The Unifier

The Unifier
Bab 14: Alchemy world 3


__ADS_3

"Ahh...!! BRUK!" Limao terjatuh dari ketinggian. "Yaampun Limao, jangan aneh aneh, kan jadinya jatuh!" Almae ngomel ngomel. "Auu..." Kata Limao memegangi tangannya, seluruh badannya lecet semua, mulai dari kaki sampai tangan. "Ohh ya, Al di sana ada jamur api.." Kata Limao berusaha bangkit. "Haa? Dimana?" Tanya Almae antusias. "Coba kamu naik pohon tadi." Kata Limao membersihkan bajunya. "Yaampun... Jadi karena itu kamu manjat pohon tadi?" Kata Almae geleng geleng kepala. "Lah kamu kira aku ngapain?" Tanya Limao sebal.


"Sudahlah.. Ayo cari jamur!" Kata Almae menarik tangan Limao. "Santai, nggak usah cepat cepat." Kata Limao berusaha mengimbangi Almae, mereka memanjat jembatan pohon tua tersebut dengan hati hati. "Ahh, itu dia!" Seru Limao tiba tiba menunjuk ke arah rawa rawa. "Waaw..." Almae terpukau dengan keindahannya, hampir saja Almae hilang keseimbangan dan jatuh, tapi segera dipegangi Limao. "Jangan ngelamun woy!" Seru Limao, "Berat, cepetan berdiri!" Seru Limao lagi.


"Enak saja, aku sudah turun satu kilogram 2 minggu lalu!" Seru Almae berdiri. "Cuma dua kilogram doang, aku tau berat badan kamu berapa!" Seru Limao tidak mau kalah. "Ohh ya? Berapa hayo?" Tanya Almae. "41 kilogram!" Jawab Limao. "Cihh... Dari mana kamu tau?" Seru Almae lagi tidak mau kalah. "Dari timbang berat badan di UKS.." Jawab Limao. "Kamu ngintip?!" Seru Almae meninggikan nadanya.


"Ya enggak lah! Aku liatnya waktu pengukuran badan satu kelas, kan aku di belakangmu." Kata Limao singkat, "Aku sendiri juga liat berat badanmu.." Kata Almae tidak mau kalah. "Berapa?" Tanya Limao. "40 kilo!" Seru Almae ngawur. "Enak saja, berat badanku hanya 35!" Seru Limao tidak terima. Tidak sadar Almae dan Limao bertengkar di atas jembatan kayu tua yang lapuk, tiba tiba ada suara retakan di pojok jembatan.


Almae segera sadar dan menarik tangan Limao supaya terjun ke bawah. "Alamae kau gila ya?!" Seru Limao menahan agar mereka tidak jatuh kebawah. "Mending mana? Jatuh dari pohon atau jatuh dan ketindihan?" Tanya Almae berusaha menarik tangan Limao. Limao diam saja, membiarkan Almae menarik tangannya. Mereka berdua jatuh dari ketinggian, Almae dengan sigap berada dalam posisi mendarat, dia memperingatkan Limao, tapi sudah terlambat.

__ADS_1


Mereka sudah sampai di tanah, Almae mendarat dengan selamat walaupun kakinya terkilir, sementara Limao kesakitan tangannya menghantam tanah. Tiba tiba jembatan pohon itu runtuh terbelah menjadi dua, Almae dan Limao kaget, beruntung mereka tidak ikut runtuh bersama pohon tua itu.


Tiba tiba Almae teringat pada jamur api itu, Almae berusaha melupakan rasa sakitnya dan mengajak Limao yang kesakitan. "Haduh... Kenapa kamu masih bingung jamur sih? Tubuhmu sendiri sakit kamu tidak peduli.." Omel Limao. "Yahh.. Dari pada mengeluh lebih baik dilupakan." Kata Almae menimpali omelan Limao, walau Limao kesal dengan Almae, dia tetap berusaha berdiri dengan dibantu Almae. "Bagaimana? Merasa lebih baik?" Tanya Almae tersemyum. "Yah.. Masih sakit sih.." Jawab Limao. "Baiklah.. Ayo kita lanjutkan pertualangan kita." Kata Almae bersemangat.


Halo! Jumpa lagi sama saya, hari ini saya mau nunjukkin beberapa tokoh yang lama kita kenal maupun barusan dikenal. Mari kita mulai!


Nia


__ADS_1



Almae ( 18 tahun )



Limao ( 18 tahun )


__ADS_1


Sekian dari saya, maaf 2 hari kemarin nggak update. Ada pelatihan di sekolah saya. Jangan lupa vote, like dan komen ya!


__ADS_2