True Love A Noble

True Love A Noble
Eps. 10


__ADS_3

"Iya, nak. Akulah ayahmu. Kau tanya namaku? Namaku Royyan Grainne." jawab Royyan.


Nayya terkejut mendengar jawaban Royyan. Nama Royyan persis dengan nama ayahnya. Tapi Nayya tidak langsung mempecayainya. Ia bertanya banyak hal untuk memastikan yang sebenarnya.


"Kalau kau ayahku, pasti kau memiliki fotoku dan ibu. Apakah kau punya, tuan?" tanya Nayya.


"Ya aku punya, bahkan aku selalu membawanya." jawab Royyan sambil menyodorkan foto berisikan gambar Nayya sewaktu kecil bersama dengan ibunya.


Nayya spontan menangis. Ia langsung memeluk ayahnya, ia selama ini selalu ingin menemui ayahnya. Tetapi ibunya selalu bilang, tunggu saat yang tepat untuk menemui ayahnya.


"Ayah.. kemana ayah selama ini? Aku selalu mencari Ayah." tanya Nayya sambil menangis.


"Dahulu, kamu pernah diculik. Ibumu frustasi dan berusaha mencarimu. Setelah beberapa hari ibumu tidak pulang-pulang dan ada yang mengabarkan bahwa kalian menghilang." jelas Royyan.


"Setelah itu ayah tidak tau lagi." lanjut Royyan dengan rasa iba.


"Ya, ibu juga pernah cerita. Ibu tersesat saat menggendongku. Ibu ingin pulanh tetapi ibu tidak tau arah dan malah membawa kami berdua ke perkotaan. Kami tinggal di kota." jelas Nayya.


"Ayah menyesal tidak mencarimu. Sekarang dimana ibumu?" tanya Royyan.


"Ibu meninggal ayah." jawab Nayya kemudian menangis.


"Oh ya ampun. Kenapa kamu ga cerita ke tante, sayang? Tante bisa menjadi ibu kamu sekarang." ujar Devian menenangkan.


"Terima kasih, tante." jawab Nayya sambil menghirup ingusnya yang meler.

__ADS_1


"Jadi selama ini kamu hidup bagaimana?" tanya Royyan khawatir.


"Aku tinggal di kos dan bekerja di kantornya Reno. Lalu akhir-akhir ini aku kuliah di Stanfors University di Amerika. Lalu mengikuti kontes musik dan mendapat juara 2. Hadiahnya uang tunai $500. Lalu Reno mengatakan bahwa Tante Devian ingin jumpa denganku, makanya aku disini." jelas Nayya.


"Syukurlah. Jadi sekarang kamu sudah tamat kuliah?" tanya Royyan.


"Belum, 1 tahun lagi." jawab Nayya.


"Baiklah, kalau kau kekuranga fasilitas hubungi ayah." seru Royyan.


"Baik ayah." jawab Nayya.


Pembicaraan terus berlanjut. Mereka berbicara banyak hal. Reno sedikit terkejut bahwa Nayya adalah tunangannya. Reno sangat senang mendengar bahwa Nayya adalah anak Tuan Royyan. Karna ia tau bahwa ia dijodohkan dengan putri Tuan Royyan.


"Hai tunanganku." sapa Reno.


"Hah? Apa maksudmu?" tanya Nayya terkejut.


"Kita sudah dijodohkan dari lahir tau. Keluarga kita memiliki perjanjian pernikahan sejak dahulu." Jelas Reno.


"Oh.. Kenapa harus kamu? Kenapa ga yang lebih tampan?" tanya Nayya ingin membuat Reno kesal.


"Aku kan lelaki paling tampan di seluruh dunia." seru Reno.


"Beh, mimpi!" ejek Nayya.

__ADS_1


"Dasar kamu! Nanti aku cium kamu ya!" seru Reno.


"Coba aja kalau bisa!" ujar Nayya sambil lari meninggalkan Reno.


Reno mengejar Nayya. Royyan dan Devian melihat tingkah mereka dan merasa bahwa mereka akan sangat cocok.


"Lihatlah, mereka emang cocok dari lahir." ujar Devian.


"Iya, kan sudah kubilang." jawab Royyan.


"Untung aku belum menjodohkan anakku dengan gadis lain." seru Devian.


"Baguslah!" jawab Royyan sambil tertawa.


Mereka semua bahagia melihat kemesraan Nayya dan Reno. Begitu pula dengan Nayya dan Reno. Mereka senang mendengar bahwa mereka telah dijodohkan.


_____________________________________________________


Apakah menurut kalian Reno dan Nayya cocok?


a. Cocok. Mereka sangat cocok.


b. Tidak cocok. Aku setuju Nayya dengan Daniel.


c. Nayya cari yang lebih kaya dari Reno aja.

__ADS_1


__ADS_2