TOBATNYA PRIA SEJATI

TOBATNYA PRIA SEJATI
TERKEJUT


__ADS_3

Setelah makan malam, David langsung pulang ke rumah besar memenuhi panggilan Nenek Anna yang masih berniat menjodohkan David dengan Ineke.


David sudah sampai di rumah besar tepat pukul delapan malam. Ternyata tamu agung itu sudah datang di rumah dan nampak sedang berbincang di ruang tamu.


Dengan santainya David masuk ke dalam rumah Nenek Anna dengan menyapa semua orang yang ada di sana dan berjalan menuju ruang tengah.


"David, sini Sayang," panggil Nenek Anna yang trelihat sangat cantik malam itu di usianya yang sudah semakin senja.


Kedua orang tua David juga ada di sana. Memang, sepertinya mereka sudah sepakat untuk menjodohkan David yang sebentar lagi akan berulang tahun dan tak kunjung membawa calon istri pilihannya sendiri.


David kembali dan duduk tepat di smaping Nenek. Gadis manja di depannya itu adalah Ineke. Beberapa hari yang lalu, mereka sempat berkenalan juga di sebuah restaurant.


"Ya Nek," jawab David dengan sopan.

__ADS_1


"Ini keluarga besar Ineke, datang kembali, untuk menanyakan kelanjutan hubungan kalian," ucap Nenek Anna pelan.


"Hubungan?" tanya David dengan cepat.


Baru juga satu kali bertemu dan sama sekali tidak ada hubungan apapun. Lagi pula di hati David sudah terisi cinta dan kasih sayang orang lain.


Nenek Anna menatap Daid dengan bingung.


"Bukannya kalian lanjutkan dari pertemua kemarin?" tanya Nenek Anna pelan kepada cucu tersayangnya itu.


"Tidak. Sama sekali gak ada kelanjutan. Lagi pula, David masih bisa cari wanita yang cocok untuk mendampingi David, bukan dia. Maafkan David bila bicara ketus dan apa adanya begini. David hanya tidak ingin ada kesalah pahaman di masa yang akan datang," ucap David denagn suara tegas dan lantang.


"Kau tidak ingat usiamu sudah berapa?" teriak Papa Wijaya, Ayah kandung David.

__ADS_1


"David memang sudah dewasa dan sudah waktunya menikah. Tidak perlu di pertemukan apalagi sampai di jodohkan. David sudah punya pilihan sendiri, dan David harap, Papah dan Mama menghargai pilihan David. Terutama untuk Nenek Anna, biarkan David memilih pasangan hidup David sendiri. David banyak berubah karena gadis itu," ucap David lirih. Nada suatanya menjadi pelan dan sedikit lemah namun terdengar tegas bukan terdengar seperti ketakukan.


"Oke!! Bawa gadis itu ke rumah ini, jika memang dia pantas, maka kamu boleh menikahi gadis pilihan kamu. tapi, jika menurut Papah itu tak biak, maka kamu harus ikuti perintah dan kemauan Papah," titah Papah Wijaya tegas.


Ucapannya keras dan tegas. Tak ada yang boleh memberontak semua keinginan Papah Wijaya. Tapi untuk masalah ini, Papah Wijaya harus tunduk dengaan keinginan Nenek Anna.


"Nenek setuju dengan permintaan Papah akmu, Davidd. Bawalah kemari dan perkenalkanlah, gadismu itu di keluarga ini. Kami akan menilainya, kalau sesuai, makan perjodohan dengan Ineke akan di batalkan tapi kalau gadis itu kurang cocok dengan kamu, maka Ineke akan menikah dengan kamu sehari setelah acara ulang tahun kamu. Paham?" titah Nenek Anna dengan sara bergetar mengambil keputusan.


Ini semua harus di lakukan, mengambil keputusan dnegan cepat untuk kelancaran semua aset Baskoro Group yang hanya bisa di teriam oleh David.


"Suka atau tidak suka. Cocok atau tidak cocok itu bukan urusan David. Urusan David adalah memilih pasangan yang tulus dan mencintai David apa adanya tnpa ada embel -embel Baskoro. David hanya ingin di cintai, di layani sepenuh hati dan setulus hati oleh pasangan David nantinya. Bukan mencari pasangan yang banyak menuntut," ucap David tegas.


David langsung bangkit berdiri dan masuk ke dalam ruang tengah menaiki anak tangga menuju kamar tidurnya yang lama tak di pakainya.

__ADS_1


Semenjak kejadian malam itu, David merasa berdosa seklai pada Yoan, dan emmutuskan mencari gadis itu yag ternyata mengandung anaknya, hasil perbuata David.


david hanay ingin menebus kesalahannya padaYoan, dan mencintai Yon selamanya dan hidup bahagia dengan kedua anak kembanya yang mirip sekali dengannya.


__ADS_2