Three Sides

Three Sides
PART 7


__ADS_3

"tidak perlu menuruti apa kata orang. Cukup menjadi versi terbaik dari diri sendiri"


~Arsha~


Zura. Gadis itu kembali mengukir senyum diwajahnya. Berkat Arsha. Laki-laki itu selalu berhasil membuatnya tersenyum. Bahkan disaat ia merasa tidak ada tempat untuk pulang,Arsha lah yang selalu menjadi rumah untuk zura pulang.


Mengeluarkan semua keluh kesahnya didepan Arsha. Namun, zura belum berani untuk jujur tentang jati dirinya kepada arsha.


"Pemandangannya indah ditambah senyum Lo. Satu hal yang gw harapkan sky, gw pengen jadi sahabat terdekat Lo. 831224" ucap Arsha. Sekali lagi,zura kebingungan mendengar Arsha yang selalu mengucapkan angka-angka itu.


Kenapa Arsha harus memakai kode angka? Kenapa ia tak ters terang saja? Apa yang laki-laki ini sembunyikan?.


"Selamanya ca. Lo akan selalu jadi tempat gw berpulang". Ucap zura menautkan jari kelingking kecilnya dengan jari kelingking kekar milik Arsha.


"Janji sama gw sky,apapun masalah yang Lo hadapi jangan pernah sakiti diri Lo sendiri" ucap Arsha dibalas anggukan oleh zura.


"Dan kapanpun gw bakal ada disamping Lo ca. Janji sama gw Lo ga bakal lupain gw hanya karena pacar Lo nanti" ucap zura sembari tersenyum kala Arsha menganggukkan kepalanya.


"Andai kan Lo tau bahwa satu-satunya perempuan yang gw suka itu cuma Lo sky" Arsha tersenyum manis melihat binar yang kembali terpancar jelas dimata zura menandakan bahwa gadis itu sangat bahagia.


"Ayo gw anterin pulang. Nanti Lo dimarahin lagi sama kakak dan ibu angkat Lo" ucap Arsha menopang tubuh zura untuk berdiri.


"Masih sakit tau" ucap zura sesekali meringis ia tidak menggunakan mananya di dunia manusia. Karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Salah Lo nya juga bawa sepeda aja gabisa" ucap Arsha menoyor dahi gadis itu.


"Aish,Lo kira ga susah apa? Apalagi dirumah gw gapunya sepeda" ucap zura mengusap dahinya.


"Buat gw nggak susah lah. Orang gw udah bisa naik sepeda dari umur tiga tahun" ucap Arsha sembari tertawa keras membuat zura kesal.

__ADS_1


"Sombong" desis zura


*Flashback


"Ca,dorongin" ucap gadis itu yang kemudian dituruti oleh sahabat laki-lakinya itu.


Arsha mendorong sepeda itu perlahan-lahan dan semakin melaju kencang


"Aca! Jangan kekencengan! Nanti gw nyium aspal!" Teriak gadis itu panik


"Kan latihan!" Seru aca mengawasi gadis itu dari jauh.


Gadis itu tak lagi bisa menjaga keseimbangannya disaat ban sepeda itu melewati polisi tidur.


Ia terjatuh dengan sepeda yang menimpa tubuhnya.


"Iya maaf,ada yang luka?" Tanya Arsha menegakkan kembali sepeda itu.


"Ayo berdiri" ucap Arsha mengulurkan tangannya yang kemudian diraih oleh zura. Namun,belum sempat gadis itu berdiri,ia kembali terjatuh.


"Sky,Lo kenapa? Ada yang sakit?" Tanya Arsha khawatir


"Kaki gw keseleo" ucap zura dengan mata berkaca-kaca.


*Flashback off


"Kaki Lo masih sakit?" Tanya Arsha menatap kearah kaki zura yang lebam.


"Masih sih. Tapi keknya bisa jalan deh"

__ADS_1


"Kalo gak kuat jangan dipaksain" ucap Arsha lalu berjongkok di depan zura.


"Ayo naik. Gw gendong sampe ke rumah"


"Loh,loh,loh,gw berat loh ca" ujar gadis itu menolak.


"Udah naik aja. Kan Lo jatuhnya gara-gara gw dan sekarang,gw harus tanggung jawab"


"Huh,maaf ya"


"Harusnya gw yang minta maaf sky"


Zura lalu naik ke punggung arsha. Memeluk tubuh laki-laki itu dengan erat.


"Erat banget meluknya. Takut banget bakal jatuh? Lo ngeremehin kekuatan gw ya?" Ucap arsha ditanggapi tawa oleh zura


"Bentar,bukannya tadi kita bawa sepeda?" Tanya zura membuat Arsha speechless.


"Biarin aja. Nanti biar temen gw aja yang bawa sekalian perbaiki sepedanya" ucap arsha.


"Itu sepeda siapa? Lo kan cowok ga mungkin kan itu sepeda Lo?"


"Sepeda baru untuk Lo pergi ke toko. Kalo jalan kaki kan capek. Gw juga ada sepeda jadi nanti kita bisa pergi bareng-bareng. Ngabisin waktu berdua dan ditoko pun gw bakal nemenin lo".


Tolong cubit Azura. Ia merasakan bahwa ini mimpi. Bagaimana mungkin ada seseorang yang peduli padanya. Bahkan melebihi dirinya sendiri.


Zura memilih tak menjawab malah melontarkan pertanyaan "ca,kalau misalkan gw bunuh diri disaat Lo meninggal nanti apa Lo bakal bolehin?" Tanya zura.


"Dengar ya sky,gw tau Lo nggak mau gw pergi. Selamanya. Tapi gw ga bakal bolehin Lo nyusul gw. Kalau misalnya gw pergi lebih dulu nanti,gw hanya minta satu hal yaitu doa terbaik,oke?" Ucap arsha membuat mata zura berkaca-kaca ia terharu mendengar pernyataan yang begitu tulus terlontar dari seseorang yang dia sayangi.

__ADS_1


__ADS_2