
-Satu satunya cara
Saat membuka matanya,Kazuto berada di sebuah ruangan gelap.Kedua tangan dan kakinya dirantai ke sebuah kursi.
“Apa?! Aku masih hidup?!”
“Selama ku awasi,kau tidak akan mati..”,Dewa hitam muncul dari kegelapan.
“Lepaskan aku!”,Kazuto mencoba melepaskan rantainya.
“Tidak sebelum kau memberikan kekuatanmu..”,Dewa hitam memegang dagu Kazuto.
“Apa maksudmu?! Bukannya kau yang paling kuat dan paling berkuasa?!”
“Tidak.Yang paling kuat adalah dia yang memiliki kekuatan Un : Tak Terhitung!”,ia menendang wajah Kazuto hingga giginya copot.
Menurut kisah yang disampaikan Uni,kekuatan yang dimiliki Kazuto adalah Un : Tak Terhitung.Dikatakan,kekuatan itu dapat mengendalikan apapun,termasuk pengendalian penuh terhadap malaikat dan iblis.
Sejak dulu,Dewa hitam atau Dewa Kejahatan menginginkan kekuatan itu dari musuh bebuyutannya,Dewa Kedamaian.Namun,setiap upaya yang dilakukannya selalu gagal.
Hingga pada saat Kazuto berumur 5 tahun,Dewa Kedamaian memberikan kekuatan itu sepenuhnya kepadanya.Meski begitu,Kazuto tidak bisa mengeluarkan sebagian kecil dari kekuatannya itu.
Dia,Dewa Kedamaian,memberitahu kepada Kazuto bahwa kekuatannya itu merupakan anugerah dari penciptanya.Ia memberikannya kepada Kazuto karena sudah tidak tahan lagi akan pertempuran jangka panjang dengan musuhnya itu.
Dari kisah itu,sudah jelas bahwa sesuatu yang ditanggung Kazuto adalah sesuatu yang sangat berat.Namun,ia tidak bisa begitu saja memberikannya kepada Dewa hitam.
“Apa yang kau rencanakan?”,tanya Kazuto.
“Haha..dengan itu,aku akan menguasai keempat dunia dan seluruh alam!”
Dikisahkan,dunia terbagi atas empat tingkatan.Mulai dari yang terendah,yaitu Dunia ilmiah atau alam semesta,lalu Dunia game,yang merupakan hasil dari dunia ilmiah,kemudian Dunia parallel,yaitu dunia setelah ilmiah dan yang tertinggi,Dunia roh.
“Apa kau tidak menyadarinya,Kazuto?”,Dewa hitam mendekatkan wajahnya.
“Apa maksudmu?!”
“Kau telah mengaktifkan dunia kedua,yaitu Dunia game.. Mungkin itu hanya sebuah ketidaksengajaan,tapi sekarang,kau berada di dalamnya..”,ucapnya.
“A-apa?!”,Kazuto terkejut.
“Setelah aku menggunakan Big Bang waktu itu,kau memindahkan planetmu ke Dunia game,kawanku..”
Kazuto tidak mengerti apa yang dimaksudnya.Tapi itu membuatnya ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin.
“Tidak mungkin!”
“Baiklah..aku akan melakukannya sekarang..”,ia menempelkan tangannya di kepala Kazuto.
Kemudian,ia menyerap kekuatannya sedikit demi sedikit.Lama kelamaan,serapannya semakin kuat.Energi Kazuto pun terkuras.
“Hentikan!!”
Kakinya mengeluarkan cahaya.
“Hhm?”,Dewa hitam memperhatikannya.
Tiba-tiba,terciptalah ledakan dari kakinya itu yang membuat mereka terhempas satu sama lain.Ledakan itu membuat rantai di kaki Kazuto terlepas.
“Hoo..begitu..”
Kazuto terlihat kelelahan.Namun sekarang ia bisa menggerakkan kakinya.Dewa hitam melesat ke arahnya.Dengan antusiasnya,Kazuto memunculkan portal tepat di bawahnya.
Sebelum Dewa hitam mengenainya,Kazuto sudah masuk ke portal itu.Ia dipindahkan ke sebuah lorong.Namun,sekejap mata,Dewa hitam sudah berada di depannya.
Ia melancarkan serangan kepada Kazuto.Di saat itu juga,Kazuto mengubah dirinya menjadi sebuah ilusi.Sementara tubuh aslinya berada di tempat lain.
“(Apakah aku lolos?)”,gumam Kazuto dalam hatinya.
Mendadak,ruangan di sekitarnya menjadi terbuka.Sehingga Dewa hitam bisa melihatnya dengan jelas.
“Sudah cukup..”,ucapnya.
Dengan kekuatan api,Kazuto melelehkan rantai yang mengikat tangannya diam diam.Hanya beberapa detik,rantainya dapat dilelehkan.
“Sebaiknya kau-”,Dewa hitam menghindari serangan kejutan dari Kazuto.
“Tidak semudah itu!”
Kazuto terus menembakkan bola bola api ke arahnya.Semakin banyak yang ditembakkannya,semakin Dewa hitam menghindarinya.Tidak ada satu pun yang mengenainya.
Kemudian,Kazuto mengeluarkan pedang yang terbuat dari cahaya,yaitu pedang Nova.Ia menghadapinya dengan serangan langsung.
“Lebih kuat lagi..”,Dewa hitam menahan pedangnya.
“Berisik!”,Kazuto terus mendorong pedang itu sekuat tenaga.
Perlahan lahan,pedangnya mengiris keempat jari Dewa hitam.Namun,walaupun sudah terputus,jarinya tersambung lagi.
“Bagus..”,ia menembakkan laser.
Laser itu mengenai separuh wajah Kazuto.Dengan kekuatan yang dimilikinya,Kazuto juga dapat meregenerasi lukanya itu dengan cepat.
Lama kelamaan,Kazuto bisa memunculkan satu per satu kekuatan yang dimilikinya.Karena tubuhnya sudah selaras,tidak ada efek samping yang dialaminya.
“Tidak akan kubiarkan!”,ia memunculkan sebuah pengahalang di depannya.
Saat Dewa hitam,menggapainya,tangannya terputus.Hal itu tentu saja bukan masalah serius baginya.Tangannya tersambung lagi kemudian terputus lagi.
“Jangan main main!”,Dewa hitam terus melangkah.
Tangannya bisa menyentuh Kazuto.Hanya dengan menyentuh keningnya,seluruh tubuh Kazuto hancur menjadi debu.
“Eh?..”
Dalam waktu satu detik,debu debu itu berkumpul membentuk tubuhnya kembali.Kazuto semakin kesal dengannya.Ia memegang kepala Dewa hitam lalu menanamkan beberapa bom di sana.
“Percuma-”,kepalanya meledak tak bersisa.
“(Aku harus keluar dari sini!)”,Kazuto berlari mencari jalan keluar.
Saking banyaknya lorong,tempat itu menjadi seperti labirin.Setiap kali menemui jalan buntu,Kazuto segera berputar balik mencari jalan lain.
“Usaha yang sia sia..”, suara Dewa hitam bergema ke seluruh lorong.
“Sial!”
Setelah kesana kemari,Kazuto menemukan sebuah pintu yang terbuka lebar.
Sebelum mencapai pintu itu,kedua tangan Dewa hitam memegangi kedua pundak Kazuto sehingga ia tidak bisa bergerak lagi.
Ia terus menekannya hingga Kazuto kesakitan.
“Lepaskan!”,lengannya sudah tidak bisa digerakkan.
Tiba-tiba,dari pintu yang terbuka tersebut,muncul seseorang.Penampilannya terhalang oleh cahaya yang menyorotinya.
Ia menghembuskan angin yang sangat kuat ke arah Kazuto.Hembusannya semakin kuat dan kuat.Karena tekanannya itu,Kazuto menunduk untuk menghindarinya.
Orang itu mengeluarkan angin yang berbentuk naga.Angin kuat itu menerpa Dewa hitam dan membuatnya terdorong.Sementara,kedua tangannya masih berada di pundak Kazuto.
“Menyingkirlah!”,kedua sayap muncul dari punggung Kazuto.
Kedua tangan Dewa hitam pun terputus karena terkena sabetan sayapnya.Dia terpental ke dinding karena hembusan angin berbentuk naga itu.
“Hm?”,Kazuto heran melihat sayapnya yang mendadak muncul.
“Kau tidak apa apa?”,orang itu menghentikan anginnya.
“Uhm..ya”
Ia berjalan menghampiri Kazuto.
“Siapa-”
Kazuto terkejut setelah melihat wajahnya.Ternyata itu adalah Amato,kakaknya,yang sudah lama hilang.
“Amato!”,Kazuto berusaha bangun,namun ia kesakitan karena kedua lengannya terluka.
“Wah wah..kau ini”,menepuk kepala Kazuto.
“Apa yang kau lakukan disini?”
“Yahh begitulah..setelah penyerangan waktu itu,aku berpindah ke planet asing tak berpenghuni.Setelah ku sadari,ternyata aku memilki kekuatan Perpindahan.Aku pun menjelajahi setiap planet..”
“Luar biasa..”,ujar Kazuto.
“Kalau begitu..mampirlah ke planetku”,lanjutnya.
“Wah..ayo kesana!”
Dari belakang,tembakan laser mengenai salah satu sayap Kazuto.
“Takkan ku biarkan..”,Dewa hitam muncul dari balik dinding.
Ia melesat meluncurkan serangan kepada Kazuto.Serangan itu dapat ditahan menggunakan sihir pelindung.
“Enyahlah!”,Amato menghembuskan angin kepadanya.
Namun,Dewa hitam menyerap hembusan anginnya itu dan dilemparkan kembali kepada Amato.Kali ini,Dewa hitam terlihat serius.Kedua matanya meruncing dan senyuman menyeramkan menghiasi wajahnya.
“Kurang ajar!”,Kazuto menendang perutnya hingga terpental menembus langit langit.
__ADS_1
“Ayo cepat!”,Amato membopong Kazuto menuju ke luar.
Sesampainya di luar,mereka mendapati pijakannya berupa lingkaran sihir yang sangat besar.
“Apa ini?!”,Amato terkejut.
“Di atas!”,Kazuto menempatkan pelindung besar di atasnya.
Sebuah pilar api menyambar lingkaran sihir itu.Beruntung Kazuto sudah memakai pelindungnya sehingga tidak mengenainya dan Amato.
Tiba-tiba,gravitasi semakin berat.Mereka berdua bertekuk lutut karena tekanannya.
“Bertahanlah!”,Kazuto terus menahan pelindung di atasnya.
Di arah depan,sebuah laser mengarah langsung kepada Kazuto.Ia tidak bisa berbuat apa apa lagi dalam situasi itu.
“Tenang saja!”,dengan anginnya,Amato membelah laser itu menjadi dua arah.
Namun,Dewa hitam muncul dari arah samping.Ia melancarkan pukulan tepat di bagian lengan Amato yang membuat mereka berdua terlempar ke luar lingkaran.
Pukulan telak itu menghancurkan lengan Amato.
“Amato! Biar ku sembuh-”,Dewa hitam menendang wajah Kazuto yang membuat kepalanya berputar.
Walaupun seperti itu,Kazuto baik baik saja.Ia segera menghampiri Amato dengan wajah menghadap ke belakang.
“Menyedihkan..”,Dewa hitam menebas salah satu kaki Kazuto hingga ia terjatuh.
Dengan tangan satunya,Amato menyerang Dewa hitam berkali kali.Walaupun serangannya tidak bisa mengenainya,ia terus menyerangnya.
Amato berhasil mengalihkan perhatian Dewa hitam kepada Kazuto.Ia segera meregenerasi kepala dan kakinya.
Setelah itu,ia memindahkan Dewa hitam menjadi berada di depannya kemudian memukul perutnya hingga berlubang.
“Masih belum!”,ia menembakkan laser dari kedua matanya yang kemudian menghancurkan kepalanya.
“Ohh..seperti ini rasanya..”,kepala dan perutnya kembali meregenerasi.
Kazuto segera mundur untuk menjaga jarak.Amato mencari pelindungan kepadanya karena ia sudah tidak bisa bertarung sepenuhnya.
“Diam di sini,Amato”,kepalan tangan Kazuto mengeluarkan aura putih.
Tiba-tiba,Dewa hitam merubah penampilannya menjadi manusia normal dengan memakai topeng hitam dan memakai kaus.
“Aku bosan dengan wujud itu-”
Tanpa sepengetahuannya,pukulan Kazuto telah mendarat di wajahnya.Membuat hidung dan mulutnya berdarah.
“(Apa?!)”,Dewa hitam terkejut.
“(Aku..tidak bisa meregenerasi lagi? Tidak tidak..pukulannya itu..)”
Kazuto terus menghujaninya dengan pukulan.Beberapa diantaranya berhasil mengenainya dan membuatnya terluka.
“(Dia..tidak meregenerasi?)”,pikir Kazuto.
“Baiklah..aku akan menggunakan ini”
Dewa hitam memanjangkan tangannya dan mengarahkanya tepat ke arah jantung Kazuto.
“Sial!”,Kazuto mencoba menghindar.
Tangannya menancap di dada Kazuto yang membuatnya muntah darah.
“Kazuto!”,Amato mencoba menggapainya,namun dihalangi oleh pelindung Dewa hitam.
“Yang kuambil bukanlah jantung atau jiwamu,melainkan inti kekuatanmu”,ia mendekati Kazuto perlahan lahan.
Kedua tangan Kazuto dirantai oleh belenggu hitam yang tercipta dari bayangan milik Dewa hitam.Itu membuatnya tidak bisa melakukan apapun,ditambah ia sudah kelelahan.
“(Apa yang..!? Aku tidak bisa menyentuh intinya!)”,langkahnya terhenti.
“Sialan!!”
Teriakan Kazuto membuat kedua telinganya mengeluarkan darah.
“(Apa apaan ini?! Aku bahkan tidak mengetahui hal ini..)”
“Lepaskan aku!”,Kazuto berusaha melepaskan rantainya.
Setelah teriakannya tadi,puing puing di sekitar tempat itu terangkat ke udara.Lalu menghujani Dewa hitam.Ia pun menghindar kesana kemari yang membuat tangan dan rantainya terputus.
Kazuto pun berusaha menghancurkan dinding yang menghalangi Amato.Namun,Dewa hitam sudah berada di dekat Kazuto dan memukulnya.
“(Tubuhku..!?)”,Kazuto merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
“(Apa yang terjadi padaku!?)”,rasa sakit terus menusuk tubuh Kazuto.
Kedua telapak tangannya mengeluarkan cahaya.Dari kedua telapak tangan itu,muncul sesosok makhluk spirit yang membawa sabit besar.
Makhluk itu menatap Kazuto dengan tatapan kosong.Kazuto pun ketakutan.
“Si-siapa kau!?”
Makhluk itu mengacungkan sabitnya kemudian melesat ke arah Dewa hitam.Ia agak kesulitan menghindari serangannya.Dua ekor ular yang terus menganggunya ditambah sesosok makhluk yang terus menyerangnya dengan sabit.
Kazuto tergeletak menahan sakit.Ia tidak bisa menggerakkan badannya lagi.Tiba-tiba,kedua matanya berdarah.
“Mataku!”
“Kazuto!”,Amato memukul mukul dinding yang menghalanginya.
Setelah darah berhenti mengalir,pupil mata Kazuto menjadi putih layaknya buta.Namun,dengan kondisi mata seperti itu,ia bisa melihat jiwa Dewa hitam dengan jelas.
Satu persatu ular berhasil dikalahkan Dewa hitam.Tapi,mereka juga berhasil menghancurkan salah satu tangannya dan tidak bisa meregenerasi lagi.
“(Begitu ya..roh terkutuk dan roh suci)”,ia terus menghindari serangan si pembawa sabit.
Di tengah gerakannya yang seperti kilat,ia mendadak terpaku diam.
“Cukup sudah..!”,Kazuto menggunakan kekuatan gravitasi.
Si pembawa sabit itu mengayunkan sabitnya kepada Dewa hitam.Sebelum sabit itu mengenainya,roh pembawa sabit itu sudah terpenggal lebih dulu.
“(Apa itu?!..)”,Kazuto tidak bisa melihat serangannya.
“Hmp..begitu ya?”,Dewa hitam melawan kekuatan gravitasi Kazuto.
“Sepertinya..membunuhmu tidak buruk juga”,ia mengeluarkan bola hitam dari telunjuknya.
“Tidak! Amato!”,Kazuto menyeret tubuhnya menghampiri Amato.
Dengan kondisi fisik seperti itu,ia memberikan pelindung di sekitar Amato.
“Tunggu! Kazuto! Apa yang kau lakukan!?”,Amato mencoba keluar dari pelindung itu untuk menyelamatkan Kazuto.
Bola hitam itu semakin padat dan semakin panas.Sama seperti dulu,itu adalah Big Bang,ledakan mahadahsyat di alam semesta.
“Bertahanlah,kakak..”,ucap Kazuto sambil tersenyum.
Ledakan supermasif tak terhindarkan.Bola hitam tadi terus memanas hingga akhirnya meledak.Semua yang ada di sana terlahap oleh ledakannya,kecuali planet yang ditinggali Roxy.
Pelindung yang melindungi Amato ternyata sangat kuat bahkan tidak hancur setelah terkena ledakannya.Sementara Kazuto hilang dari pandangannya.Yang ia lihat hanya kehampaan dan kekosongan.
“Tidak..”,ia tertunduk.
Namun seketika,ia berpindah tempat dengan sendirinya.
Setelah ledakan benar benar berakhir,Dewa hitam muncul di tengah kehampaan dengan wujud asalnya.Ia terlihat menguasai semuanya.
“Sepertinya..aku harus menunggu lagi”
Tiba-tiba,di hadapannya muncul sebuah portal berwarna putih.Dari portal itu muncul beberapa roh yang kemudian mengelilingi Dewa hitam.
Dari dalam portal itu juga Kazuto muncul.Dengan kedua mata putih menyala dan disertai kedua sayap layaknya malaikat.Ia dipegangi oleh dua roh di kedua tangannya.
“Kau!?”,Dewa hitam terkejut.
“Kau tidak pantas berada di sini..”,ucap Kazuto dengan suara bercampur aduk.
Dalam sekejap,dimensi berpindah.Di tempat itu,terlihat banyak sekali penjara yang berbeda beda jenis.Ada yang bercahaya hingga yang gelap dan mengerikan.
“Ini kan!?”
“Benar.Dimensi Nol,sesuatu yang belum diciptakan ditempatkan di sini.Tapi,kau akan selamanya berada di sini!”,tunjuk Kazuto.
Dewa hitam pun dipenjara di dalam penjara yang sangat gelap.Ia dijaga oleh dua pimpinan malaikat di sana.Karena dikhawatirkan rantai dan segel tidak cukup olehnya.
Sementara itu,Kazuto kembali masuk ke dalam portal.Roh yang memeganginya tidak ikut masuk karena ditugaskan di Dimensi Nol.
Setelah keluar dari portal,Kazuto melayang layang di angkasa lepas.Ia sudah tidak bernafas lagi.Detak jantungnya sangat lemah.
Walaupun begitu,ia masih bisa membuka matanya untuk beberapa saat.Ia melihat sebuah cahaya yang sangat menyilaukannya.
—Mimpi
“Kazuto!.. Kazuto!”,suara Akira terdengar samar.
“(Apa yang terjadi?..)”
__ADS_1
Kazuto mendapati dirinya berada di depan televisi di kamarnya.
“Kazuto!”,Akira menggoyang goyang tangannya yang memegang sebuah konsol game.
“Eh!?”,Kazuto terkejut.
“Huft..syukurlah..”
“Apa yang terjadi?!”,tanya Kazuto menyimpan konsol yang dipegangnya.
“Kau melamun selama 30 menit..aku khawatir..”,jelas Akira memberikan segelas air padanya.
“(Jadi,semua itu!?)”
Kazuto tidak mengerti apa yang baru saja terjadi.Setelah sadar,ia hanya berada di depan televisi sedang memainkan sebuah video game.
“Roxy! Zia-”,omongannya terpotong karena pipinya dicubit oleh Akira.
“Kau pasti sudah mimpi,kan?”
“Amato! Keluargaku! Dimana mereka?!”
“Kau lupa? Mereka berdua pergi liburan dua hari yang lalu.Mungkin minggu ini mereka pulang”,jelasnya.
Kazuto kemudian mengelus elus wajah Akira.Wajahnya pun memerah lalu tangannya ditepis olehnya.
“Kau istriku,kan?”,Kazuto mendekatkan wajahnya.
“Hah?! Ja-jangan ngelantur! Kau bodoh ya?”,Akira memalingkan wajahnya.
“Hm? Memangnya kenapa?”
“Kau masih sekolah..bahkan aku terlalu muda untuk menikah”,Akira terlihat kesal dan keluar dari kamar.
Sembari berbaring di kasur,Kazuto mencoba memahami apa yang sudah dialaminya.Kemudian ia teringat akan perkataan Dewa hitam bahwa Kazuto sudah mengaktifkan dunia kedua,yaitu dunia Game.
Banyak pertanyaan di benaknya.Namun dengan itu,Kazuto bisa bernafas lega karena ia bisa hidup normal dengan tenang dan tanpa gangguan apapun.
Keesokan harinya,ia dibangunkan oleh Akira yang setia menemaninya.
“Ayolah! Kau harus bergegas!”,menggoyangkan tubuh Kazuto.
“Berisik.. Kau seperti seorang ibu rumah tangga saja..”,Kazuto menutupi tubuhnya dengan selimut.
Merasa tidak dihargai,Akira membawa segayung air yang kemudian disiramkan kepada Kazuto yang tidak mau bangun.
“Uwaahh! Apa yang kau lakukan!?”,kepalanya basah kuyup.
“Cepat..!”,wajah menyeramkan Akira berhasil mengusik Kazuto.
20 menit kemudian,Kazuto sudah sampai di sekolah.Semuanya terlihat normal seperti biasanya.Ia segera masuk kelas dan menyimpan tasnya.
“Kemana saja kau,Kazuto?”
“Oh..Hami!”,ia duduk di depan meja Kazuto.
“Sudah 2 hari kau tidak ke sekolah..”
“A-ah itu..aku sibuk membereskan rumah,karena keluargaku sedang berlibur..”,Kazuto mengada ada alasan.
“Hmm..seperti itu”,Hami percaya pada omongannya karena sudah menjadi teman sejak lama.
Waktu berlalu begitu cepat.Bel sekolah berbunyi tanda pelajaran telah usai.Kazuto segera membereskan buku dan dimasukkan ke dalam tas.
“(Aku ingin membeli sesuatu..)”,mengeluarkan uang dari saku.
Di perjalanan pulang,Kazuto mampir ke sebuah minimarket.Di sana ia membeli sebotol air dan roti coklat.
Saat keluar dari minimarket itu,ia merasakan kejanggalan dari sebuah gang di sebelahnya.Dalam gang itu tidak ada siapapun,tetapi,Kazuto merasa diperhatikan oleh seseorang.
Kazuto memasukinya perlahan lahan.Terlihat di kejauhan seseorang berdiri menghadap ke belakang.Penampilannya samar samar karena asap yang ada di gang itu.
“Hm..permisi..!”,ucap Kazuto padanya.
Beberapa saat kemudian,orang itu pun membalikkan badannya dan menghadap Kazuto.Wajahnya tidak bisa dilihat dengan jelas.Namun,rambutnya terlihat panjang hingga ke bahu.
“Mereka..mengincarmu..”,ucapnya.
“Mereka?”
Orang itu menghilang di balik asap.Kazuto tidak mengerti akan ucapannya tadi.Ia segera pulang ke rumah karena hari sudah mulai gelap.
“Aku pulang!”,membuka pintu.
“Ohh selamat datang!”,sambut Akira yang memakai celemek.
“E-ek!? Kau!?..”,Kazuto terkejut melihat penampilannya.
“Bagaimana sekolahmu?”
“Membosankan..”,jawab Kazuto dengan suara malas sambil membuka sepatu.
“Kenapa kau-”
“Ini..”,Kazuto memberikan roti coklat yang dibelinya tadi.
Sesampainya di kamar,Kazuto melempar tasnya ke atas kasur.
“Haah..”,duduk di kursi.
Kazuto memikirkan seseorang yang ditemuinya tadi.Ia merasa pernah bertemu dengannya suatu saat.Dan juga perkataannya yang kurang jelas.
“Ganti bajumu dan kemarilah!..”,Akira di depan kamar.
“Sebentar lagi..”
Merasa bosan,Kazuto pun menyalakan televisinya beserta gamenya.Ia mengambil konsolnya yang berada di pinggir televisi.
Setelah memegangnya,pikiran Kazuto serasa dilempar.Kesadarannya seakan akan berpindah ke game yang dimainkannya.
“Heh? Dimana aku?”,Kazuto mendapati dirinya berada di sebuah bangku taman.
Di sekelilingnya terlihat bunga bunga yang beraneka ragam dan sebuah kastil besar di belakangnya.
“Kazuto!..”,seseorang memanggilnya.
“Roxy!”
“Bagaimana keadaanmu?”,tanya nya.
“Yah..aku sudah baikan”
Roxy menarik tangan Kazuto dan membawanya berlari ke dalam kastil.
“Dimana yang lainnya?”
Mendengar pertanyaan Kazuto,Roxy tertawa kecil ditutupi oleh tangannya.
“Mereka baru saja pergi ke kota..”,jawabnya.
Roxy menarik tangannya lagi dan dibawanya ke depan kamarnya.
“Baiklah..ayo bersenang senang!”,pintu kamar dibuka olehnya.
Cahaya menyoroti pandangan Kazuto yang membuatnya tidak bisa melihat apa pun.Setelah ia sadari,ia berada di kamarnya.
“Kazuto..! Makan malam sudah siap..!”,Akira mengetuk pintu.
“Baiklah! Aku segera ke sana!”,jawabnya sambil mematikan televisi.
Kazuto terlihat kebingungan.Ia terus menatapi hidangan yang ada di piring.
“Ada apa?”,Akira menambahkan lauknya.
“Hm..tidak”
“Buka mulutmu..”,akhirnya Akira menyuapinya.
Setelah makan,Kazuto segera mandi dan langsung berbaring di kasur.Ia menatapi langit malam melalui jendela.Kemudian,Akira masuk tanpa mengetuk pintu.
“Oy! Apa yang-”
Akira terlihat mendekap sebuah bantal.
“Ehm..itu..”,wajahnya memerah.
“Haah..baiklah”,Kazuto menggeser posisinya.
Mereka berdua pun menatapi langit bersama sama.Langit malam ditaburi bintang bintang dan beberapa komet yang melintas membuat suasana bertambah canggung.
“Hey,Akira..apa yang kau takutkan di kehidupanmu?”,tanya Kazuto.
“Hmm itu..bagaimana yah.. Aku takut kehilangan orang orang yang menyayangiku..”,jawabnya.
“Bagaimana..jika mereka hanya ada dalam mimpi? Maksudku,mereka hanya khayalan”,Kazuto bertanya lagi.
“Ntahlah..tapi aku percaya mereka ada di luar sana.. Bahkan ada di sebelahku saat ini”,suaranya merendah.
Mendengar itu,Kazuto tersenyum.Lalu ia menggenggam tangan Akira.
__ADS_1
“Aku akan menjaga hal itu sampai kapan pun..”