
-Mempercepat
“(Membunuh seseorang? Diva?)”
Lalu,Zia memasuki kamar.
“Hah? Apa yang kau lakukan?”,tanya nya.
“Uhm..tidak”,Kazuto segera bangun.
“Mereka datang”
“Siapa?”
Sesuai keputusan Kapten,Zia dan Kazuto mendapat anggota Shuna Rin dan Blendyouta.
“Hooh..jadi ini kamarnya?”,Youta melihat sekeliling kamar.
“Ma-maafkan dia kalau sedikit lancang!”,Rin kepada Zia.
“Tidak apa.Berbuat saja sesuka kalian”
Rin asyik bercakap cakap dengan Zia.Sedangkan Youta menghampiri Kazuto yang sedang duduk di kasur milik Zia.
“Jadi kau yang kencan seenaknya?”
“Eh?”,Kazuto terlihat bingung dan terkejut.
“Tidak adil! Kenapa tidak denganku saja?”,bisiknya.
“Apa yang..”
Kazuto melihat dada Youta menempel dengan tangannya.
“Ti-tidak!”,Kazuto segera menjauh.
“Hm?”
“Baiklah..saatnya menyusun rencana”,ucap Zia.
Beberapa saat menyusun rencana,akhirnya tercipta rencana cemerlang.
Dengan memanfaatkan kekuatan mereka berdua,mungkin tugas pengintaian akan berjalan cepat dan mulus.
“Pertama,Youta akan membawa kami ke daerah dekat benteng mereka.Lalu,aku akan membukakan jalan untuk Kazuto dan Rin.Kalian berdua,ambillah informasi sebanyak mungkin.Aku dan Youta akan menunggumu di area luar”,jelas Zia.
“Semudah itu?!”
“Yahh..walaupun ini bisa dibilang cuma latihan,tapi kita harus mengerahkan kemampuan kan?”
“Ehm..”
Sementara itu,menurut Kazuto,tugas mengintai ini sangat penting.Karena untuk mencari informasi mengenai,Diva,seseorang yang Uni menyuruh untuk membunuhnya.
“Hey..apa kalian tau?”,tanya Rin.
“Ada apa,Rin?”
“Di dunia ini..tidak..di seluruh dunia dan dimensi ini..ada 4 kekuatan yang menduduki puncak kasta kekuatan”
“A-apa saja itu?”
“Pengendali pikiran, Sang Raja waktu, Amarah Solar, dan Penghancur…tapi,dari keempat kekuatan puncak itu,hanya ada satu sosok yang bisa menguasainya”
“..??”
“Pemilik Sejati..”
“Maksudmu..Tuhan?!”,Kazuto terkejut.
“Ntahlah..hanya sebatas itu yang dapat ku pelajari”,ujar Rin.
“Hhm..sudahlah”,Kazuto segera naik ke kasurnya.
“Omong omong,Rin..kenapa kau memberitahu hal ini kepada kami?”,tanya Zia.
“Ehh..Zia?”,Youta dan Kazuto terkejut.
“Ahaha..bukan apa apa kok..aku hanya membagikan pengetahuanku saja”
Kesan Zia,saat pertama kali ia melihat Rin,ia mencurigainya karena suatu hal.Walaupun tidak ada gerak gerik tertentu,Zia tetap mencurigainya.
Karena menurutnya,seseorang yang mendadak memberikan informasi adalah orang yang isi hatinya tidak diketahui.
Sebagaimana di kehidupan sebelumnya.Zia diberitahu tentang geng motor di kotanya yang kemudian membuat ia terlibat perseteruan dengan mereka.
Keesokan harinya,mereka berempat segera berkumpul dengan yang lainnya.Mereka berdekatan dengan rekan satu tim lainnya.
“(Hati hati..dia di dekatmu)”,ucap Uni dalam kepala Kazuto.
“Hah?!”
“Ada apa,Kazuto?”,tanya Zia.
Mereka bertiga menatap Kazuto.
“A-ah tidak..”
Setelah komando muncul,semua tim segera bergerak ke target yang berbeda beda.Dikarenakan markas robot itu sangat luas,mereka menyebar ke seluruh penjuru.
Tim Kazuto ditugaskan di benteng pertahanan mereka.Karena bantuan Youta,mereka sampai di depan sana dalam sekejap.
“Baiklah,ayo lakukan!”
Zia membuat terowongan bawah tanah dengan kekuatannya.Tak kunjung lama,mereka sampai di permukaan di sisi lain benteng.
Terlihat,beberapa robot humanoid berlalu lalang di sana.
“Rin!”,ucap Zia.
“Baiklah..”
Rin menghadapi mereka sendirian,dengan maksud untuk memakai kekuatannya.
“Diam!”,teriaknya.
Robot robot itu terdiam sejenak.Namun,mereka dapat bergerak lagi.
“Diam!”,teriaknya lagi.
Mereka terdiam lagi.Selang beberapa saat,mereka bergerak lagi dan mengarahkan senjatanya kepada Rin.
Youta langsung mengambilnya dengan melewati portal.
“Ternyata benar.Kekuatanku hanya bisa digunakan kepada subjek manusia saja”
“Baiklah..rencana B!”,ucap Kazuto.
Dengan portal,Kazuto dipindahkan tepat ke depan robot robot itu.Dengan tangannya yang menyala nyala,Kazuto memutuskan semua kepala para robot itu sehingga mereka tak bergerak lagi.
“Ayo!”
Mereka berempat memasuki sebuah ruangan yang terlihat seperti laboratorium.Di dalamnya terdapat beberapa penjaga.Tanpa basa basi,Kazuto dan Zia menghabisi semua robot penjaga itu.
Mereka memasuki satu persatu ruangan di laboratorium itu.Akhirnya,mereka menemukan ruangan yang menyimpan berkas berkas penting.
“Ambil apa saja yang menurutmu penting!”
Mereka membuka berkas sana sini,kecuali Rin.Ia hanya diam saja seakan tidak bisa melakukan apapun.
“Rin?”
Tiba-tiba,alarm di sana berbunyi.
“Sial.Ayo cepat!”
Zia mengambil beberapa berkas.Sebuah kotak hitam menarik perhatian Kazuto.Ia pun segera mengambilnya.
Youta segera mengaktifkan portalnya.Mereka berhasil kembali dengan selamat.
“Baiklah..mulai meneliti”,Zia mengeluarkan berkas berkas yang dibawanya.
Merasa janggal,Kazuto mengambil sebuah berkas bertuliskan 'Catatan Penciptaan'.
“Hm? Catatan Penciptaan?”
Kazuto membaca setiap halamannya dengan serius.Lama kelamaan,ia terlihat ketakutan.
“Tidak…tidak!”,ia terlihat kesal dan takut.
“Ada apa?!”
“Apa maksudnya…dua pencipta..berselisih?..”,Kazuto memegang kepalanya sembari menundukkan pandangan.
“A-apa?!”,Zia dan Youta terkejut.
Isi dari berkas itu adalah cerita dimana seluruh dunia dan dimensi belum diciptakan.Kala itu,ada dua pencipta yang saling berdebat.Yang satu menginginkan dunia tanpa kejahatan namun sulit,dan yang satu menginginkan dunia dengan kejahatan namun segala mudah.
Setiap salah satu dari mereka menciptakan sesuatu,akan langsung dihancurkan oleh yang satunya lagi.
Dengan begitu,mereka menciptakan dimensinya masing masing.Lalu,mereka berdua membuat perjanjian untuk tidak saling ikut campur di dimensi kedua belah pihak.
Waktu terus berlalu.Beberapa dunia dan dimensi diciptakan.Kehidupan ditambahkan dalam masing masing dunia itu.
Namun,dengan kelicikannya,si pencipta kejahatan mengirim planet yang dibuatnya ke dimensi si pencipta kedamaian.
Karena sudah memperkirakan hal itu akan terjadi,si pencipta kedamaian mengutus dua makhluk ke dimensi kejahatan itu,jauh sebelum ia mengirimi planetnya.
Tentu saja kedua utusan itu harus bisa beradaptasi dengan lingkungan kejahatan.Namun,sempat terjadi perselisihan di waktu mereka berdua menciptakan planet dengan salah satu makhluk ciptaan kejahatan.
Misi bisa dibilang sukses.Beberapa planet kejahatan berhasil masuk ke dimensi kedamaian tanpa sepengetahuan penciptanya.
Planet planet itu menghancurkan satu persatu planet kedamaian yang memiliki unsur kehidupan,walaupun kecil potensinya.
Pencipta kedamaian mulai menyadari hal itu.Ia langsung menghubungi utusannya.
Tidak ingin ada yang turun tangan,si pencipta kejahatan mendatangi pencipta kedamaian dan bertarung dengannya.Beberapa ribu tahun berlalu,kedua pencipta itu dinyatakan menghilang.Kedua utusan itu memegang peranan penting untuk mencari penerus yang mampu mengendalikan kejahatan dengan kedamaian.
Setelah planetnya mendekati bumi,ia merasakan hawa kedamaian di dalamnya.Dengan terpaksa,ia menyatakan bahwa planetnya itu hanyalah dunia game yang bisa berakhir.
Tapi,di planet itu,semuanya bisa terjadi,termasuk reinkarnasi,sihir dan lainnya.Dikarenakan kedua utusan itu diberi secuil kekuatan oleh penciptanya.
Dengan perjuangan penduduk bumi,ia berharap ada salah seorang yang bisa mengentikan ambisi pencipta kejahatan.Ia mengetes setiap kemampuan mereka dengan memberikannya level dan membantu mereka dikala terdesak.
“Dua pencipta?! Mustahil!”,Zia ikut terkejut.
“(Aku tidak punya banyak waktu! Aku harus segera menemukan Diva!)”
Keesokan harinya,Rin sudah tidak ada di ruangan.
“Kemana Rin?”
“Ntahlah…aku merasa..sejak kemarin dia sudah bertingkah aneh”,ucap Zia.
Di saat seperti itu,seseorang menggedor pintu kamar.Kazuto segera membukanya.
“Kau?!…Issabel?!”
Issabel,sang ahli strategi,menghampiri Kazuto dengan wajah terluka.Ia juga memegangi tangannya yang terus mengeluarkan darah.
“Zia!”
Zia segera mengambil kotak pertolongan dan membungkam lukanya tersebut.
“Apa yang terjadi?!”
“Shuna Rin..Kekuatannya lepas kendali”
__ADS_1
“Apa?!”
“Dia membuat semua peserta di sekitarnya berkelahi satu sama lain..Aku berhasil melarikan diri karena kekuatanku bukan untuk pertarungan”,jelas Issabel.
“Lalu,dimana dia?!”
Kemudian,terdengar suara ledakan dari permukaan.Kazuto dan Zia segera menghampirinya.
“Youta! Tutup semua lukanya!”
“Baik!”
Sesampainya di permukaan,terlihat kekacauan dimana mana.Terutama Tetsouji,dia yang paling menonjol karena terus menerus menciptakan ledakan besar.
Beberapa pengendali kekuatan itu,terlihat menuju ke arah Kazuto dan Zia.Apalagi mereka adalah tingkat berbahaya,yaitu Siwon (tinju besi), Lisa (bayangan) dan Veyron (death eye).
“Zia,kau bisa melawannya?”
“Tentu saja”
“Ingat..jangan menatap mata Veyron atau kau akan terluka”
Kazuto menghadapi Siwon dan Lisa.Sementara,Zia melawan Veyron yang kekuatannya berbahaya.
“Kapan terakhir kali kau melihatnya?”,tanya Youta.
“Pagi pagi sekali,saat semua orang masih tertidur,aku mendengarnya berbicara dengan seorang wanita.Setelah itu,dia menghilang bersamanya”
“Lalu,kemana Kapten dan petugas lain?”
“Itu..aku tidak tau”
Kazuto terpojokkan oleh Lisa yang terus meluncurkan serangan bayangannya.Semua serangan itu nyaris mengenai wajah Kazuto.
“(Apa ini? Kepalaku panas..)”
Kazuto mencoba menyerang balik dengan melemparkan bola api kepadanya.Namun,selalu dihadang oleh Siwon menggunakan tangan besinya.
Sementara itu,Zia dengan susah payah berhasil membutakan kedua mata Veyron sehingga ia tidak bisa menggunakan kekuatannya itu.
“Kazuto!”,Zia menghampiri Kazuto.
Di tengah situasi itu,portal muncul di sebelah Siwon dan Lisa.Mereka tertarik kedalamnya.
Dari dalam portal itu juga,muncul Youta.
“Youta!”
“Kalian tidak apa apa?”
“Kami baik baik saja.Oh apakaha Issabel mengetahui keberadaan Rin?”,ucap Kazuto.
“Yah..aku tau”
Mereka memasuki portal untuk berpindah ke suatu tempat.Ternyata,tempat yang dituju adalah benteng yang mereka serang kemarin.
“Di sini?”
Di tempat itu,terdapat sebuah menara yang cukup tinggi.Di sana terlihat Rin dengan kedua tangannya di rantai.
“Itu dia!”
“Maaf..aku tidak bisa menggunakan kekuatanku lagi..aku sangat kelelahan..”,ucap Youta.
Mereka segera berlari menuju menara itu untuk menyelamatkan Rin.
Sebelum sampai di lokasinya,Kazuto terhenti.
“Kenapa..pikiran kita tidak dikendalikan?..”,ia menundukkan kepalanya.
“Itu karena..Rin ingin melindungi kita..”,jawab Youta.
“Berarti-”
“Hahaha..aku tak menyangka akan ada yang menyelamatkan wanita sepertimu,Rin”,suara dari langit menggelegar begitu kerasnya.
“Suara apa itu?!”
Mereka segera menghampiri Rin yang diikat dengan wajah murung dan sedih.
“Rin!”
“Kalian! Jangan mendekat! Atau nyawa kalian terancam!”
Seketika,mereka bertiga menghentikan langkahnya.
Langkah terakhir mereka berubah menjadi dinding transparan.
“(Sial! Ini jebakan!)”
Tiba-tiba,muncul seorang wanita di sebelah Rin.
“Hahaha..kalian begitu bodoh”,ucapnya.
“(Wanita itu! Aku..pernah melihatnya!)”,Kazuto terkejut.
Wanita yang menyandera Rin ternyata adalah wanita bertubuh tinggi yang pernah ditemui Kazuto.Ia sempat membuat Kazuto kewalahan dan Akira ketakutan pada waktu itu.
“Mari kita buat kesepakatan,nak”,wanita itu mengelus elus wajah Rin.
“Lepaskan dia!”
“Aku ingin kau membunuh semua yang memiliki kekuatan dan akan ku bebaskan dia”
“A-apa katamu?!”
“Atau..wanita ini akan menghilang selamanya”
“Tidak apa.Jangan pedulikan aku,Kazuto”,Rin terlihat pasrah.
“Kau tidak boleh seperti itu!”,Youta menyela.
“Hm..baiklah kalau begitu”,ucap wanita itu.
Dia membawa mereka bertiga ke tempat tak dikenal menggunakan portal.
Kemudian,ia menarik Kazuto dengan kekuatan telekinesis.
“A-apa?!”
Ia pun menggenggam tangannya.Lalu menyerap sedikit demi sedikit kekuatan Kazuto.
Kazuto berusaha melawan.Dan akhirnya genggamannya terlepas.
“Hoo..kekuatan 'itu' ya? Menarik”
“Apa yang-”
Tembakan api darinya tak terelakkan.Kazuto sempat menghindar dengan refleksnya,namun tetap saja mengenai separuh wajahnya.
“Aargh! Siaal!”
Wanita itu melesat tepat ke hadapan Kazuto.Lalu memukulnya dengan keras.Kazuto terpental jauh.
Zia mencoba melayangkan pukulan kepadanya.Namun wanita itu menahannya.
“Heh..”
“Hm?”
Zia mengaktifkan kekuatan destruktifnya.Sehingga tangan yang menahan pukulannya menjadi tak berbentuk dengan darah yang bercucuran.
“Menarik..”
Wanita itu melempar Zia.Tangannya yang sedikit hancur pun pulih kembali.
Melihat Youta yang tidak bisa berbuat apa apa.Ia menghampirinya lalu menendangnya cukup keras hingga darah keluar dari mulutnya.
“Jangan sentuh dia!”
Kazuto melayang ke arahnya dengan kedua tangannya yang menyala nyala.
Namun,wanita itu dapat menggunakan slow motion sehingga serangan Kazuto terlihat sangat lambat.
Dengan mudah ia menghindarinya dan di saat seperti itu,ia menyikut punggungnya.Kazuto pun tersungkur ke tanah.
Zia bangkit lagi untuk melawannya.Ia seakan akan mengaktifkan kekuatan penuhnya dan dipusatkan di kedua tangannya.
Ia melayangkan dua pukulan sekaligus kepadanya.Tetapi,dengan mudahnya,ia menahan kedua serangannya dan memegangnya erat erat.
Perlahan lahan,ia memutar kedua tangan Zia ke arah luar untuk mematahkannya.
“Lepaskan!”
Zia menendangnya berkali kali.Namun,hal itu tidak cukup untuk membuatnya melepaskan kedua tangannya.
“Aaargh!”
Zia menjerit kesakitan.Youta dengan luka yang diterimanya hanya bisa terus menerus memanggil nama Zia.
Mendengar itu,Kazuto mencoba berdiri untuk menolong Zia.Wanita itu kemudian memberi Kazuto tekanan gravitasi yang sangat kuat.
Ia tertelungkup di tanah tidak bisa menggerakkan badannya sedikitpun.
“Zi..a”
Jeritan Zia semakin menjadi.Kedua tangannya hampir patah total.
Perlahan lahan,Kazuto merayap ke arahnya dengan melawan gravitasi yang sangat berat.Tangannya mencoba meraih kaki Zia.Namun,wanita itu menginjaknya.
Karena kesal,ia langsung mematahkan salah satu tangan Zia.Zia mencoba menahan jeritannya sambil mengeluarkan air mata.
“Hen..tikan..”
Wanita itu melempar Zia ke tanah.Pandangannya teralihkan oleh Kazuto yang memegang kuat kakinya.
Kazuto mengeluarkan kekuatannya sedikit lebih besar dari sebelumnya dan dipusatkan di tangannya itu.
Seketika,api menyambar setengah badan wanita itu.
Ia pun mematikan kekuatan gravitasinya.Dan langsung menyembuhkan tubuhnya yang terbakar.
“(Jadi begitu..dia hanya bisa menggunakan satu jenis kekuatan)”
Kazuto segera berdiri.
“Hey..siapa kau sebenarnya?”
“Hahaha..aku Diva..semua kekuatan ada dalam diriku ini”
“(Dugaanku benar..dia Diva)”
Wanita itu,Diva,menggunakan kekuatan telekinesis kepada Kazuto.Ia membentangkan kedua tangannya dan membuatnya tidak bisa bergerak.
“Kau..mempunyai kekuatan paling berbahaya..tapi kenapa kau belum pernah menggunakannya?”,menghampiri Kazuto.
Diva memukuli wajah Kazuto.
“Berikan kekuatan itu padaku!”
“Haha..jangan..harap”
Wajahnya sudah tak berbentuk ditambah separuh yang terkena api tadi.
__ADS_1
Walau begitu,Kazuto tidak tumbang.Ia tetap berdiri tegar di hadapannya.
Tanpa pikir panjang,Diva menusuk perut Kazuto dengan pedang nova,kekuatan bintang di alam semesta.
“Aku…takkan…kalah…”,Kazuto pun tumbang.
“Baiklah..aku akan mengakhiri penderitaan kalian berdua”,Diva menghampiri Zia.
Zia tidak bisa berkutik lagi.Ia telah mengalami rasa sakit yang luar biasa.Begitu pula Youta.Tendangan yang diterima di perutnya menghancurkan organ organ pencernaannya.
“Aku..takkan..kalah!”
Kazuto melayang dengan sendirinya.Diva terkejut melihatnya masih hidup.
“Apa?!”
Kemudian,Kazuto menembakkan bola api kecil tepat ke wajah Diva.Karena ukurannya,Diva sempat menertawainya.
Namun,tawaan itu terhenti setelah bola api itu melukai pipi Diva.Luka itu tidak bisa disembuhkan oleh kekuatannya.
“Apa?!”
Diva berkali kali menggunakan sihir penyembuhan.Tapi,tidak kunjung sembuh.
Tiba-tiba,cuaca di tempat itu menjadi sangat panas.Seakan matahari terus mendekat.
“Ya..ini kekuatanku,Diva”
Kedua tangan Kazuto menyala nyala dengan matanya yang juga berwarna merah menyala.
“Aku akan..mempercepat kematianmu!”
Kazuto melesat ke arahnya dan meluncurkan beberapa serangan langsung.
Dengan refleksnya,Diva terus menghindari serangannya dengan mudah.Ia menyerang balik dengan menendangnya dengan kaki besi.
Kazuto terpental sangat jauh.Namun,begitu Diva berkedip,Kazuto sudah berada di depannya.
Serangannya tak bisa dihindari.Salah satu pukulannya mengenai pundak Diva.Begitu terluka,ia memakai kekuatan pemberat gravitasinya.
Meski sangat berat,Kazuto tetap berdiri menahannya.Ia merasakan kedua kakinya seakan akan hampir patah.
Tetapi,Kazuto bisa mematahkan kekuatannya itu.
Diva jatuh dengan sendirinya.Terlihat,dari mulutnya keluar cairan seperti lava.Sekujur tubuhnya melepuh.
Kazuto kembali seperti semula,kecuali luka yang diterimanya tadi.Ia langsung menghampiri Zia dan Youta yang sudah tak berdaya.
Di saat seperti itu,tubuh Diva yang tergeletak mengeluarkan cahaya terang.
“Kekuatan itu! Tetsouji!”,ucap Zia.
Dengan kemampuan terakhirnya,Youta membuatkan portal untuk Kazuto dan Zia.
“Kalian! Masuklah!”
“Youta! Bertahanlah!”
Kazuto mencoba untuk menggendongnya.Namun,Youta memegang tangannya.
“Pergilah..tanpaku”
“Tidak! Youta!”
Youta mencium Kazuto.Ia terdiam meneteskan air mata.Karena bekas ciuman itu,bibir Kazuto terlihat seperti berdarah.
“Tidak ada waktu lagi..”
Dengan perasaan sedih,Kazuto dan Zia meninggalkannya masuk portal.
Sesampainya di sisi lain portal,terlihat ledakan besar di langit.
Ternyata,portal itu menuju ke kastil Roxy.Dengan kata lain,Kazuto telah berhasil.
“Kazuto!”
Dari kejauhan,terlihat Akira dan yang lainnya menghampiri Kazuto.Karena merasa telah selesai,ia jatuh tak sadarkan diri.
“Kazuto?”,ucap Zia di sebelahnya.
—Tak terduga
“Kazuto..”
“Hm? Uni?”
“Kau harus segera membuat keturunan atau kau…”,suaranya memudar.
Perlahan lahan,Kazuto membuka matanya.
“Dimana ini?”,segera bangun.
“Tidak! Kazuto!”,Akira memegangnya.
“Argh! Perutku..”,Kazuto melihat perutnya dibalut kain perban.
“Kau terluka cukup parah..Tetapi,luka bakar di wajahmu sudah mendingan kok”,Akira tersenyum hangat.
Kazuto terdiam melihat senyumannya.
“Akira!”,ia langsung memeluknya.
“Ahaha..Kau ini..”,Akira mengelus punggungnya.
“Omong omong..berapa lama aku pergi?”
“Ehmm..kalau tidak salah 2 tahun 10 bulan”
Mendengar itu,Kazuto panik.Ia segera beranjak.Namun,Akira memegangi dan menenangkannya.
“Tenanglah..setidaknya kau istirahat dulu”
“Akira! Dia menangis lagi!”,teriak Alma dari luar kamar.
“Tunggu sebentar”,Akira segera menghampirinya.
Beberapa lama kemudian,Akira datang lagi,tetapi bersama dengan Anna.Masing masing mereka berdua menggendong anak laki laki.
“Ehh!? Apakah mereka..?”
“Benar!”,ucap Akira dan Anna serentak.
Kazuto terharu bahagia melihatnya.Ia duduk dk pinggiran ranjang untuk melihatnya lebih dekat.
“Namanya?”,mengelus kedua anak itu.
“Dia Kanshi”,ucap Akira.
“Kato”,ujar Anna.
“Wah wah..namanya identik denganku ya”
“Ehem..”,Zia masuk ke kamar dengan menggendong sebelah tangannya.
“Zia?”
“Jika kau mau,Kazuto..Kau boleh melakukannya denganku”,ucapnya malu malu.
“Tapi..”
Akira dan Anna mengangguk tanda mereka memperbolehkannya.
“Ahaha..ohya,dimana Roxy?”
“Dia ada di luar..Akhir akhir ini,dia sering menyendiri..”,Akira menghela nafas.
Kazuto diantar oleh Zia untuk menemui Roxy di luar.Ia terlihat sedak duduk sendirian di bangku taman.
Tanpa perlu memanggilnya terlebih dahulu,Kazuto memeluknya dari belakang.
Roxy terkejut namun juga senang.
“Maafkan aku!”,ia menangis tersedu sedu.
“Kau tidak salah apapun..”,Kazuto mengelus tangannya.
“Aku lalai menjaganya..”
“Kau tidak salah..Jika memang hal itu sudah dicatat oleh 'nya',siapapun tidak bisa menentangnya”
Malam harinya,digelar acara makan malam yang cukup spesial untuk menyambut Kazuto.
“Eeh..ada apa ini?”,Kazuto terkejut melihat meja makan penuh dengan makanan.
“Tidak apa apa..Aku hanya memasak agak banyak”,ujar Akira.
Selesai makan,Akira dan yang lain membereskan semuanya.Sementara Kazuto mencari udara segar.
Di luar,ia melihat Uni seperti sedang menunggunya.
“Kau bersenang senang,ya?”,ucapnya.
“Ntahlah..”
Terbesit di benak Kazuto tentang mimpinya sebelum ia siuman.
“Uni,apa maksudmu aku harus segera membuat keturunan?”,tanya Kazuto menghampiri Uni.
“Benar..Karena sesuatu akan terjadi”,setelah itu,ia menghilang.
Kazuto merenungi perkataan Uni barusan.Jika memang harus membuat keturunan,berarti ia harus memiliki banyak wanita.
Tak lama kemudian,Zia menghampirinya dengan tangannya yang belum pulih.
“Kau telah berjuang keras,Kazuto”,menepuk pundaknya.
Kemudian,Kazuto mengangkat wajahnya.Tampak langit malam yang indah ditaburi ribuan bintang yang menyala nyala.
“Zia..kau yakin?”,ucapnya dengan suara pelan.
“Hmm ya..kurasa begitu?”,balas Zia sembari tertawa kecil.
“Apa maksudmu?”
“Kau tau..begini begini,aku belum pernah bergaul dengan seorang pria,loh”
“Err..apa kau akan baik baik saja?”
“Percayalah padaku!”,Zia menggenggam tangan Kazuto.
Roxy melihat mereka dari kejauhan.Ia tersenyum kecil bahagia.
Kebahagiaan Kazuto terhenti setelah Uni menyampaikan kabar darurat di keesokan harinya.
“Apa katamu?!”,bisik Kazuto.
“Benar..Ini sangatlah tidak terduga.Aku bahkan tidak mengetahui hal ini”,Uni duduk di jendela kamar disertai sinar pagi yang menyorot.
“Tapi..sudah dipastikan lagi! 'Dia' akan segera bangkit”
“Jika memang begitu..”,Kazuto menyingkapkan selimutnya dan segera beranjak.
Merasakan pergerakan,Zia yang tidur di sebelahnya terbangun.
“Kazuto?”,menutupi tubuhnya dengan selimut.
“Maaf..aku tidak punya waktu untuk istirahat”
__ADS_1
Kazuto segera mempersiapkan tekad untuk menghadapi kejahatan yang lebih besar.Sang pencipta kejahatan atau lebih dikenal The True Demon,tidak lama lagi akan menampakkan wujudnya.