
Beberapa hari berlalu begitu saja.Tidak ada kejanggalan di kehidupan Kazuto selama ini.Hanya saja,kesadarannya berpindah ke sisi lain setiap kali ia memainkan game.
Hingga pada akhir pekan,Amato dan Yuuta pulang dari liburannya.
“Terima kasih telah menjaga rumah!”,ucap Amato.
“Tidak apa.Aku juga merasa betah di sini..”
Kedatangan mereka berdua tidak dipedulikan oleh Kazuto.Ia hanya duduk di kamar sembari membaca buku tentang mitologi.
“Kakak!..”,Yuuta mendadak muncul.
“Ehh?! Apa yang kau lakukan di sini?”,Kazuto menyimpan bukunya.
Yuuta mengambil pakaian dari dalam tasnya.Lalu memberikannya kepada Kazuto.
“Apa maksudnya ini?”
“Liburan!”,Akira yang tiba-tiba muncul.
“Ehh?! Lusa aku sekolah loh.. Dan juga,mengapa aku harus liburan?!”,Kazuto mengembalikan pakaiannya kepada Yuuta.
“Kau tidak mau jalan jalan denganku?..”,wajah Akira nampak murung.
“Err..itu…”,Kazuto tidak bisa menolak lagi karenanya.
Esok pagi, Kazuto mengemasi pakaian yang akan dibawa. Ia terlihat bingung karena tidak memiliki baju bagus. Hanya ada beberapa jaket dan kaus yang selalu ia pakai.
“Aku siap!!”,Akira tiba tiba masuk.
“E-eh?!..”,Kazuto terkejut melihatnya memakai topi jerami dan pakaian pantai.
“Tunggu..Bukannya kau takut dunia luar??”,tanya Kazuto.
“Selama aku disampingmu, aku akan selalu terlindungi..”,Akira terlihat sangat senang.
Mereka pun memindahkan barang bawaan ke dalam mobil milik ayah Kazuto yang sering dipakai oleh Amato.
“Kau yakin?”,Amato khawatir dengan mobilnya.
“Aku sudah belajar selama 2 tahun loh..”
“Kau tidak perlu mengkhawatirkan kami.. Paman akan datang hari ini..”
“Hm?? Paman Toka?”
Akira sudah menunggu di dalam mobil.Ia duduk di kursi depan sambil bersiul siul.
“Yah..pokoknya bersenang senang lah..”
Tujuan pertama Kazuto adalah hotel atau penginapan. Ia tidak ingin tidur sembarangan,apalagi di mobil.Secara kebetulan,jalan yang dilaluinya sedang macet.
“Tidak mungkin..”,Akira terlihat kecewa.
“Tenang saja..sekarang masih jam 7”
Tiba-tiba,Kazuto mendengar suara seseorang,
“(Kau harus segera kesini…Jika tidak-)”
“Kazuto! Ayo cepat maju!”
Tubuhnya bergetar.Hingga saat ini,Kazuto selalu merasa diawasi oleh seseorang.Ia mencoba untuk mengabaikannya,tetapi,bisikan itu selalu saja terdengar olehnya.
Mereka pun sampai di tempat tujuan.Kazuto segera memarkirkan mobilnya di gedung parkir yang telah disediakan.
“Aku duluan ya!!”,Akira sembari berlari.
“Tunggu!..”
Sekilas,Kazuto melihat seseorang serba putih di sampingnya.Namun,setelah ia mengecek kembali,tidak ada siapapun di sana kecuali mobil mobil yang tertata rapi.
“(Mungkin hanya imajinasiku saja..)”,Kazuto mengeluarkan sebuah koper dan keranjang dari mobil.
Karena lokasi hotelnya tepat di depan pantai,mereka berdua tidak perlu energi ekstra untuk kesana.Terlihat dengan senangnya Akira berlari ke pantai.
“Ku kira dia orang pemalu,tapi…”
Mereka berdua menikmati liburannya.Kazuto merasa senang melihat Akira yang juga senang.Pikirnya,mungkin ini pertama kalinya Akira pergi liburan.
Setelah beberapa lama bermain air,speedboat dan pasir,Kazuto segera menepi dan beristirahat dibawah pohon kelapa.
“Ayolah..”,Akira menarik narik kakinya.
“Beri aku waktu untuk beristirahat..”,Kazuto terlihat kelelahan hingga mengantuk.
“Baiklah..aku akan mengambil bekal”,Akira mengganti pakaiannya di kamar mandi kemudian segera ke hotel untuk mengambil makanan.
Sementara itu,Kazuto tertidur di bawah pohon kelapa.Dalam tidurnya itu,dia bermimpi bertemu seseorang yang berpakaian serba putih.Kazuto merasakan deja vu setelah melihatnya.
“Aku tidak percaya sepuas ini..”,Akira membuka pintu kamar.
Ia lalu mengeluarkan dua kotak bekal dari keranjangnya.Mendadak,ia merasakan hal aneh.Akira merasa seperti di awasi dari sudut ruangan.Sedangkan saat itu tidak ada siapapun selain dia di kamar itu.
Merasa sedikit ketakutan,Akira segera keluar dan mengunci pintu kamar dari luar.
“Tidak..jangan ganggu aku!”,Kazuto mengigau dalam tidurnya yang disaksikan oleh Akira.
Ia pun langsung menggoyahkannya hingga terbangun.
Setengah hari pun berlalu.Matahari mulai menyingsing ke barat.Kazuto dan Akira segera kembali ke hotel.
“Tadi itu menyenangkan sekali ya..”,Akira menarik narik baju Kazuto.
“Begitulah..”
Mereka pun sampai di lorong kamar.Saat Akira membuka pintu kamarnya,Kazuto melihat seorang wanita sedang memperhatikannya dari pintu kamar sebelah.
Saat diperhatikan lebih lama,wanita itu menutup pintunya.
“Siapa itu?..”,gumam Kazuto.
“Cepat masuk!”,Akira memanggilnya dari dalam.
Hari sudah mulai gelap.Akira mulai menyiapkan makanan untuk makan malam.
“Ah aku lupa membeli sayurnya.. Tunggu sebentar-”
“Aku saja!”,Kazuto menyerobot memegang pintu.
Sebenarnya,tujuannya bukan itu.Melainkan Kazuto penasaran akan wanita tadi.Ia pun melewati kamarnya dan menguping melalui pintunya.
“Tapi tuan!..”,dengarnya dari dalam.
Kemudian ia mendengar suara tamparan.Mungkin wanita itu ditampar oleh seseorang.Tak berselang lama,Kazuto mendengar langkah kakinya mendekati pintu.Ia pun segera pergi ke bawah.
“Sayuran hijau..”,Kazuto mengambil beberapa sayuran.
“Oh..aku ingin itu”,melihat ke dalam kulkas minuman.
Setelah membeli barang yang dibutuhkan,Kazuto meninggalkan toko.Tanpa kebetulan,ia melihat wanita tadi duduk di kursi depan toko.
“(Ini kesempatan!)”
Kazuto pun duduk di kursi itu.Melihatnya duduk,wanita itu bergeser sambil memalingkan wajahnya.
“Uhm..ha-halo..”,sapa Kazuto.
“Halo..”,jawabnya dengan suara pelan.
Ia memberikan sekaleng minuman padanya.
“Tenang saja..Aku bukan orang jahat”
Tangan wanita itu merayap mengambil minumannya.
“Te-terima kasih”
“Omong omong,kau sendirian di sini?”,Kazuto bertanya karena tadi terdengar keributan di kamarnya.
“Aku..sendiri”
Mendengar itu,Kazuto terkejut.Karena yang didengarnya tadi seperti suara laki laki.Namun juga,ia merasa kasihan padanya karena sendirian.Ia tidak ingin menanamkan prasangka buruk terhadap wanita yang tidak ia kenal.
“Duh..dia lama sekali”,Akira mondar mandir di dalam kamar.
Sesaat kemudian,Kazuto pun datang.Tetapi,diikuti oleh wanita tadi.
“Siapa anak itu?”,Akira melihat postur tubuhnya sedikit lebih pendek darinya.
“Dia Nina..Aku mengajaknya makan malam bersama..Semakin banyak orang semakin seru kan?”
“U-uhm..ma-maaf merepotkan”,ucap Nina sambil memainkan jarinya.
__ADS_1
“Tenang saja.Tidak apa apa kok..”,Akira menarik tangannya.
Makan malam pun dilakukan oleh mereka bertiga.Nina terlihat sedikit terhibur oleh Kazuto dan Akira.Tetapi,ia juga terlihat seperti mencemaskan sesuatu.
“Kau mau tidur bersama kami?”,Akira sambil membereskan piring.
“Te-terima kasih..aku tidur sendirian saja”
Setelah cukup lama bercakap cakap dengan Kazuto dan Akira,Nina segera kembali ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Kazuto.
Setelah masuk,ia langsung mengunci pintu dan bersembunyi di balik selimut.Ia terlihat ketakutan akan seseorang.
Tak kunjung lama,sesosok manusia tercipta dari bayangan benda benda yang ada di dalam kamar.Wajahnya tidak jelas,tetapi memiliki aura yang kuat.
Sosok itu menyingkapkan selimut yang Nina bersembunyi di baliknya.Sontak,Nina pun terkejut.
“Kau..gagal lagi!?”,ucap sosok itu.
“A-aku tidak bisa melakukannya..”
“Ku beri kau kesempatan terakhir untuk menangkapnya! Jika gagal,kau akan kembali ke sana…”,sosok itu memudar dan menghilang.
Kepergiannya membuat Nina bernafas lega.Pikirannya dipenuhi berbagai hal,sehingga ia tampak murung dan kebingungan.
“Kazuto,mandi dulu sana-”,Akira yang sedang membereskan pakaian menoleh kepada Kazuto yang tertidur di meja makan.
“Uhm..baiklah..”,ia terbangun dengan mata sayup.
Setelah mandi,ia melihat pemandangan pantai di malam hari melalui jendela.Di sana sangat ramai.Dihiasi bulan yang bersinar terang pada malam itu.
“Kau belum tidur?”,Akira keluar dari kamar mandi.
“Aku hanya ingin menikmati ini..”,jawabnya.
Tiba-tiba,jantung Akira berdegup kencang.Ia terlihat gugup.
“Ka-kazuto…”,memegang tangannya.
Sama sepertinya,Kazuto pun menjadi gugup.
“Hm?..”
“Ayo tidur”,ajak Akira.
—Kedua kalinya
Di tengah situasi seperti itu,terdengar sebuah ledakan.Suaranya terdengar keras yang berarti ledakannya dekat dengan kamar Kazuto.
Kazuto pun bergegas keluar kamar untuk memastikannya.Di saat yang bersama,Nina yang juga keluar dari kamarnya,berpapasan dengan Kazuto.
“Dari ujung!”,ucapnya sambil berlari ke ujung lorong.
Ledakan itu berasal dari salah satu kamar.Terlihat barang barang yang berserakan serta beberapa barang yang terbakar.
Api hitam pun tercipta dari situ.Kepulannya membuat orang orang panik.Semua penghuni kamar di lorong itu berlari ke bawah menuju ke lobi.
Dari balik asap hitam,terlihat sosok hitam dengan mata putih menyala.
“Dimana dia!!?”,geramnya.
Sosok itu berjalan mendekati Nina dan yang lainnya.Kedatangannya membawa aura yang sangat besar.Mereka bertiga merasa tertekan.
“Bertahanlah!”,teriak Nina.
Kemudian,Nina membuat dinding pembatas transparan yang mengurung mereka berempat.Sosok itu pun keheranan karenanya.
“Dimana dia!?-”,menatap lama kepada Kazuto.
Di pandangannya,ia melihat aura yang begitu besar dari Kazuto.Yang sesuai dengan siapa yang dicari olehnya.Ia pun berlari ke arah mereka bertiga.
“Another Dimension : Parallel”,ucap Nina dengan kedua tangan ditempelkan ke lantai.
Cahaya putih yang menyilaukan muncul dari bawah.Cahaya itu menutupi segalanya hingga tak terlihat apapun selain warna putih.
Dalam sekejap,mereka telah berada di tempat yang berbeda.Sosok hitam itu menghilang entah kemana setelah cahaya putih itu hilang.
“Dimana ini?”,keadaan sekitar semakin jelas.
“Dunia ketiga..”,jawab Nina.
Mendengar itu,Kazuto dan Akira terkejut.Kazuto tiba-tiba teringat perkataan Dewa hitam yaitu dunia kedua yang telah diaktifkan oleh Kazuto.
“Apa yang terjadi pada tubuh kita?”,tanya Akira.
“Yah..tidak ada perbedaan waktu antara bumi dan dunia ini..Mungkin tubuh kita saat ini sedang tergeletak tak berdaya menunggu bantuan datang”,jelasnya.
Dunia ketiga,dunia Parallel,adalah dunia yang hanya bisa dimasuki oleh jiwa saja.Berarti,tubuh orang yang memasukinya sudah tidak memiliki jiwa dan terlihat seperti orang yang sudah mati.
Karena kekuatan Un : Tak Terhitung,seharusnya Kazuto dapat berpindah ke dunia ini secara leluasa.Namun,ia tidak menyadarinya dan baru mengetahuinya sekarang.
“Lalu,apa tujuan kita di sini?”
“Ntahlah..mungkin berpetualang”,Nina berjalan menuju ke sebuah kota kecil.
Sebelum sampai di situ,seorang penjaga yang menunggangi kuda menghampiri mereka.
“Apakah kalian pendatang?”,tanya nya sembari turun dari kuda.
“Benar”
Penjaga itu menatap dengan sinis kepada Nina.Alhasil,Nina pun menundukkan kepalanya.
“Baiklah..ikuti aku”,ajaknya.
Kami bertiga diajak ke sebuah kastil kecil di dekat kota itu.Dilihat dari ukurannya,kastil itu bukan tempat untuk raja.Fungsinya sama seperti gedung gedung pada umumnya.
Terlihat,beberapa orang berjaga di sana.Mereka semua menyambut penjaga yang bersama kami.
“Ini adalah gedung khusus bagi para prajurit..”,membuka pintu.
Di dalamnya,aktifitas terlihat sangat sibuk.Sebagian yang sedang berlatih,memantau,membuat rencana,membuat senjata,dan lainnya bercampur padu dalam kastil itu.
“Ruangan kita adalah ini”,masuk ke sebuah ruangan.
Di dalamnya,mereka dipersilahkan duduk.Kebingungan Kazuto bertambah karenanya.
“Ada ap-”
“Pertanyaan bagus..Kalian para pendatang akan ditugaskan untuk memburu 5 Entitas Iblis yang tersebar di negara ini”
“Entitas Iblis?”
Entitas Iblis adalah makhluk yang jiwanya berasal dari Raja Iblis.Karena itu,kekuatan mereka sangatlah besar.Mereka tersebar di tempat tempat yang berbeda.
Dikisahkan,para Entitas Iblis merupakan musuh alami para penghuni dunia Parallel.Mereka sudah berselisih semenjak dunia ini diciptakan.
“Namun,jika kalian berpihak kepadanya,kalian akan menjadi Pencetus Dosa yang dibenci oleh semua orang..Sampai saat ini,tercatat sudah ada 11 pendatang yang menjadi Pencetus Dosa.Keberadaan mereka sangat tidak diinginkan..”,jelas si penjaga itu.
Setelah beberapa saat,Kazuto paham akan perkataannya.Ia siap menerima tugas apapun di dunia itu.
“Haah.. Lagi lagi aku terbawa oleh orang lain”,Kazuto menghela nafas.
“Benar juga.Bagaimana keadaan di sana?”
Mendengar perkataan Akira,Kazuto teringat kejadian di hotel semalam.
“Bagaimana cara kita keluar dari sini!?”,memegang kedua bahu Nina.
“Ehm..itu..”
Nina pun menceritakan tentang dirinya.Bahwa ia sudah lama berada di dunia ini.Nina adalah Pencetus Dosa pertama yang ditemui langsung oleh pemimpin Entitas Iblis.
Nina terjerat kontrak jiwa oleh Raja Iblis melalui perantara pemimpin Entitas Iblis itu.Ia diharuskan menangkap seseorang yang mewarisi kekuatan Tuhan dan diserahkan kepada Raja Iblis untuk diambil kekuatannya.
Namun sebenarnya,Nina tidak bisa melakukan hal itu.Ia tidak ingin orang lain siapapun itu merasakan penderitaan dari pihak yang jahat.Akhirnya,Nina dikirim ke dunia ilmiah untuk mencari orangnya.
Di dunia ilmiah,yaitu bumi,ia mencoba berpura pura telah menangkap target yang disuruh.Tetapi,pergerakannya terus dipantau oleh si Pimpinan melalui jiwanya.
Karena itu,ia pun putus asa.Karena ia tidak bisa melepaskan kontrak maupun menangkap si target.
Di satu hari,ia melihat targetnya dengan mata kepalanya.Bahkan si target itu berusaha untuk menghilangkan keputusasaan dari dirinya.Benar,si target itu adalah Kazuto.
“Ma-maafkan aku!”,menunduk kepada Kazuto.
“Eh?”
“Aku berencana menangkapmu dan membawamu kemari! Kenapa aku harus mengorbankan orang lain demi diriku sendiri!? Apa yang harus ku lakukan!? Bagaimana aku-”
Melihatnya seperti itu,Kazuto langsung memeluknya.
“Selama kau mempunyai sisi baik,aku akan selalu bersamamu”
Nina menangis tersedu sedu di dekapan Kazuto.Diikuti oleh Akira yang memeluk mereka berdua.
“Untuk saat ini,apa yang harus kita lakukan?”,Kazuto melepaskan dekapannya.
__ADS_1
“Kita akan kembali..”
Nina membuat lingkaran sihir di bawah mereka bertiga.Lingkaran itu mengeluarkan cahaya hingga menutupi semuanya.
“Cepat cepat!”,ucap seseorang yang terdengar samar.
Saat membuka matanya,Kazuto berada di lantai.Ia melihat api yang terus membesar di sekitarnya.Di kejauhan,4 orang regu pemadam kebakaran menghampirinya.
“Akira!”
Menoleh ke samping,ia melihat Akira dan Nina yang terbaring lemas.Kazuto menyeret mereka berdua agar tidak tersambar oleh api di belakangnya.
“Kau tidak apa apa?!”,ucap salah seorang.
Seorang diantara mereka memadamkan api dan 3 lainnya membawa Kazuto dan yang lain.
Mereka bertiga dibawa ke mobil ambulan yang terparkir di depan hotel.Terlihat banyak orang yang menyaksikan kejadian itu.Sebagian lainnya berusaha memadamkan api yang terus menjalar ke sisi bangunan.
Setelah diperiksa oleh tim medis,Kazuto mengalami sedikit luka bakar di kaki dan lebam di wajahnya.Sementara Akira dan Nina hanya mengalami luka gores yang diduga berasal dari reruntuhan.
Tak lama kemudian,mereka berdua siuman.Lalu,disambut oleh pelukan hangat Kazuto.
Setelah kondisi mereka membaik,Kazuto segera mengemasi barang barangnya dan dipindahkannya ke dalam mobil.
“Nina,jika kau mau,ikutlah bersama kami”,ajak Akira.
“Ke-kemana?”
“Ohya..apa kau tinggal bersama keluargamu?”,Kazuto menutup pintu belakang mobil.
“Sejak kecil,aku ditelantarkan oleh kedua orang tuaku.Aku sering melihat mereka bertengkar.Hingga akhirnya aku dirawat oleh pamanku.Tapi sekarang dia menghilang..”
“Begitu ya..Maaf”,Kazuto dan Akira sedih mendengarnya.
“Kalau begitu,tinggallah bersama kami!”,lanjut Kazuto sembari merangkul Akira.
“E-eh! Ta-tapi..”
“Tidak apa.Membiarkanmu tinggal sendirian malah membuatku khawatir,dan juga aku akan selalu melindungimu”,memegang tangan Nina.
Nina tidak bisa menolak kebaikan Kazuto.Mengingat,dia terjerat kontrak oleh Entitas Iblis yang membuat dirinya berada di genggamannya.Akan lebih aman jika Kazuto bersamanya.
Mereka bertiga pun kembali ke rumah Kazuto.Dalam mobil,Akira dan Nina sibuk bercakap cakap sana sini.Sementara Kazuto masih terpikirkan apa yang dialaminya tadi.Mendengar kata 'iblis',membuatnya mengingat sesuatu.
20 menit kemudian,mereka sampai di rumah.Terlihat di depan rumah,Amato dan Yuuta menunggu kepulangan mereka.
Begitu keluar dari mobil,Yuuta langsung memeluk Akira dan Kazuto.
“Kau tidak apa apa?”,tanya Amato.
“Aku baik baik saja”
“Aku tadi melihat berita mengenai insiden di hotel dekat pantai yang kalian tuju.Aku sangat khawatir..”,Yuuta menangis di pelukan mereka.
Melihat ada orang yang tak dikenal,Amato merasa janggal.
“Siapa anak itu?”,bisiknya kepada Kazuto.
Kazuto pun melepaskan pelukan lalu menghampiri Nina yang berada di dekat pintu mobil.
“Ini Nina.Dia teman baruku!”,menariknya dan membawanya ke hadapan Amato.
“Ha-halo..”,sapanya dengan penuh rasa malu.
Mereka berdua pun menyapa balik.
“Aku mengajaknya tinggal di sini karena dia kehilangan keluarganya..”
“Begitu ya.Aku turut bersedih atas itu..Yang terpenting,anggap saja rumah kami seperti rumahmu sendiri..”
“Te-terima kasih”
Karena efek liburan,Kazuto tidak ingat bahwa sekarang adalah hari Senin.
“Uhmm Kazuto.Bukannya hari ini kau harus sekolah?”,tanya Akira.
Sontak,Kazuto terkejut mendengarnya.
“Ahh gawat!”
Ia langsung berlari ke dalam rumah untuk bersiap siap.Sementara,Nina dan Akira mengeluarkan barang bawaan, kemudian dipindahkan ke kamar Kazuto dibantu oleh Amato.Sedangkan Yuuta, menyiapkan sarapan untuk mereka semua.
“Masih sempat!”,Kazuto berlari hingga ke depan sekolah.
Di depan ruangan OSIS,terlihat Hilma berdiri di sana.
“Kazuto,kemana kakakmu? Sudah seminggu dia tidak ke sekolah”,tanyanya.
Seperti yang telah diketahui,Hilma adalah kakak dari Hami yang merupakan ketua OSIS di sekolah itu dan Amato adalah wakilnya.
“Uhm..kakakku baru pulang liburan kemarin lusa”
“Dasar..”,menggelengkan kepala.
-Ketenangan yang sesaat
Sementara Kazuto berada di sekolah,Nina asyik membaca buku sambil berbaring di kasur Kazuto.Tak lama kemudian,Akira masuk membawa beberapa cemilan.
“Kau suka baca buku,ya?”,duduk di kasur.
“Dulu,pamanku sering membelikanku buku.Setiap hari aku membacanya.Bahkan,beberapa buku fiksi telah ku hafal”,ujar Nina.
“Begitu ya..”,Akira berbaring di sebelahnya.
Hari itu,Kazuto,Amato dan Yuuta pergi ke sekolah.Di rumah pun hanya ada Akira dan Nina.Menjelang sore,mereka menyiapkan makanan untuk menyambut mereka bertiga.
“Sampai besok,Kazuto”,Hami pergi ke arah yang berbeda.
“Baiklah..”
Beberapa saat kemudian,Amato berlari menyusul Kazuto yang sudah cukup jauh dari sekolah.
“Tunggu!”,teriaknya.
Beberapa puluh meter dari sekolahnya,terdapat SMP tempat dimana Yuuta bersekolah.Akhirnya,mereka bertiga pulang bersama sama.
“Aku pulang!”,Kazuto membuka pintu.
“Selamat datang!”,Akira dan Nina berlari menyambutnya.
“Geh! Apa kalian memasak sesuatu?”,Kazuto terkejut melihat mereka berdua memakai celemek.
“Lucu sekali responmu.. Haha”,Amato menyusul masuk ke dalam.
Mereka pun makan malam bersama dihiasi canda tawa dari masing masing mereka.Sejauh ini,tidak ada gangguan yang terjadi pada Nina.Setidaknya,Kazuto senang melihat Nina yang juga senang karena sudah memiliki keluarga.
Makan malam pun usai.Sudah menjadi kebiasaan kaum perempuan untuk membereskan piring dan yang lainnya setelah selesai makan bersama.
Amato terlihat lebih dulu masuk ke kamarnya.Sebelumnya,ia ke kamar mandi untuk membasuh badannya.Kemudian diikuti oleh Yuuta yang juga masuk ke kamar miliknya.
Setelah beberapa menit,giliran Kazuto untuk mandi.
“Hah..lelahnya..”,berbaring di kasur dengan handuk yang masih membelit lehernya.
“Kazuto!”,panggil Akira sambil mengetik pintu.
Kazuto pun melemparkan handuknya,kemudian beranjak untuk membuka pintu.
“Ada apa?”
Pintu pun dibukanya.Terlihat Akira bersama Nina yang sudah menggunakan baju tidur.
“Nina ingin tidur bersama kita”,Akira mengelus kepala Nina.
“Oh tentu saj- ehh! Kita!? Maksudmu kau akan tidur bersamaku!?”,Kazuto terkejut.
“Y-ya..begitulah”,Akira memainkan jarinya.Melihat hal itu,Nina tertawa kecil.
“Bukannya kau sudah berjanji akan tidur bersama Yuuta!?”
“Se-sekarang situasinya sudah berubah!”,Akira terus mengelak.
Tidak bisa menolaknya lagi,Kazuto pun mengizinkan mereka berdua untuk tidur di kamarnya.
“K-kau tidak marah?”,Nina merasa tidak enak terhadap Kazuto.
“Hah? Untuk apa aku marah? Tenang saja”
“Tunggu dulu!”,Akira menyuruh Nina ke kasur duluan,diikuti olehnya.
“Kau bisa memilih..Di pinggir atau di kursi”
Kazuto tidak bisa berkutik.Ia sepenuhnya telah berada di bawah komando Akira.Kasur milik Kazuto hanya bisa dipakai untuk berdua.Jika dipaksakan bertiga,maka ruang yang bisa dipakai sangatlah kecil.
“A-ahh baiklah (Sialan! Padahal aku ingin memeluk Nina!)”,mengambil bantal lalu duduk di kursi belajarnya.
__ADS_1