
-Negeri yang terguncang
“A-apa kau yakin?”,tanya seorang petani.
“Ya..aku harus tetap bereksplorasi.Karena,aku yakin,seseorang yang ku cari…ada di sini!”,Amato memukul meja.
“Baiklah..aku akan membekalimu dengan-”
“Tidak perlu! Aku akan ke sana sekarang juga!”
Tanpa membawa apa apa,Amato pergi menuju Kekaisaran Ertain.Ia bermaksud mencari informasi mengenai dunia yang ia tinggali sekarang.
Beberapa jam berlalu,akhirnya Amato melihat tujuannya.
“S-siapa kau?”,Ratu ketakutan.
Lalu,pria itu menghampirinya.Kemudian,memegang kepalanya.Sang Ratu hanya bisa terdiam.
Setelah kepalanya dipegang,ia pun terjatuh tak sadarkan diri.Pria itu tertawa
“Aku akan bermain main sepuasnya!”
Kazuto pun menghadangnya
“Jangan kau apa apakan dia!”
Pria itu terdiam sejenak.Ia menatap Kazuto beberapa saat.
“Aku jangan menghalangiku”,ucapnya.
“Apa katamu?”,Kazuto kebingungan akan perkataannya itu.
Lalu,seseorang pun muncul dari belakangnya
“Hentikan! Jangan sakiti kakakku!”
Ia berpenampilan layaknya seorang ksatria dengan zirah di sekujur tubuhnya dan membawa senjata berupa tombak.
Pria yang mirip Kazuto pun mencekik Kazuto dan melemparnya ke arahnya.Mereka berdua pun terpental ke dinding.
Kemudian,pria itu melempar Sang Ratu ke ranjang.
“Hentikan!”,ksatria itu mengacungkan tombak ke arahnya.
Dari tombak itu,muncul sebuah cahaya.Cahaya itu menjadi tembakan laser yang mengarah langsung ke kepala si pria itu.
Dengan santainya,ia menepis laser itu dengan tangan kirinya.Mereka berdua pun terkejut.
Kemudian,Kazuto membuat rencana singkat dengan ksatria itu.Ia pun menyetujuinya.
“(Memperlambat,diaktifkan)”
Dalam keadaan lambat,Kazuto merebut Sang Ratu dari pangkuannya kemudian berlari menjauhi kamar.
Si kstaria pun mengeluarkan laser berskala besar untuk menghancurkan kamar itu.
Tembakannya itu mengguncang istana.Perlahan-lahan,atapnya mulai roboh dan berjatuhan.Mereka berdua pun lari keluar istana.
Sesampainya di luar,mereka terkejut karena melihat lingkungan kerajaan telah menjadi lautan api.
“Dia yang melakukan ini?”
Lalu,pria mirip Kazuto itu muncul di belakang mereka dari reruntuhan.
“Dia masih hidup?!”,ksatria itu terkejut.
“Serahkan wanita itu”,ucapnya.
“Tidak akan pernah!”,Kazuto menghadangnya.
“Jika tidak,reinkarnasinya akan terganggu”
“(Reinkarnasi?)”
“Apa yang-”,Akira menjatuhkan sendok makannya.
“Kau tidak apa apa?!”,Alma terkejut.
“Yah..mungkin”,memegang kepalanya.
“Apa maksudmu akan terganggu?!”,tanya Kazuto.
Kemudian,pria itu mendekati Kazuto.Ia menatap matanya.Kazuto terlihat panik karenanya.
“(Memperkuat,diaktifkan)”
Kazuto memperkuat tangan kanannya.Lalu,ia melayangkan pukulan ke arah pria di depannya.Tapi,ia bisa menahannya.
“Larilah!”,teriak Kazuto.
Ksatria itu pun berlari membawa Sang Ratu pergi menjauh.
Pria itu memegang tangan Kazuto kemudian melemparkannya ke reruntuhan tembok.
“Aku akan menguasai benua ini!”,ucapnya.
Ia mengeluarkan bola api besar dari tangannya
“Akan ku tunjukkan padamu caramu menundukkan dunia di masa depan”
“(Masa depan?)”
Lalu,muncul suara yang selalu menyertai Kazuto
“(Peringatan.Terdeteksi sihir berskala dunia mendekat ke sini)”
“(Sekarang apa lagi?!)”
Pria itu menembakkan bola api itu ke arah empat mata angin berbeda.
“(Tunggu..arah tembak yang berbeda..jangan jangan?!)”
Target pria itu ternyata negeri sekitar.Yaitu Ertain,Yo Mah,Revide,dan Sully.
“Apa yang kau lakukan?!”
“Karena kau menghalangiku untuk merubah masa depan,aku harus menghancurkan masa lalu!”
Kazuto pun menendangnya hingga ia terpental cukup jauh.
Tiba-tiba,di saat seperti itu,semuanya terdiam tidak bergerak.Hanya Kazuto yg bisa bergerak.
“Ada apa ini?!”,ia terkejut.
Kemudian,muncul sosok putih di depannya.
“Walaupun sedikit,kau telah merubahnya”,ucapnya.
“Si-siapa kau?!”,Kazuto terduduk.
“Hah?! Kenapa kau- oh maaf..aku menghapus ingatanmu,ya”
“Apa maksudmu?”
“Ehem..langsung saja..apa kau mau kembali ke masa mu?”
“Maksudmu,masa depanku?”
“Benar sekali.Teman temanmu sudah menunggumu”,sosok itu duduk di sampingnya.
“Tunggu..izinkan aku…menikmati ini..sebentar saja..”
“Ahahaha..tak ku sangka kau akan mengatakannya.Baiklah baiklah,aku akan memberimu kesempatan untuk bersenang senang..Ohh..pasti karena kau tergoda oleh ratu itu kan?”
Wajah Kazuto memerah
“Di-diamlah!”
Sosok putih itu kemudian menjentikkan jarinya
“Undo!”
Semua yang ada di sekitarnya kembali seperti semula.Dan pria yang mirip Kazuto pun menghilang dari sana.Bola api yang ia tembakkan ikut menghilang.
Istana menjadi seperti semula.Kehidupan kembali normal.Kazuto terkesimak menyaksikannya.
“Luar biasa!”
“Nah,baiklah..kau bisa melakukannya sekarang”
Sosok itu pun menghilang.Kemudian,semua benda hidup bergerak normal kembali.
Dengan berani,Kazuto masuk ke dalam istana.Ia dikawal oleh seorang penjaga menuju kamar ratu.Sampai di depan kamar,ia mengetuk pintu
“Kau ada di dalam?”
“Tunggu sebentar!”,ia membuka pintu.
Kazuto pun masuk ke dalam lalu menutup pintunya lagi.
“Kau?!”
“Aku ingin..membuat sebuah kenangan bersamamu”,Kazuto memegang tangannya.
Wajah wanita itu memerah
“Bo-bodoh! Jangan main main denganku!”,ia melepaskan genggamannya lalu menamparnya.
“Aku serius!”
Mendengar itu,wanita itu pun tertunduk.Setelah beberapa saat,ia mengangkat wajahnya dan tersenyum kepada Kazuto.
“Baiklah..aku akan melayanimu”
Seminggu kemudian,mereka pun menikah.Disaksikan oleh seluruh penduduk kerajaan,baik kota maupun pedesaan.
“Dengan ini,aku menyatakan! Semua penduduk dipastikan terpenuhi ekonominya! Aku berharap,penduduk desa dan kota bisa hidup berdampingan dan saling membantu! Selain itu,aku telah mengirimkan surat perdamaian kepada negeri sekitar!”,ratu berpidato panjang lebar di panggung publik.
Setelah selesai,semua orang pun bersorak.
Kemudian,Kazuto menggenggam tangannya
“Kau berhasil!”
-Pemimpin
Amato ikut menghilang di saat sosok putih itu menjentikkan jarinya.Ia dimunculkan di depan rumahnya.
“Apa apaan ini?!”
Saat menoleh ke kiri,ia melihat sebuah truk kointainer melaju dengan kecepatan tinggi ke arahnya.Amato mencoba menghindar.Namun,kedua kakinya terlindas.
Ia pun berteriak kesakitan.Mendengar suara teriakan,Yuuta bergegas keluar rumah.Sesaat sebelum membuka pintu keluar,ia terdiam.
“(Bunuhlah dia)”
Pikirannya seperti dikendalikan oleh orang lain.Ia pun meresponnya dengan mengambil sebuah pisau dapur lalu menuju keluar.
Amato yang saat itu kesakitan,sangat terkejut melihat Yuuta membawa pisau dan menghampirinya.
“Tu-tunggu a-apa yang ka-kau lakukan?!”
Apa yang dilakukannya sia sia.Amato tidak bisa melakukan apapun dengan kedua kaki terluka parah.
Yuuta sudah di depan matanya.Ia mengelus wajah Amato
“Kau akan menemuinya”
Yuuta pun menancapkan pisaunya di leher Amato.Setelah beberapa saat,ia pun tewas di sana.
Setelah itu,pikiran Yuuta kembali normal.Betapa terkejutnya ia,mendapati dirinya memegang pisau yang berlumuran darah.Sontak,ia pun melemparnya dan menahan tangis.
Dari tubuh Amato,terpancar sebuah cahaya.Cahaya itu menuju planet yang sering ia lihat.
“Haah..berbicara di depan orang banyak melelahkan juga”,sang ratu,Roxy,membaringkan dirinya di ranjang.
“Aku tidak mengerti.Orang dengan jabatan sepertimu tidak pernah berbicara depan orang banyak”,Kazuto menyindirnya.
“Diam kau!”
Karena acara pernikahan telah berakhir,Kazuto membuka jas nya.
Roxy pun terkejut melihatnya
“Ka-kau mau melakukannya sekarang?!”
“Jangan bodoh.Aku masih punya keperluan lain”
Roxy pun ikut dengannya.Kazuto menuju ke sebuah desa dimana ia dimunculkan.
“Pemanggilan?”,tanya Roxy.
“Benar.Aku mendapat kabar dari seseorang bahwa aku harus melakukannya sekarang juga”
Mereka pun sampai.Terlihat beberapa penyihir sedang berbincang di sana.Melihat sang ratu,mereka pun langsung berbaris dan memberi hormat kepadanya.
__ADS_1
Roxy pun terkejut
“A-angkat kepala kalian”
“Dia sudah resmi menjadi istriku”,ucap Kazuto.
Para penyihir itu pun terlihat senang
“Selamat,nak! Kau sudah menyelesaikan tugasmu”
Kazuto memberitaukan tujuannya kepada mereka.Dengan sedikit perbincangan,mereka pun menyetujuinya.
Para penyihir itu membuat lingkaran di lantai menggunakan kapur.Setelah terbentuk,keempat sisinya dipasangi lilin.Lalu,mereka merapalkan mantra.
Kazuto ikut membantu mereka dengan menyalurkan kekuatan sihir kepada mereka.Sedangkan,Roxy yang tidak memiliki kekuatan apapun,hanya bisa menyaksikannya.
Beberapa saat,lingkarannya mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata mereka.
“(Kau akan mengemban misi yang sangat penting)”
Amato membuka matanya.Ia berada di ruangan gelap
“(Dimana ini?!)”
Tiba-tiba,muncul sosok putih di depannya.Amato pun terkejut.
“Kau dipanggil oleh mereka.Maka,kau harus menuruti anak itu,tidak,raja itu”
Setelah mengatakan itu,ia pun menghilang.Lalu,terdengar suara di kepala Amato
“(Penghapusan ingatan,dilakukan.Menuju ke permukaan)”
Secara perlahan,Amato diangkat ke atas menuju sebuah titik cahaya putih.Setelah beberapa saat,ia pun muncul di lingkaran pemanggilan.
“Woah..muncul juga”,Roxy terkejut.
Amato pun terbangun.Para penyihir langsung memberinya makanan dan minum untuk mengisi tenaganya.
Setelah,itu Kazuto menghampirinya
“Kau memiliki tugas yang sangat penting,manusia panggilan”
Kazuto mengajaknya ke istana untuk rencana lebih lanjut.Karena Kazuto dan Amato dihapus ingatannya,mereka tidak mengenal satu sama lain.
Sesampainya di depan pintu kamar Roxy,Kazuto menjelaskan rencananya.Ia mengeluarkan sebuah bola kecil seperti kelereng yang berwarna putih bercahaya dari dadanya.
“Temukan tubuhku dan masukkan benda ini ke dadaku”
Pikiran Amato seperti tercuci.Ia hanya mengangguk menyetujuinya.Lalu,ia pergi ke luar.
Sampai di luar,sosok putih mendadak muncul di sampingnya lalu membawanya menghilang.
“Benda apa itu?”,tanya Roxy.
“Itu adalah jiwaku”
“Jiwa? Apa maksudmu?”
“Intinya,jika aku menghilang,berarti dia melakukan tugasnya dengan benar”
Mendengar itu,Roxy tertunduk.
“Kau..akan..pergi?”
“Ayolah…kita berdua bahkan belum pacaran..bagaimana bisa kau tidak merelakan kepergianku.Aku hanyalah..petualang tidak berguna”,Kazuto pun tertunduk.
Roxy masuk ke dalam kamar dengan ekspresi kesal.Lalu,ia duduk di ranjang.Kazuto pun mengikutinya untuk membujuknya.
“Bahkan jika aku menghilang sekarang…mungkin,aku akan bertemu denganmu lagi beberapa tahun kedepan”,jelas Kazuto.
Wajah Roxy pun terangkat.
“Jika itu benar..aku akan memberikan kejutan kepadamu”
“Kejutan?”
Kemudian,Roxy berbaring di ranjang.
“A-anak..”
Kazuto pun mendadak gugup.Ia berkeringat deras dengan wajah merah.
“Ba-baiklah..aku menantinya”,Kazuto pun melayaninya.
—Perjalanan Amato
Amato berada di ruangan hampa didampingi oleh sosok putih yang membawanya kemari.
“Untuk mendapatkan ingatanmu kembali,kau harus menyelesaikan tugasmu”
“Apa maksudmu ingatanku?”,tanya Amato.
“Aku menyimpan 99% ingatanmu”
Lantas,Amato pun terkejut mendengarnya.
Keesokan harinya,Amato ditempatkan di masa dimana Kazuto mati.Ia harus memasukkan bola yang didapatkannya ke dalam tubuhnya untuk menghidupkannya lagi.
Ia berjalan menyusuri hutan.Sementara itu,Akira berada di guild Alma.Kepala dan tubuh Kazuto disimpan dengan baik di sana.
“(Apa yang terjadi padaku? Aku tidak ingat apapun)”,Amato menatapi bola kecil bersinar itu.
Di perjalanannya,ia bertemu dengan Griy.Ia terlihat seperti mengajak Amato bertarung dengannya.
Muncul suara di kepala Amato
“(Skill spesial,Prediksi Masa Depan,diaktifkan)”
Mendengar itu,Amato terkejut.Di saat seperti itu,Griy melesat ke arahnya.Dengan skill nya,ia terus menerus menghindari serangannya.
Sementara itu,
“Hooaaamm..”,Kazuto menggeliat.
Ketika terbangun,Kazuto melihat Roxy sedang berada di dekat jendela.Kazuto pun menghampirinya.
“Apa yang kau lihat?”
“Adikku begitu penuh dengan semangat.Meskipun masih muda,ia terbilang sudah sangat kuat.Aku pun menjadikannya panglima pasukan kerajaan”
“Adikmu? Berarti umurnya 14 tahun? Hebat ju-”
“Tidak.Dia hanya beda 4 bulan denganku”
“Namanya Joxy Griyanus.Tapi,dia akan merasa lebih nyaman jika dipanggil Griy.Sekarang,dia adalah adikmu.Kuharap kau akrab dengannya”,Roxy tersenyum kepada Kazuto.
“Akira! Aku tidak akan memberimu makan jika kau bermalas malasan”,Alma memberinya sapu.
“Tunggu..aku merasakan sesuatu”,Akira melihat ke arah jendela.
“Apa yang akan kau lakukan?”,Roxy melihat Kazuto memakai jubah.
“Thehe..melakukan pekerjaanku selagi sempat”
“Pekerjaan?”
“Aku akan mengunjungi Luvill”
“Apa?!”,Roxy terkejut.
“Jangan khawatir..aku hanya akan mengirimkan salinan diriku”
Muncul gumpalan tanah liat dari bayangan Kazuto.Kemudian,terbentuklah salinan dirinya.Ia pun pergi menuju kerajaan Luvill.
“Penglihatan dan pendengarannya terhubung denganku”
Di sisi lain,pertarungan masih berlanjut.Amato terus menerus menghindari serangan Griy.
“Cobalah untuk menyerangku”
Amato pun mencoba melawannya dengan pukulan dan tendangan.Tapi,Griy bisa menahannya.
“Aku mengemban misi penting”,ucap Amato.
“Misi penting?”
“Sayang sekali.Kau tidak akan pernah menyelesaikan misinya”,Griy mengeluarkan tombaknya.
“(Menganalisis Firsu)”
“(Firsu?)”
Griy melesat ke arah Amato.Ia pun berusaha untuk menghindari serangannya.Namun,karena memakai tombak,jarak serangan Amato dibatasi olehnya.
“(Skill serapan,Listrik,didapatkan)”
Saat Griy mengayunkan tombaknya,Amato menangkap tombaknya.
“(Listrik,diaktifkan)”
Dari tangan Amato,muncul aliran listrik.Kemudian terus mengalir ke tombak Griy.Ia berusaha melepaskan tombaknya.Namun,Amato menggenggamnya dengan erat.
Listrik pun merambat melalui tombak ke tangan Griy dengan cepat.Ia pun tersetrum hingga terpental cukup jauh.
Melihatnya terjatuh,Amato bergegas pergi dari hadapannya.Ia berlari keluar hutan.Kemudian,ia melihat sebuah bangunan yang cukup besar di kejauhan.Terdapat banyak orang di sana.
Akira melihat dari jendela
“(Firasatku aneh)”
“Oy! Ada apa?”
Di sisi lain,Kazuto sedang bersantai membaca buku di sofa.Ia tidak punya pekerjaan yang bisa dikerjakan secara langsung olehnya.
“Kazuto! Jangan bermalas malasan!”,Roxy terlihat kesana kemari.
“Hah..bukannya aku sudah mengirim salinan ku?”
“Co-cobalah kerjakan sesuatu!”,Roxy meninggalkan ruangan.
Tiba-tiba,Kazuto merasakan sesuatu.Di pikirannya,ia melihat pasukan bersenjata api menyerang kerajaannya.Ia pun bergegas keluar kamar.
Kebetulan,ia melihat Griy sedang menyusuri ruangan.Ia pun menghampirinya.
“Griy!”
“Kazuto?”
“Apa kau tau kerajaan yang menggunakan senjata api?”,memegang bahunya.
“Senjata api? Apa itu? Aku baru mendengarnya”
“Benarkah?!”
Tidak mendapat apa yang diminta,ia pun meninggalkan Griy.Lalu pergi ke ruang strategi.Terlihat,Roxy sedang berbicara dengan beberapa petinggi.
“Maaf..bisakah kalian..”
Melihat kedatangan Kazuto,para petinggi itu meninggalkan ruangan.
“Kazuto,ada apa?”
“Berikan aku peta!”
Roxy pun memberikannya peta.Ia tidak tau apa yang direncanakan Kazuto.
“Apakah ada kerajaan pengguna senjata api di daerah sini?”
“Apa maksudmu?”
Kazuto pun menceritakan kepadanya tentang sesuatu yang muncul di pikirannya.
“Menurut legenda,ada sebuah kelompok misterius yang akan menghancurkan kerajaan setiap 15 tahun sekali”,jelas Roxy.
“Dari mana asal kelompok itu?”
“Aku tidak tau.Tapi,ayahku bilang akan ada kelompok dari surga yang menjemput penghuninya”
“Kapan kejadian itu terjadi?”
“5 tahun lalu,saat ibuku masih menjadi ratu.Menurut kabar,terjadi penyerangan misterius di kerajaan Luvill,yang terdekat dari sini”
“A-apa?! 5 tahun lalu?!”
Kazuto terlihat panik.Karena,menurut Uni,Kazuto berada di 10 tahun sebelum ia dipenggal Griy.Yang artinya,setelah Kazuto di waktu itu berhasil dihidupkan,ia akan berhadapan dengan kelompok itu.
“Kazuto? Ada apa?”
__ADS_1
Di sisi lain,Griy tiba-tiba terjatuh.Tubuhnya seakan-akan dibebani oleh sesuatu yang berat.
“Apakah..dia berhasil?”
Kemudian,Amato menghampiri bangunan itu.Dari kejauhan,Akira melihatnya
“Sepertinya aku mengenalnya…”
Kazuto terlihat sedang berpikir untuk mengatasi kelompok itu.Ia khawatir kepada Akira dan Alma,maupun kepada Amato.
Teringat sesuatu,Akira pun bergegas pergi keluar untuk menghampirinya.Melihat seorang wanita menghampirinya,Amato terdiam.
“Kau..kakaknya Kazuto,kan?!”
“Kazuto? Ntahlah..”
Mendengar itu,Akira terkejut.
“Aku hanya ditugaskan untuk menghidupkan seseorang”,mengeluarkan bola yang diberikan Kazuto.
Di saat yang bersamaan,tepat di depan guild itu,terbentuk sebuah lingkaran besar.Lingkaran itu terbentuk secara perlahan.
Melihat itu,Akira menarik tangan Amato
“Cepat ikut aku!”
Akira membawanya ke kamar dimana Kazuto berada.Setelah itu,Amato mendekatkan bolanya ke tubuh Kazuto.
Bola itu terhisap ke dalam dadanya.Tubuhnya mengeluarkan cahaya.Perlahan-lahan,muncul butiran seperti pasir menyambung tubuh dengan kepalanya.
Namun,tiba-tiba,terdengar suara ledakan dari luar.Akira pun segera mengeceknya.
Ia terkejut melihat sekelompok orang muncul tepat di atas lingkaran tadi.Ia pun panik.
“Yang jelas,kita harus melindungi Kazuto untuk saat ini”,Alma mengeluarkan lasernya.
Sementara itu,Kazuto yang saat itu sedang bersama Roxy,tiba-tiba terjatuh.Ia memegang dadanya.
“Kazuto?!”,Roxy terkejut.
“Ahh..rupanya dia berhasil..Roxy,cepat panggilkan adikmu..”
Roxy pun berlari mencari Griy.
“(Mau tidak mau,aku harus menghadapi kelompok penghancur itu.Dan mengidentifikasinya jika bisa)”
Dari ujung ruangan,terlihat Griy berlari ke arahnya.Kebetulan saat itu ia sedang bersantai.
“Griy..aku ingin kau menjaga negeri ini selama 10 tahun kedepan..”,menepuk pundaknya.
“Bagaimana jika aku tidak sanggup melakukannya?”,ia memegang tangan Kazuto.
“Hahaha..jangan khawatir,kau mempunyai kakak yang bisa diandalkan”
Mendengar itu,Griy tersenyum.Sementara itu,Roxy terlihat sangat sedih.
“Kau berjanji akan menemuiku lagi?”,Roxy memegang tangan Kazuto.
“Aku pasti menemuimu kelak”
Perlahan-lahan,kaki Kazuto memudar menjadi cahaya putih.Lalu,merambat hingga ke tubuhnya.
“Kazuto!”,Roxy memeluk Kazuto.
“Jagalah negeri ini untukku,Roxy”,mengelus kepalanya.
“Ohya..jika kau butuh bantuan,panggil saja aku!”,ucap Griy.
“Baiklah..aku akan mengingatnya”
Setelah itu,Kazuto pun menghilang secara menyeluruh menjadi cahaya putih.
“Akira,aktifkan pelindung!”
Kelompok itu terlihat menyerang guild menggunakan bom dan senjata api.Mereka bertiga harus menunggu kemunculan Kazuto.
Amato menghampiri mereka dan mencoba melawan dengan tangan kosong.Ia pun diajak duel oleh seseorang bertubuh besar.
Di belakang orang itu,terlihat seorang wanita sedang memberinya pengarahan.Melihat wanita itu,Amato teringat seseorang yang pernah dilihatnya.
Sudah hampir seluruh bangunan guild dihancurkan.Tersisa kamar Kazuto saja.Semua anggota guild terbunuh disana.
Alma sudah kelelahan menghalau orang yang berupaya menghancurkan Kazuto. Akira pun terlihat hampir kehabisan energi dan mana.Meski begitu,mereka tetap melindungi Kazuto.
-Penyelesaian
Di saat seperti itu,tubuh Kazuto yang terbaring di kasur,mengeluarkan cahaya.Akira dan Alma terkejut melihatnya.
Melihat itu dari luar,seorang wanita dari kelompok itu melesat menuju kamar Kazuto.Ia mendobrak jendela.
“Takkan kubiarkan!”,mengeluarkan senjata dari punggungnya.
Namun,Alma menyeruduknya ke tembok
“Diam kau!”
Amato terlihat kelelahan menghadapi pria bertubuh besar itu.Ia tidak bisa keluar dari lingkaran itu karena dikelilingi oleh orang bersenjata.
Sebagian kelompok itu terus menghancurkan lingkungan sekitar.
Beberapa saat kemudian,cahaya yang keluar dari tubuh Kazuto semakin terang hingga menyilaukan mata.
Setelah itu,Kazuto pun membuka matanya.Akira langsung memeluknya
“Kazuto!”
Wanita yang didekap Alma menjadi berontak.Ia menendang perut Alma hingga melepas dekapannya.
Wanita itu melompat ke arah Kazuto sambil memegang sebuah pisau
“Mati kau!”
Melihat Kazuto terancam,Akira langsung melindunginya sehingga pisau itu mengarah langsung ke leher Akira.
Tidak ingin Akira terluka,Kazuto melindungi lehernya dengan telapak tangannya.Akhirnya,tangannya pun tertusuk pisau itu.Darah Kazuto menetes ke leher Akira.
Akira terkejut lalu menangis melihat Kazuto.Setelah itu,Kazuto terlihat marah.Matanya menjadi merah menyala.
Dengan tangan tertusuk pisau,ia memegang tangan si wanita itu.Akira pun terjatuh ke bawah kasur.
“Siapa yang menyuruhmu?!”,ucap Kazuto.
“Enyahlah!”
Kazuto menggenggamnya dengan lebih kuat.Wanita itu pun terlihat kesakitan.Lalu,ia mengeluarkan bola dari tangan yang satunya lagi.Bola itu dilemparkan kepada Kazuto.
Ternyata bola itu adalah bom.Karena ledakan,wanita itu terpental ke luar.Pasukan di lingkaran pun menghampirinya.
Akira terkejut melihat dirinya baik baik saja.Ternyata Kazuto melindunginya.Ia memegang salah satu tangan wanita itu dengan perasaan marah.
Kemudian ia menoleh ke arah Akira.Ia terlihat ketakutan
“Siapa kau?”,tanya Kazuto.
“Eh?!”,Akira terkejut.
Kazuto lalu melihat wanita tadi.Di luar,ia dikejutkan oleh beberapa orang yang siap menembaknya.
“Tembak!”,teriak salah satu dari mereka.
Mereka pun menembaki Kazuto.Mulai dari pistol hingga roket mereka tembakkan.
Sementara itu,Amato sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Kazuto tetap berdiri tegak menghadapi tembakan itu.Semua peluru tembakan diserap oleh tubuh Kazuto.Mereka semua pun terkejut.
“Mustahil!”
“Giliranku”,Kazuto menghampiri mereka.
Mereka terlihat panik dan terus menembakinya.Kemudian,Kazuto menunjukkan gelangnya yang berwarna biru.
Di saat itu,wanita tadi terbangun.Melihat Kazuto,ia mencoba mengambil senjata yang tergeletak di tanah.
Namun,Akira sudah berada di hadapannya.Ia menendang senjata itu sehingga tidak dapat diambil olehnya.
Dengan kekuatannya,Kazuto mengendalikan semua orang itu menjadi berkumpul di satu titik termasuk pria bertubuh besar yang dihadapi Amato.
Kemudian,mereka dilemparkan ke udara.
“GRIY!!”,teriak Kazuto.
Dari arah kanan,sinar putih menyambar mereka semua.Mereka pun habis tanpa sisa.
Wanita itu terkejut melihatnya.Ia menjadi tambah kesal kepada Kazuto.Lalu,Kazuto menghampirinya.Wanita itu mencari cara untuk lolos darinya.
Ia pun mendekap Akira dan menjadikannya sandera
“Biarkan aku pergi atau dia akan mati”
Kazuto mengarahkan tangannya kepadanya
“Aku tidak peduli dia mati”
Wanita itu pun tertawa.Akira terdiam mendengar itu.Ia tidak menyangka Kazuto tidak peduli kepadanya.
Kazuto mengeluarkan cahaya dari tangannya.
Di saat seperti itu,tangan wanita itu tiba-tiba terlepas.Sehingga ia kehilangan kedua tangannya.
“Ta-tanganku!!”
Akira pun menjauh dirinya.Ternyata Griy sudah berada di belakangnya
“Tidak baik menjadikan wanita sebagai sandera”,ucapnya menurunkan tombak yang sudah berlumuran darah.
“Begitu ya..”,ucap wanita itu.
“Hm?”
Wanita itu meregenerasi kedua tangannya dengan sangat cepat.Kazuto dan yang lain terkejut melihatnya.
Ia kemudian menghantam Griy dengan pukulannya.Griy terpental ke tembok guild.Lalu,ia berdiri diantara Kazuto dan Akira.
“Siapa yang harus kuhadapi terlebih dahulu?”
“Aku!”,ucap mereka berdua serentak.
Meskipun sudah kelelahan,Akira menyiapkan sihirnya.Ia menyihir tangannya menjadi besi.
“Ayo bertarung denganku!”
“Heh..boleh juga”
Mereka berdua pun saling beradu pukulan satu sama lain.Kazuto tidak sengaja melihat Amato yang tergeletak.Ia pun menghampirinya.
Sementara itu,Alma keluar dari reruntuhan tembok guild.Ia melihat Griy tertimbun.Reruntuhan pun disingkirkannya.
“Kau telah menyelesaikan tugasmu,manusia panggilan”
Tangan Kazuto menjadi putih.Kemudian,ia menyentuh dahinya.Setelah disentuh,dahinya mengeluarkan cahaya.
Seketika,ingatannya kembali namun,ia masih dalam keadaan pingsan.
Akira sudah sangat kelelahan bertarung.Ia terkena serangan wanita itu berkali kali.Hingga,ia tidak sanggup untuk bergerak lagi.
“Mati kau!”,wanita itu melesat ke arahnya.
Sekejap mata,Kazuto sudah berada di depan Akira.Ia menahan serangannya dan memegang tangannya.
“Lepaskan!”
Kemudian,Kazuto menyentuh dahinya.Ia pun mendadak jatuh pingsan.Setelah itu,tubuh Kazuto bergetar.Setelah getaran berakhir,ia tertunduk.
“Kazuto?!”
“(Tugasmu selesai,nak)”,ucap Uni.
Kazuto pun mengangkat wajahnya lalu menoleh ke Akira
“Akira?”
Ia langsung memeluknya.Akira menangis di pelukannya.Setelah itu,ia menoleh ke Amato.
Ia terkejut karena Amato sudah tidak ada di sana.
“(Tenang saja..ia berada di tempat lain)”
Kazuto pun terasa lega mendengarnya.Lalu,Griy menghampirinya
“Lama tidak bertemu,kak”,ia membuka helmnya.
“Tentu saja,Griy..Bisakah kau membawa kami menemui kakakmu?”
__ADS_1