The Unifier

The Unifier
Prolog


__ADS_3

"Ahh.. Bosan jaga perbatasan terus, nggak ada teman..." Keluh suara itu. "Masa pangeran disuruh jaga perbatasan sih?!" Keluh suara itu lagi. "KRESEK KRESEK!" Suara dari balik semak. "Siapa itu?" Tanya suara itu mulai waspada. "BRUK!" Ada sesuatu menabrak. "Aduh.. Sakit sekali.." Keluh suara itu lagi. "Apa sih yang menabrakku tadi?!" Teriak suara itu. "Mmm... Aduh.. Sakit.." Kepuh suara lain. "Siapa itu?!" Teriak suara itu lagi. "Dibawah sini.." Kata suara itu lemah. "Eh? Anak kecil?" Tanyanya kebingungan melihat mahkluk di kakinya itu. "SRET.. SYUUT.." Bunyi mahkluk itu mengeluarkan sayap dan terbang melesat ke langit. "Berani sekali anda memanggilku anak kecil, aku ini sudah berusia ribuan tahun!" Kata mahkluk itu marah marah. "Ehh? Kau ini mahkluk apa?" Tanya mahkluk itu. "Hah? Apa maksudnya itu? Kau ini salah satu pangeran neraka!" Teriak suara itu lagi. "Pangeran neraka? Pangeran yang mana? Aku tidak pernah melihat pangeran neraka berwajah sepertimu.." Kata mahkluk itu. "Tidak sopan sekali, iblis macam apa yang tidak mengenalku? Aku ini Mamon!" Kata mamon tidak sabar. "Mamon? Coba aku ingat ingat dulu... Oh... Mamon yang itu, anda adalah salah satu pangeran neraka dengan sifat tamak hartakan?" Tanya mahkluk itu lagi. "Iya, akhirnya ada yang mengenalku!" Seru Mamon. "Ehh.. Maksudku, kau benar." Kata Mamon malu. "Memang kamu apa mahkluk aneh?" Tanya Mamon. "Namaku adalah Yehudiel." Kata Yehudiel memperkenalkan diri. "Yehudiel? Nama yang aneh.. Iblis darimana kamu?" Tanya Mamon penasaran. Yehudiel terdiam. "Hahaha! Anda ini lucu sekali!" Yehudiel tertawa terbahak bahak. "Apanya yang lucu?!" Tanya Mamon mulai kesal. "Aku ini bukan iblis seperti kalian, aku ini malaikat yang bertugas menjaga perbatasan." Jelas Yehudiel. "Haha, lucu sekali malaikat disuruh menjaga perbatasan, setahuku mereka kerjaannya cuma mengawasi manusia." Kata Mamon. "Tugas kami memang hanya mengawasi manusia, tapi ada beberapa malaikat dengan tugas khusus." Jelas Yehudiel mulai kesal. "Tapi aneh, kenapa aku tidak pernah melihatmu disini?" Tanya Mamon mulai curiga. "Yah.. Sebenarnya ceritanya agak panjang sih, singkat cerita aku ganti peran jadi pengawas perbatasan." Jelas Yehudiel. "Kenapa begitu?" Tanya Mamon penasaran. "Aku lebih sering mengawasi perbatasan karena tidak ada malaikat yang mengawasinya sebelumnya, jadi aku dijadikan pengawas perbatasan, padahal aku hanya suka melihat lihat saja bukan menjaga." Jelas Yehudiel panjang lebar. "Yah... Mereka memang suka berbuat semaunya sendiri." Gumam Mamon. "Hh.. Anda itu aneh ya, anda tidak seperti iblis lain yang saya temui sebelumnya, mereka selalu menyerang duluan, padahal aku belum siap apa apa, tapi anda berbeda, anda baik sekali kepada saya." Kata Yehudiel. Mamon merasa malu dan mulai membuka topik pembicaraan baru. "Kamu sendiri juga aneh, katanya sudah hidup ribuan tahun, tapi kok tetap seperti anak kecil?" Tanya Mamon sambil tertawa kecil. "APA?! Jangan meremehkan ku, aku memang terlihat seperti anak kecil, tapi aku ini kuat loh.." Kata Yehudiel kesal. "Hehe.. Aku yakin kamu kalah kalau lawan aku." Ejek Mamon. Yehudiel terdiam kesal. Mereka berbincang bincang selama menjaga perbatasan. "Wah.. Tidak sadar sudah mulai malam, baiklah, aku harus segera melaporkan keadaan." Kata Yehudiel. "Tunggu, kamu mau melaporkan aku?" Tanya Mamon khawatir. ".... Tenang saja, aku tidak akan melaporkanmu, sampai besok ya!" Teriak Yehudiel mulai terbang menjauh ke atas. "... Perasaan apa ini?" Tanya Mamon dalam hati.


__ADS_2