator\]”



“Sial!”,aku memukul meja.



“Kazuto..”,Akira terlihat cemas.



“Akira,kau tunggu sebentar.Aku akan menemui seseorang sekarang”



Aku menuju ke sebuah danau dekat kamp.Terlihat,Uni sedang duduk di pinggir danau


“Hebat juga kau mengetahui keberadaanku”



“Apa maksudnya ini?!”,aku memberikan surat yang sebelumnya aku terima.



“Makhluk melegenda,ya”



“Kau yang melakukannya?!”



“Mana mungkin aku melakukan hal keji seperti itu”



“Lalu,apa kau tahu sesuatu?”



“Baiklah,nak.Akan kuceritakan kejadian ratusan tahun lalu”



Uni bercerita,bahwa Planetonik dulunya dibentuk oleh 3 makhluk.2 diantaranya adalah Uni dan N,sedangkan 1 lagi masih menjadi misteri.



Uni menciptakan planet,N menciptakan beberapa elemen sihir lalu menyebarkannya,sedangkan 1 lagi bertugas menciptakan penghuni planet tersebut.



Namun,karena hasrat yang dimilikinya,ia hanya menciptakan sedikit manusia,dan memperbanyak binatang buas serta monster.



Sempat terjadi adu mulut antara Uni yang tidak setuju akan diciptakannya monster,dan dia yang menciptakan monster karena keinginannya sendiri.



Dengan sombongnya,ia pergi begitu saja.N tidak bisa berbuat apapun.Kehabisan ide,Uni akhirnya memutuskan untuk menjadikan planet itu menjadi sebuah game tanpa jenis khusus.



Ia pun menciptakan alat untuk memanggil makhluk dari planet lain,yaitu bumi.Ia mendekatkan planetnya ke bumi.Lalu menciptakan portal dari sebuah disk atau kaset.Kaset itu kemudian disimpan secara acak di berbagai tempat di bumi.



Sedangkan,N bertugas untuk mencari orang-orang yang menurutnya layak untuk mendapatkan kaset itu.Dan tanpa disengaja,N telah memilih seseorang yang memiliki potensi mengalahkan yang terkuat,yaitu Kazuto.



Uni pun merasa terkejut dan senang melihat orang itu.Karena menurutnya,ia mampu mengalahkan makhluk yang memberikan bencana di planetnya.



Setiap hari,ia memandu orang yang dipilihnya,yaitu Kazuto,untuk hidup lebih baik.Kemudian,mempertemukannya dengan seorang wanita bernama Akira.



Hingga tiba waktunya mereka dipindahkan ke planet ini.Kemudian pertemuan langsung dengan Kazuto.



Kelak,anak ini akan mengalahkan semua kejahatan dan berdiri di puncak kekuatan terbesar untuk menguasai semuanya.Itu yang ada di pikiran Uni.



Kazuto pun terdiam mendengar ceritanya.



“Bagaimana,nak? Kau sudah paham?”



“Bahkan,kau sekalipun tidak mengetahui keberadaannya,ya?”



“Ya.Tapi menurutku,dia berada dimana kejahatan berada.Jadi,dia ada dimana-mana”



Setelah mendengar penjelasannya,aku kembali ke kamp untuk memikirkan rencana ke depannya.



Sesampainya di kamar,aku melihat Akira sudah tertidur pulas.



“Maafkan aku,Akira”



Aku pun tidur di sebelahnya.



Keesokan harinya,aku mendapat tugas menelusuri Hutan Menara yang berada 3km dari sana.Aku merasa bosan mendapati tugas seperti itu.Namun,apa boleh buat.



“Akira,aku tidak akan lama.Aku akan segera kembali”



Aku tidak mengajak Akira karena tugas ini khusus untukku.



“(Ya,aku mengerti.Aku mengerti perasaanmu,Kazuto)”



Akira duduk di atas kasur sembari membayangkan masa kecilnya.


–Masa lalu Akira


Seorang wanita pendiam dijauhi teman-temannya.Namun,menurut pandangan wanita itu,ia dijauhi karena mereka menyayanginya.



Hingga teman sebangkunya menyarankan untuk lebih mengungkapkan perasaannya kepada teman-temannya.Wanita itu sempat berpikir bahwa ia tidak bisa melakukan itu.



Suatu saat,ia terpeleset di tangga dan kepalanya terbentur ke lantai.Teman-temannya terkejut.Salah satu temannya pun menolongnya dan membawanya ke UKS.



Di sana,wanita itu siuman.Kemudian,ia memeluk temannya yang telah menolongnya


“Terima kasih”



Setelah berterima kasih,wanita itu mencium temannya yang merupakan wanita juga.



Ia sempat terkejut.Ntah apa yang terjadi setelah ia terbentur.Setelah mencium,ia mengelus-elus lehernya.



Merasa terganggu,ia pun menampar wanita yang bersikap aneh itu.



Seketika,ia pun tertunduk dan mengatakan


“Tinggalkan aku sendiri”



Sikap anehnya itu membuatnya semakin dijauhi.Kemudian,ia sadar bahwa ia memiliki 2 kepribadian.Bahkan ia terangsang melihat temannya sendiri,dan terkadang takut melihat wajahnya sendiri saat bercermin.



Wanita itu merasa kehidupannya berubah.Lalu memutuskan untuk berhenti sekolah dan mengurung diri di kamarnya.



Aku bisa memahami perasaan orang lain,tetapi tidak bisa memahami perasaan sendiri.Apa aku tidak punya perasaan? Tidak,mungkin aku hanya memiliki perasaan yang berlebihan kepada siapapun.Yang ada di benak wanita itu,yaitu Akira.


—Bantuan


Kazuto mempercepat perjalanan dengan terbang.Sihir terbang tidak terlalu menguras mana jika untuk satu orang.



Beberapa saat,ia pun sampai di Hutan Menara.Disebut demikian,karena pohon-pohon di sana sangat tinggi layaknya menara.



Hutan itu terlihat sepi dari berbagai binatang.Kazuto terlihat heran akan hal itu.Bahkan,ia tidak melihat serangga satu ekor pun.




“Reruntuhan?”



Setelah menyentuhnya,tumpukan batu itu bergerak.Ternyata,itu bukan tumpukan batu biasa,melainkan golem batu.Golem itu merasa terganggu dan mengayunkan lengannya ke arah Kazuto.



Beruntung,Kazuto bisa menghindarinya.Kemudian,golem itu mengeluarkan akar untuk menjerat kaki Kazuto.Ia pun terjerat tidak bisa kemana-mana.



Dari arah depan,terlihat batu yang dilempar oleh golem itu.Kazuto pun sigap dan mengeluarkan tameng besar dari gelangnya.



Tameng itu mampu menahan serangan batunya.Namun itu tidak lama.Tamengnya retak lalu hancur.Batu itu pun menghantam Kazuto.



Ia terlihat kesakitan dengan kakinya yang masih terjerat akar.Ia pun mengeluarkan pedang untuk membelah batu yang melayang ke arahnya.Namun,batu itu sangat keras,tidak bisa dibelah oleh pedang.



Beberapa kali,batu menghantam tubuh Kazuto.



Di saat seperti itu,terlihat cahaya merah dari suatu titik.Cahaya tersebut merupakan laser yang kemudian mengenai golem itu.Seketika,golem itu mengeluarkan suara lalu pergi begitu saja.



Akar yang menjerat kaki Kazuto pun terlepas.



“Lain kali,berhati-hatilah saat di hutan”



Seseorang muncul dari semak.Dia merupakan seorang wanita.Terlihat,di wajahnya ada beberapa luka gores dan ia membawa sebuah senjata besar.



“Kau yang menyelamatkanku barusan?”,Kazuto melirik wanita itu.



Kazuto mencoba berdiri.Namun,dengan luka-luka di tubuhnya,ia tidak bisa berdiri.


Kemudian tak sadarkan diri.


Wanita itu pun membawanya pergi.



“Kazuto,cepatlah kembali”,Akira menatap langit.



Beberapa saat kemudian,Kazuto pun terbangun.Ia menoleh ke arah kanan.Betapa terkejutnya ia,melihar seorang wanita yang hanya memakai bra dan \*\*\*\*\*\* \*\*\*\*\*.Ia pun langsung menutup wajahnya.



“Bangun juga kau”,ia memakai pakaian.



“Dimana ini?”



“Guild ku”



“Guild?”



“Benar.Aku memiliki kelompok yang terdiri dari beberapa player dan petualang murni”,jelasnya.



Maksud dari petualang murni adalah petualang yang bukan berasal dari bumi,tapi penduduk asli Planetonik yang berprofesi menjadi petualang.



“Aku membangun guild ini bersama teman-temanku”,ia duduk di sebelahku.



“Lalu,kenapa dengan luka di wajahmu itu?”



“Beberapa bulan lalu,kami memutuskan untuk mencari kastil raja iblis.Beberapa hari kami mencari.Setelah menemukannya,kami disambut hangat olehnya.Aku terkena serangannya tepat di wajahku.Namun,aku beruntung tidak seperti teman-temanku yang langsung tewas di tempat”



“Ba-bagaimana kau-”



“Sudah kuduga kau pasti akan menanyakan itu.Salah satu temanku menjadi perisai untukku.Ia mengalihkan perhatian agar aku bisa melarikan diri.Sungguh kejadian tak terduga”



“Begitu…baiklah,namamu?”



“Ahh aku Alma”



“Aku Kazuto”,menjabat tangan.



Tiba-tiba muncul seseorang


“Kapten! Sang Badai terlihat!”



“Apa katamu?!”



Ia pun bergegas mengambil senjatanya


“Ayo,Kazuto!”



Terlihat di kejauhan,Sang Badai yang melegenda,menghancurkan apa yang dilaluinya.



Sang Badai berbentuk sebuah awan hitam besar yang menyambarkan petir kemana-mana.



“Dia datang lagi”



Dia mendekat ke arah guild.Para anggota guild pun mencoba menyerangnya


“Tembak!”



Serangan jarak jauh pun diluncurkan dari berbagai senjata.Namun,gumpalan awan hitam membentuk sebuah perisai dan menghalau semua serangan.



“Sial”



“Bagaimana cara mengalahkannya?”,tanyaku.



“Kau lihat itu.Ada sebuah mata di pusatnya-”



Tanpa pikir panjang,Kazuto berlari menghampiri gumpalan awan hitam itu dan meneriakinya dari bawah.



Sebuah petir pun menyambarnya.Kazuto tak sadarkan diri.



“(Undead)”



Mata Kazuto berwarna putih menyala.Gelangnya berwarna merah tua.Ia pun mengeluarkan sebuah tombak panjang.



Kemudian,ia melesat ke arah pusat awan itu.Walaupun sempat dihalau oleh sambaran petir,itu tak berpengaruh lagi pada Kazuto.



Hingga ia pun menusuk matanya.Setelah itu,awan itu menghilang.Cuaca menjadi cerah kembali.



Kazuto kembali normal dan menghampiri Alma


“Dia mati?”



“Tidak.Dia cuma pergi”



Suasana di guild itu pun kembali normal.Alma mengajak Kazuto untuk menceritakan sedikit tentang kekuatannya.


__ADS_1


“Kekuatan apa tadi?”,tanya Alma.



“Hhm ntahlah..aku juga tidak mengetahuinya”



“Apa maksudmu?”



“Tubuhku terkadang bergerak sendiri saat aku tak sadarkan diri.Seperti dikendalikan oleh seseorang..”



“Cukup rumit ya”



“Bagaimana kau membuat senjata itu?”



“Ohh laser ini..aku memiliki skill khusus creation,jadi,aku bebas untuk memodifikasi senjata.Tentu saja disesuaikan dengan sihir penggunanya”,jelasnya.



“Woah itu hebat!”



Setelah pulih sepenuhnya,Kazuto pun bersiap untuk kembali ke kamp.Ia sempat mengajak Alma


“Ayo ikut bersamaku!”



“Ma-maaf,aku tidak bisa meninggalkan guild ini”



“Baiklah kalau begitu.Aku pergi”



Kazuto pun melesat terbang ke arah kamp.



Kazuto tiba di kamp tepat pada matahari terbenam.Ia menceritakan kejadiannya kepada operator.Lalu,operator itu meningkatkan levelnya dan memberinya julukan "pengusir".



Sesampainya di kamar,ia disambut Akira.Ia pun langsung memeluknya


“Kita aman..untuk saat ini”,bisik Kazuto.



Tiba-tiba,Akira mendorong Kazuto hingga ia terjatuh ke kasur


“Tu-tunggu!”



Akira pun menidurinya.



“(Ya ampun…ada-ada saja di saat begini pun)”,Uni yang sedang mengawasi Kazuto.


—Raja iblis


Yang merupakan target Kazuto saat ini adalah Raja iblis.Uni menyangka bahwa raja iblis saat ini adalah rekannya dahulu.



Menurut cerita,Raja iblis sangatlah kejam dan kuat.Bahkan beberapa player terkuat pun tidak bisa berkutik di hadapannya.Sangat beruntung bagi petualang yang saat itu menjadi pendukung player,bisa melarikan diri dan selamat.



Bahkan ia pun bisa menaklukkan sang pengguna tombak terbaik,yaitu 1 dari 3 bawahan Griy Sang Bintang dengan mudahnya.



Namun,saat dihadapkan dengan ksatria suci,yaitu Griy,ia sempat kewalahan.Menurut ahli sejarah,jika raja iblis tidak terlihat,itu tandanya ia sedang memulihkan atau meningkatkan kekuatannya.



Kastil raja iblis berada di sebuah bekas kawah raksasa.Kawah itu merupakan bentuk keegoisan rekannya Uni,yang mengatakan bahwa di situ nantinya akan menjadi tempat bersemayam makhluk terkuat yang pernah ada.



Kazuto beranggapan bahwa dengan mengalahkannya,ia berharap bisa mendapat petunjuk lebih mengenai Planetonik lainnya.



Pagi hari,Kazuto terbangun.Ia melihat Akira sedang memeluknya


“Dasar Akira”



Saat itu,Akira pun terbangun juga


“Pagi,Kazuto!”



“Hmm..”,memalingkan pandangan ke jendela.



“Kenapa kau berwajah seperti itu?”,Kazuto terlihat merajuk dan kesal.



“Bisa-bisanya kau menggigit leherku,mencubit tanganku,bahkan kakiku terasa kaku”



“Kau marah karena itu?”,Akira murung.



“A-ahh tidak juga”



“Terima kasih,Kazuto!”,ia tersenyum lebar.



“Ya..aku juga”



“(Kazuto,aku menemukan portal untuk langsung menuju ke kastil raja iblis)”



Aku terdiam setelah mendengarnya.



“Hm? Ada apa?”



“Ahh tidak kok”



Aku pun segera beranjak dari kasur.



“Akira,aku akan menanyakan misi kepada operator”



Ternyata,tidak ada misi khusus untuk kami.Kebanyakan misi untuk level rendah,sedangkan level kami sudah tinggi.



Karena demikian,aku pun memutuskan untuk mengadakan perjalanan tersendiri.Dengan syarat,bila terjadi sesuatu,itu bukan lagi tanggung jawab kamp.Tentu saja dengan resiko yang amat tinggi.



“E-ehh?! Kau yakin?!”,Akira terkejut.



“Perjalanan ini sangat berbahaya,kau tidak boleh ikut”



“Tidak! Aku akan ikut!”,Akira menarik bajuku.



“Tapi-”



“Aku akan berhati-hati!”



“Haah..apa boleh buat”,menghela nafas.



Akira pun ikut bersamaku untuk mencari kastil raja iblis.Tapi,aku membutuhkan seseorang yang mengetahui lokasinya,yaitu Alma.



Kami berdua pun mendatangi guildnya.



“A-apa?! Kau mau kesana?!”,ia terkejut.



“Kumohon! Ikutlah dengan kami!”,aku memohon kepadanya.



“Ditambah lagi kau membawa perempuan”,ia melirik Akira.



“Aku yang akan menjaganya!”



“Baiklah jika kau memaksa”



Beruntung,Alma masih hafal rutenya.Melewati medan ekstrim sepanjang perjalanan,hingga bermalam di tengah hutan belantara karena jauhnya perjalanan.



“Oy,kau terlihat pucat”,Alma melihat Akira yang sepertinya kelelahan.



“Ah tidak kok.Aku baik-baik saja”



“Kugendong?”



“Ti-tidak usah!”



Kami sudah bermalam sebanyak dua kali.Alma mengatakan bahwa tujuan sudah ada di depan mata


“Sudah dekat”,ia melihat langit.



“Bagaimana kau tahu?”



Alma menunjuk ke langit.Dan benar saja,langit terlihat lebih gelap dan sesekali petir muncul darinya.



Siang hari,kami melihat benteng yang menjulang tinggi.Itu adalah pegunungan yang terbentuk secara alami yang terbentang dari kiri ke kanan.Di tengahnya merupakan kastil raja iblis berada.



Namun,untuk melewati bentengnya,tidaklah mudah.Kami diharuskan untuk melewati tebing terjal yang rawan longsor.Setengahnya berupa tebing dan setengahnya lagi hutan yang agak menanjak.



Walau terlihat mudah,namun di dalam hutan itu terdapat beberapa hewan buas dan hewan beracun,seperti ular,singa,laba-laba,kalajengking raksasa dan lainnya.



Dengan bekerja sama,kami bisa melawan hewan-hewan tersebut dengan mudah.Apalagi Alma,yang menggunakan laser penghancur,sedangkan aku menebasnya dengan pedang dan tombak serta Akira yang menjadi pendukung kami berdua saat bertarung.



Di ujung hutan,kami melihat kastilnya.Kelihatannya,kami datang dari arah belakang kastil.Tidak ada rintangan khusus di sekitarnya.Hanya saja,kami harus menaiki anak tangga yang lumayan banyak untuk sampai ke pintu utama kastil.



Sekitar 200 anak tangga sudah dilalui.Kami pun sampai di depannya.



“I-ini! Bukankah!…”



Betapa terkejutnya aku,melihat gerbang besar yang sudah tidak asing bagiku.Aku seperti pernah melihatnya.Gerbang yang sangat besar yang merupakan pintu masuk ke dalamnya.



“Kazuto,ada apa?”,tanya Alma.



“Ti-tidak kok! Gerbang ini sa-sangat besar”



Di dekat gerbang itu ada seorang penjaga


“Berhenti di sa-”,ia terdiam saat melihatku.



“Masuklah!”



Anehnya,penjaga itu malah membukakan gerbang untuk kami.Tanpa pikir panjang,kami pun masuk ke dalam kastil.



“(Ya.Aku pernah kesini ketika Uni membawaku)”



Setelah di dalam,pintu gerbang tertutup rapat.Kemudian,muncul seseorang dari depan


“Selamat datang,wahai pengunjung”



Ia berpenampilan memakai jubah panjang dan mengenakan topeng.



“Lama tak berjumpa,gadis laser”



“Sialan kau!”,ucap Alma.



“Sepertinya,kau anak laki-laki yang dia bicarakan”,ia menunjuk Kazuto.



“Dia?”



Ruangan di sebelah kami tiba-tiba terbuka dan berubah menjadi berdinding kaca transparan.



“N?!”



Di dalam ruangan itu,terlihat N yang kedua tangannya dirantai ke dinding.



“N,apa yang terjadi?!”



N hanya menggelengkan kepalanya.



“Percuma,nak.Aku telah menyerap semua pikirannya.Dan rupanya dia telah mengkhianatiku”



“Apa maksudmu?!”



Tiba-tiba,lantai yang dipijak Alma dan Akira terbuka.Mereka pun jatuh ke bawah kastil.



“Akira! Alma!”



“Mereka hanya akan mengganggu”,ia menghampiriku perlahan-lahan.



Diam-diam,aku mengeluarkan pedang dari gelangku untuk serangan kejutan.



Dirasa jarak sudah cukup dekat,aku mengayunkan pedangku ke belakang.Namun,sosok berjubah itu telah berada di depanku.



“Ups..hampir saja”,ucapnya.



“Aaaa!!”



Beberapa kali mencoba menebasnya,ia berpindah tempat dengan sangat cepat.Aku pun mengganti senjataku dengan tombak.Lalu,membuat area kerusakan dengan cara memutarkan tubuhku sembari mengayunkannya.



Meski begitu,ia tetap bisa menghindarinya.



“Boleh juga”



Ia terlihat mengeluarkan 2 bilah pisau dari lengan bajunya.



“Mari bersenang-senang,nak”,ia melesat ke arahku.



Beruntung,aku menggati senjata dengan sangat cepat.



Pertempuran pisau dan pedang tak terhindarkan.N hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apapun.Mungkin,Uni akan muncul di saat yang tepat.

__ADS_1


__ADS_2