
Nia merasa ada sesuatu yang muncul dari dalam dirinya. "CRING CRING CRING..." Suara itu muncul terus dari tangan Nia. Nia kaget melihat tangannya menjadi kebiru biruan dan mengeluarkan cahaya. "SYUTT, CRANG CRANG!" Tangan Nia tidak bisa berhenti mengeluarkan kristal tajam.
Kristal itu menghantam tembok dan pecah menjadi beberapa bagian. Tangan Nia mengeluarkan kristal yang besar dan melesat ke dinding dengan kecepatan yang tinggi, kristal itu tidak bisa pecah dan terpental ke seluruh ruangan Nia.
"Ahh!" Seru Nia melihat kristal itu terpental ke arahnya. Nia ketakutan kan segera menunduk. Nia melihat kalungnya bersinar dan, "SRING, KLANG!" Kristal itu pecah menjadi potongan potongan kecil. Nia melihat dirinya dikelilingi semacam kubah transparan yang mengkilap.
"Apa ini?" Tanya Nia memegang dinding kubah itu. "KRUYUK KRUYUK.." Bunyi perut Nia, Nia kelaparan. Tenaganya terkuras habis mengeluarkan kristal kristal tadi. "Buka, buka!" Kata Nia memukul mukul dinding itu. Nia mulai kesal karena dia kelaparan. Perutnya mulai sakit, Nia mulai kelelahan.
"Buka.." Kata Nia lemah sambil memukul mukul dinding. Nia panik karena sekarang dia juga harus pergi ke kamar mandi. "Buka!" Teriak Nia. Nia marah marah menendang nendang dinding itu. Tapi dinding itu malah mengecil. Nia terhatuh ke lantai karena kehabisan tenaga.
"Seandainya saja kalung ini tidak pernah aku pakai, pasti kejadian seperti ini tidak pernah ada!" Kata Nia panik. Kubah itu terus mengecil dan mengecil, sampai hampir menyentuh kepala Nia. Nia yang mulai kehilangan kesadaran karena terlalu lemah, Nia jatuh ke lantai.
"Tolong.. Aku mohon.." Kata Nia sebelum dia pingsan. Kubah itu mulai menghilang secara perlahan, mengikuti Nia yang sudah tenang. 20 menit kemudian, Nia mulai sadar dan melihat seisi kamar. "Aku harus membereskan tempat ini sebelum ibu kesini.." Gumam Nia berusaha berdiri.
__ADS_1
Nia mengambil sapu dan menyapu sedikit kamarnya. Nia tidak tahan, perutnya terasa sakit dari tadi. Dia langsung berlari ke kamar mandi, ibunya melihatnya. "Nia, jangan lari lari di kamar mandi!" Teriak ibunya dari bawah, menggeleng gelengkan kepalanya.
"Ibu.. Ibu masak apa?" Tanya Nia lemas barusan keluar dari kamar mandi. "Ibu masak sup sayang, ayo makan supmu, sudah dingin dari tadi loh." Kata ibunya yang menuangkan sup panas ke dalam mangkok. "Bagaimana? Kamu metasa enakkan?" Tanya ibunya memberikan sup ke Nia.
"Masih agak pusing, tapi sudah enakkan." Kata Nia berbohong. "Baiklah, nanti kalau tambah parah panggil ibu ya, ibu harus keluar sebentar." Kata ibunya memakai jaket. "Ibu mau kemana?" Tanya Nia. "Ada rapat mendadak." Kata ibunya. "Semalam ini?" Tanya Nia penasaran.
"Iya sayang.." Kata ibunya memakai sepatu dan mengambil kunci mobil. "Kapan ibu akan kembali?" Tanya Nia lagi. "Kira kira nanti jam 10 malam." Kata ibunya. Nia melihat ke jam, dan melihat bahwa ini masih jam delapan malam. "Baiklah, ibu jaga diri ya." Kata Nia sambil makan.
Dia melepas kalung dilehernya dan melihat perubahan warna. "Ehh? Warnanya menjadi merah yang lebih banyak dari pada biru..." Kata Nia kebingungan. "WUSH.." Nia mendengar suara kepakan sayap dari luar jendelanya, Nia mencari cari sumber suara itu.
"Vania.. Vania.." Kata suara itu. Nia mulai pusing dan duduk dilantai. "Vania.. Vania.." Kata suara itu semakin dekat. "Apa yang kau mau dari ku?" Tanya Nia ketakutan. Nia melihat kedepan dan kamarnya sudah berubah menjadi awan awan. "Dimana ini?" Tanya Nia mulai panik.
"Hii Vania." Kata suara itu. "Siapa itu?" Tanya Nia menoleh kebelakang. Nia melihat wanita cantik berbaju putih bersih dan rambutnya berwarna biru muda dengan mata kuning. "Wah.. Cantik sekali.." Kata Nia dalam hatinya. "Kamu tahu kau ada di mana Vania?" Tanya wanita itu lagi.
__ADS_1
"Tidak nyonya.." Jawab Nia berusaha sopan. "Haha, tidak perlu memanggilku nyonya, kita sekarang ada di tempatku." Kata wanita itu. Nia melihat wanita itu membuat lingkaran dengan tanda bintang di tengahnya dengan tangan kanannya, dan membuat lingkaran lingkaran kecil di sekitar tanda bintang itu.
Awan awan dibawah Nia dan wanita itu mulai menghilang perlahan dan ada tanah yang ditumbuhi bunga biru bersinar, ditengah nya ada kastil yang sangat megah terbuat dari kristal dan dilindungi oleh benteng benteng yang terbuat dari es dan salju.
"Indah nya.." Kata Nia kagum melihat kastil itu. Dari atas, Nia melihat ada yang keluar dari gerbang kastil. Ada seorang wanita dan pria yang bahagia menggendong 2 bayi. "ohh.. Bukankah mereka yang ada di mimpiku waktu itu?" Tanya Nia mengingat ingat kembali. "Akiranya dan Tresvania.." Kata wanita itu pelan.
"BRUK." Wanita itu jatuh. "Ah, nyonya kenapa?" Rohku sudah melemah, aku tidak akan bisa menemuimu lagi disini.. Tapi aku akan memberimu pengelihatan.." Kata wanita itu. Wanita itu membentuk sebuah garis dan garis itu dibulatkannya menjadi lingkaran berwarna putih. "Apa yang kau lihat?" Tanya wanita itu lemah.
"Aku melihat ada seorang anak laki laki, dia bersama 2 orang dewasa, dia dibawa ke sebuah rumah kecil. Dia dimarahi oleh orang yang bersayap, orang itu membuat lingkaran sihir yang sangat besar dan.." Kata kata Nia terpotong.
"Dan apa?" Tanya wanita itu. "Ada sebuah buku yang bersinar sangat terang, aku tidak sanggup melihat bukunya.." Kata Nia. "Apa? Buku yang sangat terang? Tidak mungkin... Tidak mungkin dia sudah mendapatkannya!" Kata wanita itu berdiri. "Aku punya sebuah tugas untukmu.." Kata wanita itu memegang pundak Nia.
Maaf ya kamis nggak update, kemarin tugas sekolah saya banyak banget, nggak selesai selesai sampai sekarang. Saya usahakan besok update lagi. Jangan lupa like dan vote ya!
__ADS_1