Time Travel Anak Yang Berbakat Ilmu Bela Diri

Time Travel Anak Yang Berbakat Ilmu Bela Diri
Episode 44


__ADS_3

"Ya.... Bukan Rubah yg benar itu Phoenix"


Itulah gosip-gosip yg di dengar oleh Zhui, Ayumi, Xiu, Lou Lin, dan Daisuke kemudian Zhui mendekati mereka ber-empat "Benarkan? Apa ku bilang? Phoenix bukan Rubah (Fox)" Ucap Zhui yg kemudian maju melihat kerusuhan yg tengah terjadi


"Hei kau jal*ng!"


...𓆧𓆧𓆧...


"Kau hanya wanita tak berguna di rumah bordil! Sebaiknya pergi saja jika kau tak pergi dari rumah itu maka aku akan---" Perkataan pemuda yg memiliki tanda Fox Angel di pipi nya itu terhenti saat merasakan rasa dingin yg luar biasa


Sswwwiiisss


Sswwwiiisss


Sswwwiiisss


Laohu Tianshi menjejakkan kaki nya yg tanpa alas di jalan, setiap ia berjalan semua hal yg ada di sekitar nya membeku seketika "Geol" Sebut Laohu Tianshi tanpa membuka penutup kepalanya


"Uh? Kakak Pertama? Laohu Tianshi sekaligus Pilar Es?" Kaget Geol yg kemudian menunduk dan menyatukan lutut kanannya di tanah dan meletakkan tangan kiri di dada kanannya


"Kau sebagai Angel langka tak boleh seperti ini Geol" Kata Laohu Tianshi


"Maaf, Kakak Pertama aku tiba-tiba teringat akan kematian Guru dahulu. Walau waktu itu aku masih kecil tapi aku masih ingat jelas saat bagaimana Guru mati mengenaskan"


"Kakak Pertama, Kedua, dan Ketiga tolong maafkan kami juga" 2 org lain mendekat dan melakukan hal yg sama seperti Geol, di pipi mereka terdapat tato Serigala dan Phoenix


"Geol. Kau yg tertua dari mereka jangan membuat contoh buruk mengerti? Masalah kau mengingat kematian Guru, bukan kah aku sudah bilang cara mengatasi nya?" Tanya Laohu Tianshi mengintimidasi sampai sinar kebiruan muncul di salah satu matanya seakan ingin membunuh Geol


Geol merasa tak nyaman "Mohon... Maafkan aku Kakak Pertama"


"Wah.... Mereka 3 Angel itu? Ya ampun mereka sangat tampan! Ah andai mereka bisa tunduk di bawah ku"


"Hah!! Mereka tak akan pernah bisa tunduk padamu! Lihat lah dirinya sangat MENJIJIKKAN!!"


"Kalau begitu coba kau rayu salah satu dari mereka"


"Huh!? Baik! Kau pikir aku takut!?"


Wanita berpakaian minim Itu mendekat ke arah Laohu Tianshi "Tuan tolong kendalikan amarah Anda ini tempat umum~" Kata wanita itu memeluk lengan Laohu Tianshi dan menempelkan dada nya

__ADS_1


"Apa mau mu?" Tanya Geol kesal melihat wanita disamping Laohu Tianshi


"Oh?! Apa saya bicara pada Anda?? Heh! Maaf tapi--- ugh!?" Perkataan wanita itu terhenti saat merasakan es yg membeku di kaki nya, es itu sudah menjalar di lutut nya


"Wanita murahan!" Hina Laohu Tianshi yg langsung membuat wanita itu beku seketika


"Geol, ajak Gein dan Giriu ke tempat biasa, untuk kalian berdua tolong beres kan masalah disini" Hawa dingin masih terpancar walau Laohu Tianshi sudah keluar dari pasar


"Baik... Kakak Pertama" Jawab mereka berdua


"Sebaiknya kita pergi sekarang" Ajak Zhui


...***...


"Kenapa pergi? Senpai tak ingin bicara dulu dengan mereka?" Tanya Xiu


"Aku ingin, tapi.... Ini belum waktu nya" Jawab nya tersenyum


"Haaah aku kembali semuanya" Kata Rong Yi dalam wujud Siluman Rubah berekor sembilan berwarna cream, sambil melayang turun di hadapan Zhui dan yg lainnya


***


***


"Oh? Kau sudah kembali? Bagaimana perjalanan nya?" Tanya Ayumi


Rong Yi sudah menghilangkan telinga serta ekor Rubah nya, hanya matanya yg berwarna merah serta rambut nya yg berwarna cream "Ya semua nya baik-baik saja tapi...... Saat kesini aku tak sengaja melihat seseorang di hutan dekat akademi dengan wujud Siluman Serigala Putih. Ku lihat dia tengah muntah darah" Jelas Rong Yi


"Benarkah? Kau... Yakin?" Tanya Ayumi yg terlihat cemas


"Iya..... Begitulah kira-kira kenapa memangnya?" Tanya Rong Yi balik heran


Ayumi tak memedulikan pertanyaan Rong Yi ia menautkan jari-jarinya satu sama lain "Sebagai Elf langka yg tersisa, aku meminta bantuan pada tanah, tanaman, rumput, dan pohon untuk merasakan keberadaan seseorang dalam wujud Siluman Serigala Putih yg tengah muntah darah sekarang. Ku mohon beritahu padaku!" Ayumi berlutut dengan terus menautkan jari-jarinya sambil menunduk dan menutup mata layaknya memohon


Tiba-tiba tanah di sekitar mereka bergetar dan muncul tanaman akar rambat dan seperti ingin menunjukkan tempat yg Ayumi inginkan "Ikutilah kami.... Tuan... Putri.... Pangeran ada...... Di... Dekat..... Kita Putri..... Kita.... Harus.... Segera.... Menyembuhkan...... Pangerang....... Putri.... " Ucap rambat-rambat itu tersendat-sendat ini memang sudah terjadi sejak dulu tanaman rambat tak bisa berbicar


"Pa... Ngeran?" Gumam Ayumi


"Pangeran? Apa mungkin itu adalah Zhan? Tapi... Zhan tidak memiliki wujud Siluman Serigala Putih. Sudahlah! Ayumi tunjukkan jalannya!" Seru Zhui, Ayumi mengangguk

__ADS_1


Mereka kemudian berlari mengikuti Akar rambat yg ada di depan Ayumi, Ayumi merasakan firasat buruk "Nande? Korehananina no ka kibungawaruidesu ka? Hontōni shinpaidesuga, dare ni? Fū! ? (Kenapa? Aku merasakan firasat buruk ada apa ini? Aku benar-benar cemas tapi pada siapa? Siapa!?)" Batin Ayumi memegangi dada nya yg berdetak kencang


"Putri..... Kita... Hampir sampai..... Di tempat..... Pangeran.... Mohon percepat langkah anda" Kata akar rambat itu mempercepat gerakan nya, yg lain pun ikut mempercepat lari mereka


*Sampai tujuan


"Kkyyaa! ! ! ! ! Hō-Hōrin-kun! Hōrin-kun! Okiru! ! Onegaidesu! ! Okiru! ! Nanika mondaidesu ka! ! ! Oshiete! ! (Kkyyaa!!!!! Ho-Houlin-kun! Houlin-kun! Bangun!! Ku mohon!! Bangunlah!! Ada apa dengan mu!!! Katakan padaku!!" Tangis Ayumi memeluk Houlin yg mulut nya bersimbah darah


"Haah.... Haah.... Aku.... Terkena.... Racun..... " Jawab Houlin tak berdaya


Daisuke segera memeriksa denyut nadi Houlin "Denyut nadi nya sangat lemah, seperti nya ia terkena racun tingkat tinggi" Tutur Daisuke


"Hhuuaa!!!!! Houlin!!!! Hiks... Hiks... " Ayumi memeluk Houlin semakin erat


"Daisuke-kun apa ada cara untuk menyembuhkan racunnya?" Tanya Zhui, Daisuke mengangguk lemah


"Ada cara nya tapi.... Bahan-bahan untuk menyembuhkan racun ini lumayan langka" Ucap Daisuke


"Apa... Apa saja... Bahan-bahan nya?" Tanya Ayumi menoleh ke arah Daisuke


"Ginseng berusia 5000 tahun, bunga Lili Putih yg masih kuncup, air mata Naga, darah para Dewa, dan..... Darah para Siluman Serigala Putih" Ucap Daisuke lemah membuat Ayumi merasa lemah sedikit


"Maaf... Dulu aku.... Bertindak seperti itu..... Aku.... Hanya.... Ingin.... Bersamamu Ayumi.... Uhuk.. Uhuk.. "


"Jangan banyak bicara!!! Kau bisa mati kalau begini"


"Daisuke, kau ahli racun menurutmu berapa lama Houlin bisa bertahan?" Tanya Zhui serius


"Kalau melihat kondisi nya sekira nya...... Dia bisa bertahan 1-2 hari bersyukur lah ia bisa bertahan selama itu karena jika itu kultivator atau manusia biasa mungkin mereka akan mata dalam hitungan menit" Jawab Daisuke


"Ginseng berusia 5000 tahun, bunga Lili Putih yg masih kuncup 2 bahan itu ada di belakang rumah ku bahkan sangat banyak" Tutur Lou Lin


"Ah iya benar!! Kita bisa mengambil 2 bahan itu di belakang rumah mu" Balas Rong Yi


"Air mata Naga? Aku bisa meminta itu pada Mao Long" Ucap Xiu mengepalkan tinju kanan dan meletakkan nya di dada serta tangan kiri berkacak di pinggang


"Darah para Dewa.... Aku bisa ke Dunia Atas dan bertemu para Dewa, Darah para Siluman Serigala Putih aku rasa..... Aku tahu siapa yg cocok" Kata Zhui tenang melihat ke arah Ayumi


"Hiks... Terimakasih, terimakasih, terimakasih hiks... " Ucap Ayumi mengucapkan terimakasih sebanyak 3 kali

__ADS_1


__ADS_2