
-Kaitan
Setelah ledakan besar itu,Dewa Hitam menghilang.Kemungkinan,ia pindah ke dimensinya sendiri dan akan kembali menyerang suatu saat nanti.
Kazuto yang sudah pulih akhirnya bisa berbahagia bersama keluarga barunya,walaupun tanpa Amato.
“Yuuta,kau tidur bersama Akira saja..”,pinta Kazuto.
“Ehh kenapa?”
“A-ahh kau tau..adik kakak tidak boleh tidur bersama..”
Kazuto pun masuk ke kamar Roxy.Ia melihatnya sedang menikmati pemandangan malam.
“Kau sedang apa?”,Kazuto memeluknya dari belakang.
“Pemandangan di sini sangat indah.Berbeda dengan sebelumnya.Yahh walaupun ini-”
“Hm? Ada apa?”,omongannya terhenti.
“Aku merasakan sesuatu.. Kau mau melakukannya kan?”,Roxy melirik kepadanya.
“Ehh..ti-tidak.. A-aku..”,wajahnya memerah dan berkeringat.
Roxy menariknya ke ranjang.
Keesokan harinya,Kazuto menemui Uni di luar.Lalu,Uni mengajaknya ke sebuah padang yang luas.
“Kau tau? Dimensi ini berbeda dengan dimensi sebelumnya”,ucap Uni.
“Apa maksudmu?”,duduk.
“Aku menyebutnya Dimensi Sihir dan Teknologi..Di sini,semua orang akan berusia sangat panjang,bahkan mustahil menemui kematian”,jelasnya.
“Omong omong,berapa usiaku sekarang?”,Kazuto mengganti topik pembicaraan.
“Kau 37 tahun..Kau memang yang tertua,tetapi penampilanmu akan tetap seperti pada masa remaja”
“Wahaha ternyata aku sudah tua ya”
“Benar juga.Aku tidak tau latar belakang keluargamu,Kazuto”
Kazuto dilahirkan di keluarga yang cukup kaya.Karena ayahnya bekerja di luar negeri dan ibunya bekerja di stasiun tv ternama.Tidak ada masalah pada Amato dan Kazuto waktu itu.
Tetapi,setelah kelahiran anak yang ketiga,Yuuta,terjadi beberapa kejadian yang cukup menggoncangkan keluarganya.Gedung tempat ibunya bekerja dilahap si jago merah.Sehingga ia tidak bisa bekerja lagi.
Seminggu kemudian,ayahnya mengalami kecelakaan kerja.Ia selama ini bekerja di pertambangan,tetapi baru kali ini terjadi kecelakaan padanya.Hingga ia memutuskan pulang untuk beristirahat.
Kelahiran Yuuta bagi mereka terasa merugikan.Berbeda 180° dengan kelahiran Kazuto yang mendatangkan keuntungan tak terduga.Namun,Amato dan Kazuto sangat menyayanginya.
Saat Kazuto berusia 5 tahun,ia merasakan sesuatu yang janggal pada dirinya.Pikirannya seperti ada yang mengendalikan.Ia sempat dibawa ke dokter oleh ayahnya.
“Tidak ada gejala apapun”,ucap dokter itu setelah memeriksa Kazuto.
Lalu,ayah Kazuto percaya bahwa itu adalah sebuah mukjizat.Sehingga ia menyuruh Kazuto untuk membiasakan dirinya.
Mulai dari hari itu,Kazuto sering terganggu akan suara suara yang bergema di kepalanya.Suara suara itu merupakan suara dari yang memberinya kekuatan.
Di usia ke 10,ayah Kazuto mendapat panggilan darurat dari tempat ia kerja.Sehingga mau tidak mau harus mendatanginya.
Amato,Kazuto dan Yuuta terlihat saling mengasihi satu sama lain.Tidak pernah terjadi perselisihan antara mereka bertiga.Namun,ibunya bukannya senang,ia malah terlihat khawatir.
Saat Kazuto berumur 13 tahun,ibunya menghilang meninggalkan keluarganya.Beruntung,Kazuto disuplai uang dari ayahnya yang berada di luar negeri untuk keperluan sehari hari.
Sejak itu,mereka bertiga diharuskan untuk hidup mandiri.
“Hahaha..cukup sulit ya?”,Uni berbaring di sebelahku.
“Hhm..mungkin begitu..”
Setelah itu,Kazuto berkeliling sendirian.Sudah banyak perubahan di planet ini.Ia melihat kawasan perkotaan berubah drastis.Sudah banyak gedung yang berdiri kokoh di sana.
Di pinggiran kota,ia melihat sekerumunan orang.Kazuto pun segera menghampirinya.
“Ohh! Kazuto!”, Youta berlari menghampirinya.
“Youta?! Bagaimana kau..”,Kazuto terkejut melihat Youta yang saat itu sekarat,ada di depannya.
“Yahh..pasti kau akan bertanya itu”
Youta menjelaskan alasan dia bisa selamat waktu itu.Ia mengatakan tepat sebelum ledakan Diva,seseorang memindahkannya.Tak hanya,Youta,semua teman temannya,termasuk Shuna Rin juga dipindahkan.
Ya.Yang memindahkannya adalah 'dia'.Pengorbanan dan rasa ingin bertahan hidup membuat mereka diselamatkan olehnya.Mereka langsung dipulihkan dan dipindahkan ke planet ini.
“Aku juga melihat pertempuranmu dari sini.. Menyeramkan,bukan?”
“Lama tak bertemu,Kazuto”,Rin muncul dari belakang Youta.
Beberapa saat setelah berbincang bincang,Kazuto segera kembali ke kastil.Di tengah perjalanan,Uni mencegatnya.
“Uni? Ada apa?”
Ia tidak menjawab.Namun,ia malah memunculkan portal untuk ke bumi.Betapa terkejutnya Kazuto melihat situasi di bumi saat itu.Kekacauan di mana mana,semua orang saling menyerang satu sama lain.
“Ada apa ini?!”,Kazuto melihatnya dari ujung portal.
“Aku menduga ini adalah perbuatan Dewa Kejahatan.. Tapi,itu bisa jadi benar.Karena keberadaannya yang misterius saat ini”,ujar Uni.
Semua orang saling membunuh.Beberapa kendaraan berat menghancurkan bangunan.Hal itu tidak terjadi di kotaku saja,melainkan di seluruh dunia.Kepunahan manusia semakin mendekat.
“(Jadi karena ini Uni menyuruhku membuat keturuan..)”,pikir Kazuto.
Mereka pun segera kembali untuk memberitahukannya kepada keluarga Kazuto.Sudah jelas ekspresi mereka akan begitu.Tidak ada yang menduga bumi mendekati kehancuran karena hal itu.
Hingga saat ini,keberadaan 'mereka' berdua tidak diketahui setelah pertempuran dahsyat dua tahun silam.Namun,dilihat dari kekuasaan,'mereka' bisa melakukan apa saja sesuai kemauannya.
“Apa yang harus ku lakukan?”,Kazuto terlihat kebingungan mondar mandir.
Ia berada satu ruangan dengan Uni,ditemani keempat istrinya.Ia mencoba untuk menyelesaikan masalah ini.Karena,bumi bisa saja hancur oleh manusia itu sendiri.Sedangkan,Kazuto tidak menginginkan hal seperti itu.
“Baiklah..aku akan ke sana”,Kazuto diam dengan pandangan serius.
“Tidak..terlalu berbahaya!”,Roxy menentangnya.
“Aku tau itu..”,Kazuto memegang tangannya.
“Bahkan setelah mati…kau tidak takut kematian itu menjemputmu lagi..”,Akira menghampirinya dengan tangan mengepal.
“Akira tunggu-”
Tepat sebelum pukulan itu mengenai wajah Kazuto,ia menghentikannya dan menggantinya menjadi menepuk pundak Kazuto.
“Hm? Akira?”
“Aku ikut!”
Walaupun Kazuto melarangnya,Akira tetap bersikeras untuk ikut dengannya ke bumi.Karena sudah tidak bisa dihentikan,Kazuto pun memperbolehkannya.
Sebelum pergi,Akira menitipkan anaknya kepada Roxy.Setelah itu,mereka berdua disertai Uni,menuju ke bumi untuk mencari tau sesuatu di balik kekacauan ini.
“Kejam sekali..”,Akira keluar dari portal.
Pemandangan saat itu sangatlah mengerikan.Mayat tergeletak dimana mana.Gedung gedung dan perumahan sebagiannya sudah rata dengan tanah.
“Ehem..bolehkah kau menyelesaikan ini?”,Uni melaju ke depan.
“Hm?”
Ia tepuk tangan tiga kali.Orang orang yang masih berperang,terjatuh tak sadarkan diri.Hal itu terjadi di semua tempat.Semuanya sunyi seketika setelah Uni tepuk tangan.
Lalu,semua orang dipindahkannya ke sebuah planet khusus.Semua orang kala itu dalam kondisi tak sadarkan diri.Sehingga memberi waktu yang cukup untuk Kazuto.
“A-apa yang…”,Kazuto dan Akira terkejut.
“Yahh..aku hanya memindahkan mereka”
__ADS_1
Mereka pun mulai menelusuri kota untuk mencari petunjuk.Setiap rumah mereka telusuri.Namun,tidak ada bukti apapun,hanya bekas darah dan bekas ledakan yang nampak.
“Tidak ada…”,Akira kelelahan.
“Sial! Memangnya aku harus keliling dunia?!”,Kazuto terlihat kesal.
“Itu tidak perlu..”,Uni naik ke atas mobil dan menunjuk ke sebuah rumah.
Ternyata rumah yang ditunjuknya adalah rumah Kazuto yang masih berdiri kokoh.
“Bukankah ini aneh?”,Uni melihat sekeliling rumah itu.
Mereka pun memasukinya.Keadaan dalam rumah masih sama persis seperti saat Kazuto terakhir kali ke sini untuk menjemput Yuuta.Tidak ada yang mencurigakan.
Lalu,Kazuto mengecek satu per satu kamar.Mulai dari kamar Yuuta,kamar miliknya dan kamar Amato.Begitu tangannya ditempelkan ke gagang pintu kamar Amato,ia merasakan aura dari dalamnya.
Perlahan lahan ia membukanya.Begitu dibuka,ia melihat sebuah portal hitam.Tidak sampai satu detik,portal itu menghilang.Ia pun segera memanggil Uni.
“Begitu ya..portal hitam”,Uni memasuki kamar.
“Kukira portal hanya ada yang berwarna biru,seperti milikmu”,Kazuto duduk di kasur.
“Portal hitam adalah jalan menuju dimensi kegelapan.Dengan kata lain,dimensi kejahatan miliknya”,jelas Uni.
“Berarti-”
“Tidak! Untuk apa seorang dewa repot repot menggunakan portal..ia memiliki kemapuan untuk pindah kemanapun dalam sekejap mata”
Akira yang saat itu tidak ada di kamar,ternyata sedang berada di dapur.Ia menemukan sebuah tulisan di bekas darah Yuuta.
“Kalian! Kemarilah!”
Kami pun menghampirinya.
“Bekas ini?!”,Kazuto terkejut melihat bekas darah Yuuta masih utuh di lantai.
Di sana terdapat tulisan yang bertuliskan 'Aku di sini'.
“Aku tidak mengerti..”
Tiba-tiba,Kazuto teringat akan portal hitam yang ada di kamar Kazuto.Ia pun segera kembali ke sana.
“Amato!”,teriaknya.
Namun,di kamar itu tidak ada siapapun.Itu hanyalah imajinasi Kazuto yang mengira bahwa Amato ada di sekitarnya.
“Apa mungkin..”,Kazuto tertunduk lesu.
Akira menghampirinya dan mengelus elus punggungnya untuk menenangkannya.
“Jadi begitu..kemungkinan besar,kakakmu ada di dalam portal itu.Dia kemari hanya untuk menulis pesan..Setidaknya itu yang ku pikirkan”,Uni memperhatikan tulisan di darah tersebut.
Hal itu menjadi tanda tanya besar bagi Kazuto dan Akira.Bahkan,Uni yang setara dengan dewa pun,tidak bisa memastikan keadaanya sekarang.
Hanya mendapat itu saja,mereka pun kembali ke dalam portal menuju ke kastil.Sejak itu,Kazuto terlihat terus memikirkan sesuatu dan berusaha mencari jalan terbaik untuk memecahkannya.
“Tidak usah memaksakan..”,Yuuta menghampiri Kazuto di luar.
“Aku harus menemukannya!”
Yuuta terlihat cemas.Ia khawatir akan keselamatan Kazuto.Tapi,ia juga khawatir akan keberadaan Amato yang saat ini tidak diketahui.
“Aku yakin dia masih hidup!”
Besoknya,mereka bertiga kembali ke bumi,tepatnya ke rumah Kazuto.Begitu mereka memasuki,keadaan rumah saat itu terlihat berbeda seperti kemarin.Beberapa barang seperti berpindah dari sebelumnya.
Di bekas darah pun terdapat jejak kaki.Seolah olah ada yang tidak sengaja menginjaknya.Jejak itu menuju ke kamar Amato.
Dirasa mencurigakan,Kazuto membuka pintu kamarnya.Begitu dibuka,ia mendapati portal di dalamnya.
Namun,ia merasakan kejanggalan.Tubuhnya seperti dijerat oleh tali.Ia mulai kesulitan untuk bernafas.
“Kazuto! Kau tidak apa apa?!”,Akira memegang tangannya.
Sementara itu,Uni fokus memperhatikan portalnya.Ia berusaha untuk mengidentifikasinya secepat mungkin.
“Portal ini…”
Tubuh Kazuto perlahan lahan mulai tertarik oleh portal itu.Dan tekanan yang dirasakannya pun semakin berat.Nafasnya semakin sesak dan penglihatannya memudar.
“Kazuto!”,Akira memegangi kedua tangannya.
Sementara portalnya semakin mengecil,tarikannya menjadi semakin kuat.Akira yang memegangi Kazuto pun ikut tertarik.
“Dapat!”,ucap Uni setelah melakukan sesuatu terhadap portalnya.
Setelah itu,portalnya menyusut lalu menghilang.Kazuto dan Akira terjatuh ke lantai.
“Hampir saja…”
Begitu kembali,Uni menceritakan hasilnya.
“Portal itu menuju ke sebuah dataran kosong..”,ucapnya sambil menggambar di kertas.
“Maksudmu..tujuannya bukan planet?!”,Kazuto terkejut.
“Ntahlah..penglihatanku melihatnya..sebuah dataran seluas jutaan kilometer yang tak memiliki ujung dan tak memiliki langit”,jelasnya.
“Penghuninya?”,tanya Kazuto.
“Aku tidak bisa mendeteksinya..tapi aku yakin,salah seorang penghuninya telah mengunjungi rumahmu sebanyak 2x atau bahkan lebih dari itu”,ia menampilkan rumah Kazuto beserta portalnya.
“Aku harus memasukinya!”,Kazuto memukul meja dengan kedua tangannya.
Akira dan Uni terdiam mendengarnya.Mereka seakan akan setuju tapi tidak bisa mengatakannya.
“Apa tanggapan kalian?”,Kazuto bertanya kepada mereka.
“Mungkin cuma itu satu satunya cara untuk mengetahuinya..”,Uni menghitamkan portal yang ia gambar.
“Tapi…”,Akira terlihat cemas dan sedih.
Melihatnya seperti itu,Kazuto beranjak dari kursinya dan menghampirinya.
“Akira..ini adalah jembatan terakhir yang harus ku lewati untuk menuju kedamaian..”,Kazuto memegang kedua pundaknya.
Akira menatapnya dan mulai meneteskan air matanya.
“Jika memang seperti itu-”
Kazuto menarik lehernya lalu menciumnya.
“Aku pasti akan kembali!”,ucapnya sambil mengusap air mata Akira.
Mendengar itu,Akira merasa lega.
Keesokan harinya,mereka bertiga kembali ke rumah Kazuto.Mereka mendapati barang barang berserakan di lantai.
“Dia datang lagi..”,bisik Kazuto.
Ia segera ke kamar Amato dan membuka pintunya.Setelah dibuka,aura misterius menerpa Kazuto.Sama seperti kemarin,tubuhnya terasa dijerat.
Namun,tiba-tiba,pijakan mereka bergetar.Itu merupakan gempa bumi yang terjadi di seluruh dunia.Goncangan itu semakin besar.
“Kazuto! Cepat!”,Uni menyuruhnya untuk segera masuk.
Kazuto berusaha melawan efek yang dirasakannya.Sementara lantainya mulai terbelah,Kazuto tertarik ke dalam portal.
Rumahnya perlahan lahan runtuh.Barang barang berjatuhan.Sebuah tembok nyaris saja menimpa Akira.Hanya melukainya sedikit.
“Kau tidak apa apa?”,Uni melindunginya.
“Kazuto!”,Akira berpegangan pada pintu kamar.
__ADS_1
Efek yang dirasakan Kazuto semakin kuat.Namun,ia tetap memaksakannya.Akhirnya ia pun telah berada di bibir portal.
Karena goncangan,lantai mulai terbelah.Tepat setelah Kazuto masuk ke portal,Uni langsung membawa Akira ke atas.Dari atas,terlihat pemandangan yang sangat mengerikan.Bumi seolah olah terbelah menjadi beberapa bagian.
“Inilah akhir dari planet ini..”
—Tak dikenal
Kazuto berhasil pindah ke sisi lain portal.Semua efek yang dirasakannya menghilang di sana.
“Aku berhasil?..”,bangun dan melihat sekeliling.
Yang nampak hanyalah dataran yang sangat rata hingga ujung pandang.Tidak ada tonjolan sedikitpun.
“Apa ini?”,Kazuto menginjakkan kakinya.
Tiba-tiba,ia terjerumus ke bawah.Yang dipijaknya barusan adalah semacam gas yang mengapung membentuk awan datar.Ia berusaha untuk menggunakan sihir terbang,namun tidak bisa.
Ia menukik dengan kecepatan tinggi.Di sekitarnya,ia melihat beberapa bola besar seperti planet dilewatinya.Kecepatannya terus bertambah cepat.
Akhirnya ia melihat tanah.Namun,dilihat dari dekat,itu bukanlah tanah,melainkan dataran yang pertama kali ia injak.Tanpa Kazuto sadari,ternyata ia kembali lagi ke tempat awal.
Walaupun jatuh dari ketinggian,ia tidak terluka sedikitpun.Tapi,ia mendadak muntah darah.Sekujur tubuhnya terasa sakit seperti dilukai dari dalam.
Ia pun tergeletak di sana tak berdaya.Tidak ada apapun di sana,kecuali rasa sakit yang menyertainya.Tak lama kemudian,sebuah bola hitam keluar dari tubuhnya.
“A-apa itu?..”,Kazuto terus memperhatikannya.
Lalu,bola itu menyerap sebagian kekuatan Kazuto hingga ia lemas.Dari kekuatan yang diserapnya,terbentuklah sebuah portal hitam.
Kazuto mencoba bangun.Ia melihat kesana kemari,namun tidak melihat siapapun kecuali dataran yang sangat luas.Dengan bersusah payah,ia pun berhasil masuk portal itu.
Setelah memasukinya,ia telah berada di atas kasur di kamarnya.Kazuto akhirnya bernafas lega.Namun,hal yang serius terjadi.Telinga,hidung,dan mulutnya mengeluarkan darah.
Mendengar suara batuk dari dalam kamar,Akira pun menghampirinya.
“Kazuto!?”,ia terkejut melihatnya seperti itu.
“A..ki..ra”,darah memenuhi bantal dan pakaian bagian atasnya.
“Bertahanlah!!”,Akira menggunakan sihir penyembuh padanya sambil menangis.
Mendengar kegaduhan,ketiga istri lainnya segera menuju ke kamar Kazuto.Ekspresi mereka semua sama,yaitu kaget dan sedih.
“Hahaha..kecantikan kalian berkurang loh”,meskipun begitu,Kazuto mencoba mengurangi kesedihan mereka.
“Apa yang terjadi?”,Roxy menggenggam tangannya.
“Tenang saja..aku tidak apa”
Kazuto pun menceritakan kejadiannya kepada mereka semua.
“Demi kedamaian sejati..aku harus melakukan apapun”,ucapnya.
Tak berselang lama,Uni datang dari arah jendela.
“Maaf..bisakah..”
“Tidak masalah”,mereka semua meninggalkan kamar.
Sebelum beranjak,Akira mengelus kepala Kazuto dengan tangannya yang lembut disertai senyuman.
“Bagaimana?”,Kazuto bertanya kepada Uni.
“Sekarang aku tau..Kau adalah Wadah Tak Terhitung,Kazuto”,balasnya.
“Apa maksudmu?”,Kazuto bertanya lagi.
“Segala macam kekuatan ada dalam dirimu.Tapi kau tidak bisa mengeluarkannya karena tubuhmu lemah.Andai saja kau mengeluarkannya,tubuhmu akan rusak”,jelasnya.
Kazuto terkejut mendengarnya.Berarti,sejak umur 5 tahun,Kazuto telah memendam kekuatan besar dalam dirinya.
“Karena itu..kau diincar olehnya”
Tiba-tiba,ia teringat akan Dewa hitam.Mungkin,pada waktu itu,ia mencoba mengeluarkan kekuatannya.Tetapi tidak berhasil dan hanya merusak organ dalamnya saja.
Dengan kata lain,jika Kazuto mengorbankan dirinya atau membunuh dirinya sendiri,semua kekuatannya akan lenyap.
“Tetapi,karena itu juga kau dilindungi olehnya”
Sebuah ingatan terlintas lagi di benak Kazuto.Dimana ia bertemu dengan secercah cahaya yang menyuruhnya untuk membahagiakan orang orang terdekatnya.Kazuto merasa belum bisa melakukannya.
“Apakah kekuatannya bisa dipindahkan?”
“Tidak.Kekuatan itu mutlak.Tidak bisa dipindahkan kecuali dihancurkan”,ucap Uni.
Mendengar itu,Kazuto merasa sangat putus asa.Ia tidak memiliki peluang untuk bisa hidup bebas.
“Aku akan melakukannya!”,Kazuto menyusut darah di sekitar mulutnya.
Ia segera beranjak dari tempat tidur.
“Kau yakin? Apa keinginan mereka sudah kau penuhi?”,Uni duduk di atas kasur.
“Ntahlah..tapi,ini semua demi melindungi mereka!”,Kazuto membulatkan tekadnya.
Kemudian,ia menemui mereka berempat untuk menceritakan tujuannya.Sontak,mereka semua tertunduk sedih mendengarnya.
Lama kelamaan,mereka pun merelakannya.Kazuto diantar ke sebuah padang yang luas yang sering dikunjunginya tempo waktu.
Ia pun berdiri di hadapan mereka.
“Hanya ini yang bisa ku lakukan..”,air matanya mulai menetes.
Akira,Roxy,Anna dan Zia terlihat bahagia bercampur sedih.Mereka mencoba untuk menahan tangisannya di depan Kazuto.
Tubuh Kazuto mengeluarkan cahaya.Kemudian,sebuah bola muncul dari dadanya.Bola itu semakin membesar dan membesar hingga melebihi tubuhnya.
Namun,hal tak terduga terjadi.Sebuah portal mendadak muncul di belakangnya dan langsung menarik Kazuto ke dalamnya.
Mereka semua pun terkejut menyaksikannya.
“Kazuto!”,teriak Akira.
Sesaat sebelum Uni menyentuhnya,portal itu menghilang.Di sana,hanya menyisakan bola besar yang mengandung kekuatan Kazuto tadi.
“Dimana ini?!”,Kazuto mendapati dirinya berada di tempat asing.
Tiba-tiba,seseorang menendangnya dari samping.Kazuto meringis kesakitan memegang tangan kanannya.
“Lama tak berjumpa..”,ucap seseorang.
Kazuto pun menoleh ke belakang.
“Kau!?”
Tidak salah lagi.Yang dilihatnya adalah Dewa hitam yang pernah bertarung dengannya.Ia menyapa Kazuto dengan senyumannya yang mengerikan.
“Sial!!”,Kazuto mencoba mengaktifkan kekuatan Tetsouji untuk meledakkan dirinya sendiri.
Tetapi,Dewa hitam menggagalkannya.Kekuatan apapun yang dimiliki Kazuto,bisa digagalkan olehnya dengan sangat mudah.
“Apa maumu?!”,Kazuto sambil memegang tangannya.
“Kau tidak boleh mati begitu saja..aku harus mengambil semua kekuatanmu terlebih dahulu”,tawa mengerikan menyertai omongannya itu.
Kazuto segera bangun dan mencoba untuk lari darinya.Tempat yang dilihatnya hanyalah berbentuk lorong dengan pintu di setiap jalurnya.
Kemanapun ia masuk,ia hanya kembali ke lorong semula.Tidak ada jalan kabur untuk Kazuto.
Saat sedang berlari,Dewa hitam muncul di hadapannya.Ia langsung mengubah arah larinya.Namun,Dewa hitam sudah ada di depannya.
“Apa ini?! Kloningan?!”
Beberapa Dewa hitam mengepungnya dari segala arah.Dari arah belakang,sebuah tombak cahaya mengarah langsung ke jantung Kazuto.
Kazuto tidak menyadarinya.Sehingga,tombak itu menembus ke jantungnya.Ia tidak bisa bergerak,kemudian terjatuh dan tak sadarkan diri.
__ADS_1