
Seminggu kemudian ...
Kehidupan Yoan berubah drastis. Semula yang hidup pas -pasan dan harus bekerja keras meninggalkan kedua bayi kembarnya demi memenuhi kebutuhan hidup. Sekarang Yoan merasa hidupnya di ratukan berada di rumah besar milik Nenek Anna, walaupun ia hanya bekerja sebagai asisten pribadi Nenek Anna.
Pekerjaan tidak terlalu sulit. Hanya memasak dan menyiapkan makanan khusus yang di buat sesuai list yang di jadwalkan. Tidak hanya itu Yoan juga selalu mengingatkan Nenek Anna untuk tetap rutin meminum obat.
Yoan hanya merasa sedikit aneh selama berada di tempat ini. Ia merasa bukan bekerja tetapi hanya merawat Nenek Anna. Sama seperti ia merawat kedua bayi kembarnya.
Pagi ini seperti biasa, Yoan sudah sibuk memasak di dapur. Sesuai jadwal yang di buat, Nenek Anna menginginkan nasi campur sambal pecel. Agak rumit memang karena teman -teman untuk di piringnya akan lebih banyak.
"Pagi sayang," ucap David pelan sambil memeluk Yoan dari belakang. Satu ciuman mendarat di pipi Yoan.
Yoan menoleh ke arah David dan melotot.
"Kalau ada yang lihat gimana?" ucap Yian kesal. Mood memasaknya mulai hilang karena kedatangan David yang tiba -tiba.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih, Sayang?" tanya David cuek. David semakin gemas dan menguyel -uyel Yoan.
"Udah sana pergi," titah Yoan kesal. Kedua mata Yoan beredar melihat situasi di sekitarnya yang agak membuatnya tegang dan cemas.
Yoan tidak mau di anggap sebagai perempuan yang aji mumpung atau mengganggu lelaki kaya seperti David.
"Calon istri Mas berani mengusir Mas dari rumah Mas sendiri?" goda David yang yerus menciumi leher Yoan.
Tak ada satu pun pelayan yang masuk ke dapur itu dan semuanya tampak aman -aman saja.
"Mas ... Yoan lagi masak. Lebih baik Mas lihat Raja dan Ratu, siapa tahu nangis," titah Yoan tegas.
Yoan paling tidak suka jika sedang memasak di ganggu bisa salah resep atau salah memasukkan bumbu dapur karena gagal fokus. Apalagi yang menggoda David yang selalu membuat tybuh Yoan bergetar tak karuan bila berlama -lama berada di dekatnya.
"Siap laksanakan, Sayang. Cium dulu ah ...." ucap David manja dan mengecup bibir Yoan.
__ADS_1
David sudah pergi dari dapur itu dan bebrapa pelayan baru masuk ke dalam. Rasanya lega sekali. Tapi, Yoan merasa aneh. Ini sudah pagi dan jam kerja mereka. Seolah mereka sudah di ketik agar tak mengganggu aktivitas keduanya yang sedang bermesraan.
Sikap mereka pun kepada Yoan memang berbeda. Mereka tidak pernah sedikit pun menyuruh Yoan dari sejak awal Yoan datang ke tempat itu dan mulai bekerja.
"Kalian baru bangun? Atau dari mana?" tanya Yoan kepada dua pelayan yang bertugas memasak dan mencuci itu.
Kedua pelayan itu hanya saling menatap dan tersenyum tanpa memberikan jawaban.
"Ekhemm ... Tadi kalian lihat sesuatu?" tanya Yoan pelan.
"Gak. Kami berdua baru bangun," ucap slaah satu pelayan sambil mencubit temannya agar tidak bicara aneh -aneh.
"Kalian kenapa sih? Kok kayak aneh?" tanya Yoan pelan.
Yoan merasa makin hari semua orang makin terasa berbeda sikapnya pada dirinya.
__ADS_1