
Bagus Pratama, kebetulan sedang lewat dan mendengar suara orang yang minta tolong. Dia melihat seorang gadis sedang dikejar oleh dua preman. Bagus segera mendatangi dan berniat menolong gadis tersebut. Gadis tersebut adalah Suci. Suci ketakutan karena dikejar oleh dua preman. Saat dia tersudut, Bagus datang menolong Suci.
Kedua preman mendengar suara Bagus mencegah mereka yang mau berniat jahat kepada Suci. Kedua preman tersebut melihat Bagus.
"Siapa kau, hah? jangan ikut campur urusan kita!" bentak preman pertama.
"Hajar saja, Bro." Preman kedua mengusulkan untuk menghajar saja.
Suci yang ketakutan segera pindah ke tempat yang lebih aman. Bagus dan kedua preman akhirnya baku hantam. Syukurlah Bagus ternyata jago berkelahi, sehingga dia bisa melawan kedua preman tersebut walaupun dia hanya sendirian melawan dua preman.
Baku hantam terjadi di antara mereka. Perkelahian cukup sengit. Akan tetapi, perkelahian tersebut akhirnya dimenangkan oleh Bagus. Kedua preman kemudian kabur melarikan diri.
Setelah aman, Bagus mendekati Suci dan memberikan tas Suci yang terjatuh di tanah. Suci dengan takut-takut menerima. Bagus melihat penampilan Suci. Pantas saja dia diganggu karena memakai pakaian ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya serta terlihat seksi. Hal tersebut bisa mengundang kejahatan.
"Jangan takut, Neng. Aku orang baik-baik. Ini tasnya." Bagus menyerahkan tas Suci.
Suci menerima tas miliknya, "Terima kasih."
"Lain kali berpakaian yang lebih tertutup, Neng. Pakaianmu terlalu mengundang mata laki-laki yang pada akhirnya bisa berniat jahat kepadamu. Gunakan pakaian tertutup yang longgar saja." Bagus memberikan nasihat.
Suci tersinggung. Dia malah marah kepada Bagus yang sudah berbaik hati menolongnya.
"Jangan menceramahi aku! kau bukan siapa-siapa bagiku! permisi!"
Suci terlihat jutek sekali kepada Bagus. Bagus hanya bisa mengelus dada. Sudah ditolong malah gadis itu yang sewot kepadanya. Padahal Bagus hanya menyarankan dan memberi nasihat baik untuk gadis tersebut. Suci meninggalkan Bagus begitu saja, Bagus hanya bisa menggelengkan kepalanya karena melihat sikap Suci. Bahkan Bagus berpesan agar hati-hati, tetapi Suci tidak memedulikannya.
***
Setelah mencari ke sana kemari dengan cukup lama, akhirnya Suci menemukan rumah sewa kontrakan yang pas. Sederhana dan murah. Di tempat itulah sekarang Suci tinggal.
Suci mulai menata hidupnya dan memikirkan apa yang dia harus lakukan. Akhirnya Suci memutuskan segera menyelesaikan SMA, karena dia sekarang tingkat akhir jadi harus segera fokus untuk ujian.
Mulai hari itu Suci menggunakan sisa uang dan tabungan untuk bertahan hidup, bayar sewa rumah untuk setahun, beli keperluan sehari-hari, dan untuk makan juga. Suci juga mulai fokus belajar.
Hari demi hari pun berlalu. Suci bersekolah dan mengikuti ujian. Alhamdulillah, nilainya cukup memuaskan. Suci pun akhirnya lulus SMA. Suci kemudian mulai kuliah sambil bekerja sambilan demi biaya hidup dan biaya kuliah. Beberapa tahun berlalu, selama 4 tahun kuliah, Suci akhirnya bisa juga lulus dari perguruan tinggi dengan nilai yang cukup baik.
Kini Suci sedang sibuk mencari pekerjaan yang pantas. Namun, belum ada satu pun pekerjaan yang dia dapatkan. Padahal begitu banyak tempat kerja yang didatangi oleh Suci. Belum ada yang membuahkan hasil.
__ADS_1
Selama belum mendapatkan pekerjaan tetap, Suci masih bekerja sambilan seperti dahulu. Apa saja dilakukannya demi biaya bertahan hidup. Yang penting halal. Hingga suatu hari Suci bertemu dengan Gery.
Gery adalah pria yang Suci kenal saat dia sedang duduk di halte bus karena mau mencari pekerjaan. Gery melihat kecantikan Suci dan kepolosan gadis tersebut. Dia pun mengajak berkenalan dan berteman. Gery juga menawarkan pekerjaan untuk Suci.
Suci yang senang kalau ada pekerjaan untuknya, tentu saja langsung setuju dan bahagia. Mereka pun deal dan akan bertemu di hari berikutnya. Keduanya langsung bertukar nomer ponsel.
Keesokan harinya.
Gery bertemu dengan Suci kembali. Gery mengajak Suci menjadi foto modelnya. Dimulai hari itulah, Suci bekerja sama dengan Gery. Awalnya masih canggung dan belum terbiasa, tetapi lama-lama menjadi mahir dan terbiasa. Pasang surut dan naik turun mereka jalani bersama.
Dewi keberuntungan pun berpihak kepada Suci, dia pun menjadi foto model yang mulai tenar. Akhirnya Suci sukses menjadi seorang model kelas atas selama beberapa tahun ini. Gery dan Suci pun sekarang malah menjadi sepasang kekasih.
Kedua sejoli tersebut memadu kasih sambil bekerja sama dalam pekerjaan. Gery sebenarnya dulu hanya seorang fotografer biasa. Namun, berkat Suci sekarang Gery pun mulai melambung tinggi namanya menjadi fotografer yang terkenal juga.
Semenjak sukses, keduanya makin tidak tahu arah. Sering ke club malam. Lingkungan di sekitar mereka seperti minum-minum, pesta narkoba, dan **** bebas. Bahkan agama jauh dari Suci. Tidak pernah sholat dan mengaji. Dia semakin jauh dan tersesat.
Gery berkali-kali mengajak Suci berhubungan intim, tetapi Suci selalu menolaknya, karena Suci takut dengan hubungan yang terlalu terikat. Dia dari keluarga broken home, jadi untuk menikah, hubungan serius, punya anak, dan masalah ranjang adalah ketakutan terbesar.
Dia tidak mau kelak mengalami nasib seperti keluarganya dahulu yang berantakan kembali. Apalagi Gery belum tentu akan menikahi Suci, karena mereka hanya sepasang kekasih.
Suatu malam, keduanya sedang mabuk berat. Suci dan Gery baru saja mendapatkan job besar sehingga merayakan dengan minum-minum di club malam. Pulangnya mereka dalam keadaan mabuk. Gery kembali mengajak Suci untuk melakukan hubungan intim, tetapi Suci kembali menolak.
Gery dan Suci sangat kaget. Mereka tidak menyangka bakal menabrak orang.
"Gery ... mampus aku! aku menabrak orang!"
Suci menangis dan Gery segera menenangkan.
"Tenang sayang, kita pergi saja. Kan, tidak ada yang lihat. Ayo kabur saja!"
Gery mengganti posisi dengan memegang setir kemudi mobil. Mereka pun kabur dari tanggung jawab. Seharusnya melihat korban dan membawanya ke rumah sakit. Namun, mereka malah melarikan diri.
Semenjak kejadian tersebut, Suci selalu dihantui rasa bersalah. Dia hidup tidak tenang. Gery dan Suci jadi sering ribut dan bertengkar. Gery lama-lama merasa bosen dengan Suci.
Suci pun merasakan kalau hubungan dia dan Gery makin merenggang. Apalagi permintaan Gery untuk berhubungan intim dengan Suci selalu ditolaknya, membuat Gery jadi ingin memutuskan hubungan dengan Suci.
Suci bisa merasakan perubahan dari diri Gery yang berbeda kepadanya. Akhirnya, Suci tahu kalau Gery berselingkuh dibelakangnya. Ternyata Gery berselingkuh dengan model baru yang baru saja terjun ke dunia modeling.
__ADS_1
Gery berjanji akan membuat gadis muda tersebut menjadi terkenal menggantikan Suci. Suci yang mendengar tentu saja sakit hati. Tega kekasihnya berkhianat dibelakangnya.
Suci dan Gery akhirnya putus. Suci pun melarikan masalahnya ke minuman dan narkoba. Dia seakan ketagihan dengan dunia malam dan pesta narkoba. Narkoba dan minuman membuat dirinya lupa akan semua masalahnya. Membuat dirinya seperti fly.
Gara-gara hal tersebut membuat karier Suci berantakan. Hidup Suci menjadi kacau. Bahkan dia akhirnya kecanduan narkoba. Karier Suci pun berakhir, dia kehilangan pekerjaan dan ketenarannya.
Hal ini membuat Suci semakin depresi. Di saat itulah, Vera dan Sofia muncul kembali dan mengajaknya ke club malam untuk senang-senang.
Mereka bersenang-senang di club tersebut. Berdansa, minum-minum, dan pakai narkoba. Polisi datang menggerebek ke tempat tersebut, karena ada yang melaporkan, ada pesta narkoba di club tersebut. Suci, Vera dan Sofia segera kabur. Akan tetapi, Vera dan Sofia malah meninggalkan Suci di club tersebut.
Syukur saja Suci berhasil kabur sendirian, kalau tidak dia pasti akan mendekam di penjara. Suci sudah cukup trauma dulu sewaktu SMA pernah menginap di sel kantor polisi, walaupun hanya semalam. Akan tetapi, dulu karena di bawah umur ketahuan ke club malam. Kalau sekarang karena mereka mabuk dan pesta narkoba, ini pasti hukumannya tidak akan semalam menginap di sel.
Suci berlari sejauh mungkin yang dia bisa. Syukurlah, dia selamat. Suci pun tertidur di sembarang tempat di jalanan.
Esoknya Suci bangun, segera kembali pulang. Setelah terkenal, Suci mempunyai sebuah apartemen mewah. Di apartemen tersebut dia tinggal selama beberapa tahun belakangan ini. Suci pun langsung pulang untuk mandi. Begitu dia sudah segar dan sarapan pagi, Suci begitu kaget dengan berita di televisi dan koran yang menyatakan kalau Suci adalah pelaku tabrak lari serta pemabuk dan pengguna narkotika.
Kini hidupnya tidak tertolong lagi. Suci menangis histeris. Kali ini dia benar-benar tidak bisa bangkit lagi. Suci jadi ketakutan. Dia tidak tahu harus bagaimana. Dalam kebingungannya, Suci hanya berpikir lari.
Suci segera mengemasi beberapa pakaian dan membawa uang untuk berjaga-jaga. Dia pun segera kabur.
Di saat sudah terpuruk, Suci tidak tahu harus ke mana. Dia menelepon Gery, tetapi tidak ada jawaban. Menelepon Vera dan Sofia sama saja. Tidak ada satu pun yang mengangkat teleponnya. Suci ketakutan dan kebingungan.
Kini Suci berada di sebuah tepi jalanan yang berada di atas jembatan. Dia merasa semua sudah berakhir dan tidak ada siapa pun yang ada bersamanya. Semua meninggalkan dan mengabaikannya.
Suci menangis di pinggir jembatan. Dia mau melompat saja mengakhiri hidupnya. Di bawah begitu banyak mobil dan kendaraan yang melintas. Suci sudah gelap mata dan melihat tidak ada harapan lagi untuknya. Kembali tidak akan membuat hidupnya lebih baik. Kembali hanya akan membuat hidupnya menderita saja.
Suci memilih mati saja. Dia sudah menyerah akan hidup yang sangat tidak ada kebahagiaan ini. Suci menangis. Dia menangisi hidupnya. Dia menderita.
Suci bersiap mau melompat. Namun, sebuah suara melarangnya.
"Jangan!"
Aisyah dan Bagus yang kebetulan melintas melihat Suci yang mau melompat. Mereka segera berlari ke arah Suci dan mencegahnya bunuh diri.
šššš
Yuk mari dibaca dan dikomentari ya š¤
__ADS_1
Mari dukung ya gaes š¤ kasih like ya. Selamat berpuasa ya untuk semuanya š¤šš