
''tidak ada usaha yang sia-sia" ~Leviathan
"Ra? yakin mau latihan disini?" ucap Arsha menatap horor pepohonan berdaun lebat dihutan itu.
"ck,berisik ca" ucap zura dengan nada malas. hening. tak ada percakapan diantara mereka. hanya suara kicauan burung yang menambah kesan alami dihutan itu.
"keluarlah jika tidak ingin aku mengeluarkan otakmu" ucap zura merasakan aura yang asing. Arsha menatap bingung. gadis didepannya memiliki insting yang sangat tajam. tapi sejak kapan?.
"Ra? Lo bicara sama siapa?"tanyanya. seketika sosok berjubah hitam melesat menyerang gadis itu. zura melesatkan 4 belati yang kemudian mengunci pergerakan dari sosok itu. "siapa yang menyuruhmu?" tanya zura dengan aura mencekam.
Jleb!
sebuah jarum menusuk bahu gadis itu. "akh! sialan! ilusi. aku membencinya" ringisnya setelah menyaksikan sosok itu menghilang dari tempatnya.
"Ra? Lo gapapa?" ucap Arsha mencabut jarum dari bahu gadis itu. "kita pulang" ujar zura singkat. Arsha hanya menuruti perkataan gadis itu.
******
"loh? Ra? kenapa?" ucap Lala melihat keadaan zura yang dipapah oleh arsha. "ada orang asing yang tiba-tiba nyerang" ucap Arsha mengantarkan zura ke ruang pengobatan di kekaisaran itu.
__ADS_1
"ck,gw bisa sendiri" ujar zura tetap bersama dengan sifat keras kepalanya itu padahal siapapun yang melihatnya akan langsung tau bahwa tenaga gadis ini telah terkuras.
"Arshani keluar dulu sana,ini urusan cewek" ucap Lala sok dewasa yang malah kelihatan semakin imut. didalam hatinya Arsha sangat ingin menggigit pipi gembul gadis didepannya. tapi ia urungkan karena seimut apapun gadis didepannya,yang ia sayangi tetap gadis yang sedang menatap kosong ke lantai.
"sabar la,gw gigit juga Lo" ucap Arsha bercanda namun berhasil membuat mata lala kini berkaca-kaca. "eh,bukan gitu maksud gw--" ucap Arsha terpotong dengan suara pintu yang ditutup dengan kasar. zura yang mendengarnya pun tersentak dari lamunannya.
"kenapa?" tanyanya.
"keluarkan dulu racun ditubuhmu" ucap Lala. gadis itu kemudian menarik sebagian racun dengan jarum suntik modern. sesekali zura meringis merasakan racun itu dikeluarkan dari tubuhnya.
"udah semua. untung efek nyebarnya lama. sekarang minum ini" ucap Lala menyodorkan minuman dengan warna hijau pekat.
"makasih" ucap zura menghargai pemberian lala. ia meminum teh itu. walaupun agak pahit. "jangan heran kalau teh nya agak pahit. itu Karna sisa racun yang ada ditubuh zura bisa terpancing meluas karena gula yang mengandung glukosa. jadi untuk 1 minggu ini zura gak dibolehin makan permen dulu" ucap Lala panjang lebar namun zura tetap seta dengan tatapan kosongnya.
"Ra? zura? tuan putri Azura!" bentak lala dengan kesal. apa gadis didepannya menulikan pendengaran nya?
"hah? apa?" tanya zura dengan datar.
"akhir-akhir ini zura sering ngelamun. kenapa?" tanya lala melihat hal yang jarang terjadi belakangan ini.
__ADS_1
"gw mau sendiri" ucap zura tak ingin diganggu.
"daripada menyendiri mending kita--'' ucapan lala seketika dipotong oleh zura.
"la,gw pengen sendiri saat ini. kalo ada yang nanyain gw bilang gw sibuk. gabisa diganggu" ucap zura datar. ada apa dengan gadis ini? biasanya ia akan cerewet,menyetok banyak lolipop rasa strawberry dikantongnya dan jika ia ingin,ia akan menghabiskan lolipop itu satu persatu.
wajah gadis yang sebelumnya cerah,bahagia dan manis sekarang tampak suram,tak mempunyai aras dan masam. lala menjadi bingung dengan perubahan sahabat nya ini. ada apa? apa ia punya masalah? jika punya kenapa tidak menceritakan semuanya pada lala? bukankah mereka sudah cukup dekat? lagipula Lala tidak keberatan dengan segala keluh kesah gadis didepannya.
"yaudah,kalo zura butuh lala ada di laboratorium" ucap Lala dengan manis kemudian menutup pintu ruangan itu dengan rapat. "Arsha lebih baik jangan temuin zura dulu. pikirannya lagi kacau" ucap Lala.
arsha mengangguk mengerti lagipula gadis itu masih butuh istirahat bukan? ia harus sabar hingga pujaan hatinya itu membaik.
"yaudah,bilang sama zura semoga cepat sembuh dari aca" ucap Arsha lalu melesat pergi dari sana. lala menggelengkan kepalanya. sepertinya laki-laki itu terlalu mencintai zura.
Lala kembali ke ruangannya. laboratorium. tempatnya selalu bercengkrama dengan segala jenis tanaman obat. ia melanjutkan penelitian nya terhadap tanaman yang baru ia temukan.
di laboratorium,gadis itu memakai jas putih dengan sarung tangan dilengkapi kacamata untuk melindungi matanya dari zat uap yang mungkin bisa menguar dan menyakiti matanya. gadis itu juga memakai masker jikalau ada virus yang menerobos masuk melalui mulut ataupun hidungnya.
lala memasukkan Sempel tumbuhan itu dan memeriksanya melalui mikroskop mini yang selalu ia bawa. lala menemukan hal yang mengejutkan. tanaman ini mampu menyembuhkan sebagian besar jenis luka. namun harus dicampur dengan beberapa tumbuhan lain seperti batu ginjal sapi,serbuk tanduk rusa dan saripati dari bunga Lavender.
__ADS_1
lala menatap takjub. ia akan menjadi ahli medis terbaik dengan bahan alami nan sederhana.