The Un : Countless

The Un : Countless
Terkuak


__ADS_3

—Majikan


“Kazuto? Kau tidak apa apa?”,Akira membangunkan Kazuto yang terduduk.



“Ah..ya”



Setelah itu,Tuan Putri menanyai mereka berdua beberapa pertanyaan.Kazuto pun memiliki pertanyaan kepadanya.



“Pertama tama..aku kenalkan diriku.. Namaku Luxyus,putri dari Ratu Roxy”,ucapnya sambil berdiri.



Mendengar itu,Kazuto terdiam.Ia tiba-tiba teringat sesuatu seakan akan pernah mendengar nama Luxyus.



“(Apa ini? Aku merasa pernah mendengarnya,tapi kapan dan dimana itu)”,begitu pikir Kazuto.



“Aku memanggil kalian bukan untuk sembarang tugas,melainkan tugas khusus untuk kalian”



Akira mencermatinya dengan baik. Ia dengan serius mendengarkan kata kata putri Luxyus.



“Oh..ehm..Aku Kazuto,dan dia Akira.Terima kasih telah mengundang kami berdua!”



Kazuto pun menceritakan alasan singkat mengapa mereka ada di dunia ini.Ia hanya memberitahu alasan pokoknya,yaitu memusnahkan semua iblis.



Namun,Kazuto tidak sempat bertanya kepadanya.Putri Luxyus mengakhiri permbicaraan sebelum Kazuto melakukannya.



“Baiklah..sekarang kalian beristirahatlah.Mereka akan menunjukkan kamar untuk kalian”,tunjuknya kepada dua orang pelayan yang ada di situ.



Kazuto dan Akira pun diantar ke sebuah kamar khusus yang telah disiapkan oleh Tuan Putri.



Singkat cerita,mereka berdua telah bersiap untuk tidur.Akira membukakan selimut agar bisa dipakai bersama Kazuto.



“Apa ini tidak apa apa?”,tanya Kazuto.



“Ntahlah..ku harap begitu”,Akira memalingkan tubuhnya.



Setelah itu,Akira langsung tertidur.Sementara,Kazuto tidak bisa tidur saat itu.Ia terus menatapi langit langit dengan kedipan yang jarang.



Di lubuk hatinya,ia mengkhawatirkan keadaan di rumahnya.Ia takut akan terjadi sesuatu terhadap Amato dan Yuuta serta tubuhnya yang terbaring tanpa jiwa.



Pada saat tengah malam,tepat sesudah Kazuto terlelap,seseorang mengetuk pintu kamar.Begitu mendengarnya,Kazuto pun bangun.Dengan keadaan mata sayup dan sambil memakai tongkat,ia membukakan pintu.



Kazuto terkejut melihat orang yang mengetuk pintu kamarnya di tengah malam adalah putri Luxyus.Ia masih berpenampilan seperti tadi.



“Tu-tuan putri!?”



Tiba-tiba,Luxyus membungkam mulut Kazuto dan menariknya keluar kamar.Sudah jelas Kazuto kaget akan perlakuannya itu.



“Hmm..mh”



“Diamlah”



Kazuto di bawa ke kamar miliknya.Di dalam kamar,Luxyus melepaskannya.



“A-apa yang kau lakukan?”,Kazuto terduduk.



Wajah Luxyus terlihat murung.



“Aku..ingin bertanya padamu”



“Huh?”



Keadaan menjadi sunyi.Raut wajah Luxyus tidak kunjung berubah.Kazuto pun merasa cemas melihat wajahnya itu.



“Apa kau..mengenaliku?”,tanya nya.



“Mengenalimu? Ehm..ya.Sepertinya aku pernah mendengar namamu,tapi aku tidak ingat”,jawab Kazuto sambil mencoba mengingatnya.



Pikiran Kazuto sedikit terganggu.Sudah banyak sekali hal yang ia lewati.Terutama saat di dunia Game.



Di sana,ia sudah mempunyai anak dari Roxy yang bernama Luxyus.Saat Kazuto tidak ada bersamanya,Luxyus meninggal.Jiwanya pun berpindah ke dunia Parallel ini.



Namun,Kazuto tidak mengingat semua hal itu.Hanya penglihatan samar samar yang ada di benaknya.Sepertinya,ia memerlukan sebuah pemicu untuk mengingat semua kejadian itu.



“Begitu,ya”,raut wajah sedihnya menghilang.



“Tapi,kau tidak apa apa?”,Kazuto mengubah posisi duduknya menjadi berlutut.



“Tenang saja.Dan kau tidak usah sebegitunya”,Luxyus duduk di rias.



“Baiklah..aku akan kembali tidur”,Kazuto beranjak.



“Tunggu!”



Tidak sempat melangkah,Luxyus memanggilnya.



“Apa kau menginginkan sesuatu?”



“Sesuatu yang hanya bisa didapatkan olehmu”,lanjutnya.



Kazuto mendadak merasakan hal seperti tadi.Sebuah aura tak dikenal muncul dari diri Luxyus.



“(Ini kan!?)”



“Hey! Maukah kau melakukannya denganku?”,Luxyus menatapnya.



“Ti-tidak usah!”,Kazuto langsung menundukkan pandangannya.Ia berusaha melawan keinginan untuk menatapnya.



“Oh begitu.Maafkan aku..Silahkan jika kau mau kembali”,auranya menghilang.



“Pe-permisi!”,Kazuto langsung keluar dari kamarnya.



Di luar,ia bernafas lega bisa menghadapi tantangan yang diberikan kepadanya barusan.Seperti yang dikatakan Evil,Luxyus memiliki kekuatan hasrat yang kuat yang berasal dari iblis.



Setelah kembali ke kamarnya,ia langsung tertidur dan berusaha melupakan hal yang dialaminya barusan.



Waktu berlalu cepat.Di pagi hari,Akira terbangun duluan.Ia melihat Kazuto yang masih tertidur pulas di sampingnya.



“(Biasanya dia yang membangunkanku)”



Seseorang mengetuk pintu kamar.Akira segera membukakannya.



“Tu-tuan Putri!”



Akira terkejut karena Luxyus berkunjung ke kamarnya.Ia malu kepadanya karena masih memakai baju tidur dengan wajah berantakan.



“Ahaha..tidak apa apa..Satu jam lagi kita akan sarapan bersama”,ucapnya sambil memberi senyuman hangat kepada Akira.



“Ba-baik!”



Setelah Luxyus pergi,ia segera membangunkan Kazuto yang masih mengurung diri di balik selimut.



“Oy! Bangunlah!”,menggoyahkannya.



“Ehmm..”,Kazuto menyingkirkan selimutnya lalu menggeliat seperti kucing.



“Tumben sekali kau tidak bangun duluan..”,mengambil selimut dan melipatnya.



“Hmm..itu..”,Kazuto tiba-tiba teringat akan kejadian semalam.Dimana,ia diajak berduaan oleh putri Luxyus.



“A-aku hanya lelah saja..”



Satu jam kemudian,Kazuto dan Akira segera ke ruang makan.Di sana terlihat sang Tuan Putri sudah menunggu.



“Silahkan duduk..”



Tak lama kemudian,muncul beberapa pelayan yang menghidangkan makanan dan ditaruh di meja.Beberapa macam makanan dan minuman tersedia di sana.



“Woaah”,Kazuto terkesan melihatnya.



“Nah..silahkan dimakan”,ucap Luxyus sambil tersenyum.



Pagi hari itu dipenuhi canda tawa karena adanya Kazuto dan Akira.Luxyus merasa terhibur oleh mereka.Sebab,tidak banyak orang yang bisa menemuinya dari kotanya sendiri sekalipun.



Setelah selesai,para pelayan segera membereskan semuanya.



“Baiklah..aku akan bercerita kepada kalian berdua.Aku merasa sangat tertolong jika kalian mengetahuinya..”



“Dulu,sebelum ke sini,aku memiliki seorang ayah.Dia ayah yang sangat baik bagiku.Tetapi,ayahku sering bepergian ke suatu tempat dan pulang dalam keadaan terluka.Ibuku bilang,dia sedang menumpaskan semua kejahatan demi kedamaian yang abadi.Ketika ayahku pergi,ibuku selalu terlihat sedih,begitu juga denganku.Lalu pada suatu hari,ketika ayahku sedang tidak ada,aku diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal hingga tewas”



“Lalu,bagaimana kau bisa ada di sini?”,Kazuto menyela ceritanya dengan pertanyaan.



“Jiwaku berpindah ke sini.Setelah jiwaku keluar dari tubuhku saat itu,aku melihat ibuku yang sangat kehilangan akan kematianku.Dan juga..aku tidak sempat melihat ayahku lagi..”,Luxyus meneteskan air mata.



Karenanya,Kazuto dan Akira terbawakan sedih.Tapi,di sisi lain,Kazuto berusaha untuk menelusuri semua ingatan yang ada di otaknya.Ia seperti merasakan Deja Vu setelah melihat Luxyus dengan mata kepalanya sendiri.


__ADS_1


“Tentu saja kalian pasti bingung,kan”



Kazuto dan Akira hanya bisa diam mendengar pertanyaan itu.



“Yang terpenting,kalian berdua sudah menjadi asisten pribadiku”



“Baiklah..”



Keseharian dua orang asisten pun dimulai.Meskipun begitu,Luxyus sangat dekat dengan mereka.Dan membuat beberapa petinggi terkejut akan hal itu.



Beberapa hari berikutnya,panglima Albert berkunjung ke sana.Ia memiliki rencana untuk memulai operasi pencarian Entitas Iblis.



“Lama tak berjumpa,kalian berdua”,ucapnya.



“Kau terlihat sehat,tuan Albert”,jawab Kazuto.



“Kakimu belum sembuh,ya?”,Albert melirik kaki Kazuto.



“Beginilah..”,Kazuto menunjukkan kakinya.



Maka,diadakanlah rapat diantara mereka.Albert menyampaikan pesannya kepada putri Luxyus mengenai beberapa perubahan kecil yang terjadi di bawah kekuasaan Albert.



Kazuto dan Akira hanya bisa mendengarkan pendapat yang terlontar dari mereka berdua.Kemudian,muncullah perintah untuk Kazuto dan Akira mengenai tugas yang harus dijalaninya.



“Baiklah..untuk kalian berdua,kembalilah ke kastilku minggu depan nanti.Akan ada tugas untuk kalian berdua”,jelas Albert.



“Ehm..baiklah”,sahut mereka berdua.



Albert tidak berlama lama di sana.Ia segera kembali karena malu akan putri Luxyus.Ia pun berpamitan kepada Kazuto dan Akira.



“Akhirnya datang juga tugasnya..”,gumam Kazuto.



“Pada saat begini,biasanya aku mengecek masyarakatku..”,ujar Luxyus.



“Baiklah..”,Kazuto segera mendirikan tongkatnya.



Pada saat Kazuto dan Akira berjalan menuju kamarnya,Luxyus mengikutinya diam diam.Setelah beberapa saat,Kazuto menyadarinya.



“A-ah Tuan Putri!”



“Dengan kaki begitu,kau pasti kesusahan”,ucap Luxyus dengan nada rendah.



“Ehm..ya..tidak juga sih”



Luxyus merasa kasihan melihat Kazuto yang terpincang pincang.Meski begitu,Kazuto tidak bisa mengobati kakinya itu karena itu adalah pemberian dari Evil.



Kazuto hanya bisa memakai kakinya jika kekuatannya diaktifkan,yaitu kekuatan api.Sedangkan Kazuto tidak ingin orang orang ketakutan akan hal itu.


—Perasaan yang terpendam


“Mungkin aku bisa mengobatinya..”,Luxyus melihat lihat kakinya.



“A-ah..ti-tidak usah”



“Tenang saja.Aku akan selalu merawat Kazuto”,Akira membungkuk kepada Luxyus.



“Aku akan berkeliling dulu..Beristirahatlah di dalam”,Luxyus meninggalkan mereka berdua.



Ia dikawal oleh dua orang pelayan menuju ke pintu depan.Di sana,terdapat beberapa ksatria telah bersiap untuk mengawalnya selama berkeliling.



“Aku harus tetap seperti ini!”,Kazuto membantingkan tongkatnya ke kasur.



“Walaupun aku tidak keberatan,tapi..ntah kenapa..”,rasa keputusasaan menyerang Kazuto.



“Kazuto..”,Akira memegangi pundaknya.



“Aku ingin mencari udara segar..”Kazuto mengambil lagi tongkatnya lalu pergi ke luar.



Kastil itu berada di atas pegunungan yang datar.Di belakang kastil itu terdapat tebing yang curam dan mengarah langsung ke salah satu kota di bawahnya.



Kazuto berdiam diri di sana.Ia termenung sambil melihat kakinya.



“Akan ku coba”,menyingkapkan celananya.



Dengan usahanya,Kazuto mencoba mengaktifkan kaki kanannya itu.Dan benar saja,api melahap hingga lututnya.Dalam keadaan seperti itu,ia bisa berjalan dan berlari tanpa harus menggunakan tongkat.



“(Apa apaan ini? Mengapa ada kekuatan seperti ini?)”,pikirnya.



“Kazuto!”,panggil seseorang dari belakang.




“Nina?! Dari mana saja kau?”,tanya Kazuto.



“Ntahlah..ku pikir aku selalu di sini”,jawabnya.



Nina melirik kaki Kazuto yang menyala nyala.



“Jadi,kau mendapatkan itu?”,sembari menghampirinya.



Kazuto terdiam karena tidak mengerti omongannya itu.Ia memperhatikan Nina yang terus berjalan ke arahnya.



“Kau..”,Nina tiba tiba menarik kepala Kazuto lalu mencium pipinya.



“Nina..”



“Jika kau membutuhkanku,panggil saja namaku”



Setelah itu,Nina pergi begitu saja.



Sekejap mata,Nina pun menghilang dari pandangan Kazuto.Kemudian,Kazuto terduduk sembari melihat pemandangan kota dari atas.



“Ini..petualangan keduaku!”



“Apa kalian sudah bersenang senang?”,Luxyus kembali dari pekerjaannya.



“Ahh tidak..aku cuma kesana kemari.Dan Akira..”,Kazuto melirik Akira yang tertidur dengan buku menutupi wajahnya.



“Ahaha..kalau begitu baguslah”,ucapnya sambil menghampiri Kazuto.



“Aku ingin bicara denganmu”,ajaknya.



“Eh?”



Kazuto pun dibawanya ke sebuah ruangan tertutup di bawah tanah.Ruangan itu terlihat seperti gudang.



“Argo,kau di situ?”,ucap Luxyus sambil menutup pintu.



“Aku di sini,Tuan Putri”



Seseorang muncul di tengah ruangan itu.Penampilannya cukup menyeramkan dengan sebuah kalung tengkorak dan tanduk kecil di dahinya.



“Si-siapa dia?”,Kazuto cukup ketakutan.



“Dia adalah Peramal 4 Alam,Argo.Sebagian orang meyakininya sebagai jelmaan Tuhan karena ramalannya yang selalu akurat”,jelas Luxyus.



“Peramal? Apa yang akan kau lakukan padaku?!”,Kazuto terkejut.



“Aku hanya ingin memastikan apakah kau memiliki hubungan darah dengaku dan mengetahui masa depanmu”,mengelus elus wajah Kazuto.



Argo melakukan peramalannya.Ia menempelkan kedua tangannya di dahi Kazuto untuk melakukan aksinya itu.



Beberapa saat berlalu,tidak ada perkataan apapun dari Argo.



“Bagaimana?”



“Ini aneh.Aku tidak bisa melihat masa depannya”



Ia pun mencoba untuk yang kedua kalinya.



“Tidak bisa dipercaya!”,Argo mulai panik.



Argo tidak melihat sedikitpun dari masa depan Kazuto.Ia hanya melihat latar hitam yang amat gelap tanpa ada apapun di dalamnya.



Akhirnya ia mencoba untuk yang ketiga kalinya.



Tiba tiba,Argo terpental ke belakang dan menghantam tumpukan kardus.



“(Jangan menganggu kami,sialan)”



“Argo?!”



“Tidak ada gambaran apapun mengenai masa depannya! Tapi…”



“..dia adalah ayahmu!”


__ADS_1


Luxyus dan Kazuto terkejut mendengarnya.



“Ayah..ku?”,Luxyus mengeluarkan air mata.



Ia pun memeluk Kazuto yang sudah diyakini sebagai ayahnya.



“Luxyus?.. Luxyus?.. Roxy?!”



Akhirnya,Kazuto mengingatnya.Luxyus meninggal pada usia 9 tahun karena dibunuh oleh sekelompok pemberontak.Kemudian,jiwanya terlahir kembali di dunia ini.



Mereka berdua pun menangis sambil berpelukan.



“Apa?! Kau benar benar Luxyus anak Kazuto?!”,Akira terkejut setelah diberitahu oleh Kazuto.



“Benar.Aku muncul ke dunia ini langsung dalam masa puber”,jawab Luxyus.



“Lalu,bagaimana kau menjelaskan tentang keberadaan orang tuamu kepada rakyat?”



“Aku mengatakan bahwa orang tuaku adalah makhluk yang tinggal di langit.Dan dengan bantuan Argo,Sang Peramal,mereka percaya ucapanku itu”,jelas Luxyus.



Di saat saat seperti itu,tiba tiba sesuatu terjadi.Di depan kastil Luxyus mendadak muncul sebuah pohon raksasa yang amat tinggi.Kemunculannya mengakibatkan goncangan yang cukup kuat.



“Apa yang terjadi?!”,Kazuto panik.



“Lihat itu!”,Akira menunjuk keluar.



Pohon misterius itu sangatlah tinggi dan besar.Kemunculannya belum diketahui pasti.



“Kita harus menyelidikinya”,ucap Luxyus.



Ia pun mengerahkan beberapa penjaga untuk mengeceknya dari dekat.



“Tidak ada tanda tanda bahaya,Tuan Putri!”



Dirasa belum puas,mereka pun segera ke ruangan Argo untuk bertanya kepadanya.



Tanpa sepengetahuan mereka,terdapat dua orang di atas pohon tersebut.



“Sepertinya kita menemukannya,kakak”



“Kemungkinan besar..dia orangnya”



Rakyat sekitar merasa panik dicampuri rasa penasaran akan munculnya pohon itu.Mereka pun berbondong bondong untuk melihatnya dari dekat.


—Di balik layar


“Pengelana 4 Alam?!”,Kazuto terkejut.



“Benar.Dilihat dari sejarahnya,dari dulu mereka berdua mengincar sumber kekuatan alam semesta.Karena,meskipun mereka bisa berpindah alam dengan leluasa,mereka tetap tidak bisa mengalahkan 3 ras terkuat,yaitu malaikat,peri dan naga”,jelas Argo.



Begitulah yang diceritakan olehnya.Diyakini orang yang telah memunculkan pohon raksasa itu adalah mereka berdua,sang Pengelana 4 Alam.



Dilihat dari tujuannya,sudah jelas mereka mengincar kekuatan yang terpendam yang berada dalam tubuh Kazuto.



“Dan juga,ada satu lagi berita yang sangat dirahasiakan dari semua makhluk hidup di alam ini”,Argo mengambil sebuah peta.



“Kau tau itu?”,tanya Luxyus.



“Aku tidak tau ceritanya.Tetapi,aku tau tempatnya”



Keadaan di sekitar pohon raksasa itu semakin ramai.Sebagian dari mereka meyakini bahwa rumput rumput yang ada di sekitarnya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.



“Kita akan melakukan perjalanan,ya?”,Kazuto mengeluh.



“Tenang saja.Kau tidak akan berjalan kaki sampai sana”,jawab Akira.



“Oh itu kan..Tuan Albert!”



Albert pun menghampiri mereka yang sedang bersiap siap untuk melakukan perjalanan menuju ke tempat yang dimana terdapat berita yang dikatakan Argo tadi.



Dengan 3 kereta kuda sebagai transportasi.Kazuto,Luxyus,Akira,Argo berada dalam satu kereta.Sementara dua lainnya untuk pengawal dan stok makanan.Karena diperkirakan perjalanan akan memakan waktu 3 hari untuk sampai.



Tempat tujuannya adalah sebuah desa terpencil di ujung benua yang juga merupakan tempat tinggal Argo,sang Peramal 4 Alam.



Di sana terdapat sebuah gudang pusaka yang di dalamnya terdapat beberapa peninggalan bersejarah,termasuk catatan berita rahasia.Konon,catatan itu dianggap sangat keramat dan akan meninmbulkan masalah besar jika mengusiknya.



Karena itu,masyarakat di desa itu merahasiakannya dari wilayah wilayah sekitar.



Singkatnya,mereka pun sampai di tempat tujuan.Penduduk di desa itu lumayan banyak.



“Akhirnya..”,keluar dari kereta,Kazuto meregangkan tubuhnya.



“Selamat datang di desaku”,ucap Argo.



Mereka langsung mendatangi museum tempat dimana catatan itu berada.



Sebelum sampai di sana,Kazuto merasakan hawa misterius yang sangat kuat.



Dan terlihatlah sekelompok orang hendak menyebrangi sungai di dekat museum itu.Orang orang itu memakai jubah yang menutupi seluruh tubuh dan wajahnya.



Ketika menyebrangi sungai itu,kaki kaki mereka tidak basah sama sekali.



“(Apa?!)”



Lalu,salah seorang diantaranya terdiam sejenak melihat ke arah Kazuto.Kazuto merasakan tekanan yang mengerikan darinya.Ia pun segera masuk ke dalam museum.



“Dulunya,museum ini dirawat oleh kakekku.Tapi,menurut saksi,kakekku menghilang setelah masuk ke ruangan catatan”,jelas Argo.



“Apa yang membuatnya menghilang?”,tanya Luxyus.



“Ntahlah..hal itu masih belum terpecahkan”



Di dalam museum itu,terdapat beberapa peninggalan dari zaman dulu.Seperti artefak,senjata,lukisan,catatan dan lainnya.



“Di sinilah ruangannya”, Argo membuka sebuah pintu menuju ke bawah tanah.



Mereka pun memasuki ruangan gelap itu.Di dalamnya terdapat sebuah peti tua yang terkunci rapat.



Argo menyerahkan kuncinya kepada Kazuto untuk dibuka olehnya.



Begitu dibuka,Kazuto merasakan hawa yang kuat dari dalamnya seakan akan sesosok makhluk menghembuskan nafas api tepat di depan wajah Kazuto.



Kemudian ia mengambil sebuah gulungan di dalamnya.



“Dia yang terpilih akan bertemu dengan Jenderal Kehancuran.Mereka meyakini bahwa Dia adalah raja agung mereka,raja di atas para raja.Mereka akan melakukan apapun perintahnya,termasuk melawan Sang Pengelana 4 Alam”, catatan itu dibacakan oleh Kazuto.



Mereka yang berada di ruangan itu terdiam setelah mendengar isi dari catatan itu.



“Berarti..jika Pengelana Alam sudah muncul,maka Dia yang terpilih juga sudah muncul”,ujar Luxyus.



Tidak ada yang menjawab.Situasi menjadi hening.Semuanya tertunduk karena tidak tau harus berkata apa.



“Mungkinkah..yang terpilih itu..adalah aku?”,Kazuto menyimpan gulungan itu.



Mereka bukan tidak senang bersama orang yang diakui dewa.Tapi,jika benar begitu,maka Kazuto tidak akan bersama mereka lagi.



Luxyus dan Akira menghampirinya lalu memegang tangannya.



“Ya..kurasa itu benar”,Akira mengeluskan kepalanya ke tubuh Kazuto.



“Temui lah mereka,ayah”,Luxyus mendekap tangannya.



“Hmp..sudahlah.Ayo kita pulang”,ajak Kazuto.



Mereka bertiga pun kembali naik ke kereta kuda.Argo memutuskan untuk tinggal di desanya itu.



“Hati hati,kalian semua”,Argo mengantarnya.



Tiba tiba,Luxyus melemparkan sekantung emas kepadanya.



Argo pun tersungkur ke tanah setelah menerimanya.



“Terima kasih,Tuan Putri!”



Perjalanan pulang berlangsung lancar.Hingga terjadi sebuah peristiwa aneh.



Kecuali Kazuto,semuanya berhenti bergerak.Menyadari hal itu,Kazuto terlihat panik.Ia menggoyang goyangkan tubuh Akira dan Luxyus.Namun tidak ada yang terjadi.



Kemudian,muncul sebuah portal hitam di depannya.Ia pun langsung terseret ke dalamnya.



“Akira!! Luxyus!!”



Setelah portal itu menghilang,semuanya kembali normal.Tak lama,mereka menyadari bahwa Kazuto sudah tidak bersama mereka.



“Jaga dirimu,Kazuto”,Akira menangis sambil menggenggam tangan Luxyus yang juga menangis.

__ADS_1



Mereka sudah siap akan hal ini dimana orang yang terpilih pasti tidak akan bisa hidup normal sampai kapan pun.


__ADS_2