
Malam berlalu dengan cepat, Nia tak bisa tidur semalaman. Suara yang membantunya terus mengajaknya berbicara, membuat Nia tidak bisa tenang untuk memejamkan matanya. Ibunya keluar kamar, "Hii Nia, selamat pagi." Ucap ibunya.
"Selamat pagi bu.." Jawab Nia. "Kamu semalaman nggak bisa tidur ya?" Tanya ibunya. "Ehh? Ibu tahu dari mana?" Tanya Nia penasaran, ia yakin ibunya tidur nyenyak tadi malam. "Kantung matamu terlihat tebal lho." Jawab ibunya berjalan ke dapur.
".... Semua ini gara gara suara itu! Aku harus mengajaknya bicara!" Seru Nia dalam hatinya. "BRUM." Suara mobil dari luar. "Siapa itu?" Tanya Nia sambil melihat keluar jendela. "Ohh.. Hanya orang orang yang membantu pindahan.." Gumam Nia tak tertarik.
__ADS_1
"Nia, permisi.." Kata ibunya dibelakangnya. "Ehh.. Ibu.." Kata Nia menyingkir dari jalan. Nia melihat ibunya membawa box box yang berat dari dalam, Nia pun ikut membawa box box dari dalam kamarnya, tapi beratnya tidak seberat box yang dibawa ibunya.
Nia membereskan barang barang yang masih berserakan di lantai kamarnya dengan memasukkan ke box. Nia mengambil barang yang terjatuh dibelakang lemari ibunya yang ada di kamar Nia, "DUK!" Kepala Nia terbentuk kayu lemari, membuat kotak kotak di atas lemari berjatuhan menimpa kepala Nia yang masih kesakitan.
"Nia, suara apa itu?" Tanya ibunya dari bawah yang beres beres rumah. "Tidak apa apa, hanya lemari jatuh.. Ehh.. box box besar jatuh!" Seru Nia dari atas. "Baiklah sayang, berhati hatilah!" Seru ibunya dari bawah yang tidak terlalu dengar ucapan Nia.
__ADS_1
"Kenapa tadi aku bilang lemari jatuh?" Tanya Nia menepuk jidatnya. "Karena aku yang membisikkan begitu.." Kata suara itu tertawa sendiri. "Ahh.. Jangan gitu dong.." Kata Nia ke suara itu. "Ohh ya, aku punya permintaan." Kata Nia mulai serius.
"Sebaiknya cepat kau katakan, aku ada janji dengan temanku." Kata suara itu lagi. "Aku tidak menyangka suara mempunyai teman.." Jawab Nia santai. "Aku bukan sekedar suara." Kata suara itu kesal. "Baiklah, cukup basa basinya, aku ingin kau menunjukkan wujud aslimu padaku." Kata Nia serius.
"Boleh, tapi hanya bisa malam ini, aku akan pergi seharian." Kata suara itu lagi. "Baiklah, aku akan pergi sekarang. Jangan sampai ketiduran ya.." Kata suara itu mulai menghilang. Nia tidak sadar bahwa tangannya masih mengendalikan barang barang yang melayang tadi, setelah berbicara dengan suara tadi Nia langsung bersandar ke tembok, membuat tangannya langsung jatuh ke lantai. Barang barang yang melayang tadi menghantam lantai, dan membuat keributan di lantai atas. Ibunya penasaran ada apa, "Nia, suara ribut ribut apa itu?" Tanya ibunya dari bawah yang menuju ke atas. "Tidak apa apa bu!" Jawab Nia sambil berusaha menghilangkan kekuatannya. Nia panik mengetahui ibunya sudah diluar kamarnya, Nia berpura pura mengambil barang barang itu dari atas. "CEKLEK.." Ibunya membuka pintu kamar Nia. "Apa yang terja... Oww baiklah." Ucap ibunya. Ibunya melihat Nia sedang berpura pura mengambil barang dari tempat tinggi. Sebelumnya, Nia menaruh semua box box itu di atas lemari dan mengangkat satu box untuk mengelabuhi ibunya. "Bisa nggak Nia?" Tanya ibunya membantu Nia menurunkan box box dari atas lemari. "Kok berat sekali.." Ucap ibunya yang berusaha menarik box itu, tetapi kekuatan Nia tidak mau hilang. Nia menggerakkan tangannya dan ibunya membawa box box itu ke mobil. "Box box ini tidak terlalu berat, tapi tadi itu rasanya seperti ditahan sesuatu.." Pikir ibunya dalam hati masih kebingungan.
__ADS_1