
"didunia ini,kamu bukan satu-satunya makhluk yang diberikan cobaan. jadi,jangan bersikap seolah kamu adalah orang yang paling menderita" ~Zera~
zura kembali ke dimensi manusia untuk bersekolah. ia menghela nafas lega merasakan ketenangan. namun,ketenangan itu tidak bertahan lama.
"masih berani lu sekolah disini?" ucap seorang gadis yang tak lain ialah Grace. zura mencoba untuk tidak mempedulikan gadis itu yang sekarang membuat grace menatapnya penuh amarah. Grace menarik lengan zura ke rooftop sekolah.
"sekarang apalagi? gw capek tau ga hadepin orang kaya lo" ucap zura menatap tak suka
"berani ngelawan Lo sama gw?"
"kalo iya emang kenapa? ga ada hak buat Lo nakutin gw" ucap zura yang membuat grace mengeluarkan ponselnya. ia memutar video dimana zura muncul dengan tiba-tiba di dunia manusia.
__ADS_1
"Grace,hapus video nya"
"kalo gw gamau gimana?" zura berusaha meraih ponsel itu. namun,tinggi badan Grace tak sepadan dengannya. Grace membawa gadis itu ke tepi rooftop dengan sengaja mendorong gadis itu. zura memejamkan matanya. 'tunggu? kenapa sekarang tubuhku terasa melayang keatas dan bukan jatuh kebawah?' zura membuka matanya menemukan sosok yang sangat dikenalinya. "aca?" ujar gadis itu dibalas senyuman oleh arsha.
sementara Grace,gadis itu sudah pergi dari sana. "siapa yang dorong Lo?" tanya arsha mengintimidasi. zura menggelengkan kepala memberikan isyarat agar arsha tak melakukan sesuatu yang akan dia sesali nantinya. "Ra,bilang sama gw. kita gabisa diem kaya gini aja" ucap Arsha meyakinkan gadis itu.
"mending balik ke kelas aja yuk" ucap gadis itu mengalihkan pembicaraan sembari menarik lengan arsha ke kelas.
Arsha duduk disamping zura menghidupkan kamera di handphone miliknya. "Ra,coba liat kesini. Lo bakal liat orang tercantik didunia" ucapnya mengarahkan layar handphone itu ke depan wajah gadis itu.
zura lalu mengalihkan atensinya kepada laki-laki itu. menyadari keberadaan kamera yang menangkap pantulan dirinya,secepat mungkin ia menutupi wajahnya dengan buku. "ca,jangan gitu. gw ga suka" ujarnya kesal.
__ADS_1
"lah kenapa? bukannya Lo yang bilang 'kita itu harus PD dan 'love yourself' ucap Arsha menirukan suara dan gaya bicara zura. zura sendiri sekarang rasanya ingin sekali menggampar sahabatnya yang satu ini.
melihat respon zura,arsha mematikan kamera handphone nya. kemudian menarik buku yang menutupi wajah zura. "udah gw matiin kok" ucap Arsha membuat zura menghela nafas lega.
"btw kata mommy Lo ada tugas didunia manusia. emang tugas apa?" tanya zura penasaran. "ekhem,ada yang takut gw kenapa-kenapa nih kayanya" ucap Arsha membuat zura semakin kesal.
"jawab aja Napa sih ca? nyebelin banget Lo hari ini" ucap zura kesal yang malah ditanggapi senyuman oleh laki-laki itu. "itu adalah tugas rahasia yang gak boleh dikasih tau siapapun termasuk Lo" ucap Arsha.
"lah? tapi kan kalo lu kasih tau gw,nanti gw juga bisa bantu" ucap zura dengan senyuman tulus dan polos.
"ada waktunya. tapi nggak sekarang" ujarnya lembut sembari mengusap pucuk kepala zura. "sekarang kasih tau gw siapa anak tadi? dia pulang nanti lewat mana? dia mau rumah sakit dulu atau langsung ke neraka?" ucap Arsha lagi membuat zura bingung. ia memukul sahabatnya itu menggunakan buku dengan pelan. "jangan sampe ga punya hati nurani ya!"
__ADS_1