TOBATNYA PRIA SEJATI

TOBATNYA PRIA SEJATI
TETAP KAMU PILIHANKU


__ADS_3

Acara pagi ini berjalan dengan lancar. David sukses membuat Yoan cemburu dan sedikit kecewa saat David berdekatan dengan Ineke, wanita yang sedang di jodohkan kepadanya.


"Kau tidak ikut makan, Yoan. Banyak makanan di sana?" tanya Nenek Anna pelan.


"Gak Nek. Terima kasih. Yoan masih kenyang," ucap Yoan pelan sambil menyusui Ratu di kursi taman belakang.


Pekerjaannya sebagai asisten pribadi Nenek Anna belum di jlankan dengan maksimal.


"Saya berkumpul di sana dulu. Kamu kalau mau istirahat, masuk saja, di kamar tamu yang tadi. Kamar itu untuk kamu. Biarkan nanti pelauan mengisi kamarmu dengan pakaian bayi kembar dan pakaian terbaik untuk kamu," ucap Nenek Anna tegas.


"Jangan Nek. Tidak usah. Itu merepoykan Nenek Anna dan keluarga. Yoan lebih senang hidup apa adanya saja, dan sederhana," ucap Yoan pelan menjelaskan.


"Itu adalah bayaran untuk kamu sebagai uang muka menjadi asisten pribadi saya, Yoan. Kamu tidak boleh menolak," ucap Nenek Anna lembut.

__ADS_1


Nenek Anna sudah menganggap Yoan sebagai cucunya sendiri. Ia pun pergi meninggalkan Yoan sendiri yang sedang menyusui dan berkumpul dengan semua teman -temannya.


"Hai sayang. Jadi pengen kembali menajdi seorang bayi, atau tukar posisi menjadi Ratu," ucap David tiba -tiba yang membawakan satu piring siomay yang lengkap denagn aroma bumbu kacang yang sangat sedap.


"Mas David ... Bukannya ...." ucapan Yoan langsung di sela oleh David.


"Apa? Bukannya apa?" tanya David tegas.


"Ekhemmm ... Kan lagi acara keluarga?" tanya Yoan pelan.


:Diam dan makan, biar anakku tidak kelaparan karena Ibunya gak mau makan," ucap David tegas.


Yoan hanya tersenyum kecut. Semua laki -laki selalu sama. Yoan pikir DAvid aan berbeda tapi ternyata sama saja. Ia berhasil membuat Yoan kecewa untuk kesekian kalinya dan merasakan terbakar api cemburu yang sangat panas sekali. Melihat kebersamaan David dan Ineke yang terlihat romantis dan cocok sebagai pasangan yang sempurna.

__ADS_1


"Jangan cemburu. Coba percaya dengan Mas. Kita pasti bersama," ucap David selalu meyakinkan Yoan.


Yoan menggelengkan kepalanya pelan.


"Kita beda kasta, Mas. Lihat ini semua akan jadi milik kamu, dan aku? Aku terbiasa menjadi erempuan biasa dan sederhana," ucap Yoan pelan.


"Kamu harus belajar menjadi istri seorang miliyarder. Lagi pula, kamu berdandan alami beinijuga tak lantas membuat Masmeninggalkan kamu, kan?" ucap David meyakinkan.


"Orang tuamu? Nenek Anna? Adik perempuan kamu? Mereka tahunya aku adalah seorang pekerja. Asisten pribadi yang baru bekerja dengan khusus di perbolehkan membawa anak," ucap Yoan pelan.


"Tugas mereka hanya erestui saja. Bukan ikut campur memutuskan apa yang telah menjadi pilihan Mas, keputusan Mas itu bulat dan tidak bisa di ganggu gugat. Sampai kapan pun, Mas akan membela kamu, bukan yang lain. tInggalah di sini, agar nantinya kamu terbiasa hingga acara pernikahan kita bulan depan," pinta David dengan suara tegas.


"Hah? Bulan depan? Mas yakin bisa dapat restu dalam waktu singkat. Yoan bukan perempuan single, Yoan sudah punya anak bahkan anak Yoan itu kembar," ucap Yoan lugu.

__ADS_1


"Sayang ... Mereka anak kita. Bukan anak kamu saja, tapi juga anak Mas. Mereka berhak atas ini semua," ucap David tegas.


Yoan hanya bisa menatap lekat David yang tiba -tiba langsung mencium pipi Yoan dengan mesra. David tak peduli kata orang yang mungkin melihat perlakuannya kepada Yoan saat ini.


__ADS_2