The Unifier

The Unifier
Bab 10


__ADS_3

Setelah Nia dan James mengobrol agak lama, Nia baru sadar bahwa Nia belum memperkenalkan diri. "Ohh ya James, namaku Avania Loreta." Kata Nia memperkenalkan diri, James menjabat tangan Nia dan merasa tangan Nia sangat panas.


"Au!" Seru James menarik tangannya. Nia kaget dan melihat tangan James baik baik saja, "Kenapa sih tiba tiba teriak?" Tanya Nia penasaran. "Tanganmu rasanya panas sekali.." Ucap James meniup niup tangannya. "Hh.. Kukira hantu tidak bisa merasakan rasa sakit." Ledek Nia tertawa kecil.


"Tentu saja kami bisa merasakan rasa sakit, perutku masih sakit saat kau lempar aku sapu tadi." Kata James mulai kesal. "Yaampun.. Maafkan aku.." Ucap Nia pura pura peduli. James mulai sebal mengetahui sifat asli Nia. Nia teringat ucapan James tadi, Nia melihat tangannya dan mengeluarkan sinar berwarna merah.


"Ada apa dengan tanganmu?" Tanya James melihat tangan Nia. "Aneh.. Kenapa warnanya jadi merah?" Tanya James lagi, pandangan James teralihkan ketika James melihat kalung yang dikenakan Nia. "Nia, kalungmu!" Seru James.


Nia kaget bukan main, sekarang warnanya berubah merah semua, biru hanya tinggal sedikit. James tidak tahu apa hubungannya dengan tangan Nia, tapi James tahu kalung itu bukan kalung biasa. Tiba tiba saja, "Arrgh!" Seru Nia kesakitan, James melihat tangan Nia dan melihat cahaya merah itu membesar.


James menyarankan agar merendam tangan Nia di air, walaupun kekuatan Nia akan hilang sementara. Nia menuruti perkataan James, Nia segera berlari ke kamar mandi dan merendam tangannya di air.


Nia melihat cahaya itu perlahan lahan menghilang, Nia lega cahaya itu hilang, tapi James yang terus memperhatikan tangan Nia melihat tangannya itu mengeluarkan gelembung. "BLUP, BLUP, BLUP..." Suara itu terus keluar dari air, Nia menoleh dan melihat gelembung gelembung itu semakin banyak, semakin Nia berusaha menarik tangannya keluar dari air, semakin gelembung gelembung itu berubah menjadi pusaran air yang sangat kuat.

__ADS_1


Pusaran air itu menghisap semua air yang ada di dalam ember itu, kemudian Nia berhasil menarik tangannya keluar, tapi tangannya rasanya berat sekali sampai jatuh ke dalam bak mandi, James kaget dan membantu Nia menarik tangannya. Pusaran air itu menghisap seluruh air ke dalam tangan Nia lalu cahaya merah di tangan Nia berganti dengan cahaya biru.


James mengatakan bahwa tangan Nia masih harus diistirahatkan karena terlalu banyak menghisap air membuat tangan Nia menjadi berat. Nia pun berjalan ke kamarnya dengan miring ke kiri, James bertanya kepada Nia apakah hanya tangan kirinya yang bisa mengeluarkan kekuatan.


"Dari pengalamanku memang gitu sih.." Jawab Nia memperhatikan tangan kanannya. James memegangi tangan kanan Nia untuk melihat keadaannya, jantung Nia berdetak tak karuan melihat hantu tampan dan tinggi yang satu ini.


James memperhatikan wajah Nia yang memerah, Nia segera menarik tangannya dan menutupi mukanya. "Nia, wajahmu kenapa?" Tanya James. "Ng.. Nggak papa! Aku cuma kelilipan!" Seru Nia sambil berlari ke luar kamar. James bingung melihat perilaku Nia, "Cewek itu aneh ya.." Gumam James.


Saat berlari ke ruang tamu, Nia bertemu ibunya, "Ohh, Nia, kamu sudah selesai membersihkan kamar?" Tanya ibunya mengepel lantai. "Yah.. Tinggal sedikit sih.." Ucap Nia yang tidak memperhatikan lantai basah. "Nia, awas!" Teriak ibunya.


"Apanya tidak jadi jatuh?" Tanya Nia dalam hati mengingat ngingat kejadian 1 menit lalu. Wajahnya kembali memerah lagi, Nia segera pergi ke kamarnya. "Anak itu kenapa ya?" Tanya ibunya mengeringkan lantai dan mulai memindahkan meja.


James segera mengikuti Nia ke kamar karena mempunyai firasat yang tidak enak, yang benar saja, ternyata Nia pingsan dan James melihat tangan kanan Nia mulai memerah lagi, tapi kali ini lebih parah. Seluruh telapak tangan Nia menjadi merah, sementara telapak kirinya menjadi biru.

__ADS_1


James menaruh tangannya ke kepala Nia dan merasakan kepala Nia panas, sementara kakinya dingin. "Ugghh.. Hah? Dimana aku?" Tanya Nia berusaha berdiri. "Siapa itu?" Tanya Nia melihat seseorang dibalik kabut, perlahan lahan, ada laki laki muncul dengan lesu.


Anak laki laki itu menghampiri Nia dengan berhati hati. Nia dengan sigap mengeluarkan kristal dari tangan kirinya, anak laki laki itu kaget dan menghindar, tapi salah satu kristal itu mengenai tangannya. "Auu..!" Teriak laki laki itu memegang lengannya, Nia mendekatinya dan melihat kristal miliknya menusuk cukup dalam.


Seketika Nia merasa bersalah, "Maafkan aku, apakah kamu tidak apa apa?" Tanya Nia khawatir. "Kenapa kamu tiba tiba menyerangku sih?!" Tanya laki laki itu ketus. "Maaf, tadinya aku kira kamu orang jahat, jadi aku berusaha melindungi diri sendiri sebelum terlambat." Jawab Nia melihat mahkluk seperti manusia itu.


Laki laki itu menghembuskan napas panjang dan menarik kristal yang cukup besar itu keluar dan lengannya. Nia tidak berani melihatnya karena lengan laki laki itu mengeluarkan darah yang cukup banyak, laki laki itu berdiri dan mengulurkan tangannya.


"Namaku Akiranya Maldovia, bisa dipanggil Akira." Kata laki laki itu, "Namaku Avania Loreta, panggil Nia ya.." Kata Nia menjabat tangan Akira. "Sebenarnya aku dimana?" Tanya Nia penasaran dengan tempat yang berwarna biru muda itu. "Kau berada di bawah alam sadarmu." Jawab Akira.


Akira mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan menaburkannya di atas kepala Nia. "Ehh? Apa ini?" Tanya Nia melihat serbuk mengkilap berjatuhan. Seketika tubuh Nia merasa seperti terkena angin yang kencang, James yang menjaga tubuh Nia kaget melihat tangan kanan dan kiri Nia kembali ke keadaan semula.


Nia terangkat ke udara dan pandangannya mulai kabur, dia belum sempat berkenalan lebih jauh dengan Akira. Nia masih bisa melihat Akira pingsan lalu dalam sekejap tubuhnya menghilang, Nia khawatir Akira kenapa napa. Tiba tiba Nia kembali sadar, James memeluk Nia membuat Nia kaget, tapi Nia menikmatinya.

__ADS_1


Wajah Nia memerah, James baru sadar memeluk Nia dan langsung melepaskan pelukannya. Wajah mereka berdua memerah seketika, mereka berdua hanya diam diaman selama 5 menit. "Awkward banget sih.." Kata James dalam hati, Nia pun berpikiran sama.


Tiba tiba James melayang ke pintu, Nia segera menoleh dan melihat ke luar kamarnya. "Ada apa?" Tanya Nia penasaran. "Ada yang memperhatikan kita." Kata James.


__ADS_2