True Love A Noble

True Love A Noble
Eps. 01


__ADS_3

Tiinnn (klakson mobil)..


"Cepet buruan, saya udah telat ini." seru Reno.


"Baik, Tuan." (supir)


Sesampainya dia kantor, Reno lari terburu-buru menuju ruang rapat. Sesampainya diruang rapat..


"Kenapa kamu telat?"


"Maaf, ayah." jawab Reno.


Rapat berlangsung cepat. Setelah selesai rapat, Reno langsung menuju mobil dan meminta supir untuk segera pulang karna ia lelah.


Saat dalam perjalanan, Reno melihat seorang gadis berdiri di dekat sungai. Tiba-tiba.. Byurr


Gadis itu tenggelam ke dalam sungai.


"Pak, berhenti!" perintah Reno.


"Ada apa tuan muda?" (supir)


"Berhenti kubilang!" bentak Reno.


"Baik, tuan." (supir)


Reno berlari sekencang mungkin dan terjun ke dalam sungai untuk menyelamatkan gadis itu.


"Hah.. hah.. kau tidak apa-apa?" tanya Reno.


"Ya, aku tak apa. Terima kasih telah menyelamatkanku." jawab gadis tersebut kualahan.


Reno langsung pergi. 'Gadis itu manis juga.' batin Reno.


"Untung pria tadi menyelamatkanku. Sebaiknya aku pulang sekarang, ibu pasti sudah menunggu dirumah."


-Keesokannya


'Itukan pria yang semalam(?)' batin Nayya.

__ADS_1


Nayya bergegas menemuai pria yang ia maksud.


"Hey tuan! Terima kasih telah menyelamatkanku samalam. Jika bukan karna kau, aku pasti sudah mati." jelas Nayya.


"Hmm.." jawab Reno singkat.


Nayya hanya tersenyum kecil. Senyumannya yang manis itu membuat Reno terpesona, walaupun ia tidak memperlihatkannya.


"Kalau begitu saya pergi dulu, tuan." ucap Nayya mengakhiri percakapannya.


"Tunggu! Siapa namamu?" tanya Reno.


"Emm, namaku Nayya." jawab Nayya ragu.


"Saya Reno, Reno Shahraen." seru Reno memperkenalkan dirinya.


'Ha? Dia berasal dari keluarga Shahraen? Berarti dia keluarga bangsawan? Ya tuhan.' batin Nayya.


"Hey! Kenapa kau melamun?" tanya Reno.


"Maaf tuan Shahraen, saya sedang memikirkan hal penting. Saya pergi dulu." balas Nayya kemudian langsung pergi.


'Waduh, ternyata dia adalah ahli waris keluarga Shahraen. Aku begitu terkejut.' batin Nayya.


"Aku ingin kau mencarinya!" perintah Reno.


"B..ba..baik tuan." jawab Kevin, tangan kanan Reno.


Kevin segera mencari tahu tentang kehidupan Nayya. Setelah menggali banyak informasi tentang Nayya, akhirnya Kevin berhasil mencari keberadaan Nayya.


"Apa kau sudah dapat?" tanya Reno.


"Sudah tuan. Menurut hasil ini, gadis ini tinggal dia desa Zayrnan. Dia berasal dari keluarga yang kekurangan, dan dia banyak disukai orang." Jelas Kevin.


"Ok, bagus." jawab Reno.


-Keesokannya


"Hey, akhirnya kita bertemu lagi, gadis kecil." ujar Reno.

__ADS_1


"Hah, bagaimana bisa tuan ada disini?" tanya Nayya gugup.


"Jangan terlalu formal, panggil aku Reno saja."


jawab Reno.


'Kau ingin aku mati, hah! Aku bisa dibunuh oleh fans mu bila menyebutmu dengan sebutan itu.' batin Nayya


"Baik, tuan.. eh Reno." jawab Nayya gugup.


"Haha, jangan gugup sayangku." seru Reno dengan senyuman liciknya.


'What! Tadi dia bilang apa padaku? Sayang katanya? Sempet ada yang denger gimana? beneran bakal dihajar habis-habisan aku sama fansnya.' batin Nayya.


"Haha iya, ha." jawab Nayya.


"Oh ya, saya belum mengetahui banyak tentang dirimu. Maukah kau berkunjung ke rumahku?" tawar Reno.


"Ke..ke..ke rumah mu? Untuk apa?" tanya Nayya gugup.


"Pfft.." Reno tertawa kecil.


"Hey! Kenapa kau tertawa ha?" tanya Nayya.


"Ya kita mau tinggal bareng." jawab Reno.


"What! Hey!" teriak Nayya. Wajahnya memerah karna malu.


"Hayyo, kamu udah negative thinking aja" balas Reno.


"Mana ada!" jawab Nayya malu.


"Gausah boong, muka kamu merah gitu." balas Reno sambil tertawa.


"Nggak ah, cuacanya panas." jawab Nayya dengan penuh rasa malu dan kesal.


"Suhunya 10 derajat gini kamu bilang panas? Hebat juga tubuh kamu ya." balas Reno semakin membuat Nayya kalah.


"Ih! Udah ah." jawab Nayya semakin malu

__ADS_1


__ADS_2