True Love A Noble

True Love A Noble
Eps. 18


__ADS_3

"Beritanya adalah aku dan Nayya berencana untuk memiliki anak sebagai penerus keluarga Shahraen dan Grainne. Gimana? Pasti semua orang tidak akan mempedulikan berita sebelumnya." jelas Reno.


"Boleh juga tuh, saya setuju." seru tuan Royyan. "Hmm.. ok deh. Kita bakal kasih berita itu ke emTV." seru Adel dan disetujui oleh Dina. "Baiklah, kasih berita itu sekarang. Sebelum Nayya melihat berita gila itu." ujar Reno. Dina dan Adel mengangkat tangan mereka dan meletaknya diatas dahi sebagai tanda hormat. "Siap, bos!" seru mereka kemudian meninggalkan Reno dan tuan Royyan.


...\~oOo\~ ...


"Tuan muda Shahraen dan nyonya muda Grainne berencana untuk memiliki anak untuk menjadi penerus keluarga Shahraen dan Grainne, berapakah anah yang ingin mereka mili– ki? Selesai!", "Sent sekarang." seru Dina. "Ok, ini aku sent ke email emTV." jawab Adel.


"Akhirnya berhasil." seru Adel. "Iya, syukurlah." ucap Dina.


-Keesokannya.


"Dikabarkan bahwa Tuan Muda Shahraen dan Nyonya Muda Grainne, yakni Tuan Muda Reno dan Nona Muda Nayya berencena untuk memiliki anak sebagai penerus keluarga Shahraen dan Grainne. Bagaimana ceritanya? Saksikan emTV selengkapnha." berita di TV mulai bermunculan.

__ADS_1


Nayya dan Reno menghadiri wawancara di stasiun emTV, "Jadi bagaimana dengan rencana kalian itu?" tanya beberapa Reporter. "Kami merasa, kami harus memiliki anak sebelum kami bertambah tua. Karna jika kami sudah tua, kami memerlukan pengganti kami untuk meneruskan pekerjaan dan semua harta kami." jelas Reno.


"Bagaimana dengan anda, nona Nayya?" tanya Reporter itu lagi. "Saya juga berpendapat sama dengan suami saya, jika kami sudah tua siapa yang akan meneruskan pekerjaan dan harta kami kalau bukan anak-anak kami? Maka kami memang sudah berniat untuk memiliki anak." sambung Nayya.


"Kalian berpikir sangat jernih Tuan Reno dan Nona Nayya, baiklah sekarang kita akan beralih ke berita lain."


————


"Terima kasih juga kepada emTV atas kerja sama kalian dalam menyampaikan berita ini. Saya juga berterima kasih karna telah menghapus berita Hoax kemarin dengan cepat." ucap Reno sembari menerima amplop tersebut.


"Ah, itu memang sudah tugas kami untuk memberantas berita-berita Hoax seperti kemarin." seru Manajer emTV. "Iya, kalau begitu apakah kami sudah boleh pergi?" tanya Reno. "Ohoho\~, tentu saja." tukas Manajer emTV.


...\~oOo\~...

__ADS_1


"Bagaimana? Sudah?" tanya tuan Royyan. "Sudah selesai, Ayah." jawab Nayya dan disetujui oleh Reno. "Baguslah, jadi kapan kalian kasih ayah cucu?" tanya tuan Royyan menggoda Nayya dan Reno. "Secepatnya ayah." jawab Reno anstusias.


"Hah?! Gak mungkin!" seru Nayya. "Ga nerima penolakan." ujar Reno sembali melipat tangannya di depan dada dan memalingkan wajah. "Renooo!!!" teriak Nayya.


"Yuk sayang kita kasih ayah cucu." ujar Reno dan langsung membopong tubuh Nayya di atas bahu nya yang lebar. "Reno! Turunin aku sekarang!" teriak Nayya. Tuan Royyan, Dela dan Dina hanya tertawa melihat tingkah mereka berdua.


-Saat di kamar.


"Aku belum siap Reno.'' seru Nayya. "Gapapa, sayang. Aku pelan-pelan kok." jawab Reno. "Tapi–,"


"Ga ada tapi-tapian." seru Reno. "Ren—,".


"Uhm.." Reno mencium bibir Nayya. Dan malam ini menjadi malam yang cukup panjang bagi Nayya dan Reno.

__ADS_1


__ADS_2