TOBATNYA PRIA SEJATI

TOBATNYA PRIA SEJATI
DAVID GUGUP


__ADS_3

Nenek Anna mulai mencicipi makanan buatan Yoan. Merek duduk berdua saja di ruang makan yang begitu luas. Ruangan yang menurut Yoan bisa di buat tiga kamar.


Perhatikan saja detil barang -barang yang ada di sana semua terlihat bagus, elegan dan tentunya sangat mahal. Yoan harus berhati -hati jika benar, bekerja di tmpat ini. Bisa -bisa ia tidak akan pernah gajian karena kecerobohannya dan memecahkan beberapa barang yang ada di rumah ini tanpa sengaja.


"Enak sekali? Kamu seorang koki?" tanya Nenek Anna menatap Yoan dan menyeruput kuah soto betawi yang masih panas dan mencicipi isian di dalamnya. Ada telur rebus, ayam suir dan emping, lengkap seklai mirip seperti soto betawi yang di jual di restaurant langganan Nenek Anna.


"Bukan Nek, saya hanya orang biasa," ucap Yoan dengan sopan.


Yoan menatap Nenek Anna yang terlihat sangat menikmati. Kedua bayi kembarnya masih bermain dengan mainan yang ada di stoler. Yoan sengaja memberikan mainan yang di gantung di bagian ataas stoller dengan musik yang bisa membuat bayi tertidur.


"Nenek ... Tamunya datang jam berapa, David mau pergi dulu ya? Mau cari sarapan," ucap David dengan suara keras yang berjalan dari arah belakang Yoan dan menghampiri Nenek Anna sambil mencium pipi orang tua itu tanpa tahu ada Yoan di sana. Karena, rumah David itu memang sering kedatangan tamu, atas permintaan Nenek Anna, jadi david sama sekali tidak ekpikiran itu Yoan.


"Soto betawi ini, enak banget, mau coba?" tanya Nenek Anna sambil menyuapkan satu sendok kuah soto itu ke dalam mulut David dan David menagngkat wajahnya tepat saling bertatapan dengan Yoan.


Tatapan keduanya lekat, tajam dan bingung. David yang bingung dengan keatangan Yoan ke rumah ini. Yon sendiri bingung kenapasamapi di rumah David.


"Yoan?" ucap David lirih.

__ADS_1


"Mas David," jawab Yoan lirih dan nampak sedikit gugup.


Nenek Anna langsung menatap keduanya. Tatapn David, cucunya kepada Yoan yang terlihat berbeda dari tatapan David kepada setiap perempuan yanga datang ke rumah ini termasuk kepada Ineke, gadis yang akan di jodohkan kepadanya.


"Kalian kenal?" tanya Nenek Anna pelan.


David langsung terbatuk. Ia tersedak kuah soto yang tertahan di kerongkongannya sejak tadi.


Yoan mengangguk pelan. Anggukannya tampak ragu dan kurang bersemangat. Yoan hanya takut, David malu mengakui mengenalnya.


"Hallo Raja, Ratu, apa kabar hari ini? Kalian lucu sekali," ucap David polos membuat Nenek Anna menatap lekat ke arah David dan Yoan secara bergantian hingga membuat Yoan malah tertegun malu.


Yoan menundukkan kepalanya dan tak berani menatap wajah Nenek Anna.


"Kalian sudah kenal?" hanya pertanyaan itu yang mampu Nenek Anna ucapkan. Ia penasaran dengan sikap keduanya yang seolah menutupi sesuatu.


"Kenal Nek. Yoan ini pernah kerja di perusahaan,' ucap David pelan. Ia menatap Yoan yang tak berani menatap David.

__ADS_1


David tak bisa jujur pada Neneknya sendiri. Ada sesuatu yang berat utuk di ungkap. tentu, pernyataan David barusan membuat Yoan yakin, David masih sama seperti dulu. Lelaki kaya itu tak akan mungkin berubah dalam waktu singkat. Mengakui Yoan dan kedua anaknya saja, lidahnya terasa kelu dan sedikit gugup.


"Ohh ...." jawab Nenek Anna pelan. Ia kembali melanjutkanmenikmati soto betawi itu hingga habis tak bersisa.


David juga mulai menggendong Raja dan Ratu secara bergantian. Menciumi pipi temben kedua bayi itu dnegan pebuh kasih sayang. Semua pandangan itu tak luput dari kedua mata Nenek Anna. Nenek Anna hanya mengangguk anggukkan kepalanya dan segera mencari tahu tentang Yoan da bayinya.


"Mulai hari ini, kamu bekerja di rumah ini sebagai asisten pribadi Nenek. Mau?" tanya Nenek Anna pelan.


"Asisten pribadi Nenek? Apa pekerjaannya Nek?" tanya Yoan pelan. Ia bingung, menjadi asisten pribadi itu seperti apa?


"Nanti Nenek akan jelaskan. Kamu suka dnegna bayi itu, Vid?" tanya Nenek Anna begitu menggoda David.


David langsung meletakkan bayi itu di stoller dan kembali berjalan ke arh Nenenk Anna.


"Bukankah David memang suka dengan bayi?" ucap David pelan.


"Oh ya? Nenek malah baru tahu," ucap Nenek Anna tersenyum penuh arti membuat David malah jadi salah tingkah sendiri dan seseklai menatap Yoan.

__ADS_1


__ADS_2