The Unifier

The Unifier
Bab 1


__ADS_3

Keesokan harinya, mereka berbincang bincang bersama, dan Mamon mulai berani mengajak Yehudiel untuk bermain dengannya. Menjelang sore, Mamon bertanya kepada Yehudiel. "... Yehudiel?" Panggil Mamon. "Iya tuan?" Kata Yehudiel menoleh ke Mamon. "Maukah.. kamu.. jalan jalan denganku?" Tanya Mamon malu malu. "Wah.. Jalan jalan ya? Sudah lama aku tidak jalan jalan, anda mengingatkan saya kembali pada orang tua saya, tentu saja saya mau jalan jalan dengan anda." Kata Yehudiel. "Benarkah? Kalau begitu, besok aku tunggu ya!" Teriak Mamon kepada Yehudiel yang mulai terbang menjauh ke langit. "Tentu!" Teriak Yehudiel. "Tunggu.. Barusan aku melakukan apa? Aku mengajak malaikat pergi kencan?! Apa kata raja lain nanti?!" Teriak Mamon dalam hati. "Mamon, sedang apa kau disini?" Tanya suara berat itu. "Kya! Amon! Jangan endap endap dibelakangku dong!" Teriak Mamon kesal. "Aku hanya menjaga perbatasan." Jawab Mamon. "Apakah kamu yakin? Aku yakin tidak salah lihat kamu bermain dengan mahkluk lain." Jelas Amon curiga. "Ahh.. Kamu pasti mengkhayal, disinikan tidak mungkin ada mahkluk lain selain hewan hewan yang tidak jelas asal usulnya." Kata Mamon berbohong. "Ya sudah, aku pergi dulu ke Cortana, jaga perbatasan dengan benar Mamon!" Teriak Amon terbang menjauh. "Ihh.. nyuruh nyuruh seenaknya, dia pikir dia siapa?" Gumam Mamon. "Hoamm.. Ngantuk.. Sebaiknya pulang aja.." Kata Mamon sambil berjalan pulang ke istananya. Keesokan harinya, Mamon menghabiskan waktu bersama dengan Yehudiel lagi. Kencannya berhasil dan mereka saling jatuh cinta. Tapi setelah itu terjadi hal hal yang tak terduga, mereka diusir dari surga dan neraka dan mengasingkan diri ke dunia manusia. Disana mereka mempunyai anak kembar, mereka berdua senang sekali. Tapi para iblis menemukan keberadaan mereka dan mulai menyerang. "Yehudiel, tolong larikan anak anak kita." Pinta Mamon. "Lalu kau sendiri bagaimana?" Tanya Yehudiel khawatir. "Urgh.. Aku tidak apa apa, pergilah secepatnya." Kata Mamon terputus. "JLEB." Tombak dari salah satu iblis mengenai Mamon. "Mamon!" Seru Yehudiel histeris. "Lari..." Kata Mamon dengan suara lirih. Yehudiel melarikan diri ke arah kota, dalam perjalanan, Yehudiel dihadang 2 ekor iblis. "Hei malaikat, mau pergi kemana kamu?" Tanya salah satu iblis sambil terbang mendekati Yehudiel. "Pergi sana!" Teriak Yehudiel sambil melempar tombak ke salah satu iblis. "JLEB." Tombak itu berhasil mengenai salah satu iblis. "Kakon! Bertahanlah, aku panggil bantuan." Kata salah satu dari mereka. "Tidak usah panggil iblis lain, balaskan saja dendamku ke malaikat itu..." Suara Kakon mulai melemah. "Aku akan segera membalaskan dendammu!" Kata iblis itu sambil terbang mengejar Yehudiel. "Hei malaikat! Dari pihakku sudah jatuh korban, sekarang pihakmu juga akan jatuh korban!" Kata iblis itu sambil mengeluarkan asap hitam yang mengelilingi Yehudiel. "Asapnya tebal sekali, aku tidak kelihatan apa apa." Kata Yehudiel dalam hati sambil waspada. "Disini malaikat!" Seru suara itu. Yehudiel melemparkan tombaknya kearah suara itu. "Disini!" Seru iblis itu lagi. "Bukan, disini." Kata iblis itu terbang menerjang Yehudiel. "Tidak! Anakku!" Seru Yehudiel berbalik. "Kalau bertarung itu lihat depan malaikat." Kata iblis itu sambil menusuk Yehudiel."Haha, mati dalam sekejap, malaikat macam apa dia." Ejek iblis itu terbang menjauh. "Anakku yang satunya kemana? Kemana Tresvania?" Tanya Yehudiel dalam hati sambil melihat sekeliling. Yehudiel membuat sebuah kalung dengan kekuatan terakhirnya. Ia berjalan ke arah anaknya dan menaruh kalung itu di atasnya. Setelah itu, Yehudiel bersembunyi di semak semak. Yehudiel melihat bayinya diambil oleh manusia. "Baguslah.. Sekarang dia akan aman didunia manusia.." Kata Yehudiel melemah dan meninggal. Yehudiel ditemukan oleh malaikat lain dan malaikat itu pun menguburkannya selayaknya manusia, karena dia tidak tahu kalau Yehudiel itu malaikat.


__ADS_2