True Love A Noble

True Love A Noble
Eps. 03


__ADS_3

"Aku ingin kau cari ke manapun dia pergi!" perintah Reno.


"Baik, tuan." jawab Kevin.


'Argh, kenapa sulit sekali membuatnya mengerti.' batin Reno.


Kevin langsung mengejar Nayya. Saat mengetahui Kevin mengejar Nayya, Nayya langsng berlari keluar mencari Taxi. Nayya tidak menemukan Taxi, ia memilih untuk bersembunyi terlebih dahulu.


'Aku harus memesan Taxi Online agar bisa pergi dari sini.' batin Nayya.


"Halo(?), mbak sekarang dimana? Saya sudah berada di lokasi jemput." (supir Taxi).


"Oh ya, saya akan segera kesana. Saya menggunakan baju berwarna kuning." jawab Nayya.


"Ok, mbak." (supir Taxi).


Nayya bergegas mencari Taxi pesanannya. Akhirnya Nayya menemukannya dan langsung berlari menuju Taxi tersebut.


"Hey Nona! Jangan lari, tuan muda ingin berbicara denganmu. Hey!" teriak Kevin. 'Argh!' batin Kevin.


'Akhirnya aku berhasil lari dari dua orang gila itu.' batin Nayya.


"Halo(?). Maaf tuan, saya tidak dapat menangkapnya. Jadi bagaimana sekarang? Apa perlu saya mengejar Taxi-nya?" tanya Kevin.


"Tidak perlu, kau kembali saja kemari dan kita susun rencana terlebih dahulu." jawab Reno.


"Baik tuan." balas Kevin.


Kevin kembali ke ruangan Reno. Reno tidak tahan lagi, akhirnya ia memilih untuk menggunakan cara yang tidak bakal bisa dihindari oleh Nayya.


"Apa yang akan kau rencanakan, tuan?" tanya Kevin.


"Aku akan menggunakan cara yang tak bisa dia hindari." jawab Reno dengan raut muka penuh kekesalan.


"Bagaimana caranya?" tanya Kevin penasaran.


"Kau tangkap dia, kemudian bawa dia ke Apartement-ku." perintah Reno.


"Baik, tuan." jawab Kevin.


"Bila kau tidak bisa melakukannya, aku akan memecatmu." balas Reno tajam.


"B..ba..baik, tuan!" jawab Kevin segera keluar dari ruangan Reno dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


Kevin segera mencari dimana keberadaan Nayya. Setelah mendapat informasi mengenai keberadaan Nayya, Kevin langsung bergegas menemuinya. Dan akhirnya Kevin menemukannya.


"Hey! Kali ini kau tak bisa lari dariku, nona Nayya." seru seseorang di belakang Nayya.


"Hah!" Nayya terkejut.


"Jangan terkejut dulu." seru Kevin dengan senyum jahatnya.


"Kevin! Apa yang akan kau lakukan padaku hah? Lepaskan aku! Kubilang lepaskan!" teriak Nayya.


Kevin langsung menutup mulut Nayya dengan saputangan yang bau obat. Bau obat tersebut membuat Nayya pingsan. Kevin langsung membawanya ke mobil. Kevin mengikat kaki dan tangan Nayya, serta menutup mulutnya dengan lakban atau salasiban. Lalu Kavin membawanya ke Apartement Reno.


"Tuan, aku sudah membawanya kemari." ujar Kevin.


"Ok, kerja bagus. Kau sudah boleh istirahat sekarang." jawab Reno.


"Baik, tuan." jawab Kevin.


"Hahaha, apa yang akan kulakukan padamu hah?" Reno berkata sendiri dengan tertawa jahat.


Tiba-tiba Nayya terbangun.


"Hey! Bagaimana aku bisa ada disini, hah?" tanya Nayya panik.


"Apa yang kau lakukan! Aku ingin keluar." teriak Nayya.


Reno melepaskan ikatan yang mengikta kaki dan tangan Nayya. Nayya masih ngelunjak ingin pergi.


"Sudahlah kau diam saja. Temani aku bermain disini." seru Reno.


"Tidak aku tidak m.." teriak Nayya yang kemudian terpotong.


Reno mencium bibir Nayya. "Uhm" Nayya ingin mengelak tetapi di tahan oleh Reno. Nayya tidak bisa berbuat apa-apa karna tenaga Reno sangat kuat menahan tubuh Nayya.


"Apa yang kau lakukan? Hentikan!" seru Nayya dengan nada bicara yang cukup tinggi.


Reno melepaskan baju Nayya. Reno menahan tubuh Nayya, kemudian Reno melepas bajunya. Reno menciumi tubuh Nayya satu-persatu.


"Hey, hentikan." Nayya memohon.


"Kau ingin aku menghentikannya, tetapi tubuhmu menikamatinya. Bagaimana bisa aku berhenti begitu saja." jawab Reno.


"Hentikan!" teriak Nayya.

__ADS_1


Akhirnya Reno melepaskan Nayya. Reno memberikan baju Nayya, dan Nayya langsung menggunakannya. Reno mengantar Nayya pulang ke rumahnya.


'Dasar pria Baj^ng^n! Aku membencimu!" Nayya mengupat Reno dalam hati.


'Tapi aku heran, mengapa aku menikmati saat ia mencium bibirku tadi(?).'


-Keesokannya


"Hah.. hah.. aku sudah terlambat!" Nayya berlari menuju kantornya. Ia langsung menaiki lift untuk menuju ruangannya. Ternyata saat di lift ia bertemu dengan Reno.


"Hai gadis kecil." sapa Reno.


"Apa maumu hah?" tanya Nayya panik.


"Aku ingin melanjutkan yang semalam." jawab Reno.


"Melanjutkan apanya? Aku tidak mau!" balas Nayya.


Nayya memalingkan mukanya. Hal ini membuat Reno semakin merasa gemas dengan Nayya.


"Hey apa yang ingin kau lakukan hah?" tanya Nayya panik. Reno mendekati Nayya.


"Hey menjauhlah!" perintah Nayya.


Kemudian "Ehm..". Reno mencium Nayya. Nayya sedikit menikmatinya. Kemudian Nayya sontak mendorong Reno agar menjauh.


"Kau menikmatinya kan?" tanya Reno sambil tertawa licik.


"Tidak!" jawab Nayya malu.


"Lalu mengapa wajahmu memerah?" tanya Reno.


"Cuacanya panas." jawab Nayya.


"Lift ini menggunakan AC, dan di lift ini cuma ada kita berdua. Bagaimana mungkin cuacanya panas. Kau jangan boong denganku, gadis kecil." seru Reno.


"Diam!" balas Nayya tak mau kalah.


"Pfft.." Reno tertawa.


"Jangan ketawa(k)!" teriak Nayya.


"Haha.. iya-iya." jawab Reno terkekeh.

__ADS_1


'Sebenarnya apa ia inginkan? Kenapa dia selalu seperti ini denganku.'


__ADS_2