
"kekuasaan adalah alasan seseorang berbuat sesuka hati mereka"
~Rafael~
"Sky,gw pengen satu sekolah sama Lo. Lo sekolah dimana sih?". Satu pertanyaan yang berhasil membuat zura diam seribu bahasa.
"Gw.....ca,kalau seandainya gw baru jujur tentang apa yang gw sembunyiin selama ini apa Lo bakal marah?" Tanya zura ragu
"Sky,nggak ada hal yang bisa bikin gw marah sama lo" ucap Arsha mengusap lembut surai putih itu.
"Gw... Sebenarnya bukan manusia"
"Tapi orang kan?"
"Bukan itu Ish"
"Terus apa?"
"Makanya jangan dipotong"
"Lu kira kue" jawab arsha dengan raut wajah datar.
"Sebenernya nama asli gw bukan sky ca,tapi zura. Gw juga bukan manusia tapi seorang keturunan alpha". Hening. Sampai akhirnya arsha ikut membuka suara.
"Sk--ra,gw juga pengen jujur sama Lo. Gw juga bukan manusia. Gw berasal dari ras yang sama kaya Lo. Serigala putih. Tapi mungkin akan mustahil buat rakyat biasa kaya gw ngambil hati kaisar" ucap Arsha menggenggam tangan zura.
"Ra,janji sama gw. Walaupun gw cuma rakyat biasa lo tetap nganggap gw temen kan?" Tanya Arsha. Sekarang ia benar-benar merasa tak pantas untuk zura.
"Ca,denger. Gw selalu nganggap Lo temen gw bahkan lebih dari itu" jawab zura membuat Arsha langsung mendekap erat tubuh gadis itu.
"Pertanyaan pertama gw belum Lo jawab" ucap arsha dengan mata berkaca-kaca.
"Jangan nangis,Lo cowok dasar cengeng" ucap zura yang keadaannya malah lebih kacau daripada arsha.
__ADS_1
"Ngaca monyet" ucap arsha dibalas lelehan kecil dari zura.
"Gw sekolah di SMA Fantasy 001 pulau cave" ucap zura membuat Arsha terbelalak.
Jarak yang begitu jauh bagaimana gadis ini sampai kesini?
"Ga usah heran,kan ada portal" ucapnya dibalas tawa oleh arsha.
"Serah Lo dah besok gw ikut ke sekolah lo"
"Lah, ngapain?"
"Nonjokin orang yang caper sama Lo" ucap Arsha membuat zura terdiam.
"Mo gw anterin ke toko atau pulang?"
"Gw ga mau pulang ca,gw kira rumah itu adalah tempat ternyaman untuk meluapkan segalanya tapi ternyata rumah juga bisa memberikan rasa sakit"
"Disaat Lo nggak mau pulang ke rumah,,gw bakal jadi tempat persinggahan yang paking menenangkan buat Lo"
"Gw mau pulang ke kekaisaran" ucap zura dengan raut wajah lelah.
"Ayo gw anterin" ucap arsha menggandeng tangan gadis itu.
*******
"Bawa siapa lagi nih?" Tanya syila menatap laki-laki itu sinis.
"Jan kepo kak,lagian dia pacar zura kok" ucap zura tak suka.
"Zura bawa siapa ke kekaisaran ini?" Tanya zero yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka.
"Oh,dia Arsha dad temen zura. Dia ras serigala putih dan--"
__ADS_1
"Gak. Zura gak boleh bergaul Sama kaum rendahan kaya dia" ucap zero penuh penekanan sembari menunjuk kearah arsha.
"Tapi dad,aca kan temen zura"
"Dan zura gapunya hak ngelawan Daddy. Masuk ke kamar" ucap zero membuat mata zura kembali berkaca-kaca.
"Aku membencimu" ucap zura lalu masuk ke kamarnya.
"Aku tau aku lancang,tapi tidakkah anda berlebihan?" Tanya arsha membuat zero tersadar akan sesuatu. Zura. Gadis itu paling benci kepada orang yang mengekangnya dan sekarang zero menanam kebencian dihati putrinya.
"Aku tau jika dia seorang putri. Tapi tidak seharusnya kau menghinaku" ucap arsha menyusul zura meninggalkan zero yang tak berkutik disana.
*******
Mata gadis itu telah sembab karena menangis sementara arsha binging ingin melakukan apa.
"Udah lah Ra,jangan terlalu dipikirin perkataan Daddy Lo". Ucap arsha mengusap bahu gadis itu.
"Gw bukan nangis Karna itu ca. Apa Lo pikir ngeliat orang terdekat kita menghina orang yang kita sayang itu ga sakit?"
"Kalo soal gw,udah biasa kali. Berhenti nangis. Jelek kaya monyet" ucap arsha menyodorkan sekotak tisu.
"Lo kali yang monyet" ucap zura menoyor dahi laki-laki itu. Entah kenapa berada disamping arsha membuat dirinya bahagia bahkan disaat ayahnya malah melarang hubungan mereka.
"Aishhh,sakit tau" ringis arsha. "btw ke sekolah yok" lanjutnya dibalas anggukan oleh zura. Gadis itu kembali mengukir senyum di bibirnya.
******
Zura datang pagi dengan arsha. Menghindari kerumunan banyak orang. Tak berselang lama,para siswa/siswi mulai berdatangan menyaksikan zura dan arsha bercanda ria.
Senyuman zura. Hal yang paling mustahil dilihat oleh seseorang namun sekarang? Gadis itu malah tertawa seakan tidak ada beban pikiran.
"Ra, sebenarnya gw suka sama Lo" ucap arsha membuat zura terdiam.
__ADS_1
"Gw butuh waktu ca. Gw takut nanti kalau gw Nerima perasaan Lo dan suatu saat kita putus nanti,hubungan kita gak Harmonis lagi" hening. Keduanya saling menunduk. Saling takut apakah keputusan yang mereka ambil sudah benar?