Time Travel Anak Yang Berbakat Ilmu Bela Diri

Time Travel Anak Yang Berbakat Ilmu Bela Diri
Episode 13


__ADS_3

"Sebenarnya Kian sempat mengatakan kalau dia kenal dengan Serigala itu, soal Ryuji dan Yuji saya tidak tau bagaimana caranya mereka bisa ada ditangan bandit itu"


"Bandit?"


"Benar Bandit. Mereka terlihat seperti kultivator tapi melihat dari gerak-gerik mereka bisa ditebak mereka itu bandit amatir tapi juga ahli" Jelas Houlin


"Begitu ternyata. Baiklah apa kalian bisa menjaga si kembar sampai mereka sadar? Aku akan menanyakan soal Serigala itu pada Kian secara langsung" Ucap Yau blak-blakan


"Em? Kembar? Apa itu?" Tanya Ximian


"Waduh!!! Lupa aku!"


"Ah tidak lupakan saja itu" Ucap Yau lalu berlalu pergi sedangkan Ximian dan Houlin hanya bisa saling pandang


***


"Jadi benar kau adalah Kakak Seperguruan Kian?" Yau tak sengaja mendengar cerita yg di ceritakan oleh Yuna kepada Yu yg sedang tak sadarkan diri. Yau mendengar kalau Yuna beringkarnasi disini dan bertemu dengan org yg nama dan wajah nya mirip dengan Guru dan Adik Seperguruan nya


"Ah tidak ano..... Tuan Yau salah dengar saya..... Saya bukan Kakak Seperguruannya yg Tuan maksud... M-Mungkin ada kesalah pahaman disini" Jelas Yuna tergugup


Tanpa permisi Yau langsung saja memeluk Yuna "Kakak Seperguruan aku sangat merindukanmu" Jujur Yau


Yuna memberontak tapi apalah daya Yau yg tubuh nya lebih besar dari Yuna sangat kuat (Yau umurnya udah umur 22 tahun ya ges) "Sial! Sial! Sial!!!! Pelukannya mengingatkan ku pada Adik Seperguruan Yau!!! Padahal! Aku berniat untuk melupakan semua org yg ada di dunia ku dahulu dan hidup damai disini!" Batin Yuna dengan mata yg sedikit berkaca-kaca sambil memberontak


"Benar! Hangat... Sangat hangat.... Mirip seperti pelukan Kakak Seperguruan Kian walau pun dia memberontak" Batin Yau yg tidak peduli dengan Yuna yg sedang memberontak


Yau sangat ingat bagaimana rasa hangat dan nyamannya pelukan Kian ia ingat pelukan itu seperti pelukan seorang Kakak yg akan melindungi adiknya dengan nyawa nya


Bbrraakk.......


Pintu ruangan tersebut di dobrak dengan keras terlihatlah Cian Yi dengan wajah datar lalu berjalan ke arah mereka dan ikut memeluk Kian "Guru Cian Yi? Tidak tidak tidak tidak! Tidak mungkin Guru Cian Yi disini! Mereka berdua hanyalah org aneh yg namanya sama dengan Adik Seperguruan dan juga Guru" Bantah Yuna dalam hati nya

__ADS_1


"Anda benar Yang Mulia dia memang anak anda sangat mirip dengan anda semasa kecil saya berjanji akan menjaga putri anda sampai anda dan Ratu bangun dari tidur panjang kalian" Batin Cian Yi tersenyum


"Le... Pas!!!.... Kan!!!!!!"


Yuna berjalan mundur lalu berkata "Jika aku memang adalah 'Kakak Seperguruan Kian' yg Tuan Yau maksud! Maka katakan! Semua hal-hal kesukaan Kian!" Tegas Yuna sambil menggunakan telunjuk kanannya menunjuk wajah Yau yg sedang berdiri beberapa meter dari nya


"Makanan kesukaan Kakak Seperguruan itu adalah Ramen, dan Pizza, kalau masalah minuman sepertinya Jus Mangga! Pakaiannya pasti selalu bercampur antara Tomboy dan Feminim atau juga pakaian seorang Loli!! Suka berbagi pada anak-anak panti setiap 5 kali setahun!!! Dan membuat kan syal untuk kami Adik Seperguruan setiap 5 tahun sekali!" Jawab Yau yg semua nya memang benar dan meluncur mulus keluar dari mulut nya


"B-Benar itu semua adalah hal-hal yg aku sukai" Gumam Yuna sambil memegangi dagu nya


"Kalau begitu..... "


"Lalu musik dan alat musik apa yg 'Kian' sukai?" Tanya Kian pada Guru Cian Yi


"Blue Bird, Tabidachi No Uta, Kokoronashi, Taki-Taki, Despacito, Call Me By Your Name, Sweet But Psycho, Wellerman, Coffin Dance. Alat musik kesukaannya itu adalah Piano, Biola dan Gitar Listrik" Jawab Guru Cian Yi sambil mengorek telinga nya tanpa peduli padahal dalam hati nya ia sangat senang


"Ah ya ampun benar lagi semuanya adalah hal-hal yg kusukai bagaimana ini?" Yuna nampak bingung untuk menyangkal


"Kau tidak mungkin ingin melupakan Yau dan Aku kan? Kian?"


Ingin rasanya Kian melarikan diri dari sana tapi apalah daya Yu sedang terbaring lemah dalam wujud serigala dewasanya di ranjang Yuna. Dan ia ingin menjaga Yu sampai Yu pulih "Bagaimana caranya kalian percaya benar kalau aku adalah 'Kian' yg kalian maksud?" Tanya Yuna. Ternyata ia sangat keras kepala seperti biasanya. Pikir Cian Yi dan Yau bersamaan


"Itu karena........ " Cian Yi menceritakan awal dari bagaimana ia bisa ada di dunia yg sama dengan Yuna bersama Yau, Yuna sedikit tak percaya tapi ia akan tetap kukuh dalam pendiriannya sepertinya


"Jika memang benar coba bicara dengan bahasa lain!"


"Kau tidak dengar saat aku menyebut judul-judul lagu kesukaan mu!? Itu semua bahasa yg berbeda-beda tau!!! Jangan keras kepala" Ucap Cian Yi menyentuh dahi Yuna


Dalam kepala Yuna muncul 3 ingatan sekaligus yg membuat nya hampir pingsan itu adalah ingatan dari sang pemilik tubuh ingatan asing dan ingatan dirinya di masa lalu (Pas di Zaman Modern gitu ges)


Tempat Kaisar Zuelan (Kalian masih ingat Kaisar Zuelan kan?)

__ADS_1


Kaisar Zuelan sekarang ada di ruang kerja nya saat mengetahui kalau Yuna sudah pergi dari Klan Liao tak menyurutkan semangat nya untuk mengejar nya. Btw apa kalian tau? Kaisar Zuelan adalah Duda anak 1 ia mengejar Yuna itu karena sikap, sifat, karakteristik, dan wajah nya sangat mirip dengan mendiang Istrinya


Drap...


Drap...


Drap...


Derap langkah kaki seseorang terdengar sedang menuju ruang kerja Kaisar Zuelan


Ceklek...


Pintu di buka, di ambang pintu terlihat seorang pria yg memiliki pakaian kuno yg elegan dan cool dengan jubah kerajaan sebagai Pangeran dan sebilah pedang di pinggang pria itu. Rambutnya yg hitam panjang di ikat tinggi mata kanannya berwarna hitam mata kiri nya berwarna putih sedang kan pupil nya kebalikan dari dua warna tersebut (Kira-kira ia seumuran dengan Yau)


Ia berjalan mendekati meja kerja Kaisar Zuelan lalu bertanya dengan amat dingin pada Kaisar Zuelan "Sampai kapan kau hanya duduk diam tanpa turun tangan untuk melakukan pencarian?"


"Bukankah dalam surat itu tertulis kalau dia pergi ke Akademi Daun Salju?" Sambung pria itu


"Dengarlah Zhan! Akademi Daun Salju bukanlah Akademi biasa! Walau peringkat Akademi itu rendah tapi Akademi yg seperti itu sangat sulit untuk dicari" Jawab Kaisar Zuelan sambil memandang putra nya yg bernama Zhan itu


"Mengapa sulit untuk mencarinya?"


"Akademi itu adalah tempat dimana dahulu terjadi nya wabah aneh Akademi itu adalah satu-satunya yg bertahan dari semua yg luluh lantah di sana. Katanya Akademi itu adalah saksi bisu perjanjian dan penawaran dari wilayah Yin dan Yang. Dan hanya org-org tertentu bisa ke sana! Walau sekeras apapun kau mencari kau tidak akan bisa menemukannya lokasi terakhir org pernah melihat Akademi itu ada di Lembah Salju Kematian"Jawab Kaisar Zuelan serius


"Jika memang begitu biar aku yg turun tangan dan pergi ke Lembah Salju Kematian itu" Kaisar Zuelan refleks berdiri dengan ekspresi marah


"Zhan! Ayah melarang keras kau ke Lembah itu!!! Jika kau ke sana kau bisa tiada! Bagaimana jika nanti Ibu mu kembali dan ingatan Ibu mu di masa lalu kembali lalu menanyakan mu!? Apa yg harus ku beritahu pada Ibu mu? Mengatakan bahwa anaknya pergi ke Lembah Salju Kematian dan tiada di sana karena mencari dirinya?! Lalu membuat nya merasa bersalah lalu depresi dan memutuskan bunuh diri untuk melihat mu di alam baka?"


Zhan terdiam ia tak bergeming hanya tangannya yg terkepal kuat sedari tadi ia menepis tangan Ayah nya yg sedari tadi mengguncang bahu nya ia pergi dari ruang kerja Kaisar Zuelan namun baru ingin menutup pintu ia bersuara


"Terserah lah Ayah! Aku tidak takut akan kematian! Setidaknya aku sudah mencari Ibu semampu ku di sana" Lalu ia pergi dan menutup pintu ruangan itu. Sedangkan Kaisar Zuelan hanya bisa memijit barang hidung nya karena keras kepala anaknya

__ADS_1


__ADS_2