Tobat (Aku Seorang Pendosa)

Tobat (Aku Seorang Pendosa)
Bab 8.


__ADS_3

Aisyah dan Kiyai Yusuf sangat terkejut melihat kondisi keadaan Suci. Aisyah begitu prihatin. Aisyah dan Kiyai Yusuf hanya bisa mengucapkan istigfar.


Kondisi Suci masih terikat, tetapi dia melukai diri sendiri dengan membuat tangannya terluka. Suci gigit sampai luka dan berdarah. Kemudian dia hisap darahnya. Sungguh begitu mengerikan.


"Hentikan Suci. Ini tidak boleh!" Aisyah berseru.


"Ya Allah. Ayo, cepat kita tolong!" Kiyai Yusuf segera menolong Suci.


Kiyai Yusuf berusaha menolong. Aisyah juga menolong Suci. Mereka melarang Suci menggigit dan menghisap darah sendiri. Suci melakukan hal tersebut karena dia sudah sangat candu, tidak ada cara lain menghilang candunya selain cara tersebut. Darahnya sudah terkontaminasi benda haram tersebut sehingga Suci merasakan darah tersebut seperti ganja saja. Dia pun merasa fly.


Aisyah dan Kiyai Yusuf melihat Suci sudah lebih tenang. Aisyah segera mengobati luka-luka Suci serta darahnya. Usai dibersihkan kemudian diberikan obat, selanjutnya di bungkus perban.


Aisyah menatap sedih ke Suci. Kiyai Yusuf paham akan perasaan Aisyah. Kiyai Yusuf menepuk pelan pundak Aisyah. Aisyah menatap ayahnya. Kini Suci sudah tertidur. Aisyah dan Kiyai Yusuf meninggalkan dia di kamar sendirian.


"Abah, bagaimana ini sekarang?"


"Ini sudah gawat, Aisyah. Kita bawa saja ke ahlinya."


Aisyah sedih. Dia sangat ingin menolong Suci.


"Abah, kita kurung saja lagi Suci beberapa hari lagi. Selanjutnya kita lihat bagaimana ya, Abah." Aisyah memohon kepada ayahnya.


"Baiklah. Akan tetapi, jika semakin parah bawa Suci ke ahlinya atau ke tempat rehabilitasi."


"Baik Abah."


Aisyah tersenyum. Kali ini dia akan berusaha keras membantu Suci.


Beberapa hari kemudian, Suci masih saja di kurung di kamar. Dia menangis, menjerit dan marah-marah. Suci juga melempar beberapa barang. Karena tidak terkendali, kali ini Suci kembali di ikat. Bukan hanya tangan dan kakinya, tetapi juga mulut pun ikut diikat. Ini dilakukan agar Suci tidak lagi melukai dirinya sendiri.


Jika hendak makan, Aisyah dengan sabar memberikan makan. Suci menolak, tetapi Aisyah terus berusaha memberikan makan hingga akhirnya Suci makan juga. Saat keadaan mulai kumat, maka Suci akan kembali diikat. Mau dia menangis, menjerit atau memohon dilepaskan, Aisyah tetap dengan pendirian agar Suci bisa terlepas dari ini semua.


Jika Suci kelelahan menangis, marah-marah dan menjerit maka dia akan diam sambil menangis. Saat itulah Aisyah akan Salat didekat Suci dan mengaji juga didekat Suci. Aisyah melakukan hal tersebut agar membuat Suci semakin tenang dan bisa tidur. Aisyah ingin Suci sembuh dan bebas dari benda haram atau perbuatan dosa tersebut.


Begitulah seterusnya sampai hampir sebulan. Suci awalnya tidak bisa menahan diri, rasanya sangat tersiksa sampai mau mati saja rasanya, tetapi lama-lama Suci mulai membaik. Akhirnya setelah cukup lama Suci seperti itu, dia lama-lama mulai bisa menahan diri. Suci lama-lama menjadi lebih tenang. Apalagi Aisyah mengajak Suci salat dan mengaji bersama.


Suci pun akhirnya tergerak hati dan dirinya untuk belajar agama. Aisyah tersenyum melihat perubahan dari Suci. Aisyah benar-benar bekerja keras, walaupun dia harus menggunakan waktu lama. Akan tetapi, Aisyah begitu sabar dan terus berusaha hingga dia menuai hasil yang memuaskan.


Saat ingin baik Aisyah dan Suci baru saja belajar Agama Islam. Aisyah menunjukkan cara salat dan mengaji. Suci sebenarnya belum pandai, tetapi dia hanya mengikuti gerakan Aisyah serta apa yang Aisyah ucapkan.


Tiga bulan berlalu.


Suci kini sudah lebih baik. Dia sepertinya sudah benar-benar lepas dari kecanduannya. Aisyah pun senang. Akan tetapi, Suci masih belum pandai dalam ibadah. Akhirnya Aisyah meminta pertolongan dengan Bagus.

__ADS_1


Bagus awalnya menolak, tetapi berkat bujukan Aisyah serta perintah dari Kiyai Yusuf akhirnya Bagus mau juga.


"Tolong ya Mas Bagus. Bantu Aisyah mengajari Suci belajar agama Islam. Biar dia lebih dekat dengan Islam, bisa salat dan mengaji." Pinta Aisyah.


"Tapi Aisyah, sebaiknya kau saja. Kalian kan sama-sama wanita. Akan lebih baik denganmu saja, Aisyah." Bagus agak keberatan.


"Aisyah juga maunya begitu, tetapi sepertinya Suci hanya mengikuti gerakan Aisyah saja. Dia selalu lupa apa yang harus diucapkan. Tolong ya, Mas." Aisyah sangat berharap agar Bagus mau.


"Sudah Nak Bagus, lakukan saja," ujar Kiyai Yusuf kepada Bagus.


"Baiklah, Kiyai." Akhirnya Bagus mau karena mendengar perkataan dari Kiyai Yusuf.


Semenjak saat itulah, Bagus mulai mengajari Suci. Setiap sore setelah Bagus memberikan materi kepada anak-anak santri, maka sorenya dia akan mengajari Suci.


Suci awalnya tidak mau belajar dari Bagus, karena Suci merasa kurang nyaman. Suci lebih memilih bersama Aisyah. Namun, apa boleh buat, keduanya harus melakukannya. Bagus menurut ke Kiyai Yusuf dan Suci karena diminta oleh Aisyah.


Seharusnya Suci sudah pandai, tetapi dia hanya sebagai pendengar saja saat bersama Aisyah. Saat praktik malah Suci masih salah terus. Oleh sebab itulah, Bagus sekarang yang mengajari Suci.


Keduanya duduk berhadapan dan hanya terhalang Maja kecil. Bagus mengajari hal dasar dahulu kepada Suci. Huruf-huruf hijaiyah diajarkan oleh Bagus kepada Suci. Suci mendengarkan Bagus walaupun sebenarnya dia terlihat malas.


"Jangan hanya didengar atau dilihat, tetapi ucapkan juga!" perintah Bagus. Jika saat mengajar Bagus akan berubah ke mode tegas sekali.


Suci merasa berhadapan dengan guru killer saja.


Suci mendesah dan nampak malas.


Deg.


Suci merasakan Bagus begitu berbeda saat mengajar. Apa ini karena dia yang menjadi muridnya Bagus saat ini? Jadi Bagus sangat galak kepada Suci.


"Fokus Suci. Fokus!" kembali Bagus berseru.


"Jangan galak-galak kenapa sih, Ustadz." Suci mulai cemberut.


"Ustadz? sejak kapan kau memanggilku dengan sebutan Ustadz?"


"Sejak menjadi guruku."


"Padahal kau lebih galak daripada aku sebelumnya." Tatap tajam Bagus.


Suci merasa aneh dengan perkataan Bagus. Dia mengerutkan keningnya.


"Maksudnya?"

__ADS_1


"Sepertinya kau sudah lupa ya? Siapa yang mengamuk dan marah-marah hingga tangan seseorang luka. Tanganku kau gigit. Siapa juga yang ditolong dari preman malah dia juga yang marah-marah? Siapa coba?" Bagus mencoba mengingatkan. Sekarang Bagus yakin pernah melihat dan bertemu dengan Suci sebelumnya.


Ternyata Suci adalah gadis yang waktu itu dia tolong dari dua preman. Suci terbengong dan mulai mengingat semuanya. Seketika wajahnya memerah. Dia menahan malu.


"Maafkan aku." Suci menundukkan kepalanya.


Bagus mendengar permintaan maaf dari Suci. Dia pun mulai luluh.


"Iya. Tidak apa-apa. Tapi, mulai sekarang ubahlah penampilanmu, Suci." Bagus menyarankan.


Suci melihat dirinya sendiri.


"Apa yang salah?"


"Jangan pakai pakaian ketat dan terbuka. Jangan pakai pakaian sembarangan. Pakai hijab yang benar, jangan seperti ini masih terlihat rambutnya. Pakai baju yang sopan dan lebih longgar," ucap Bagus kepada Suci.


Suci sampai terbuka mulutnya dengan lebar hingga membentuk huruf O bulat.


"Aku tidak punya pakaian seperti itu. Ini saja aku pinjam selendang orang." Lirih kata Suci.


Bagus menghela napas panjang. Suci hanyaΒ  menundukkan kepalanya.


"Pinjam pakaian Aisyah saja. Nanti baru kau beli sendiri untuk dirimu."


Suci pun akhirnya menuruti Bagus. Suci langsung berlari mencari Aisyah. Bagus kaget melihat tingkah Suci. Suci pun menemukan Aisyah yang baru saja selesai belajar.


"Kenapa Suci?" Aisyah mengerutkan keningnya.


"Pinjam pakaian dan hijab Aisyah, boleh kan?" tatap Suci penuh harap.


Aisyah menganggukkan kepalanya. Dia tersenyum.


Aisyah memberikan tiga sampai empat helai pakaian dan hijabnya untuk dipakai oleh Suci. Dia juga membantu Suci memakainya.


Beberapa saat kemudian, Suci berjalan dan mendekati Bagus. Bagus masih menunggu Suci di ruangan tempat mereka belajar huruf hijaiyah tadi. Terdengar langkah kaki mendekat, Suci pun memanggil Bagus.


"Ustadz ...."


Bagus menoleh ke asal suara dan sungguh tidak percaya dia, bidadari mana ini yang muncul dihadapannya.


"Bagaimana Ustadz? bagus gak?"


Bagus malah tertegun dan terdiam melihat Suci.

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Mari dukung ya gaes πŸ€— kasih like dan komentar ya. Selamat berpuasa ya untuk semuanya πŸ€—πŸ™πŸ™


__ADS_2