The Unifier

The Unifier
Bab 12: Alchemy world


__ADS_3

Kalian pasti pernah dengar kisah tentang 2 ilmuan gila kan? Kalau belum, aku bisa ceritakan kisah tentang Elmae dan Limao.


Elmae dan Limao adalah sahabat sejak kecil, mereka menghabiskan waktu bersama, bermain bersama, bahkan selalu mampir ke toko buku bersama. Tapi ada kejadian mengerikan yang harus memisahkan mereka berdua, entah kalian percaya portal ke dimensi lain atau tidak, tapi 2 ilmuan gila ini bisa menciptakannya. Semuanya dimulai dari 6 tahun lalu, ketika mereka berumur 12 tahun.


"Limao, mau pergi ke toko buku di pinggir jalan?" Tanya Elmae. "Hmm.. Boleh saja, asalkan kamu traktir aku bakso lima ribu." Jawab Limao sambil memeriksa kantong celananya. "Yahh.. Uangku habis tadi.." Ucap Elmae sedih. "Guyonan aja El, aku tadi sudah di traktir bakso sama Aeris." Ucap Limao tertawa. "Ayo kita pergi!" Ajak Elmae menarik tangan Limao. "Pelan pelan aja." Ucap Limao sambil berlari.


"KLINTING KLINTING." Suara bel pintu masuk berbunyi, seorang pria tua menyambut Elmae dan Limao. "Lemae dan Limao, kalian cari buku apa?" Tanya pria tua itu. "Namaku Elmae pak.." Ucap Elmae. "Halo pak Riskus, kami sedang mencari buku biologi tentang tanaman herbal." Ucap Limao tiba tiba.

__ADS_1


"Bukunya ada di rak 6G bagian paling atas." Ucap pak Riskus lagi. "Yang dapat duluan dia menang!" Seru Limao sambil berlari. "Tunggu aku!" Seru Elmae tidak kalah cepat. "Jangan teriak teriak anak anak." Ucap pak Riskus geleng geleng kepala, hampir setiap hari Elmae dan Limao datang ke toko bukunya sementara anak anak lain sibuk main hp dirumah.


Limao segera menaiki tangga dan mengambil buku biologi herbal, dan segera turun, sementara Elmae sibuk mencari buku biologi lainnya. "Bukan, bukan, bukan, ahh.. Mana sih?!" Tanya Elmae mulai frustasi, kakinya tidak seimbang sehingga terpeleset dan jatuh dari tangga. Elmae bangun dan melihat buku buku berserakan di bawah.


Dia mengembalikan semua buku ke tempatnya, tapi ada satu buku yang menarik perhatiannya. "Buku apa ini?" Tanyanya melihat sampul buku ungu itu. Buku itu dipenuhi bahasa yang tidak dimengertinya, tapi Almae tertarik dengan gambarnya, dia belum pernah melihatnya. "Pak Riskus, berapa harga buku ini?" Tanya Almae berjalan menuju meja kasir.


"Ehh? Ada kok pak." Ucap Elmae lagi. "Yah.. Bapak kasih harga lima ribu aja." Kata Pak Riskus memberikan buku itu kepada Elmae. "Benarkah pak? Terima kasih!" Seru Elmae yang segera membayar dan berlari pulang ke rumah. "Elmae, mau kemana kau?" Teriak Limao. "Pulang ke rumah!" Teriak Elmae dari jauh.

__ADS_1


Limao jadi bingung dengan sikap sahabatnya ini, biasanya Elmae tidak pernah meninggalkan Limao, begitu juga sebaliknya. Sampai dirumah, rumah Elmae kosong seperti biasanya, ibu dan ayahnya pergi kerja keluar kota. Elmae biasa sendirian dirumah, biasanya Limao main bersamanya, tapi kali ini dia ingin menyendiri. Elmae berlari ke dapur, segera duduk dan membuka buku yang dibelinya itu.


Dia meraba cover buku ungu yang bergambar tabung elemenyer itu, dia membuka buku itu dan melihat lihat gambar bagus tapi aneh. Walau tidak bisa membaca tulisannya, dia bisa tahu kalau itu adalah gambar tanaman, tanaman itu tidak pernah dia lihat di manapun. Dia melihat salah satu huruf aneh di halaman itu, entah kenapa rasanya familiar sekali, tiba tiba dia mengucapkan "O" Ucapnya.


Elmae kaget, kenapa dia bisa membaca huruf huruf aneh itu, tiba tiba matanya melirik ke huruf aneh lain dan mengatakan, "A" Ucapnya. Walau tidak bisa membaca semua huruf, tapi setidaknya dia tahu satu sampai dua huruf. Dia melanjutkan melihat gambar gambar itu dan menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya, sebuah botol dengan hiasan berbentuk hati dan tulisan di bawahnya. "Ramuan cinta." Ucapnya tiba tiba.


"Eh..? Aku bisa membacanya?" Tanya Elmae membuka halaman selanjutnya dan menemukan sebuah botol dengan hiasan naga yang melingkar di botol itu sampai kebawah, "Napas naga api.." Ucapnya membaca tulisan dibawah gambar itu. Tanpa dia sadar matanya melirik ke bawah, ia menemukan kertas kecil berwarna merah yang terselip diantara halaman. Dia mengambilnya dan membaca tulisan di kertas itu, "Enyaela."

__ADS_1


__ADS_2