Tobat (Aku Seorang Pendosa)

Tobat (Aku Seorang Pendosa)
Bab 13.


__ADS_3

Suci menoleh dan kaget.


"Gery!"


Suci berseru dan dia kaget melihat Gery tiba-tiba muncul dihadapannya. Bagus, Zaki dan Aisyah juga melihat ke arah Suci dan Gery. Mereka bertanya-tanya siapa pria tersebut. Sepertinya Suci dan pria tersebut saling mengenal.


"Suci, kau di sini rupanya. Aku sibuk mencarimu kemana-mana!" Gery kabur dari kejaran polisi dan dia sibuk mencari keberadaan Suci karena sebab teman-teman Suci maka sekarang akibatnya Gery menjadi buronan polisi. Sungguh beruntung Gery bisa menemukan Suci di tempat tersebut.


Gery tidak melepaskan genggaman tangannya. Suci terpaku dan tidak bisa bergerak rasanya. Dia kaget melihat Gery tiba-tiba muncul.


Bagus segera melerai. Dia tidak suka jika ada yang menyentuh Suci. Bagus memang tidak tahu siapa pria tersebut, tetapi dia merasakan gejolak di dalam dadanya serasa bergemuruh. Dia segera datang menolong Suci dan menepis tangan Gery, sehingga tangan Suci bisa terlepas.


"Kau siapa? kenapa mengganggu, Suci?" tanya Bagus.


Suci terlihat ketakutan. Dia bersembunyi di belakang Bagus. Aisyah dan Zaki juga segera mendekat demi menolong Suci juga.


Gery menatap tidak suka kepada Bagus.


"Kau yang siapa? jangan ikut campur urusan aku dengan Suci!" bentak Gery.


"Kau yang pergi menjauh. Sudah jelas Suci tidak menyukai kemunculan dirimu di sini! " suara Bagus naik satu tingkat lebih tinggi.


"Aku adalah kekasih Suci, jadi menyingkirlah kalian semua!" Gery nampak marah. Dia ingin segera menyeret Suci dan membawanya.


Bagus, Aisyah, dan Zaki kaget mendengar hal tersebut. Suci sendiri membulatkan kedua bola matanya.


"Bohong! aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi!" Suci membantah perkataan Gery.


"Hahahaha." Gery tertawa. Dia segera mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Terlihat sebuah foto. Ternyata foto Gery dan Suci sewaktu dulu pernah menjadi sepasang kekasih. Foto tersebut terlihat mesra sekali, disaat itu Suci belum mengenakan hijab, berbeda dengan sekarang sudah berhijab dan memakai gamis.


Aisyah, Bagus, dan Zaki kembali kaget melihat foto tersebut. Bahkan Suci sendiri kaget, ternyata Gery masih menyimpan foto mereka dahulu. Sedangkan Suci sudah lama mengubur dan melupakan kisah tentang mereka berdua setelah Gery berkhianat dan berselingkuh dari belakangnya hingga akhirnya mereka putus.


Suci segera menggeleng, Aisyah, Zaki dan Bagus menatap ke arah Suci. Bahkan Bagus sendiri merasa nyeri di dalam hatinya. Terasa sakit. Dia serasa tidak sanggup mengetahui kebenaran tersebut. Bagus berharap kalau Suci menyangkal hal tersebut.


"Kalian lihat foto ini! ini Suci dan aku. Kami pasangan kekasih. Suci pergi menghilang begitu lama, dan baru sekarang aku menemukan dia. Kalian jangan ikut campur urusan kami!" Gery kembali memperingati mereka.


"Tidak! aku dan Gery sudah lama berakhir. Dia mengkhianati aku dan meninggalkan aku, di saat itulah aku terpuruk dengan berbagai masalah. Memilih bunuh diri karena tidak ada siapa pun disisiku, aku sendirian!" Suci mulai terisak. Dia masih bisa mengingat semua kejadian memilukan dikehidupannya yang lalu.

__ADS_1


Aisyah dan Bagus teringat akan kejadian di mana mereka pernah menolong Suci yang mau bunuh diri. Aisyah dan Bagus kemudian membenarkan perkataan Suci. Mereka mempercayai Suci dan tidak begitu saja percaya dengan Gery.


Gery mengepalkan tangannya. Dia kesal. Dia mau balas dendam kepada Suci, karena Gery menganggap semua yang menimpa dirinya adalah ulah Suci.


"Sebaiknya kau pergi saja dan jangan mengganggu Suci! kami semua percaya dengan Suci!" Aisyah mengatakan dengan tegas.


Bagus juga terus melindungi Suci yang ada di belakangnya bersembunyi.


"Pergilah!" ucap Bagus pula.


Gery tidak mau, tetapi dia melihat mobil polisi melintas. Gery ketakutan ditangkap, dia pun lalu berlari kabur. Suci menghela napas panjang. Aisyah, Bagus dan Zaki pun bernapas lega sekarang sambil mengucapkan kata Alhamdulillah. Kini mereka semua segera kembali ke pondok pesantren.


***


Semenjak kejadian tersebut, Suci merasa was-was. Dia cemas. Apalagi dia teringat terakhir kali Sofia dan Vira berkata, kalau mereka membantu semua masalah Suci dan dalang semuanya adalah Gery. Gery pun tertangkap polisi gara-gara ketahuan semua kejahatannya serta karena transaksi narkoba. Namun, sekarang kenapa Gery malah muncul di hadapan Suci? Jangan-jangan Gery kabur dan mencari Suci karena ingin berniat jahat.


Suci menjadi tidak tenang. Kegelisahan Suci bisa terlihat oleh Aisyah. Aisyah pun bertanya ada apa sebenarnya. Suci akhirnya menceritakan semua kisahnya kepada Aisyah. Bagi Suci, Aisyah adalah teman baik sekaligus saudara juga, karena itu Suci menceritakan semua kejadian sebelumnya bagaimana. Kisah masa lalu Suci semua diceritakan kepada Aisyah.


Aisyah kini mengerti semua cerita tentang Suci, baik  itu masa lalu Suci serta kehidupannya yang dahulu. Keluarga, narkoba, pekerjaan Suci, dan bahkan tentang Gery serta kedua teman akrab Suci sebelumnya, kini Aisyah sudah tahu semua. Suci menceritakan secara jujur kepada Aisyah.


"Baiklah. Aku sekarang mengerti, Suci." Aisyah tersenyum lembut dan memeluk Suci dengan erat seakan memberikan kekuatan kepada Suci. Berkat semua masalah dalam hidup itulah maka Suci pernah terjerumus ke benda haram sejenis narkoba. Syukurlah kini Suci tidak berkubang di dalam dosa itu lagi.


"Terima kasih, Aisyah. Ini berkat dirimu yang dahulu menolongku dan selalu membantuku hingga kini." Suci meneteskan air mata.


"Sudah. Lupakan masa lalu, Suci. Sekarang kalau kemana-mana tidak boleh sendiri, ya. Aku cemas pria itu akan datang lagi," ucap Aisyah.


"Iya, Aisyah." Suci menganggukkan kepalanya.


Kedua wanita tersebut tidak sadar kalau Bagus juga ikut menyimak semua percakapan mereka berdua. Tadinya Bagus ingin melihat keadaan Suci, dia cemas karena kejadian semalam yang bertemu dengan Gery. Namun, saat dia tiba, Aisyah dan Suci sedang berbincang di kamar Aisyah. Bagus tidak sengaja mendengar saat lewat melalui jendela kamar yang ada di kamar tersebut. Kini Bagus pun sudah tahu semua cerita lengkap dari Suci.


Bagus tidak jadi menemui Suci. Dia sudah mendengar semua. Seketika Bagus merasa ada rasa cemburu dihatinya, karena tahu masa lalu Suci dan Gery benar adanya. Bagus tahu itu hanya masa lalu, tetapi dia tetap cemburu, karena dia membayangkan Suci yang berpelukan mesra dengan Gery, seperti foto yang dilihatnya sewaktu Gery menunjukkan foto Suci dan Gery di masa lalu.


Bagus merasa tidak enak hati. Dia mengajar para santri tidak fokus dan itu berlangsung selama beberapa hari. Makan tidak enak dan tidur pun tidak nyenyak. Hanya sewaktu beribadah maka Bagus akan lebih tenang. Bagus banyak berdoa demi ketenangan hati dan jiwanya. Dia tidak mau terjebak dalam dosa.


Suatu siang setelah selesai mengajar para santri dan selesai makan siang. Zaki datang mendekati Bagus.


"Gus, Bagus!" beberapa kali Zaki memanggil, tetapi Bagus seakan tidak mendengarkan.

__ADS_1


Akhirnya Zaki menepuk-nepuk pundak Bagus. Barulah Bagus menoleh.


"Ada apa?"


"Dari tadi dipanggil kok gak dengar sih?"


"Kenapa? kau ada perlu denganku, Zaki?"


"Belakangan ini aku lihat kau nampak berbeda, emang ada apa? apa ada yang terjadi sesuatu, ya?" Zaki melirik teman sekamarnya tersebut. Bagus dan Zaki teman sekamar. Mereka berdua sama-sama mengajar di pondok pesantren tersebut. Keduanya teman baik.


"Aku sedang memikirkan Suci." Bagus spontan mengatakan. Sebenarnya dia keceplosan. Bagus tidak biasanya mengatakan isi hatinya. Dia hanya suka mengatakan isi hatinya hanya kepada Kiyai Yusuf.


"Hah? apa?!" Zaki kaget tentunya. "Serius kau, Gus?"


"Eh, salah. Emangnya tadi bahas apa, ya?" Bagus sebenarnya tidak fokus.


"Cie ... jadi kau jatuh cinta dengan Suci, ya. Ayo, jujur saja. Tadi sudah keceplosan kok. Aku dengar ya. Pantas saja belakangan ini gak fokus. Eh ada yang jatuh cinta." Zaki menutup mulutnya. Dia tertawa cekikikan. Bagus menundukkan kepalanya. Dia merasa malu.


"Diamlah!" Bagus segera berlalu pergi meninggalkan Zaki. Dia mau salat, Zaki pun segera menyusul Bagus untuk salat zuhur.


***


Gery menyelinap masuk ke pondok pesantren Ar-Rahman. Dia waktu itu mengikuti rombongan Suci, Aisyah, Bagus, dan Zaki yang kembali ke pesantren. Gery memantau selama beberapa hari ini. Dia mau mempelajari seluk beluk tempat tersebut. Kini dia merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk beraksi.


Di saat semua sibuk beribadah, Gery menyelinap. Dia melihat Suci yang baru selesai salat. Cepat-cepat Gery menyerap Suci sebelum dilihat oleh orang lain. Dia menyerang Suci dari belakang dengan menutup mulut Suci. Suci menginjak kaki Gery dan tangan Gery terlepas.


Suci melihat ke belakang. Dia kaget melihat Gery ternyata yang menyerang dirinya.


"Gery? kau mau apa?"


"Kau sekarang gak bisa lepas, Suci! aku akan menangkapmu! " mata Gery nampak mengerikan, Suci ketakutan.


Gery segera memukul tengkuk Suci hingga dia pingsan, Suci yang mau menjerit minta tolong malah tidak sempat dan kini dia pingsan.


Gery tersenyum senang. Namun, Rara dan Kania muncul mereka kaget melihat Gery segera membopong Suci.


"Tolong!!"

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀


Mari dukung ya gaes 🤗 kasih like dan komentar ya. Selamat berpuasa ya untuk semuanya 🤗🙏


__ADS_2