
Prok
Daisuke menepuk tangan nya sekali sambil berbicara dengan perasaan senang"Ah ya hampir lupa! Jiwa Kaisar dan Permaisuri terdahulu bereinkarnasi beberapa kali dan kehilangan ingatan tentang hal-hal yg berhubungan dengan Neraka"
"B-Benarkah?" Tanya Iblis Pemberontak terkejut dengan sedikit perasaan senang
Daisuke mengangguk lalu melipat tangannya di dada dengan masih tersenyum "Ya tentu saja itu benar aku sudah bertemu dengan Permaisuri terdahulu tapi dengan Kaisar aku belum bertemu mungkin sebentar lagi akan bertemu. Walau belum pernah melihat wajah Kaisar terdahulu yg sekarang (yg bereinkarnasi bukan yg memimpin Neraka sekarang) aku bisa merasakan aura Kaisar Neraka sedikit walau samar" Jelas Daisuke Panjang lebar, hanya panjang lebar bukan panjang kali lebar kali tinggi kali luas kali volume kali keliling:v
"Syukurlah..... " Lirih Iblis Pemberontak itu terduduk bersamaan sisa Asap Mawar Biru mulai mereda dengan rambat Mawar yg mulai melepaskan Jiwa Houlin
🍃🍃🍃
"Apa kau mau bertemu mereka?" Tanya Daisuke melompat dan duduk di samping jiwa Houlin yg tertidur lelap tanpa beban sedikit pun
"A-Apa bisa?" Tanya Iblis Pemberontak ragu²
Daisuke mengangkat satu alis nya lalu berucap "Tentu saja. Kenapa tidak?" Iblis Pemberontak nampak ragu
"Nanti saja aku harus kembali ke Neraka dulu akan ku temui lagi nanti" Sendu Iblis Pemberontak hilang menjadi serpihan-serpihan bayangan
"Apa dia terlihat atau terdengar mencurigakan tadi?" Tanya Daisuke pada wanita yg ada dalam pikirannya
"Tidak, ia terlihat dan terdengar jujur, tidak ada sedikit pun kebohongan hanya saja....... " Wanita itu menjeda kalimat di akhir kata
"Apa?"
"Ia terlihat ragu saat kau mengajak nya untuk bertemu dengan Kaisar dan Permaisuri terdahulu" Jawab serius wanita yg ada dalam pikiran Daisuke
"Ah... Begitu ya... "
"Ngomong² kau harus mengobati jiwa Houlin jiwa nya bisa hilang nanti" Kata wanita yg ada dalam pikiran Daisuke membuyarkan lamunan Daisuke tentang Iblis Jiwa
"Iya² aku tau ngomong² bagaimana Ayumi sekarang?" Tanya Daisuke
"Dia baik² saja ia sudah tidak kesakitan dan sudah tertidur pulas" Jawab wanita itu
"Baiklah. Bagaimana cara mengobati jiwa nya?"
"Haah.... Kita butuh bahan-bahan yg kau sebutkan saat bertemu dengan Houlin pertama kali" Jawab wanita dalam pikiran Daisuke (episode 44)
"Kita hanya punya waktu sehari lagi sebelum bulan mulai naik Houlin bisa di pastikan tiada saat itu" Kata sang Wanita
Daisuke berdecak "Ck aku akan hubungi Zhui menyuruhnya untuk cepat" Kata Daisuke. Ia keluar dari alam bawah sadar Houlin dan kembali ke tubuh asli nya
Lalu ia menutup mata demi berkomunikasi dengan Zhui "Zhui? Zhui? Kau dengar aku?"
__ADS_1
...Tempat Zhui saat ini...
"Kau sudah bangun sayang?" Zhui mengangguk
"Ibu Ayah Zhui sudah harus pergi lagi, apa kalian akan tetap di sini?" Tanya Zhui sedih
"Sedikit, kami tinggal disini dulu sedikit lebih lama" Jawab Yin Yui
"Hmh... Baiklah kalau begitu eh--??" Ia kaget saat mendengar suara seseorang memanggil namanya
"Zhui? Zhui? Kau dengar aku?"
"Ah! Daisuke!" Seru nya dalam batin
"Ya-Ya aku dengar.... Apa ada sesuatu yg terjadi?" Tanya Zhui mengernyitkan keningnya
"Cepat lah kembali dengan yg lain waktu tidak banyak, aku bisa perkirakan kalau Houlin bisa mati sebelum matahari tenggelam" Jawab Daisuke serius
"Eh? Ah baiklah aku akan segera kembali" Balas nya mematikan telepati yg sudah di dahului oleh Daisuke
"ibu.... "
Yin Yui mengangguk "Kalau begitu Zhui pergi!" Sebelum pergi Chang'e mendekatinya
"Baiklah" Jawab Zheilan
"Ayo Zhui'er!" Seru Chang'e menarik tangan Zhui dengan dia masih duduk di bulan sabit nya
***
"Kenapa Zhui lama ya?" Tanya Rong Yi memakan nasi dengan lauk pauk di depannya
"Tunggu saja dia akan segera datang" Balas Lou Lin tenang
"Zhui Jiejie pasti akan segera kembali, Rong Jiejie tenang saja" Timpal Lie Lin tersenyum
***
"Aku bilang aku tidak mau!!! Menyingkir dari ku!!!" Teriak Xiu lari-lari dari Liang
Liang mengejar Xiu sana-sini, itu jadi tontonan bagi Ryuga, Ryugou, Yu, Yin Hin, dan Yang Lou "Sebenarnya kenapa jadi begitu?" Tanya Yang Lou lucu (versi chibi)
Slurp......
"Ah itu katanya mereka sedang bertengkar dan Nona meminta untuk membantu mereka berdamai" Jawab Ryugou santai
__ADS_1
"Ah teh hijau ku habis, yg di teko juga sudah habis aku akan buat lagi" Ucapnya pergi ke dalam mansion untuk membuat teh hijau dengan wajah datar (versi chibi)
"Ano..... Nona..... Xiu?" Ryuga berinisiatif mendekati Xiu
Xiu berhenti lalu bertanya dengan sebal "Apa?"
"Bagaimana kalau.... Kita bertiga bicarakan di gazebo sana?" Tanya Ryuga menunjuk gazebo yg terlihat nyaman dan indah apalagi gazebo itu terlihat dekat dengan danau yg ada Bunga Teratai nya di sana
"Tidak!/Ya!" Xiu dan Liang menjawab secara bersamaan dengan jawaban berbeda
Ryuga menghela nafas mengusap wajah kecil nya "Tenang, tenang, aku harus tenang" Batin Ryuga mengelus dada
"Yu!"
Hening..
"Yu!!"
Sebal...
"YYUUUU!!!!!!!" Teriak Ryuga sambil menyerang dengan api nya
"Argh!!"
"Apa sih?!" Tanya Yu kesal dalam wujud anak umur 5 tahun sedari tadi
"Bantu aku dasar an***g!!" Teriak Ryuga menarik telinga serigala Yu
"Aaarrgghhh!!!! Baik! Baik! Baik! Aku bantu! Aku bantu! Sekarang lepaskan tangan mu dari telinga ku!!!"
"Ini cukup menyenangkan" Batin Ryugou santai sedikit tersenyum samar sambil menyeruput teh hijau di cangkir nya
***
Tok tok
"Ah itu pasti Zhui Jiejie!! Biar Lie saja yg buka!" Girang Lie Lin kesenangan
Saat membuka pintu Lie Lin terkejut dan berteriak
"Kkyyaa!!! Gege!!!---"
Rong Yi dan Lou Lin yg sedari tadi hanya duduk-duduk menunggu Zhui dan Lie Lin masuk terkejut mendengar teriakan Lie Lin
"Lie!!"
__ADS_1