
..."If you think I'm such happy person. No,you are wrong"...
...~Arsha~...
"AAAA!!" Pekik gadis itu kala adegan jumpscare ditampilkan di layar handphonenya. Lampu ruangan itu mati,hanya tersisa cahaya dari handphone nya.
Tak lama,suara ketukan terdengar jelas dari jendela. "Hah? Siapa yang datang malam-malam?" Bulu kuduknya berdiri. Gadis itu menghempaskan isi pikirannya yang buruk.
Zura membuka jendela. Ia mengedarkan pandangan ke segala sudut namun tidak menemukan siapapun sebelum pada akhirnya sebuah tangan terlihat muncul di pinggiran jendela itu.
Gadis itu sekarang berkeringat dingin. Tak sampai disana, sebuah tangan kembali muncul dijendela itu disusul dengan kepala seorang pria dengan memakai topeng.
"Maling!" Teriak zura panik.
"Heh! Gw arsha goblok!" Ucap laki-laki itu membuka topengnya. "Udah milih topeng yang pasaran di anime masih aja dikira maling" ujarnya kesal.
"Ca? Lo yah? ya maaf gw kira tadi maling" ucap gadis itu dengan nada bersalah.
Arsha melihat zura dari atas sampai bawah. "Lo belum siap-siap? Jangan sampe telat ogeb!" Ucap laki-laki itu sembari mendorong tubuh zura masuk ke kamarnya.
Zura pun hanya mengikuti arahan dari laki-laki itu. Ia mengganti pakaiannya dan memakai topeng yang diberikan oleh arsha.
Sementara arsha duduk di kursi tempat dimana sebelumnya zura streaming disana.
"Oh,habis nonton horor. Pantesan takut" ujar laki-laki itu. Sebuah ide jahil terbesit dibenaknya. Ia membuka aplikasi we chat milik zura. Seketika ia kaget dengan yang ia lihat. Apa ini? Percakapan gadis itu sangat bersih hanya ada satu panggilan selama ia menggunakan handphone itupun hanya dari sahabatnya.
Arsha dengan jahil menyimpan nomornya dengan tulisan "mine<3" ia pun menyimpan nomor milik zura.
Zura keluar dengan gaun hitam,rambut dikuncir ekor kuda dengan topeng yang diberikan oleh Arsha. Arsha yang melihat itu speechless tak dapat berkata apa-apa.
"Ca?" Sapa zura seraya melambaikan tangannya didepan wajah arsha.
"Lo cantik" ucap Arsha tulus.
"Inget ca,kita cuma sahabat" ucap zura membuat Arsha kembali sadar diri. Sekarang ia benar-benar merasa tidak pantas.
Bukankah seharusnya dia bersyukur karena mendapatkan sahabat yang berasal dari keluarga bangsawan. Tidak seharusnya ia berharap banyak bukankah menjadi sahabat dari zura saja adalah hal yang diinginkan banyak orang?
__ADS_1
"Ayo berangkat" pinta Arsha mengabaikan pikiran nya. Sementara zura hanya mengangguk singkat.
"Prom night ya?"
"Iya"
"Duh, jadi ga PD" ucap gadis itu.
"Tenang,ada gw" zura tersenyum mendengar perkataan Arsha. Hanya 3 kata namun berhasil menenangkan zura.
"Hah,iya deh ayo"
*******
Zura menatap kagum tempat itu. Penataan yang sangat luar biasa.
"Ayo" ucap Ardha seraya menarik lengan zura untuk naik ke atas panggung.
"Ca,tunggu dulu. Emang mau nyanyiin apa?" Tanya zura bingung. Ia tak sempat memikirkan hal itu.
"Lagu yang Lo hafal apa?"
"Lagu duet ra,yakali gw nepuk nyamuk didepan"
"Gimana kalau runtuh?"
"Yakin lagu sad?"
"Ya mau gimana lagi yang terpikir sama gw cuman itu"
"Unity aja,Lo hafal kan?" Tanya laki-laki itu di balas anggukan oleh zura.
"Ayo" ujar Arsha menarik lengan gadis itu kearah panggung.
Lampu ruangan itu redup. Menyisakan cahaya yang berasal dari panggung.
"In the dark of night" sepenggal lirik pertama yang dinyanyikan Arsha menarik perhatian orang yang berada didalam ruangan itu
__ADS_1
"The star's light up the sky" lanjutnya
"We see them flying free"
"That's just like you and me" arsha kemudian memberikan isyarat kepada zura untuk melanjutkan lagu itu
"Everyone is lonely sometimes" lanjut zura membuat orang yang ada diruangan itu bingung
"But I would walk a thousand miles to see your eyes"
"Your not alone we're family"
"Let's go to escape to this reality"
"You are my symphony" lanjut zura diikuti Arsha. Tatapan mereka bertemu. Zura yang melihat itu langsung menunduk.
"By your side,we are unity" lagu itu terjerat sesaat. Arsha hanya memperhatikan perlakuan zura sembari tersenyum.
"Although the rain might pour" lanjut Arsha.
"A thunder starts to roar"
"The lightning make the waves"
"But through it we are brave"
"Everyone is lonely sometimes" lanjutnya lagi diikuti zura.
"But I would walk a thousand miles to see your eyes"
"Your not alone we're family"
"Let's go to escape to this reality"
"You are my symphony,by your side"
"We are unity" lagu itu ditutup dengan Arsha dan zura yang membuka topeng mereka dan melemparkan nya ke sembarang arah.
__ADS_1
Mereka lalu turun dari panggung itu meninggalkan banyak orang tercengang melihat mereka berdua.