
"Kamu ada hubungan apa dengan cucuku?" tanya Nenek Anna dengan suara sedikit sinis.
Yoan menunduk dan sama sekali tak berani mengangkat wajahnya. Apalagi bertatap muka dengan Nenek Anna.
"Beberapa kali, kalian terlihat mencari celah untuk bersama dan terlihat mesra. Kau lupan? Kau di sini itu siapa? David itu siapa? Lagi pula kamu perepuan yang sudah memiliki anak, mana pantas bersanding dengan Cucu Nenek yang gagah, ganteng, mendekati sempurna itu. Jangan - jangan kau hanya ingin mengincar hartanya saja," ucap Nenek Anna ketus apa adanya.
"Maafkan Yoan, Nek. Yoan janji tidak akan seperti itu lai. Yoan akan lebih berhati -hati dan menjaga jarak dengan Pak David, cucu kesayangan Nenek," ucap Yoan meminta maaf dengan nada memohon.
Mata Nenek Anna begitu tajam menatap Yoan.
"Ingat kasta kamu, dan David. Jangan coba -coba menggoda cucu Nenek. Kamu tahu? David sudah Nenek jodohkan dengan Ineke. Walaupun Nenek juga kurang suka, tapi hanya Ineke yang melengkapi semua syarat dai keluarga Baskoro," ucap Nenek Anna penuh dengan keterpaksaan.
__ADS_1
"Pak David dan Mbak Ineke sangat cocok sekali, Nek. Mereka serasi dan sesuai dengan harapan keluarga ini. Mbak Ineke cantik, tinggi seperti model. Pak David sendiri juga ganteng, gagah, seperti cover boy. Jadi cocok gitu lihatnya," ucap Yoan memuji. Kalau boleh jujur, dadanya bergemuruh kesal dan ada rasa sesak di dalamnya.
Nenek Anna hanya tersenyum penuh arti tepat Yoan menatap Nenek Anna.
"Tentu saja. Pilihanku tak pernah salah. Semua aku pilih berdasarkan bobot, bibit dan bebetnya agar tetap terjaga keselarasan keluarga Baskoro," ucap Nenek Anna terdengar sinis dan ketus.
Tumben sekali cara bicara Nenek Anna seperti ini. Padahal biasanya Nenek Anna termasuk wanita anggun yang baik hati dan lembut dalam bertutur kata. Tidak pernah kasar. Tidak pernah membentak dan tidak pernah menghina.
"Apa urusan denganmu?" tanya Nenek Anna semakin terdengar ketus dan ingin tahu.
Yoan dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berkata, "Tidak ada Nek."
__ADS_1
"Bagus. Jadi, jangan pernah tanyakan hal itu lagi padaku. Paham?" ucap Nenek Anna sedikit menasehati dengan nada bicara menggertak.
Yoan hanya mengangguk pasrah. Mungkin, memang kasta antara dirinya dan David tidak akan pernah berdiri tegak lurus selaras dan seimbang. Tentu akan timbangan yang jomplang karena berat sebelah.
Tak lama kedua bayi kembar itu menangis dan Yoan memohon ijin untuk menyusui kedua bayi itu bergantian.
Nenek Anna hanya menatap Yoan hingga tubuh mungil itu menghilang di antara bunga dan tanaman di taman menuju teras samping rumah besar itu.
Acara ulang tahun David tinggal dua minggu lagi. Keputusan ada di tangan David sendiri. Nenek Anna dan kedua orang tua David tak pernah memaksakan apapun lepada David. Karena, David bisa berubah seperti sekarang ini saja mereka sudah bersyukur. David yang berani meninggalkan masa lalu yang kelam dan dunia hitamnya.
Seolah semua berubah menjadi baru. David yang saat ini adalah David yang ramah, penuh senyum dan lembut. Walaupun sikap arogan dan dinginnya masih melingkupi karakter David yang sesungguhnya. Tapi, setidaknya, David bisa berubah dan benar -benar menjadi orang yang lebih baik.
__ADS_1
Ini yang membuat semua orang takjub da kagum. Banyak orang terpesona dengan David yang sekarang.