
David mengunci pintu kamar tamu yang kini di tempati oleh Yoan dan segera membuka pakaiannya dan ingin bermain main dengan Yoan secara singkat.
Adrenalin David terpacu hingga aliran darahnya berjalan naik ke ubun ubunnya. Setiap melihat lekuk tubuh Yoan, David mudah sekali memburu dan ingin memadu asmara.
"Mas ... Kalau ada yang tahu, bisa habis aku di marahi ileh Nenek Anna," ucap Yoan pelan.
David hanya tersenyum dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua gunung yang besar dan empuk itu.
"Arghhh ... " teriak Yoan sambil mendesah. David segera menutup mulut Yoan dengan telapak tangannya tanpa menghentikan aktivitasnya di bawah sana.
Tok ... tok ... tok ...
"Yoan? Kamu di dalam," panggil Nenek Anna dengan suara lantang dan keras sambil mengetuk pintu kamar Yoan berulang kali.
David melepas hisapannya di dada Yoan dan mendongakkan kepalanya menatap Yoan dan pintu kamar yang sejak tadi di ketuk.
__ADS_1
Peluh mereka sudah mengumpul banyak dan membuat tubuh mereka basah. Baru dua menit mereka menggerakka tubuh mereka dengan cepat. Padahal David tinggal menggapai titik terakhir menunggu waktu yang pas. Ternyata, kefokusannya harus ambyar dan nafsunya hilang seketika.
David melepaskan pelukan di tubuh Yoan dan bergegas mengambil pakaian yang bercecer di lantai dan segera masuk ke kamar mandi.
Yoan yang amsih terengah - engah mencoba menarik napas panjang dan menghembuskan perlahan. Lalu memakai pakaiannya lagi dan merapikan riasan wajahnya dan rambutnya.
Cling ...
Yoan sudah cantik dan wangi seperti tadi. Wajahnya terlihat ceria dan membukakan pintu kamar lalu terdrnyum lebar.
Nenek Anna mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar itu. Kamar yang nampak sepi, padahal tadi saat Nenek Anna lewat di depan kamar Yoan sempat terdengar suara orang berbincang dan teriakan kecil. Nenek Anna langsung masuk ke dalam dan mengendus aroma wangi yang sama persis dengan wangi parfum David.
"Kamu lihat David?" tanya Nenek Anna pelan sambil berjalan ke arah dua box bayi kembar untuk melihat si kembar yang lucu itu tertidur.
"Gak Nek," jawab Yoan berbohong dan mengekor Nenek Anna.
__ADS_1
Ting ...
Saat Nenek Anna berjalan tentu akan melewati ranjang sebelah kiri. Di sana boxer David tertinggal di lantai. Bisa gawat bila ketahuan.
Yoan langsung berlari kecil dan berpura -pura menuju meja rias dan mengambil ponsel lalu duduk di tepi ranjang.
Kakinya menggapai boxer David dan menjepit dengan jari kakinya lalu di masukkan ke kolong tempat tidur.
Gerakan itu begitu cepat. Tapi kedua mata Nenek Anna tak kalah cepat menatap apa yang baru saja di lakukan oleh Yoan.
"Apa yang kamu lakukan barusan Yoan?" tanya Nenek Anna tegas. Ia berjalan menghampiri Yoan.
Kedua mata Nenek Anna bagaikan mata elang yang begitu rajam dengan insting yang sangat kuat. Nenek Anna berjongkok dan saat kepalanya menunduk untuk melihat apa yang di sembunyikan oleh Yoan. Raja dan Ratu menangis keras secara bersamaan hingga membuat Nenek Anna terkejut.
Beliau segera berjalan untuk melihat kedua bayi kembar lucu itu. Saat membalikkan badannya, Yoan langsung mengambil boxer itu dan di sembunyikan di bawah bantal miliknya.
__ADS_1
Memang butuh skill yang hebat untuk bisa menutupi hubungan mereka. David seolah belum mau menagkui Yoan. Padahal setiap bicara pada Yoan, ia selalu berjanjinakan menikahi ibu dari kedua anaknya.