Transmigrasi ke dalam Komik

Transmigrasi ke dalam Komik
Awal mula


__ADS_3

Tuk Tuk Tuk


Seorang gadis cantik berambut panjang nampak mengetuk meja beberapa kali. Dengan memegang Novel di tangan kirinya, gadis itu terlihat memutar bola matanya malas.


"Ck, gak banget deh!, emang gak ada ya novel yang ceritanya cewek yang jelek plus nyebelin disukain cowok ganteng yang sempurna? selalu aja ceweknya itu cantik paripurna"


Bugh


Keadaan perpustakaan yang sunyi, menjadikan suara bantingan buku terdengar sangat nyaring.


Gadis itu beranjak dari duduknya dan mengembalikan Novel tersebut ke dalam tempatnya semula.


Nazalea Deanda, gadis berusia 21 tahun bermanik mata hitam legam itu berjalan keluar sambil mengikat rambutnya asal.


Hidung dan bibir yang kecil namun mata yang besar menyatu sempurna diwajah Nazalea. Proporsi tubuh yang tidak kurus namun juga tidak gendut, bisa di bilang ideal.


Nazalea menjadi idola di kampusnya, bukan hanya karena kecantikannya, namun juga karena kepintaran yang Nazalea miliki.


Perlu diketahui, Nazalea saat ini berkuliah jurusan kedokteran.


Nazalea adalah gadis tomboy yang jago bela diri, membuat para laki-laki takut mendekatinya.


Tatapan matanya yang tajam dan penuh penekanan membuat beberapa orang segan terhadap Nazalea.


Meski begitu Nazalea tak pernah memiliki musuh apalagi membully temannya. Justru Nazalea adalah gadis humble yang mudah dekat dengan orang lain.


...***...


Menekuk kedua tangannya di depan dada, Nazalea berjalan menyusuri koridor kampusnya. Mulutnya tak berhenti mengunyah permen karet.


Melihat seseorang yang begitu di kenalnya tengah duduk sendiri, ide jahil muncul di pikiran Nazalea.


Di taman belakang kampus, seorang laki-laki duduk di bawah pohon mangga sambil tangannya sesekali membalik halaman komik yang di bacanya.


Bagaikan maling yang ingin mencuri, Nazalea berjalan mengendap-endap berusaha tak membunyikan suara sedikitpun.


"WIKTA" teriak Nazalea membuat laki-laki yang tengah fokus pada aktivitasnya terlonjak kaget.


"LEA! SUKA BANGET BUAT JANTUNG ORANG COPOT LO YA"

__ADS_1


Nazalea tertawa terbahak-bahak melihat wajah kaget laki-laki bernama Wikta tersebut.


"Sumpah lo lucu banget Ta!" Nazalea memegangi perutnya yang terasa keram akibat tertawa.


"Akhhhh Wikta sakit! kuping gue copot woy! ampun Ta, gak lagi-lagi deh ngagetin lo" suara tertawa Nazalea berganti dengan suara kesakitan karena Wikta menarik telinganya.


Melihat telinga Nazalea yang memerah, Wikta melepaskan tangannya, ia kembali duduk dan membuka komik yang sempat ia jatuhkan.


Nazalea menyenderkan punggungnya di bahu Wikta, menikmati angin sepoi-sepoi sambil menatap langit sore.


'Di mana ada Nazalea, di situlah ada Wikta' begitulah orang-orang beranggapan. Mereka berdua bertetangga dan berteman sejak kecil, tak heran jika mereka sangatlah dekat.


"Haaaaa" hembusan napas Nazalea mengalihkan perhatian Wikta.


"Kenapa? ada masalah lagi?"


"Papa mama, gue kangen mereka" lirih Nazalea dengan rasa sesak di dada.


...***...


Banyak yang iri dengan kehidupan Nazalea yang mereka anggap sempurna. Wajah cantik, otak yang pintar, memiliki sahabat sebaik Wikta dan tentunya kaya raya.


Tanpa mereka ketahui Nazalea justru iri dengan kehidupan orang lain, memiliki harta yang melimpah tak menjanjikan kebahagiaan dalam hidup. Orang tua Nazalea terlalu sibuk dengan pekerjaan mereka hingga tak memiliki waktu untuk sekedar menyapa putri tunggal mereka.


Nazalea tahu orang tuanya bekerja untuk kehidupannya, namun haruskah sekeras ini? entah berapa tahun sudah Nazalea tak tahu bagaimana rasanya dipeluk orang tua.


Nazalea pernah melampiaskan rasa sakit hatinya dengan menyakiti tubuhnya sendiri, menggores lengan menggunakan jarum sudah sering Nazalea lakukan dulu.


Ketika melihat lengannya mengeluarkan darah, Nazalea bukannya meringis kesakitan, tapi justru bahagia, karena rasa sesak itu keluar melalui luka yang Nazalea sebut mahakarya.


Kebiasaan buruk Nazalea tak berlangsung lama karena Wikta mengetahuinya. Wikta tentu saja tak membiarkannya.


Wikta yang selalu memeluk dan memenangkan ketika Nazalea menangis. Wikta yang akan selalu mendengarkan keluh kesah Nazalea. Wikta lah satu-satunya orang yang paling mengerti Nazalea, bagi Nazalea, Wikta adalah malaikat pelindungnya.


...***...


Suara bising knalpot racing dari beberapa pengendara terdengar saling bersahutan memekakan telinga.


Beberapa orang terlihat berlalu lalang, ada juga yang pengendara yang mengetes jalan dengan motor mereka.

__ADS_1


Beberapa orang menghentikan aktifitas mereka ketika melihat kedatangan sebuah motor Kawasaki Ninja H2 Carbon memasuki arena balap liar. Semua orang pun tahu siapa pengendara motor tersebut.


Motor sport dengan dominasi warna hitam dan rangka tralis berwarna hijau cerah, sangat kontras dengan pengendaranya yang juga berpenampilan serba hitam.


Memberhentikan motornya, pengendara yang mencuri perhatian itu membuka helm dan menampilkan wajah cantiknya yang seketika menuai riuh cuitan beberapa orang.


Nazalea adalah satu-satunya pembalap wanita sekaligus pembalap liar yang tak dapat di kalahkan oleh siapapun.


Setiap sabtu malam pukul dini hari, Nazalea akan mengendarai motornya ke tempat ini. Tentu saja tanpa sepengetahuan Wikta, kalau Wikta tahu masalah ini, sudah pasti Wikta akan mendiaminya.


Memiliki wajah yang imut namun hobi yang sangar, itulah Nazalea. tidak seperti gadis lainnya, Nazalea sangat menyukai balap motor. Bahkan motor Nazalea sendiri adalah motor sport.


Nazalea menjadikan kegiatan ini salah satu cara menenangkan otaknya yang stress.


Dengan memakai helm layaknya pembalap profesional, para pemuda itu menggeber-geberkan knalpot motor sport mereka. Salah seorang gadis yang bertugas sebagai juri, berdiri di tengah dengan membawa bendera merahnya.


Dengan hitungan mundur, balapan pun di mulai. Nazalea melesat bagaikan angin meninggalkan yang lain.


Sejumlah penonton menyaksikan di pinggir arena, bersorak memberikan dukungan untuk para pengendara. Yang paling banyak memiliki penggemar tentu saja Nazalea.


Kini Nazalea tinggal menyelesaikan satu putaran lagi, dengan menaikkan giginya, tangan Nazalea menarik pelan rem saat di belokan yang menukik tajam itu.


Saat ingin berbelok, Nazalea merasa ada sesuatu yang meniup matanya hingga Nazalea menjadi tak fokus. Tangan yang di gunakan untuk memegang rem, terlepas begitu saja, sedangkan tangan kanannya tak sengaja menarik pedal gas.


Brak Ngieeettttt


Nazalea mengalami kecelakaan tunggal, tubuh Nazalea terlempar beberapa meter dari motornya. Helm yang semula terpasang sempurna kini terlepas begitu saja.


Suara keras membuat penonton berteriak khawatir.


Semua orang menghampiri Nazalea yang sudah terkapar di sudut jalan, kerasnya benturan menjadikan tubuh Nazalea penuh dengan luka, wajahnya pun penuh dengan darah.


Dengan tangan gemetar, salah seorang penonton menelpon Wikta dan mengabarkan kejadian naas yang dialami Nazalea.


Tanpa menunggu waktu lama lagi, Wikta langsung pergi ke rumah sakit tempat Nazalea di larikan.


Dokter menyatakan Nazalea koma, akibat benturan yang begitu keras, tengkorak bagian belakang kepala Nazalea mengalami keretakan. Tibia atau yang sering di sebut tulang kering bagian kiri Nazalea patah, adanya tonjolan pada bagian bahu kanan yang menandakan tulang selangka Nazalea juga mengalami patah.


Melihat keadaan Nazalea, air mata Wikta luruh begitu saja, janji untuk selalu menjaga Nazalea tak dapat Wikta penuhi.

__ADS_1


Wikta bahkan tak tahu selama ini Nazalea suka mengikuti balap liar yang membahayakan seperti itu. Wikta menyalahkan dirinya atas sesuatu yang sebenarnya tak ada sangkut pautnya dengan dirinya.


"Tolong selamatkan Nazalea ya tuhan!"


__ADS_2