Three Sides

Three Sides
PART 4


__ADS_3

Ada tiga cara untuk mencapai kesuksesan tertinggi: Cara pertama adalah bersikap baik. Cara kedua adalah bersikap baik. Cara ketiga adalah menjadi baik.


~Lala~


"Tadi zura ketemu sama dia dimana?"


"Hutan kaya nya" zero mengepalkan tangan nya. Emosi nya memuncak.


Sementara itu,kaisar iblis merasakan batu Ruby itu tak lagi bekerja. "Kenapa energinya berhenti?" Tanya nya pada dirinya sendiri.


"Zura tunggu disini,Daddy ada urusan" ucap zero lalu keluar dari kamar itu.


"Hm" zura lalu mengambil handphone milik nya melihat begitu banyak pesan dan panggilan tak terjawab dari nomor tak dikenal.


"Hah? Bentar,ni nomor siapa?" Ucap zura lalu mengangkat telepon itu


"Oi! Lu dimana anjir,kita kerja kelompok cepetan dikit kek!" Reflek zura menjauhkan telinganya dari telepon itu sampai ucapan gadis diseberang sana berhenti.


"Iya otw bentar lagi" ucap zura memutuskan telepon itu sebelah pihak. Zura menarik nafas dalam kemudian menghembuskan nya kembali.


Ia merasa hidup namun tak punya arah. Dari ketiga kehidupan nya,rasa nya selalu sial yang menyertai nya. Zura lalu pergi ke dunia manusia menemui 2 teman nya tersebut.


*********


"Lo kemana aja sih? Lama bat dah,tugasnya belum dikerjain sedikitpun. Lo tau kan otak gw sama Lala gak sampe sama yang beginian?" Ucap Rere terus menerus mengoceh. Sedangkan zura hanya menatap datar kearah nya.


Zura mengambil semua kertas yang diisi tabel itu dengan mudah menyelesaikan semuanya "tuh" ucap zura mengambil sebuah permen dari sakunya. "Tampang jutek,rupanya doyan permen juga" ucap Rere memutar bola matanya malas.


Andai saja mereka tau bahwa zura bersikap seakan tidak peduli karena mereka baru saja kenal. Lihat saja nanti jika mereka semua sudah akrab.


"Nad, Lo tinggal dimana sih? Dan Lo anaknya siapa? Kenapa tiap Lo butuhin barang,Lo selalu dapetin semuanya dengan mudah?"


"Kepo" jawab zura singkat membuat Rere menatap kesal. Suara berdering muncul dari handphone milik Rere. Rere yang melihat nama yang tertera di layar handphone itu sontak gemetar.


"Siapa?" Tanya zura melihat tingkah laku Lala menjadi aneh. Tidak menjawab,Lala justru kekamarnya mengangkat panggilan itu.


"Cepat kembali,ada tugas" suara diseberang sana terdengar sangat dingin dan tegas.

__ADS_1


"Baik" jawab lala memutuskan panggilan itu lalu mengirimkan pesan berupa perintah ke Lala.


"Untuk hari ini,itu aja yah Lo mending pulang deh Nad,kami juga pengen keluar" ucap lala. Zura menggedik kan bahunya acuh meninggalkan kedua teman barunya itu.


"Sekarang Lo buka Portalnya" ucap Rere sedikit panik Lala membuka portal yang dimaksud lala yang kemudian dimasuki oleh keduanya.


"Tuh anak dua kok aneh yah hari ini?" Heran zura bertanya pada diri nya sendiri.


"Ah,bodo ah mending latihan Ama Daddy lagi" ucap zura lalu meneleportkan dirinya kembali ke kekaisaran.


*******


"Welcome back,Ra" ucap pheonix menyambutnya dengan senyum manis. Sementara zura bergidik ngeri. Ia masih ingat dengan kelainan pheonix.


"Iya,makasih" ucapnya singkat. Zura melihat 2 orang gadis didepan pheonix pun tak dapat mengeluarkan kata-kata.


"Loh,Nadhia!?" Ujar mereka berdua membuat pheonix heran.


"Jaga mulut kalian didepan tuan putri Azura" ucap pheonix menekan semua kata-katanya.


"Wait....tuan putri Azura!?" Ujar mereka kaget tak menduga bahwa teman baru mereka yang selalu di bully itu adalah putri kesayangan kaisar mereka.


"Haish,berdiri aja" ucap zura singkat yang dipatuhi 2 gadis itu.


"Maaf sebelumnya,tuan putri. Tapi kenapa memakai identitas palsu?" Tanya Lala penasaran.


"Ngetes aja sih,soalnya gw mau liat orang yang sayang sama gw tanpa tau siapa gw sebenernya" zura serakah akan kasih sayang? Tidak. Tapi karena selama ini ia hanya mendapatkan teman yang bermuka dua. Terkecuali divine beast,aku rasa mereka telah mendapatkan kepercayaan dari zura seutuhnya.


"Udah dibilangin kalo manusia itu gak punya hati" ucap pheonix sarkas.


"Emang kak pheo tau dari mana?"


"Liat,dua orang temenmu dari dunia manusia sebenernya juga bukan manusia"


"Ada benernya sih kak,btw Daddy kemana?" Tanyanya. Jujur ia merasa merindukan ayahnya yang sedari pagi ia tinggalkan.


"Di lab noh,nyariin tuan putri" ucap pheonix membuat zura langsung berlari kearah lab.

__ADS_1


"Tau kalo Nadhia anak kaisar gw ga mungkin bentak dia tadi pagi" ucap Lala dengan rasa bersalah.


***********


"Daddy!" Sapa zura dengan ceria dan langsung memeluk ayahnya dari belakang. Sebentar,sepertinya ada yang aneh. Pandangan zero tak biasanya seperti ini dan sekarang ia juga dikelilingi oleh aura gelap.


Tak lama,zero pingsan dihadapan zura yang membuat zura panik adalah zero tidak pernah pingsan sebelumnya. Ia mencoba mencari obat untuk ayahnya sampai suara berat menghentikan pergerakan nya.


"Hah, akhirnya saat yang aku tunggu dari lama telah tiba" ucapnya membuat zura menyadari sesuatu. Pria itu,suaranya sangat mirip dengan zero dan perawakannya juga.


"S-siapa?" Tanya zura gugup sembari mundur kebelakang. Ia sangat berharap ayahnya yang tergeletak disana membuka mata dan melindunginya seperti biasa. Jujur,saat ini ia merasa takut.


"Dan orang yang aku nantikan telah muncul!"serunya mengeluarkan pedang dan menyerang gadis itu. Zura menghindar,untungnya ia telah melatih diri dengan baik.


"Apa maksudmu?!" Desis zura tak suka.


"Ayahmu yang bodoh itu memberikan setengah kekuatan galaxy kepadamu dan sebagai sisi gelap yang baik, aku akan mengambilnya dengan cara paksa" ucap venom, Reverse dari zero yang langsung melemparkan bola api karah zura yang terpojok.


Hangus,ruangan itu terbakar. Venom menghalau kabut didepannya lalu terheran tak melihat zura disana. Apa gadis itu juga lenyap?


"Ayahku tidak bodoh,tapi aku akan mengomelinya jika ia menyembunyikan semuanya dariku sejak lama" ucap zura melompat dari bawah lantai lab membuat lantai lab itu hancur.


Zura sangat membenci dirinya karena baru tau hal ini.


"nih ambil,sekarang coba serang Daddy"


"Hah? Nyerang Daddy? Rasanya gak mungkin"


"Jangan terlalu naif Ra,bisa aja suatu hari nanti Daddy hilang kendali" ucap zero membuat zura khawatir.


"Hilang kendali?" Beo zura


"Iya,sekarang cepat"


"Iya"


Sekarang zura mengerti maksud perkataan sang ayah, ia mencoba untuk tetap tenang. Setiap melihat wajah tak berdaya ayahnya membuat gadis itu merasa sangat sakit.

__ADS_1


Disaat zura lengah,venom menendang tubuhnya dengan keras. Membuat zura terpental ke dinding dan memuntahkan darah segar.


"Ugh,sialan" umpat zura kesal.


__ADS_2